>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

KABUPATEN BONE BOLANGO, Humas – Kunjungan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tingi (Menristekdikti) ke Provinsi Gorontalo dimanfaatkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim untuk memperjuangkan pengembangan perguruan tinggi di Gorontalo. Salah satunya adalah pendirian politeknik negeri.

“Kemarin kami baru merayakan Hari Patriotik 23 Januari. Momentum ini kami manfaatkan untuk memperjuangkan kemajuan pendidikan tinggi di Gorontalo. Pemerintah dan masyarakat membutuhkan sebuah politeknik negeri untuk pengembangan sumber daya manusi, semoga bapak menteri dapat merealisasikannya,” tutur Wagub Idris Rahim dalam sambutannya dihadapan Menristekdikti Mohamad Nasir pada peresmian gedung baru UNG di Kabupaten Bone Bolango, Kamis (24/1/2019).

Idris mengutarakan, pengembangan sumber daya manusia (sdm) melalui sektor pendidikan merupakan salah satu fokus pembangunan dalam delapan program unggulan Pemprov Gorontalo, yaitu Pendidikan Lebih Berkualitas.

Wagub Idris Rahim juga berharap Menristekdikti dapat merealisasikan pendirian L2Dikti untuk wilayah Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara, yang berkedudukan di Gorontalo. Juga peningkatan status IAIN Sultan Amai menjadi Universitas Islam Gorontalo.

“Masih banyak yang perlu kami perjuangkan untuk kemajuan pendidikan tinggi. Semata ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas sdm Gorontalo yang profesional dan handar,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Menristekdikti menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pendidikan harus didorong untuk bisa menyediakan sdm yang berkualitas.

“Penekanannya adalah paling tidak setiap provinsi ada politeknik negeri. Kebetulan di Gorontalo belum ada politeknik negeri, maka saya akan perjuangkan politeknik negeri di Gorontalo secepatnya bisa terwujud,” ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir.

Selain meresmikan gedung baru UNG di Kabupaten Bone Bolango, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Gorontalo Menristekdikti mengikuti beberapa agenda kegiatan, di antaranya dialog dengan mahasiswa UNG, pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi se Provinsi Gorontalo, serta bersilaturrahim dengan civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo. (Hmsprov - Haris)

Kamis, 24 Januari 2019 14:58

Menristekdikti Resmikan Gedung Baru UNG

KABUPATEN BONE BOLANGO, Humas – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, meresmikan gedung baru Universitas Negeri Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango, Kamis (24/1/2019).

Pembangunan gedung baru UNG merupakan satu dari tujuh universitas di Indonesia yang dibangun melalui Project Islamic Development Bank (IDB) 7 in 1. Ketujuh universitas tersebut yaitu Universitas Tanjung Pura, UNG, Universitas Negeri Jogjakarta, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Syah Kuala, dan Universitas Samratulangi Manado.

“Dari tujuh proyek itu sudah dua yang diresmikan, pertama Universitas Tanjung Pura dan kedua UNG yang diresmikan hari ini,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir.

Dengan adanya tambahan gedung, Menristekdikti berharap kualitas layanan pendidikan tinggi di UNG semakin baik. Mohamad Nasir juga berharap ke depan UNG semakin baik dan berkualitas menuju universitas yang mampu bersaing secara global.

“Dalam usia yang sangat singkat sejak statusnya menjadi universitas pada tahun 2002, UNG telah berhasil memperoleh akreditasi A. Mudah-mudahan ini dapat terus dipertahankan dan UNG bisa menuju universitas global,” ujar Mohamad Nasir.

Lebih lanjut Menristekdikti juga berharap dukungan dari pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo untuk pengembangan gedung baru UNG.

“Rasanya gedung ini belum cukup, mohon dukungan dari bapak Wali Kota dan Bupati untuk pengembangan infrastruktur di kampus baru UNG ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Gorontalo mengucapkan terima kasih kepada Menristekdikti yang telah meresmikan gedung baru UNG. Idris berharap, gedung baru tersebut akan lebih memacu semangat dan inovasi civitas akademika UNG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Gorontalo.

Selain itu Idris juga optimis, keberadaan kampus UNG akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan hadirnya usaha-usaha ekonomi baru.

“UMKM di sekitar kampus ini akan tumbuh, sehingga gerak ekonomi di Bone Bolango lebih bergeliat,” tutur Wagub Idris Rahim.

Gedung baru UNG mulai dibangun pada tahun 2017. Sebanyak 13 gedung dengan total luas 36.236 meter persegi akan ditempati oleh empat fakultas, yaitu Fakultas Sastra dan Budaya, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jumlah mahasiswa yang akan pindah ke gedung baru UNG sebanyak 7.593 mahasiswa serta 469 dosen dan pegawai. (Hmsprov - Haris)

POHUWATO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memenuhi janjikan untuk melanjutkan pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) NKRI Peduli di tahun anggaran 2019. Kali ini 1000 warga di Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato yang beruntung disambangi gubernur dan rombongan, Kamis (24/1/2019).

Baksos NKRI Peduli di kecamatan paling ujung Barat Provinsi Gorontalo itu diisi dengan pasar murah bersubsidi, pelayanan kesehatan gratis dan pemberian santunan dari Baznas masing-masing warga senilai Rp100.000,-.

“Perintah bapak Presiden Jokowi agar negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Makanya bakti sosial ini sebagai wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat khususnya bagi warga kurang mampu,” terang Rusli.

Gubernur Gorontalo dua periode itu juga mengklaim pelaksanaan Baksos NKRI Peduli sukses menurunkan angka kemiskinan di daerah dari 16,81 persen menjadi 15,83 persen. Kegiatan tersebut mampu mengurangi beban belanja warga miskin serta menjaga inflasi dengan stabilnya harga-harga di pasaran.

“Sekarang pendidikan sudah gratis, kesehatan sudah gratis, infrastruktur jalan, jembatan, listrik, bendungan sudah kami bangun. Di tambah lagi dengan program-program kerakyatan. Semoga ini mampu untuk terus menekan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.

Baksos NKRI Peduli juga diisi dengan penyerahan bantuan pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi warga di Kabupaten Pohuwato. Bantuan yang diserahkan Gubernur Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah itu berjumlah 88 unit hasil pembiayaan melalui dana APBD tahun 2018 sebesar Rp2,7 miliar. (Hmsprov - Isam)

 

POHUWATO, Humas – “Air pak.. Air!” Teriak warga saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memberikan sambutan pada kunjungan kerjanya di di Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Kamis (24/1/2019).

Rupanya ada beberapa keluhan warga di ujung Barat Gorontalo yang ingin mereka sampaikan secara langsung. Salah satunya menyangkut penyediaan air bersih. Gubernur Rusli meminta salah satu perwakilan naik ke atas panggung.

Hal itu dimaksudkan agar aspirasinya bisa langsung didengar termasuk oleh Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga, para pImpinan OPD Pemprov Gorontalo termasuk sejumlah anggota DPRD Provinsi Dapil Pohuwato.

“Air bersih di (desa) Molosipat Utara (pembangunannya) tidak tuntas pak. Jalan yang ada di persimpangan Molosipat Utara masih lubang-lubang. Rumah dana stimulan tahun 2014 sebanyak 42 KK tidak tuntas,” beber Mutiyana Potutu (44), warga Molosipat Utara, Kecamatan Popayato Barat.

Mendapati aspirasi itu, Gubernur Rusli bersikap tenang seraya terus menggali aspirasi apa yang ingin warganya sampaikan. Aspirasi yang selalu ia ingin dengar di setiap kunjungan kerjanya bersama rombongan.

“Jadi pak Bupati (Pohuwato), saya mohon izin, saya tinggalkan Kadis PUPR, Kadis Sosial juga dengan aparat desa dan kecamatan di sini. Telusuri apa yang diaspirasikan tadi dan segera kita ambil langkah-langkah untuk penyelesaian,” jelas Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Belum selesai gubernur memberi penjelelasan, Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga langsung menyela. Ia memohon izin untuk menjelaskan program apa saja yang sedang ia lakukan terkait dengan keluhan warga tersebut.

“Jadi menyangkut masalah jalan (di tahun 2019) saya anggarkan kurang lebih Rp6 miliar untuk Molosipat Utara, Dudeulo dan Butongale. Masalah air bersih pak, tahun ini juga ada dana dari NGO ke PDAM Pohuwato untuk penanganan secara mendasar masalah air di Popayato Barat pak,” jelas Syarief.

Terkait dana stimulan, Syarief menjelaskan perlu ada kesamaan persepsi antar warga. Pasalnya penerima setiap tahun tidak sama sehingga perlu ada pemahaman dari warga. Ia mencontohkan, setiap KK penerima bantuan tahun 2014 hanya mendapatkan Rp7,5 Juta dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp15 Juta.

Tidak puas dengan jawaban bupati, Gubernur Rusli meminta penjelasan dari Kadis PUPR menyangkut masalah air bersih. Kadis PU Handoyo menjelaskan tahun ini ada anggaran Rp19,2 miliar dari balai sungai salah satunya untuk melayani warga di Popayato Barat.

Penjelasan Bupati dan Kadis PUPR membuat warga puas. Mereka menyambut dengan tepuk tangan seraya berharap aspirasi tersebut bisa tuntas tahun 2019 ini.

Kunjungan Gubernur Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah dan pimpinan OPD di Pohuwato untuk menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli. Selain diisi dengan penyerahan bantuan 88 unit Mahyani, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan santunan Baznas untuk 1.000 orang, pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis.(Hmsprov - Isam)

Kabupaten Boalemo, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali menunjukkan bukti perhatiannya terhadap dunia pendidikan di Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut dibuktikan dengan diresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 2 Paguyaman, di desa Bongo IV, Kecamatan Paguyaman, Rabu (23/1/2019). Peresmian SMA Negeri 2 Paguyaman ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur.

Kedatangan Gubernur Rusli yang didampingi istri Idah Syahidah Rusli Habibie, Pejabat Tinggi Pratama serta rombongan disambut meriah oleh masyarakat desa Bongo IV.

Dalam sambutannya Rusli mengatakan sangat bersyukur dengan dibangunnya sekolah ini. Tahun lalu tokoh-tokoh masyarakat sini datang ke rumah saya, ingin menyampaikan aspirasi agar bisa sibangun SMA di Kecamatan Paguyaman.

“Alhamdulillah mereka sudah punya hibah tanah resmi sehingga saya carikan anggaran untuk membangun sekolah ini dan Alhamdulillah hari ini kita resmikan,” ungkapnya.

Mantan Bupati Gorut ini juga menuturkan tahun depan akan menambah dua bangunan sekolah di Kecamatan Paguyaman, melihat kecamatan ini sangat luas.

“Ini bangunan masih kurang, saya sudah sampaikan ke Ibu Kadis. Saya tahu persis Kecamatan Paguyaman ini sangat luas, sehingga saya katakan insya Allah tahun depan kita lihat lagi dengan Pemerintah Boalemo, untuk carikan lahan untuk dua lokasi lagi untuk pembangunan SMA agar generasi atau anak-anak kita bisa meneruskan sekolahnya,” tuturnya.

ementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Ramlah Habibie mengatakan, sekolah yang dibangun dalam waktu enam bulan ini menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp2.314.410.000 melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sekolah ini memiliki dua jurusan yakni IPA dan IPS dan memiliki tiga ruang kelas, satu kantor, loby, dan dewan guru, satu perpustakaan, satu laboratorium IPA, satu gudang, toilet siswa dan tandon air. Gedung ini juga telah dilengkapi dengan alat-alat lab IPA.

“Saya berharap, sekolah ini mampu menampung siswa dari enam SMP pendukung di SMA 2 Paguyaman, karena SMA Negeri 1 Paguyaman jauh lokasinya dari desa Bongo IV,” tandasnya

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan tiga unit komputer, dan 62 pak buku untuk siswa serta bantuan Baznas untuk 500 orang. (Hmsprov - Nova)

Boalemo, Humas – Masyarakat Desa Bongo IV dan sekitarnya yang hadir dalam kegiatan peresmian SMA 2 Paguyaman Kabupaten Boalemo memberikan tepuk tangan yang sangat meriah serta senyum lebar dan ucapan terima kasih saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan rencananya untuk membangun tower telekomunikasi di Desa Bongo IV.

Desa Bongo IV mengalami kesulitan untuk saling berkomunikasi melalui telepon atau HP karena di wilayah tersebut tak terjangkau oleh signal HP.

” Saya tadi ingin menelpon, tidak boleh ternyata disini, tidak ada signal. Saya sudah perintahkan kepada Asisten, besok saya buat surat ke Telkom untuk segera bangun tower. Kita harus segera bangun tower disini, pak gubernur akan buat surat langsung,” ujar Rusli saat meresmikan gedung sekolah SMA 2 Paguyaman, di Desa Bongo IV Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, Rabu (23/1/2019).

Melihat antusias masyarakat yang sangat besar saat ia menyebut rencana pembangunan tower telekomunikasi, Ruslipun akan segera melakukan komunikasi dengan pihak Telkom. (Hmsprov - Anie)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Raut wajah Widyawati Kobandaha sumringah. Pemenang undian 1 buah rumah pada jalan sehat NKRI ini sangat bahagia sekaligus terharu saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyerahkan sertifikat rumah yang berada di perumahan Griya Sultana Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Rabu (23/1/2019).

Rumah tipe 63 seharga Rp139,8 juta tersebut merupakan hadiah utama dalam pelaksanaan jalan sehat NKRI hari Minggu (21/1/2019). Rumah itu juga sudah dilengkapi dapur, listrik 1300 watt, air pam dan sumur suntik.

Rusli Habibie mengatakan bersyukur dengan diraihnya hadiah utama berupa rumah oleh warganya yang benar-benar sangat membutuhkan.

” Alhamdulillah hari ini saya menyerahkan hadiah berupa rumah kepada pemenang utama jalan sehat. Semoga betul betul menikmati hadiah rumah yang telah diberikan,” kata Rusli.

Sementara itu Widyawati Kobandaha yang kesehariannya merupakan ibu rumah tangga sangat berterima kasih kepada Gubernur Gorontalo dan juga pemerintah Provinsi Gorontalo karena telah mengadakan jalan sehat tersebut dengan hadiah yang sangat besar.

” Saya banyak banyak terima kasih kepada bapak gubernur, bapak wakil gubernur dan juga ibu gubernur yang telah memberikan hadiah,” ujar Widya yang terlihat sangat senang.

Widya berharap pemerintah Provinsi Gorontalo lebih sukses lagi kedepan dibawah kepemimpinan Rusli Habibie dan Idris Rahim.

Rumah Widyawati terlihat sangat ramai oleh keluarga dan penduduk sekitar.

Penyerahan hadiah rumah juga diikuti dengan pelaksanaan pasar murah, penyerahan tabungan emas dari Pegadaian masing masing dengan nilai Rp200 ribu untuk 100 orang, dan pelayanan kesehatan gratis. (Hmsprov - Anie)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Kapolda Gorontalo Rachmad Fudail meresmikan Auditorium Rusli Habibie – Idris Rahim yang berada di kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Gorontalo, Kecamataan Batudaa Kabupaten Gorontalo, Rabu (23/1/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Gorontalo dan Kapolda Gorontalo.

Auditorium Rusli Habibie – Idris Rahim yang merupakan auditorium utama merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk SPN Gorontalo dengan luas 1000 meter persegi dan mampu menampung 1000 orang.

Rusli Habibie berterima kasih atas atas usaha Kapolda Gorontalo yang sudah membangun SPN Gorontalo yang merupakan SPN termegah, terbesar dan terbagus di wilayah Indonesia.

“ Saya atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kabupaten dan kota mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada pak Kapolda dan seluruh jajarannya yang telah memprakarasi pembangunan SPN Batudaa yang sangat megah, yang sangat Indah,” ungkap Rusli yang juga berterima kasih kepada Kapolda dan jajarannya yang telah menamakan auditorium utama dengan menggunakan namanya dan Idris Rahim.

Gubernur juga memuji Kapolda Gorontalo yang telah meletakkan dasar dasar pembangunan yang begitu megah di SPN Gorontalo. Gubernur dua periode ini berharap makin banyak anak –anak Gorontalo yang diterima di SPN Gorontalo untuk dididik menjadi bintara. Pada tahun 2018 ada sejumlah 199 siswa yang diterima dan di tahun 2019 sejumlah 350 calon bintara.

Sementara itu Kapolda Gorontalo menjelaskan ada tiga fungsi pembangunan SPN ini yaitu untuk pendidikan dan latihan, olahraga serta wisata.

Untuk pendidikan dan latihan, selain diperuntukkan untuk anggota Polri, Rachmad juga mempersilahkan ASN dan seluruh masyarakat untuk memanfaatkannya. Begitupula dengan fasilitas olahraga yang lengkap seperti kolam renang, lapangan tembak, lapangan bulutangkis dan lapangan tenis. Juga terdapat training center olahraga dengan fasilitasi mess yang mampu menampung 650 orang. Rachmad juga berencana untuk mengembangkan SPN Gorontalo sebagai tempat wisata yang memiliki taman buah, kolam pancing, dan taman sayuran.

“ Kita akan kelola ini menjadi SPN yang multi fungsi, bukan hanya untuk latihan dan pendidikan saja tapi bisa juga dimanfaatkan untuk olahraga,” kata Kapolda Gorontalo yang mempersilahkan bagi masyarakat menggunakan fasilitas SPN Gorontalo.

Turut menyaksikan peresmian auditorium yaitu Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Walikota Gorontalo Marten Taha, unsur Forkopimda, unsur TNI dan Polri, OPD lingkup Pemprov Gorontalo dan kabupaten /kota, BUMN dan swasta. (Hmsprov - Asriani)

BONE BOLANGO, Humas – Peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang ke-77 di Gorontalo diwarnai dengan Upacara ziarah makam pahlawan. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Istri Idah Syahidah dan Wakil Gubernur Idris Rahim serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan tabur bunga di makam pahlawan Nani Wartabone, di desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, (23/01/2019).

Komandan Resort Militer 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP. Ritiauw yang bertindak sebagai Inspektur upacara mengungkapkan, Upacara ziarah makam ini sebagai bentuk penghargaan masyarakat Gorontalo atas perjuangan Nani Wartabone dalam merebut kemerdekaan.

“Peringatan ini tidak hanya buat masyarakat Gorontalo tapi juga bangsa Indonesia, karena 23 Januari 1942 itu Gorontalo sudah merdeka, sudah lebih dulu berhasil melawan penjajahan Belanda. Kita hargai itu, sebab bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa pahlawannya”, ungkapnya.

Tanggal 23 Januari 1942 bagi masyarakat Gorontalo menjadi momen yang selalu dikenang. Pada saat itu, di Gorontalo muncul gerakan masyarakat di bawah pimpinan Nani Wartabone yang berjuang untuk melepaskan diri dari penjajahan Belanda.

Sebelum melakukan ziarah makam, Gubernur dan rombongan telah lebih dulu melaksanakan Upacara peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Gorontalo, di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. (Hmsprov - Gina)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan kesedihan dan rasa malu terkait dengan imbauannya kepada Bupati/Wali Kota untuk memasang bendera merah putih di rumah-rumah warga. Imbauan tersebut tidak mendapat respon baik, padahal menurutnya hal itu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi para pahlawan di momen Hari Patriotik 23 Januari 1942.

“Surat edaran yang dimaksud Gubernur yakni surat nomor 460/Dinsos PP&PA/91/I/2019 tentang Dukungan Hari Patriotik 23 Januari 1942 tahun 2019. Salah satu poin surat tersebut meminta kepada Bupati/Wali Kota untuk mengimbau masyarakat memasang bendera merah putih mulai tanggal 19 Januari 2019 hingga 31 Januari 2019.

Lebih memiriskan gubernur, di sepanjang jalan hanya terpajang baliho dari para caleg dengan berbagai macam gaya dan kalimat. Tanpa disadari, udara kemerdekaan yang dihirup saat ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk kemerdekaan.

“Dengan sikap itu saya sebagai gubernur mohon maaf kepada keluarga para pahlawan yang masih hidup juga kepada arwah para pahlawan yang pasti melihat dan mengetahui upacara pada pagi hari ini. Semoga mereka diterima di sisi Allah SWT diampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat yang layak di sisinya,” ucap mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada tanggal 3 Januari 2019 Gubernur Rusli memimpin rapat persiapan rangkaian kegiatan hari patriotik. Salah satu arahannya meminta kepada Bupati/Wali Kota untuk memberikan imbauan pemasangan bendera merah putih. Hal itu ditindaklanjuti dengan surat yang dikirim kepada para Bupati dan WaliKota (Hmsprov - Isam).

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo