>
Rabu, 12 Jun 2019 17:50

Wagub Rayakan Lebaran Ketupat Datangi Tokoh Masyarakat Jawa Tondano

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (ketiga kiri) didampingi Wakil Ketua TP PKK Nurinda Rahim (kedua kiri), foto bersama dengan keluarga besar mantan Wali Kota Gorontalo Alm. Medi Botutihe pada perayaan Ketupat di Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo. (Foto : Haris – Humas) Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (ketiga kiri) didampingi Wakil Ketua TP PKK Nurinda Rahim (kedua kiri), foto bersama dengan keluarga besar mantan Wali Kota Gorontalo Alm. Medi Botutihe pada perayaan Ketupat di Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo. (Foto : Haris – Humas)

LIMBOTO – Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idulfitri merupakan momen silaturrahim bagi masyarakat Gorontalo.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim merayakan tradisi Ketupat dengan mengunjungi dan bersilaturrahim ke kediaman sejumlah tokoh masyarakat Jawa-Tondano (Jaton).

Awalnya lebaran Ketupat merupakan tradisi warga Jaton yang ada di Gorontalo. Namun sekarang tradisi tersebut sudah berbaur menjadi budaya masyarakat Gorontalo, sehingga perayaannya tidak hanya di Kampung Jawa, tetapi sudah banyak lokasi yang menggelar perayaan Ketupat.

“Hikmah dari perayaan Ketupat adalah memelihara dan mempererat silaturrahim. Suasana Ketupat menunjukkan sikap warga Gorontalo yang menjunjung rasa kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan, dengan saling mengunjungi,” kata Idris Rahim disela-sela kunjungan di kediaman keluarga Saleh Hemeto di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (12/6/2019).

Wagub Idris Rahim mengawali kunjungannya ke kediaman Muin Sakali di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Kemudian ke kediaman Saleh Hemeto, lanjut ke kediaman keluarga Medi Botutihe, Arifin Djakani, dan Dahlan Usman di Yosonegoro.

Dalam perayaan Ketupat, setiap warga yang berkunjung dapat menikmati hidangan khas berupa ketupat dan nasi bulu, yaitu campuran beras ketan dengan santan yang dibumbui dan dimasak dalam bambu muda. Ketupat dan nasi bulu disajikan dengan berankea lauk, seperti opor ayam, sate, dan sup.

“Tradisi Ketupat ini harus kita lestarikan sebagai upaya untuk terus menjaga dan menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Gorontalo,” tandas Idris.

 

Pewarta : Haris - Humas

Baca 128 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo