>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Upacara peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Gorontalo, Kecamatan Tabongo, Rabu (23/1/2019) berlangsung hikmat. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertindak sebagai Inspektur pada Upacara Hari Patriotik ke-77 itu.

Bertindak sebagai Perwira Upacara AKBP Tedi Rayandra selaku Kabag Bin Ops Biro Ops Polda Gorontalo. Komandan Upacara dipimpin oleh AKBP Dicky Irawan selaku Kasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Gorontalo.

Selain pengibaran bendera merah putih dan hening cipta, upacara hari patriotik diisi dengan pembacaan Pancasila oleh Irup, pembacaan UUD 1945 oleh Monalisa Fathan dari Karang Taruna serta pembacaan Lintas Sejarah Patriotik oleh Ketua KNPI Prov. Gorontalo Moh. Ghalieb Lahidjun.

Peristiwa 23 Januari 1942 merupakan gerakan rakyat Gorontalo yang dipimpin oleh bapak Nani Wartabone untuk berjuang membebaskan diri dari penjajahan kolonial Belanda. Kala itu para pejabat Belanda ditangkap. Bendera Belanda diturunkan dan diganti dengan Bendera Merah Putih.

“Pada dini hari, tepatnya hari Jumat tanggal 23 Januari 1942, dengan semangat membara rakyat Gorontalo dipimpin oleh Nani Wartabone bergerak menuju kota Gorontalo dan mengambil alih kekuasaan dari Belanda. Pada pukul 8 pagi rakyat Gorontalo memancangkan bendera merah putih di depan Kantor Pos. Itulah sejarah singkat perjuangan rakyat Gorontalo sehingga peristiwa tersebut dikenal sebagai Hari Patriotik 23 Januari 1942,” jelas Gubernur Rusli dalam amanatnya.

Selain untuk mengenang semangat perjuangan rakyat Gorontalo, pelaksanaan upacara dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa 23 Januari 1942 merupakan peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan kapan pun juga.

Semangat patriotik telah membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat. Gubernur mencontohkan tentang kondisi kemiskinan daerah yang sebelumnya berada pada angka 35%setelah pisah dari Provinsi Sulawesi Utara. 18 tahun berlalu, kemiskinan turun menjadi 15,83%.

“Melalui semangat dan upaya kerja keras dan kerja cerdas kita bersama maka angka kemiskinan sudah menyentuh level 15,83%. Kita optimis bahwa angka kemiskinan kita masih bisa berada di level yang lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

Peringatan Hari Patriotik ke-77 telah diisi dengan berbagai kegiatan. Selain jalan sehat yang diikuti oleh ratusan ribu masyarakat, digelar juga pasar murah, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Napak tilas perjuangan Nani Wartabone, Kirab Bendera Pusaka dan ziarah rombongan ke taman makam pahlawan melengkapi rangkaian kegiatan peringatan 23 Januari 1942. (Hmsprov - ani/Isam)

KOTA GORONTALO, Humas – Rumah Sakit Umum Daerah Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) akan menjadi percontohan gerakan anti sampah plastik yang diprakarsai oleh istri Gubernur Gorontalo Idah Syahidah. Gerakan dalam bentuk himbauan kepada para perawat, dokter hingga tenaga administrasi untuk menggunakan tumbler atau botol minum saat berada di rumah sakit.

“Saya sudah memulai loh. Jadi ke mana-mana nggak beli atau bawa air mineral kemasan. Cukup tumbler yang bisa diisi ulang dengan air galon,” jelas Idah Syahidah kepada Direktur RS Ainun dr. Yana Yanti Sulaiman, Selasa (22/1/2019).

Selain sehat dan murah, membawa botol minum sendiri merupakan upaya untuk mengurangi sampah plastik. Diharapkan gerakan tersebut bisa menjaga kondisi lingkungan rumah sakit tetap bersih dan lestari.

“Kita mulai dulu dari hal paling sederhana yakni dengan membawa botol minum sendiri. Kita mulai dari lingkungan rumah sakit, mudah-mudahan diikuti oleh pasien dan keluarga pasien,” harapnya.

Sementara itu, Direktur RS Ainun dr. Yana Yanti Sulaiman menyambut baik usulan tersebut. Pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mengeluarkan himbauan kepada seluruh pegawai RS Ainun.

“Saya kira itu saran yang baik, terlebih ruang lingkup pelayanan kami di bidang kesehatan yang erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Kami akan siapkan dispenser dan air mineral di beberapa titik untuk isi ulang,” kata Yana.

Sebagai bentuk keseriusan Idah untuk mendukung gerakan anti sampah plastik, ia membagi-bagikan tumbler kepada para pegawai yang saat itu sedang berada di Rumah Pribadi Gubernur di Kelurahaan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Rumah tersebut tidak lagi menyuguhkan tamu dengan air mineral kemasan gelas atau botol. Tamu gubernur hanya dihidangkan teh, kopi dan aneka kue. Bagi yang ingin mengkonsumsi air disiapkan gelas dan dispenser air mineral.(Hmsprov-Isam)

BONE BOLANGO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meninjau dan memberikan bantuan kepda korban angin puting beliung yang menimpa tiga rumah di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (22/1/2019).

Tiga rumah milik keluarga Herman Kaliba (39), Yasman Hulu (61), dan Safrin Kaliba (34) tersebut rusak berat setelah tertimpa pohon kelapa, Senin kemarin. Beruntung 12 orang anggota keluarga selamat, hanya bagian atap dan dinding rumah roboh di beberapa bagian.

“Saya kemarin mendapat berita dari grup WA OPD pemprov bahwa ada masyarakat di desa ini terkena bencana angin puting beliung. Setelah saya tinjau ternyata tertimpa pohon kelapa, makanya hari ini kita berikan bantuan,” terang Gubernur Rusli.

Mengetahui kondisi rumah yang sudah tidak layak ditempati, Gubernur Rusli menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan bantuan rumah layak huni bagi para korban. Pembangunan rumah ditargetkan selesai satu minggu ke depan.

“Hari ini juga saya minta segera mulai kerja (bangun rumah). Targetnya satu minggu sudah selesai. Saya lihat juga di sini belum ada aliran listrik, makanya saya minta dari dinas terkait melakukan pemasangan listrik ke sini,” Imbuhnya.

Selain pembangunan rumah, Gubernur menyerahkan bantuan dari BPBD berupa 3 lembar terpal, 3 paket peralatan dapur, pakaian anak, 3 lembar selimut dan 3 lembar matras. Dinas Sosial juga menyiapkan bantuan beras 100 kg dan 4 dus air mineral kemasan.(Hmsprov - Isam)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Setelah melewati tujuh titik Napak Tilas yang merupakan jalur perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone, rute ini berakhir di Gelanggang Olahraga (GOR) 23 Januari, Kabupaten Gorontalo, Senin sore (21/1/2019).

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyambut para peserta Napak Tilas Hari Patriotik 23 Januari 1942 di titik ke delapan tersebut. di Gelanggang Olahraga (GOR) 23 Januari, Senin sore (21/1/2019). Titik keenam dan ketujuh berada di gedung Nasional dan di Kantor Pos Kota Gorontalo.

Ratusan masyarakat yang hadir di GOR 23 Januari menyambut dengan antusias para peserta Napak Tilas yang telah melewati 7 titik sebelumnya.

Dihadapan masyarakat Idris Rahim mengatakan kegiatan 23 Januari ini bukan hanya kegiatan seremoni saja atau upacara upacara saja, kita melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi rakyat di Provinsi Gorontalo seperti jalan sehat yang dihadiri ratusan ribu warga, Napak Tilas dan Kirab Bendera serta pemberian ikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, dan sembako murah.

” Saya mengharapkan agar kegiatan 23 Januari ini bisa dihadiri oleh seluruh rakyat di Provinsi Gorontalo, Hari Patriotik 23 Januari,” jelas Idris.

Lebih lanjut mantan Sekda Provinsi Gorontalo ini menguraikan, Gorontalo sudah merdeka 3 tahun sebelum Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, dimana Nani Wartabone bersama kawan kawan mampu menaklukkan penjajah sehingga Gorontalo bisa merdeka pada 23 Januari 1942.

” Padahal kalau kita melihat dari persenjataan saja amat sederhana, didukung dengan logistik yang minim. Tapi dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, Pak Nani bersama kawan kawan bisa menangkap Belanda,” urai Idris menceritakan sejarah perjuangan Nani Wartabone.

Idris Rahim juga menuturkan jika penjajah sudah tidak ada lagi, namun yang ada adalah kemiskinan, narkoba, HIV AIDS, miras dan lainnya

” Saya sangat mengharapkan tentunya pemerintah bersama rakyat di bawah kepemimpinan Rusli Habibie dan saya sendiri, Insya Allah mampu menekan angka kemiskinan,” jelas Idris.

Idris juga mengajak masyarakat untuk memberantas narkoba, HIV AIDS dan miras. Selain itu, ia juga mengajak rakyat untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan semua program pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo.

Wagub dua periode ini berharap dari tahun ke tahun berbagai program pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pada titik kedelapan, Pemprov memberikan 1000 paket ikan. Total paket ikan yang dibagi secara gratis kepada masyarakat sejak titik awal hingga titik kedelapan Napak Tilas adalah 5465 paket ikan.

Selain pembagian paket ikan gratis, juga dilaksanakan pasar murah, pelayanan kesehatan gratis dan lainnya. (Hmsprov - Asriani)

Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali melirik program kerjasama dengan Provinsi Gorontalo pada tahun 2019 ini. Kerjasama difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam hal perencanaan serta program kerjasama antar daerah.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara perwakilan JICA yang dipimpin Shintani Naoyuki dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (21/1/2019).

“Atasnama pemerintah dan masyarakat Gorontalo kami menyambut baik rencana pelaksanaan program JICA di daerah. Ini tentu saja menjadi kehormatan bagi kami karena dipercaya sebagai destinasi kerjasama Jepang-Indonesia melalui Kemenlu RI,” terang Gubernur Rusli.

Program JICA di Gorontalo sebetulnya bukan hal baru. Sejak tahun 2007 hingga 2012 berbagai program sudah pernah dilaksanakan di daerah. Di antaranya pengembangan SDM desa di sejumlah kabupaten serta pengembangan usaha UMKM warga.

“Saya berharap JICA bisa berkontribusi juga dalam hal pengelolaan lingkungan dan sampah. Ini juga penting agar ada edukasi bagi warga bagaimana konsep pembangunan yang produktif sekaligus ramah lingkungan,” imbuh mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Sebagai langkah awal JICA akan mengunjungi Kantor Bapppeda untuk mensinkronkan berbagai data yang dibutuhkan. Kunjungan juga akan dilakukan di Dinas PNM dan Dukcapil terkait dengan data warga Gorontalo yang akan diitervensi dengan berbagai program. (Hmsprov - Isam)

 

KOTA GORONTALO, Humas – Menteri Risek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhamad Nasir, dijadwalkan akan berkunjung ke Provinsi Gorontalo pekan ini. Dalam kunjungan tersebut Menristek Dikti diagendakan akan meresmikan kampus baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kabupaten Bone Bolango.

Hal ini diutarakan panitia pelaksana peresmian kampus UNG, Amir Halid, usai bertatap muka dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, di ruang kerja Wagub kompleks Gubernuran Gorontalo, Senin (21/1/2019).

“Hari ini kami berkoordinasi dengan pak Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo terkait kunjungan Menristek Dikti yang akan meresmikan kampus baru UNG yang ada di Kabupaten Bone Bolango,” kata Amir.

Amir menambahkan, selain peresmian kampus baru UNG, Menristek Dikti juga diagendakan akan meresmikan beberapa perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo, yaitu Universitas Nadhlatul Ulama Provinsi Gorontalo dan Universitas Pohuwato.

Terkait hal itu Wagub Idris Rahim meminta panitia pelaksana untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kunjungan Menristek Dikti tersebut. Idris juga berharap pada kunjungannya tersebut Menristek Dikti sekaligus dapat menyerahkan Surat Keputusan pendirian Fakultas Kedokteran UNG.

“Persiapkan sebaik mungkin dan koordinasikan dengan beberapa universitas yang akan diresmikan oleh bapak Menristek Dikti. Semoga pak menteri juga bisa menyerahkan Surat Keputusan untuk Fakultas Kedokteran UNG,” tandas Wagub Idris Rahim. (Hmsprov - Haris)

 

BOALEMO, Humas – Perwakilan siswa siswi SMP dan SMA se Kabupaten Boalemo antusias menyambut rombongan Kirab Bendera Pusaka yang tiba di daerah tersebut, Senin (21/1/2019). Bendera tersebut sebelumnya diarak dari Kabupaten Pohuwato.

Para pelajar sengaja dihadirkan untuk memberikan edukasi tentang semangat Hari Patriotik 23 Januari 1942. Momen saat rakyat Gorontalo yang dipimpin pahlawan nasional Nani Wartabone bersama pasukan rimbanya berhasil memukul mundur penjajah Belanda di Gorontalo.

Selanjut rakyat Gorontalo menyatakan merdeka, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri 17 Agustus 1945. Bendera merah putih yang saat itu dikibarkan di Kantor Pos, Kota Gorontalo yang kini diarak melintasi kabupaten/kota.

“Semoga semangat patriotik ini, semangat pak Nani Wartabone dan para pejuang bisa terus membara di jiwa anak muda Gorontalo khususnya di Boalemo. Jaga bendera ini sampai nanti dikibarkan lagi pada puncak peringatan 23 Januari,” kata Bupati Darwis saat menerima pasukan kirab.

Kirab ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi yakni anggota Paskibra, Pramuka, KNPI, Karang Taruna dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Personil dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Kesbangpol juga terlibat dalam acara tersebut.

Setelah melewati Kabupaten Pohuwato dan Boalemo, bendera pusaka akan menuju ke Kabupaten Gorontalo Utara. Rencananya pada Selasa besok, bendera tersebut akan dikirab menuju Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan berakhir di Kota Gorontalo.

Malamnya akan disimpan di SPN Polda Gorontalo sebelum diupacarakan pada acara puncak peringatan Hari Patriotik ke-77 tanggal 23 Januari 2019. (Hmsprov)

Bone Bolango, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Forkopimda melepas peserta Napak Tilas memperingati Hari Patriotik 23 Januari 1942 , ke 77 Tahun 2019 di lapangan Bondaraya Desa Bondaraya Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango, Senin, (21/1/2019).

Napak tilas ini untuk mengulang kembali jalur perjuangan Nani Wartabone bersama pasukan rimbanya untuk meraih kemerdekaan dan bebas dari penjajah 77 tahun silam serta menggelorakan kembali nilai nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone.

Napak Tilas diawali dengan pembacaan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone oleh Ketua KNPI Provinsi Gorontalo, penyerahan pataka dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kepada Ketua KNPI Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun, serta penyerahan bantuan ikan gratis kepada perwakilan masyarakat.

Rusli Habibie dalam sambutannya mengatakan hari ini dan kemarin (red-minggu), kita telah memulai rangkaian acara peringatan Hari Patriotik 23 januari 1942 yang sudah mulai terlupakan terutama oleh generasi muda kita tentang makna dan arti Hari Patriotik.

” Padahal ini merupakan sejarah, momentum bagi kita untuk merdeka, menghirup udara kemerdekaan yang sekarang sudah kita nikmati,” ungkap Rusli Habibie.

Rusli menjelaskan, Pemprov Gorontalo kemudian mengambil inisiatif dimana setiap peringatan 23 Januari, 17 Agustus 1945, hari pahlawan dan hari hari bersejarah lainnya akan melakukan kegiatan seperti ini di masyarakat.

“Artinya apa? Jangan hanya secara seremonial, setiap peringatan hanya upacara upacara, mengundang para pejabat , hadir dalam upacara lalu bubar, bubar tanpa arti apa apa,” jelas Rusli menggambarkan kondisi peringatan hari hari bersejarah selama ini.

Menurut Rusli jika hanya seremonial seperti ini yang dilakukan, lama kelamaan anak muda atau generasi muda kita akan melupakan sejarah-sejarah itu. Untuk itu kegiatan-kegiatan seperti ini yang mengingatkan perjuangan para pahlawan akan terus dilakukan.

” Ini yang perlu kita gaungkan terus, kita perlu lestarikan, kita perlu berikan edukasi kepada siswa dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa untuk mengingatkan bahwa (kita) punya sejarah tentang 23 januari 1942″ papar Rusli.

Selain di lapangan Bonda Raya, Gubernur Gorontalo juga melepas peserta Napak Tilas di lapangan Molintogupo Desa Molintogupo Kecamatan Suwawa Selatan, lapangan Duano di Desa Duano Kecamatan Suwawa Tengah, lapangan Boludawa di Desa Boludawa Kecamatan Suwawa, lapangan Likada di Desa Tumbihe Kecamatan Kabila yang keseluruhan lokasi tersebut berada di Kabupaten Bone Bolango.

Di setiap lokasi pelepasan Napak Tilas diawali oleh pembacaan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone serta penyerahan pataka.

Selain itu, disetiap lokasi diberikan bantuan ikan gratis dengan jumlah 3613 paket di 5 lokasi pelepasan Napak Tilas wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Peserta Napak Tilas terdiri dari unsur Pemprov Gorontalo, perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se Provinsi Gorontalo, organisasi pemuda dan 200 penjual ikan bermotor coolbox.

Selain pelepasan peserta Napak Tilas, Pemprov juga mengadakan pasar murah, pelayanan kesehatan gratis, dan lainnya.(Hmsprov - Asriani)

POHUWATO, Humas – Jelang peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang ke-77, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Kirab Bendara Pusaka Merah-Putih yang dimulai dari Kabupaten Pohuwato, Senin (21/1/2019).

Bendera tersebut merupakan bendera pertama yang dikibarkan pada tanggal 23 Januari 1942. Peristiwa perlawanan rakyat Gorontalo yang dipimpin pahlawan nasional Nani Wartabone dalam mengusir Belanda. Kala itu rakyat Gorontalo menyatakan diri merdeka bebas dari penjajahan.

Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, usai menerima peserta kirab menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. Hal itu membuktikan bahwa di zaman milenial sekarang masih banyak anak muda yang menghargai sejarah bangsanya.

“Saya ingin berterimakasih kepada anda semua, bahwa kirab bendera ini sebagai bentuk penghargaan kita kepada pahlawan nasional pak Nani Wartabone dan semua yang sudah berjuang untuk Gorontalo, ” ungkap Syarif.

Kirab diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi yakni anggota Paskibra, Pramuka, KNPI, Karang Taruna dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Personil dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Kesbangpol juga terlibat dalam acara tersebut.

“Setelah diserahterimakan ke Pak Bupati Pohuwato siang ini juga kami akan bergerak ke Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Rencananya bendera pusaka akan bermalam di sana,” terang Koordinator Kirab, Susanto Liputo.

Selasa besok, rencananya bendera tersebut akan dikirab ke Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan berakhir di Kota Gorontalo. Malamnya akan disimpan di SPN Polda Gorontalo sebelum diupacarakan pada acara puncak peringatan Hari Patriotik ke-77 tahun 2019.(HmsProv - Ecyhn)

KOTA GORONTALO, Humas – Ratusan ribu massa antusias mengikuti Jalan Sehat NKRI yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, Minggu (20/1/2019). Sejak pukul 05.30 Wita masyarakat dari berbagai unsur dan daerah sudah berkumpul di Jl. HB Jasin, Kota Gorontalo yang menjadi lokasi start.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah dan Wakil Gubernur Idris Rahim tiba beberapa menit kemudian. Mereka diminta menempati jembatan start yang sudah disiapkan panitia. Nampak hadir pula Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para bupati/walikota atau yang mewakili.

Peserta olah fisik yang oleh gubernur disebut Jalan Sehat NKRI 201 itu diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai profesi, usia tua maupun muda. Mereka mengajak keluarga masing-masing yang berasal bukan hanya daerah terdekat seperti Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo serta Bone Bolango, tapi juga dari Kabupaten terjauh seperti Boalemo, Gorut, dan Pohuwato.

Warga dari provinsi tetangga seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah juga sengaja datang untuk meramaikan acara. Peserta jalan sehat menempuh rute sepanjang 6 kilometer dengan menelusuri Jl. HB Jasin hingga ke Bundaran Hulondalo Indah. Selanjutnya berbelok ke arah Selatan melewati Jl. Pandjaitan dan berakhir di Lapangan Taruna Remaja.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia jalan sehat yang kita katakan Jalan Sehat 201. Jalan sehari hari ini kita namakan Jalan Sehat 201, setuju ya? Tanggal 20 bulan Januari, jadi 201,” terang Gubernur Rusli.

Semaraknya acara tersebut disambut gembira oleh gubernur. Menurutnya hal itu pertanda baik untuk memberikan edukasi tentang sejarah bangsa. Terlebih, panitia juga menyiapkan beragam undian bagi peserta yang beruntung.

“Pada tanggal 23 Januari 1942 warga Gorontalo sudah menaikkan bendera Merah Putih, sudah menyanyikan Indonesia Raya dan sudah mengusir penjajah. Peristiwa itu dipimpin oleh Pak Nani Wartabone,” imbuhnya.

Secara khusus Gubernur Gorontalo dua periode itu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi suksesnya acara. Pemda provinsi dan kabupaten/kota, TNI/Polri, instansi vertikal, pihak perbankan, dan pihak swasta lainnya sudah menyiapkan berbagai hadiah dan personilnya untuk menyemarakkan acara.

Selain hadiah utama 1 unit rumah tipe 63, panitia menyiapkan 13 sepeda motor dan 40 sepeda bagi peserta yang beruntung. Ada juga hadiah umroh dari PT Albis Nusa Wisata dan tabungan emas dari PT Pegadaian Persero untuk 50 orang. (Hmsprov - Isam)

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo