>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

Kota Gorontalo, Humas – Pramuka Gorontalo dibawah pimpinan Ketua Kwarda pramuka Gorontalo Idah Syahidah mulai bekerjasama dengan asuransi Bumiputra Muda (Bumida) untuk mengasuransikan anak anak didik yang ada di Gorontalo. Hal ini terlihat saat Idah menghadiri upacara pelepasan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMK Negeri 5 Kota Gorontalo, Senin, (7/1/2019), yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Sekolah SMK 5 Gorontalo dengan pihak asuransi Bumida
Jadi kami dari Kwarda Gorontalo mulai bekerjasama dengan pihak asuransi Bumida untuk mengasuransikan anak anak didik. Ini sangat murah hanya 20 ribu pertahun. Di beberapa sekolah juga telah disepakati, hari ini giliran SMK 5 Gorontalo,” kata Idah

Idah menambahkan hal ini perlu dilakukan untuk membekali masa depan anak didik. Karena asuransi pada dasarnya bisa dijadikan bentuk investasi dalam jangka panjang, manfaatnye kelak bisa dirasakan oleh anak anak itu sendiri

Dalam kesempatan itu pula istri Gubernur Gorontalo ini tak lupa mengkampanyekan gerakan anti sampah plastik kepada siswa. Hal ini dilakukan Idah, karena melihat ada beberapa aktifitas siswa yang masih menggunakan kemasan plastik utamanya dalam hal minuman
Yang seperti ini tidak baik. Mulai sekarang mari kita rubah kebiasaan kita, misalnya kebiasaan minum air dalam kemasan seperti ini. Jangan lagi mari mulai dari diri kita sendiri, jika ingin meminum air bawahlah air dalam tumbler atau dalam botol kalian sendiri. Selain menghemat biaya karena bisa di isi ulang, kalian juga sudah menolong pengurangan penggunaan sampah plastik di Gorontalo. Sehat, cinta lingkungan dan go gren,” jelasnya

Diakhir arahannya Idah juga tak lupa berpesan kepada seluruh peserta prakerin untuk selalu menjaga diri dan membuat sekolahnya bangga selama berada di lapangan. Idah berharap dengan prakatek kerja lapangan ini, bisa membuat pengalaman siswa siswi tersebut jauh lebih banyak dan lebih bermanfaat
“Saya harapkan seluruh peserta PKL bisa menjadi anak anak yang kreatif di dunia usaha dan industri. Jadikan pengalaman ini sebagai pengalaman paling berharga, kalian patut berbangga karena ilmu yang kalian dapatkan tidak monoton hanya di dalam kelas, tetapi juga sudah punya kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan,” tandasnya.

Usai memberikan arahannya, Idah yang mendampingi Sekertaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba turut meresmikan bangunan kelas baru yang ada di SMK 5 Gorontalo. Bangunan kelas baru ini, adalah bangunan untuk kelas parktek anak anak TKJ.(Hmsprov-Echin).

 

Kota Gorontalo, Humas – Sekertaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, secara resmi melepas peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL), SMK Negeri 5 Kota Gorontalo. Pelepasan ini ditandai dengan upacara bendera sekaligus upacara pemberangkatan yang dipimpin oleh Darda, di halaman SMK 5 Kota Gorontalo, Senin, (7/1/2019).
Dalam arahannya Sekda mengungkapkan, PKL sejatinya merupakan kegiatan pembelajaran untuk menerapkan, memantapkan dan meningkatkan kompetensi peserta didik di dunia kerja. Untuknya proses pembelajaran ini diselenggarakan denga berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif menyenangkan dan memotifasi peserta didik.

“Alhamdulillah PKL seperti ini hanya ada di SMK SMK, ini membuktikan SMK bisa. Kebetulan juga jurusan-jurusan yang ada disini memang betul-betul jurusan yang mendukung zaman revolusi 4.0 dimasa yang akan datang,” kata Darda

Mantan Kadis PU ini menambahkan, PKL ini juga dinili sangat penting karena proses pembelajarannya dapat memberikan ruang dalam berkembangnya keterampilan di abad 21 yaitu kreatif, befikir kritis, penyelesaian masalah, kaloborasi dan komunikasi
Skil kalian akan di uji disini. Kalian harus menerapkan etika yang bagus, tata cara berkomunikasi, bersosialisasi secara nyata di dunia kerja dan tentunya menghasilkan etika kerja. Jadi ini adalah kesempatan kalian, memahami bagaimana dunia kerja dan dunia industri itu,” tandanysa.Para siswa kelas XI yang mulai mengikuti prakerin pada tanggal 7 Januari 2019 tersebut berjumlah 134 siswa yang terdiri dari empat jurusan yakni Teknik Elektronika Industri, RPL, TKJ, dan Akuntasi. PKL ini akan berlangsung selama 6 bulan kedepan yang di bagi dalam dua tahap yakni 3 bulan pertama dan 3 bulan selanjutnya. Peserta prakerin disebar di tiga daerah yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Sementara untuk jurusan Teknik Elektronika Industri peserta prakerin disebar sampai ke Manado.(Hmsprov-Echin).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Jiwa kepemimpinan dan kenegarawanan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie benar-benar teruji. Setelah sebelumnya menggelar dialog evaluasi terbuka 6 tahun 7 bulan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Idris Rahim, kali ini giliran para Presiden BEM se Gorontalo yang diundang.

Mereka diminta untuk mengevaluasi dan mengkritisi pemerintahannya, program dan berbagai kebijakan yang sudah dilakukan. Pertemuan tersebut dilakukan secara santai namun serius di Rumah Makan Raja Tuna, Kota Gorontalo, Jumat malam (4/1/2019).
Selama kalian menyampaikan dengan santun, dengan bukti bukti yang konkrit pasti saya terima. Kalian teriak-teriak, merusak apalagi anarkis maka saya sebagai gubernur tidak menginginkan,” buka Rusli.

Mahasiswa sebagai garda terdepan penyambung aspirasi masyarakat, diminta menilai secara obyektif dan memiliki kajian yang mendalam terhadap berbagai persoalan di daerah. Gubernur dua periode itu mencontohkan, ada 10 masalah tipikor yang sedang disuvervisi oleh KPK.

“kawal semua kasus tipikor yang ada baik di provinsi dan kabupaten/kota yang sekarang diproses oleh APH baik di polda maupun di kejaksaan. Kaji dari kacamata hukum bukan kacamata lain. Jangan mau kalian ditunggangi oleh oknum-oknum dan masalahnya digoreng-goreng dan menjadi bias,” pintanya.
Contohnya hari ini saya bertemu dengan BEM menggunakan kaos warna orange mereknya Harly Davidson, ada bukti fotonya. Jangan dibilang pake kaos hitam merek Lacoste terus bilang katanya-katanya” sambungnya.

Mantan Bupati Gorontalo Utara mengaku sangat terbuka dengan berbagai hal, termasuk dalam menanggapi berbagai tuduhan dan fitnah. Ia hanya tidak ingin mahasiswa terjebak dalam suatu persoalan yang tidak substantif dan terkesan politis.

Pada pertemuan tersebut perwakilan mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasinya, salah satunya mengenai program beasiswa penyelesaian akhir studi dan beasiswa S2. Program tersebut diminta untuk ditingkatkan karena sejalan dengan salah satu program unggulan yakni pendidikan gratis.

Mahasiswa juga menyerahkan hasil rekomendasi Temu BEM ke-II yang digelar awal Desember 2018 kemarin. Rekomendasi berupa surat tertulis dan konsepsi “Pembangunan Berkelanjutan, Sebuah Cita-Cita Bangsa” sebagai penjabaran tentang program Sustainable Development Goals (SDGs).(Hmsprov-Isam).

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Warga desa Buhu dan desa Iloponu di kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo kini sudah bisa tersenyum lebar. Pasalnya jembatan yang mereka idamkan kini sudah berdiri tegak. Jembatan yang berada di sungai Alopohu itu sebelumnya hanyut dihantam banjir bandang pada akhir Desember 2017 lalu.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama ibu Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD meninjau pekerjaan jembatan tersebut, Jumat (4/1/2019). Hasilnya jembatan yang dibangun bekerjasama dengan Korem 133 Nani Wartabone itu sudah hampir 100 persen selesai. Tinggal pemasangan papan sebagai lantai jembatan.

“Saya ingat kejadian banjir akhir Desember 2017 lalu. Awal Januari 2018 saya kesini meninjau langsung. Harusnya jembatan ini menjadi kewenangan Kabupaten (Gorontalo), saya bicara dengan pak Bupati anggaran belum tersedia makanya kami kerjakan,” terang Rusli.
Proses pekerjaan jembatan seharga Rp1,5 miliar dikerjasamakan dengan TNI melalui Komandan Korem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold Ritiauw. Selain sudah ada kerjasama antar keduanya di bidang infrastruktur, pembangunan jembatan tersebut dinilai lebih efektif dan efisien jika dikerjakan oleh TNI.
Jika kita tender itu memakan waktu. Jika kita proses dengan normal (melalui pihak ketiga) itu anggarannya tidak cukup. Makanya kita kerjasamakan dengan TNI,” imbuhnya.

Gubernur berencana jembatan yang diberinama Jembatan NKRI tersebut akan diresmikan pekan depan. Pangdam 13 Merdeka diagendakan hadir untuk meresmikan.

Jembatan NKRI memiliki jenis jembatan Bailey dengan panjang 52 meter dan lebar 3 meter. Kontstruksinya memiliki abutment atau pangkal jembatan di tiap ujungnya dan satu pier di bagian tengah. Pekerjaan dibiayai melalui dana APBD-P Dinas PUPR Pemprov Gorontalo(Hmsprov-Isam).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo optimis jika angka kemiskinan 2018 mengalami penurunan. Data capaian pembangunan dan ekonomi secara resmi akan disampaikan BPS tanggal 15 Januari mendatang.

“Alhamdulillah tadi saya menerima kepala BPS Gorontalo yang baru. Beliau menyampaikan beberapa tugas terutama masalah kondisi daerah baik itu inflasi, pertumbuhan ekonomi, tentang kemiskinan dan program-program yang lain. Saya optimis angka kemiskinan kita tahun 2018 turun,” terang Rusli usai menerima Kepala BPS Gorontalo yang baru Herum Fajarwati, Jumat (4/1/2019).
Optimisme itu didasari pada intervensi berbagai program yang bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di daerah. Selain program Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT-D) dalam bentuk bahan pokok setiap bulan, pemprov juga rutin menggelar pasar murah dan santunan dari Baznas.

“Kegiatan pasar murah kita galakkan terus sepanjang tahun 2018. Ada juga santunan dari Baznas yang kita berikan sebesar Rp100.000 yang setiap kegiatannya mencapai 1.000 orang. Program ini didampingi oleh PKH yang benar-benar menyasar warga kurang mampu,” imbuhnya.

Terkait dengan upaya menekan angka kemiskinan daerah, Pemprov Gorontalo saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan penambahan kuota bantuan sosial ke Kemensos RI. Diharapkan ada penambahan kuota untuk jumlah penerima Rastra, PKH termasuk untuk penambahan Penerima Iuran Bulanan (PBI) program Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Hari senin besok insya Allah saya akan diterima oleh pak Mensos bersama para Dirjen. Saya membawa teman-teman walikota/bupati atau yang mewakili untuk memaparkan kebutuhan bantuan sosial termasuk untuk meminta ketambahan program PKH dan BPJS,” tandasnya.

Tahun 2018 pemprov mendapatkan jatah 65.000 KPM untuk program PKH dari pemerintah pusat. Program itu didukung dengan BPNT-D melalui dana APBD provinsi untuk 35.000 KPM.(Hmsprov-Gina).

 

Sabtu, 05 Januari 2019 06:47

Ketua PTA Gorontalo Pamit ke Wagub

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menerima kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo, Moh. Munawar, di ruang kerja Wagub, Jumat (4/1/2019).

“Hari ini saya menemui pak Wagub untuk berpamitan karena saya mendapat tugas baru di PTA Surabaya,” kata Munawar saat diwawancarai usai bertemu dengan Wagub Idris Rahim.

Munawar yang menahkodai PTA Gorontalo selama dua tahun dua bulan secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo yang telah bekerja sama dan membangun sinergitas yang terpadu dan harmonis dengan PTA Gorontalo. Munawar juga mengakui dirinya merasa senang dan kerasan selama bertugas di Provinsi Gorontalo.
Saya kerasan bertugas di sini, dibandingkan dengan tempat tugas yang lain, Gorontalo sungguh luar biasa. Atas perhatian, kerja sama, dan silaturrahimnya, saya ucapkan terima kasih,” ucap Munawar.

Pada kesempatan itu Wagub Idris Rahim atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Moh. Munawar selama bertugas di Provinsi Gorontalo. Idris menilai, Ketua PTA Gorontalo tersebut telah berkinerja dengan baik dalam penyelenggaraaan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan sesuai dengan tugas dan fungsi PTA.

“Saya berharap silaturrahim kita tetap terjalin meski telah bertugas di daerah lain,” tutur Wagub Idris Rahim.

Berdasarkan informasi dari PTA Gorontalo, posisi Ketua PTA Gorontalo akan digantikan oleh Iskandar Paputungan, yang sebelumnya menduduki posisi sebagai Wakil Ketua PTA Samarinda.(Hmsprov-Haris).

KABUPATEN GORONTALO, Humas- Silaturahim Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ke Komdan Resort Militer (Danrem) 133/ Nani Wartabone Kolonel Czi Arnolod Ritiauw, Kamis (3/1/2019) membawa berkah tersendiri bagi prajurit satuan tersebut. Gubernur berjanji akan memberikan lanjutan hibah tanah untuk pembangunan asrama.

“Saya masih punya hutang ke beliau (Danrem), dari 25 hektar tanah yang harusnya kita hibahkan masih ada 20 hektar lagi yang belum. Insya Allah tahun ini sudah kita anggarkan,” terang Rusli usai pertemuan.
Hibah tanah eks HGU yang saat ini menjadi markas Korem belum semuanya bisa dimanfaatkan. Meski kantor satuan baru yang diresmikan tahun 2018 sudah berdiri megah, namun fasilitas barak /asrama prajurit belum tersedia.

“Beliau tadi curhat ke saya bahwa masih banyak prajuritnya yang ngontrak. Kalo ngontrak di rumah-rumah warga kan sulit ngawasinya. Makanya insya Allah tahun ini kita bantu lahan,” imbuhnya.

Silaturahmi Gubernur Rusli ke Danrem merupakan bagian dari mengawali kerja di tahun 2019. Selain Danrem, Rusli mengunjungi Kajati Firdaus Dewilmar dan Kapolda Gorontalo Brigjenpol Rachmad Fudail.

Ia berterima kasih kepada jajaran Forkopimda yang dinilainya sangat bersinergi, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik sehingga pembangunan di Provinsi Gorontalo berjalan aman, tertib dan lancar.(Hmsprov-Isam).

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi kembali mengagendakan kehadiran Presiden RI Joko Widodo ke Gorontalo. Rencana ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya orang nomor 1 di Indonesia itu batal berkunjung saat puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 20 Desember kemarin.

Rencana tersebut terungkap dalam rapat bersama pimpinan OPD yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di Kantor Gubernuran, Kamis (3/1/2019). Kehadiran Jokowi untuk mengikuti jalan sehat bersama 50 Ribu masyarakat Gorontalo tanggal 20 Januari 2019.
Setelah kemarin sempat tertunda, maka hari ini kita bicarakan lagi konsepnya. Rencananya tanggal 20 januari nanti Pak Presiden akan ikut jalan sehat. Kehadiran presiden nantinya harus kita matangkan. Tanggal 7 Januari saya dan beberapa pimpinan OPD rencananya akan rapat dengan Setneg di Jakarta untuk membahasnya,” terang gubernur.

Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memperingati 23 Januari 1942. Selain jalan sehat dan pembagian door prize rumah, sepeda motor, sepeda dan lainnya akan ada penyerahan bantuan bantuan dan NKRI peduli.

“Selanjutnya pada tanggal 21 januari akan ada Napak Tilas Patriotik. Napak tilas menulusuri lima titik yakni gedung nasional, kantor pos, taruna remaja, jembatan Pabean dan finis di benteng Otanaha,” imbuhnya.
Tanggal 22 Januari akan ada bakti sosial sekaligus aksi bersih-bersih danau Limboto. Puncak pelaksanaan hari patriotik pada tanggal 23 Januari rencananya akan dipusatkan di halaman SPN Batudaa dengan berbagai program dan bantuan sosal.(Hmsprov-Echin).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Warga Provinsi Gorontalo dihimbau untuk mengibarkan bendera merah putih untuk memperingati Hari Patriotik 23 Januari 1942. Pengibaran bendera dilakukan H-3 dan berakhir H+3. Himbauan tersebut disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat pelaksanaan peringatan Hari Patriotik 23 Januari bersama pimpinan OPD, Kamis (3/1/2019).
Biasanya bendera merah putih dipasang hanya setiap peringatan 17 Agustus, nah sekarang saya inginkan di hari Juang Patriotik kita 23 Januari nanti seluruh masyarakat Gorontalo wajib memasang bendera. Jika bisa H-3 bendera sudah dipasang di depan rumah masing-masing,” kata Rusli.

Himbauan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan edaran kepada Bupati dan Walikota se Provinsi Gorontalo. Gubernur Rusli berharap edaran dan himbauan bisa diteruskan hingga ke kecamatan, desa serta RT/RW.

“Kita ingin tanggal bersejarah itu tetap dikenang, sehingga saya berharap himbauan ini mendapat atensi dari semua pihak,” imbuhnya.

Tanggal 23 Januari memiliki makna yang besar bagi warga Gorontalo. Di tanggal tersebut pada tahun 1942, warga Gorontalo di bawah komando pahlawan nasional Nani Wartabone berhasil memukul mundur tentara Belanda dan memploklamirkan diri menjadi bangsa yang merdeka dari penjajahan.
Peristiwa yang terjadi tiga tahun sebelum negara Indonesia memploklamirkan diri merdeka pada 17 Agustus 1945. Hari Patriotik juga menumbuhkan semangat warga Gorontalo untuk mendeklarasikan Pembentuk Provinsi Gorontalo pada 23 Januari 2000.

Lebih kurang 11 bulan setelahnya atau tepatnya tanggal 6 Desember 2000, Provinsi Gorontalo benar-benar terbentuk pisah dari Provinsi Sulawesi Utara.(Hmsprov-Echin).

 

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memuji peran Kapolda Gorontalo Brigjenpol Rachmad Fudail dalam mengawal pembangunan di daerah. Salah satunya dengan menjaga dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kepolisian itu bagian dari pemerintahan dan pembangunan. Kalau tidak aman Gorontalo nggak ada yang datang ke sini. Saya juga menilai selama pak Kapolda di sini, Gorontalo aman. Mulai dari Pilgub, Pilkada, tahun baru, Idul Fitri dan Natal semua aman. Ini karena kita saling berkoordinasi dan bersinergi,” terang Rusli usai pertemuan.
Gubernur merasa patut bersyukur dan berterima kasih atas kontribusi kepolisian selama ini. Menurut mantan Bupati Gorontalo Utara itu, pembangunan di daerah butuh sinergitas, koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dengan semua unsur Forkopimda. Sesuatu hal yang dilakukan tidak saja melalui jalur formal tapi bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.

“Saya itu kadang-kadang jam 1 malam dapat WA yang nggak-nggak, saya teruskan ke beliau. Beliau juga belum tidur. Ada laporan soal judi, soal miras saya teruskan. Tidak lama langsung dijawab bahwa orangnya sudah ditangkap,” Gubernur mencontohkan.

Saat disinggung terkait dengan pemberantasan miras di Gorontalo, Kapolda Brigjenpol Rachmad Fudail mengaku berkomitmen untuk memberantasnya. Sebagai daerah mayoritas berpenduduk muslim, pihaknya mengaku prihatin sebab Provinsi Gorontalo berada di peringkat dua konsumsi miras nasional.
Dampak daripada miras luar biasa. KDRT, penganiayaan dan cabul itu tinggi yang semuanya dipengaruhi oleh miras. Makanya saya komitmen sudah ada ribuan botol miras kami sita, ratusan liter cap tikus berhasil kami amankan,” jelasnya.

Kapolda berharap agar masyarakat bisa menggunakan pendekatan agama dan budaya Gorontalo untuk memberantas miras. Terlebih Gorontalo dikenal sebagai daerah Serambi Madinah.(Hmsprov-Isam).

 

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama