>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

BONE BOLANGO, Humas – Atasnama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Sarco Pomontalo, korban pemindahan makam suami dan cucunya di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Pemindahan makam tersebut selama dua hari terakhir menjadi viral di media sosial dan menjadi buah bibir warga. Rusli mengaku malu dan prihatin atas peristiwa tersebut. Rusli meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa tersebut.

“Saya sebagai gubernur memohon maaf yah? Suadara Awano itu juga warga saya, kalau sudah berbuat yang seperti menyakitkan saudaranya, saya yang minta maaf. Watiya mohile ambungu toli ibu (saya meminta ampun kepada ibu, Bahasa Gorontalo),” ucap Rusli saat bersilaturahmi dan berziarah, Minggu (13/1/2019).

Gubernur Rusli juga meluruskan sejumlah pemberitaan yang beredar bahwa makam yang dipindahkan sudah berusia 26 tahun. Padahal faktanya, belum sampai tiga tahun lalu. Ia juga menampik kabar bahwa peristiwa tersebut ada kaitannya dengan pileg dan pilres 2019 nanti. Menurutnya, peristiwa tersebut adalah kesalahpahaman antar keluarga.

“Kalau dilihat dari cerita ini tadi, tidak ada hubunganya dengan partai. Mau Golkar mau Nasdem itu tidak ada. Apalagi ti ibu ini (Sarco) bukan politisi. Saya mau clearkan bahwa ini tidak ada masalah, cuma mungkin salah paham,” tandasnya.

Sengketa lahan pekuburan antar keluarga sudah dua kali terjadi di Gorontalo. Sebelumnya sekitar dua bulan lalu juga terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara. Oleh karena itu, Rusli berencana mempercepat proses pembebasan lahan untuk dijadikan lahan pekuburan umum bagi warganya.

“Kita sudah siapkan lahan pekuburan di Kota Barat, Sipatana, dan di Kecamatan Tapa. Tinggal kita pagar dan kita umumkan kepada masyarakat (untuk jadi pemakaman umum). Kita siapkan juga mobil jenazahnya. (Kapan itu bisa dilaksanakan) saya belum bisa jawab, karena yang ngurus itu lagi umroh. Pokoknya kita usahakan secepatnya,” pungkasnya kepada wartawan.(Hmsprov - Isam)

BONE BOLANGO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah datang berziarah di dua makam warga yang dibongkar dan dipindahkan di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Minggu (13/1/2019).

Di atas pusara atasnama almarhum Masri Dunggio dan almarhumah Siti Aisyah A. Hamzah itu Gubernur sudah ditunggu oleh Sarco Pomontalo dan keluarga serta masyarakat sekitar.

Rusli berupaya untuk mengklarifikasi dan mencari tahu duduk persoalan yang sebenarnya sehingga kabar tentang pemindahan dua makam milik suami dan cucunya ini sudah viral di berbagai media. Camat, Kepala Desa dan Babinkamtibmas Polsek setempat juga dihadirkan untuk duduk bersama.

“Saya dari kemarin sampai tadi pagi menerima pesan di media sosial, bahkan di televisi. Saya terima itu bahkan dari luar Gorontalo, Pak Rusli apakah setega itu? Saya nggak bisa jawab. Makanya hari ini saya datang,” ungkapnya.

Rusli meminta agar permasalahan ini tidak lagi dibesar-besarkan. Ia menilai hal tersebut tidak ada kaitannya dengan politik, tapi hanya sebatas konflik keluarga. Masyarakat juga diminta untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan menanggapi setiap kabar yang beredar.

Masalah keluarga seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak merugikan orang lain. Terlebih jika menyangkut urusan tanah pekuburan orang yang sudah meninggal dunia.

“Saya mohon juga agar pileg dan pilpres ini tidak menjadikan kita bermusuh-musahan, jangan. Ulang-ulang saya katakan, beda pilihan itu biasa. Mau warna kuning, warna biru, merah semua itu tidak dilarang,” pintanya.

Usai berdialog dengan keluarga dan warga sekitar, Gubernur Rusli menyempatkan berdoa di kuburan dipandu oleh seorang imam kampung. Rusli juga melakukan tabur bunga sebagai penghormatan kepada mayit dan keluarganya. Santunan dari kantong pribadi Rusli bersama istri Idah Syahidah diberikan kepada Sarco Pomontalo. (Hmsprov - Isam)

Jakarta, Humas – Dalam kunjungan kerjanya di Jakarta, selain menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2019, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim juga melakukan pembinaan dan evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Penghubung Provinsi Gorontalo, Jumat (11/1/2019) di RM. Sariminang, Jakarta Pusat.

Idris Rahim dalam arahannya mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh Badan Penghubung, salah satunya tentang keinginan agar pariwisata di Provinsi Gorontalo bisa mendunia. Untuk itu perlu melakukan proyeksi kerja tahun 2019 sekaligus evaluasi kinerja 2018.

“Saya kira keinginan itu bagus dan saya mendukung penuh, dan saya serahkan Kepada Badan Penghubung bagaimana mereka akan melaksanakan rencana itu,” kata Idris.

Dalam evaluasi itu juga mengemuka tentang masalah status anjungan Provinsi Gorontalo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang masih jadi polemik. Idris pun berjanji akan melakukan rapat terkait hal ini.

“Rencana tahun ini TMII akan di bawah Badan Penghubung, namun karena masih adanya regulasi yang belum dicabut jadi masih simpang siur. Nanti saya rapatkan lagi dengan yang lain dan saya juga berharap akan mudah pengurusannya,” urai Idris.

Wagub berharap meskipun anggaran tahun 2019 Gorontalo mengalami kekurangan, pihaknya tetap berupaya untuk menyelesaikan semua rencana ini agar cita-cita Badan Penghubung dapat tercapai.

Dalam pembinaan dan evaluasi ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama dan pakta integritas antara Kepala Badan Penghubung Gorontalo dengan seluruh eselon IV lingkup Badan Penghubung Gorontalo.

Hadir dalam acara tersebut seluruh ASN dan PTT lingkup Badan Penghubung Gorontalo di Jakarta (Hmsprov - Asriani)

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Menteri Perindustrian (Menperin) RI Airlangga Hartarto mendorong agar sektor industri di Provinsi Gorontalo untuk fokus dalam hal pengolahan produk hortikultura. Selain karena potensi alamnya yang melimpah, produk industri harus berbasis dalam negeri dengan kualitas produk ekspor ke luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Menperin saat berkunjung ke Provinsi Gorontalo, Sabtu (12/1/2019). Airlangga yang didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berkesempatan untuk meninjau dan berdialog dengan para pengusaha dan karyawan PT Royal Coconut dan PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI).

“Terbukti dengan investasi Rp500 miliar (PT HGI) bisa menghasilkan defisa ekspor mendekati Rp1,5 triliun. Tadi kita meninjau pabrik tepung kelapa juga investasinya sekitar Rp100 miliar dan ekspornya Rp300 miliar. Ini berarti potensi-potensi Gorontalo berbasis hortikultura yang akan kami dorong,” jelas Airlangga.

Tugas pemerintah pusat, lanjut Menperin, menyiapkan skema insentif bagi industri di daerah. Salah satunya dalam hal penelitian dan pengembangan produk agar semakin baik setiap tahun.

“Ini adalah industri yang diharapkan oleh pemerintah. Arahan bapak Presiden adalah industri berbasis bahan baku dalam negeri. Nah di HGI ini karena produknya herbal untuk kesehatan, dan diproduksi dengan standar good manufacturing practice sehingga mempunyai pasar global” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku bersyukur Menperin bisa berkunjung ke Gorontalo. Menurutnya, potensi industri berbasis sumber daya alam cukup banyak di Gorontalo sehingga ia berharap ada perhatian dan intervensi oleh pemerintah pusat.

“Contohnya pabrik tepung kelapa tadi, itu 90 persen bahan kelapanya diambil dari petani sehingga ada add value bagi mereka. Termasuk ini (PT HGI) yang salah satu bahan dasarnya rumput Teki, orang Gorontalo bilang manggata yang tidak ada harganya. Sekarang dibeli oleh pabrik dengan harga yang lumayan,” terang Gubernur.

PT Royal Coconut di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo merupakan perusahaan pembuatan tepung kelapa. Perusahaan yang mempekerjakan 702 orang karyawan ini mampu menghasilkan 360 ton tepung per bulan dan menjadi komoditas ekspor di benua Eropa, Afrika dan Asia.

Hal sama juga terjadi di PT HGI dengan produk unggulannya obat herbat SoMan. Perusahaan yang mempekerjakan 204 orang tersebut mampu memproduksi 60 ribu botol per bulan yang juga di ekspor ke luar negeri. (Hmsprov - Isam)

BONE BOLANGO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) resmi mengumumkan Hasil Integrasi Nilai Penerimaan CPNS 2018.

Dari 4.357 orang yang mendaftar hanya 264 orang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti proses pemberkasan. Jumlah itu relatif sedikit jika mengacu jatah CPNS Pemprov Gorontalo sebanyak 300 orang.

Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan berkumpul pada hari Senin, 14 Januari 2019 pukul 13.00 Wita bertempat di Aula Badan Diklat Prov. Gorontalo (eks. Kantor BKPPIJ Prov. Gorontalo) Jl. H.B Jasin, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango.

Daftar peserta seleksi CPNS yang dinyatakan lulus serta sejumlah syarat pemberkasan bisa di download melalui link berikut ini:

https://docs.google.com/uc?export=download&id=1c5uBKPWicKcPihMh3VoNA5VhAi8yXSzc (hmsprov)

JAKARTA, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2019 yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Dihubungi usai menghadiri kegiatan itu Wagub Idris Rahim menjelaskan arahan Wapres Jusuf Kalla yang mengajak seluruh pelaku industri keuangan ikut memperbaiki defisit transaksi berjalan dan perdagangan.

“Wapres mengajak seluruh pihak untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dalam menjaga sistem keuangan dan perdagangan dengan meningkatkan ekspor dan investasi,” kata Idris.

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengangkat tema ‘Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan. Pada kegiatan yang menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri jasa keuangan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimbo Santoso menyampaikan lima kebijakan OJK selama tahun 2019. Pertama, memperbesar alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis, baik pemerintah dan swasta, melalui pengembangan pembiayaan dari pasar modal.

Kedua, akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan mendorong lembaga jasa keuangan meningkatkan kontribusi pembiayaan pada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata maupun sektor perumahan. Ketiga, OJK akan memperluas penyediaan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani lembaga keuangan formal.

Keempat, mempersiapkan industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan melakukan digitalisasi produk dan layanan keuangan, juga manajemen risiko yang memadai. Terakhir, OJK akan memanfaatkan teknologi dalam proses bisnis, baik dalam pengawasan perbankan berbasis teknologi dan perizinan yang lebih cepat. (Hmprov - Haris)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang meresmikan Jembatan Merah Putih NKRI yang berada di Desa Buhu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Jumat ( 11/1/2019).

Jembatan dengan panjang 52 meter dan lebar 3 meter tersebut merupakan jenis jembatan Bailey dengan kontstruksi memiliki abutment atau pangkal jembatan di tiap ujungnya dan satu pier di bagian tengah. Jembatan ini dicat dengan warna merah putih.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan kegembiraannya dengan diresmikannya jembatan NKRI tersebut. “Saya hari ini sangat senang karena lihat rakyat saya senyum, senangnya 1000 kali lipat,” ungkap Rusli dengan nada bahagia.

Rusli menjelaskan, dia mendapatkan laporan tentang bencana banjir bandang di Desa Buhu saat berada di Jakarta awal Tahun 2018 lalu. Ketika pulang ke Gorontalo, Rusli segera mengambil tindakan untuk membantu masyarakat di Desa Buhu.

“ Diotak saya, yang namanya bencana alam itu harus segera dilaksanakan (bantuannya) agar rakyat tidak terisolir,” kata Rusli.

Usai meninjau lokasi jembatan yang rusak dan setelah berbicara dengan Bupati Gorontalo dan pihak Danrem, Rusli segera bergerak. Ruslipun tidak ingin dinilai hanya sekedar melihat-lihat keadaan tanpa tindakan.

“ Kata mereka (masyarakat) pak Pangdam, jangan hanya dilihat dilihat, tapi harus diwujudkan, itu yang membuat saya termotivasi dan semangat,” tegas gubernur yang membuktikan kinerjanya dengan langsung membangun.

Tak lupa mantan Bupati Gorut itupun mengingatkan masyarakat sekitar agar menjaga jembatan tersebut. “Tolong diawasi, tolong dijaga sama-sama, agar yang melintas tidak boleh muatannya lebih dari 8 ton, “ ucap Rusli mengingatkan

Sementara itu Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan, pembangunan jembatan Merah Putih NKRI merupakan salah satu bentuk sinergi yang dibangun oleh TNI untuk bersama sama segenap komponen bangsa yang ada di Gorontalo dalam upaya membantu kesulitan masyarakat.

“ Jembatan ini tentunya sangat membantu mobilitas penduduk dalam kegiatan sehari hari untuk kepentingan bisnis, pekerjaan, sosial maupun pendidikan anak anak generasi muda Desa Buhu,” ucap Aritonang.

Senada dengan Gubernur Gorontalo, Tiopan juga mengingatkan agar masyarakat sekitar menjaga dan merawat jembatan tersebut untuk kepentingan bersama.

“Manfaatkan jembatan ini sebaik baiknya demi kepentingan bersama. Tanamkan sikap dan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk merawat dan memelihara jembatan ini dengan sebaik baiknya sehingga berdaya guna lebih lama dari yang seharusnya,” jelas Pangdam mengingatkan.

Selain peresmian jembatan, pemprov juga melaksanakan bakti sosial NKRI Peduli berupa pasar murah, pelayanan kesehatan gratis dan pembagian kupon BAZNAS untuk 1000 orang. Pemprov Gorontalo juga menyerahkan Mahyani sebanyak 4 unit dengan total nilai sebesar Rp124 juta yang diserahkan oleh Pangdam XIII Merdeka.(Hmsprov - Asriani)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengajak Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Gorontalo untuk berdialog.

Dialog yang turut menghadirkan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang tersebut digelar di Aula Kusno Danupoyo, Makorem 133/Nani Wartabone, Jumat (11/1/2019).
Berbagai isu aktual daerah dibahas dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Wakapolda Gorontalo Kombes Pol. Jaya Subriyanto, Kabinda Gorontalo Daeng Rosada dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Gorontalo Ass Iintel Ardito Muwardi, SH. Di antaranya mengenai kondisi keamanan daerah dan penanganan berbagai aksi kriminal lainnya.

“Tugas pokok TNI dilaksanakan dengan dua bentuk operasi yakni operasi militer perang dan selain perang. Operasi selain perang ada 14 di antaranya mengatasi gerakan separatis, aksi pemberontakan, terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, mengamankan presiden serta membantu pembangunan di daerah,” jelas Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang.

Sementara itu, Wakapolda Gorontalo juga menjelaskan tugas utama Polri tidak jauh berbeda dengan TNI. Jika TNI menjaga keamanan negara dalam hal ini siap melakukan perang, maka Polri lebih menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Alhamdulillah hingga saat ini, gorontalo termasuk daerah yang cukup aman. Tetapi tentunya keamanan yang ada di Gorontalo bukan semata mata karena kami unsur TNI / Polri yang ada di Gorontalo melainkan ini adalah kerjasama dari semua pihak. Baik itu pemerintah, masyarakat termasuk adik adik mahasiswa, ” jelasnya.

Di bidang penegakan dan penuntutan hukum oleh Kejaksaan Tinggi, pihak Adiyaksa memiliki sejumlah program untuk pencegahan tindak pidana. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan daerah yang rendah kasus hukum.

“Kami punya program Jaga Negeri di antaranya Jaksa Menyapa, Jaksa Masuk Kampus, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah Pembangun Daerah (TP4D) dan tim Bakor Pakem (Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan),” terang Ass Intel Kajati.

Selain talk show kegiatan ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Komando Resort Militer (Korem) 133/ Nani Wartabone dalam hal pembangunan infrastruktur daerah. (Hmsprov - Isham)

KAB BOALEMO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Panglima Kodam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Mekar Jaya di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jum’at (11/01/2019).

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Tilamuta itu ambruk diterjang banjir beberapa bulan lalu. Pembangunan kembali dikerjasamakan dengan TNI melalui Komandan Korem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold Ritiauw.
“Saya hitung-hitung awalnya anggarannya cukup besar. Pak Kadis PU menyarankan untuk bekerja sama dengan TNI karena pengalaman di beberapa tempat itu murah meriah, anggarannya tidak mahal, kerjaannya cepat dan tidak perlu lelang”, ungkap Rusli.

Gubernur Dua Periode ini berharap pembangunan Jembatan sepanjang 15 meter yang akan menelan anggaran Rp3,1 miliar tersebut dapat segera dilaksanakan. Ia menargetkan akan selesai sebelum bulan April 2019.

Selain dikerjakan oleh TNI, Gubernur juga menyampaikan warga setempat bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan jembatan tersebut. Program Bakti Karya TNI diharapkan dapat menggerakkan warga sekitar dalam pembangunan.

“Kalau ada masyarakat sini yang bisa kerja, bisa menghubungi Danrem untuk bisa sama-sama kerja dan akan diberikan honor setiap hari,” imbuh Rusli.
Sementara itu Pangdam XIII Merdeka mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada TNI. Menurutnya, selain tugas militer perang untuk mempertahankan wilayah NKRI, TNI mempunya tugas dan fungsi non perang. Salah satunya membantu pemerintah dalam pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Rusli menyerahkan secara simbolis pemanfaatan 88 unit Rumah Layak Huni. Bantuan senilai Rp2,7 miliar tersebut dibangun dari hasil kerjasama Pemprov dan TNI tahun 2018 lalu.(Hmsprov-Gina)

Kabupaten Gorontalo, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo menjalin kerjasama dengan Komando Resort Militer (Korem) 133/ Nani Wartabone dalam hal pembangunan infrastruktur daerah. Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang itu diintegrasikan dengan dialog bersama Presiden BEM se Gorontalo bertempat di Aula Kusno Danupoyo, Markas Korem 133/Nani Wartabone, Kabupaten Gorontalo, Jumat (11/01/2019).
Tiga bidang kerjasama yang disepakati yakni pembangunan jembatan senilai Rp3,1 miliar dan pembangunan jalan usaha tani senilai Rp2,5 miliar. Di bidang lingkungan hidup dan kehutanan kerjasama dilakukan dalam hal hutan manunggal. Terakhir, kerjasama di bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman yakni program pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) senilai Rp5,6 miliar.

Gubernur Rusli menjelaskan, program kerjasama ini dilakukan sebagai wujud kemanunggalan TNI bersama rakyat. Selain itu, pekerjaan infrastruktur tertentu dinilai lebih efektik jika dikerjasamakan dengan TNI bila dibandingkan dengan pihak ketiga.

“Contohnya jembatan Merah Putih NKRI yang sebentar akan diresmikan. Pekerjaannya tahun 2018 lalu . Kita ukur panjangnya kurang lebih 32 meter nilainya Rp1,5 miliar. Seiring perjalanan waktu, ternyata panjangnya 52 meter. Jembatannya tetap dibangun dengan anggaran yang ada bahkan kualitasnya sangat baik,” terang Rusli Habibie.
Sementara itu, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk jati prajurit TNI sebagai tentara rakyat. Prajurit yang berjuang demi kepentingan rakyat, dan ikut serta mendorong pelaksanaan pembangunan.

“Hasil evaluasi setiap pelaksanaan Karya Bakti TNI selama ini menunjukkan bahwa tekad dan semangat kebersamaan dan keterpaduan TNI dan rakyat sangat baik. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan percepatan pelaksanaan pembangunan terutama di wilayah pedesaan dan terpencil yang selama ini relatif kurang terjangkau,” terang jenderal bintang dua itu.

Usai penandatanganan kerjasama dan dialog bersama unsur mahasiswa, Pangdam bersama gubernur bertolak ke Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Di lokasi tersebut diresmikan pemanfaatan jembatan yang diberinama Jembatan Merah Putih NKRI.
Acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. (hmsprov-Isam)

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama