>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

Kota Gorontalo, Humas – Mengawali hari kerja pertama sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba yang dilantik Jumat lalu langsung melakukan rapat bersama kepala SKPD dan pejabat administrator di lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo di Ruang Dulohupa Kantor Gubernur, Senin (8/10/2018).

Dalam arahannya Darda mengatakan, gubernur dilengkapi beberapa perangkat daerah salah satunya sekretariat. Salah satu tugas sekretariat daerah itu membantu tugas kepala daerah yakni gubernur dalam menyusun kebijakan terkait suksesnya janji gubernur di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Saya akan mengecek setiap target yang dikerjakan oleh setiap SKPD. Saya harus membantu gubernur dan wakil gubernur memastikan bahwa sasaran dan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD harus terwujud,” ungkap Darda

Mantan Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol, Kementrian PUPR itu juga mengatakan agar SKPD fokus pada tupoksi agar sukses sesuai sasaran, program, dan target-target yang di dalam RPJMD. Semua harus tertata, terukur dan terindetifikasi. Sekdapun menjamin setiap OPD untuk membackup setiap surat yang dibutuhkan.

“Tidak usah lain-lain bapak ibu kerjakan kecuali ada perintah mendesak langsung dari gubernur dan wakil gubernur. Yang jelas semua SKPD jangan ragu-ragu mengeksekusi, yang penting jangan di luar sasaran, tujuan dan target yang sudah kalian tetapkan,” tegasnya.
Darda juga mengarahkan agar terus meningkatkan fungsi pelayanan administrasi di sekretariat daerah. Pastikan setiap pimpinan OPD mengetahui kerja bawahannya, dan staf juga harus melaporkan setiap tugasnya kepada atasan karena nantinya saya akan evaluasi setiap OPD target realisasi fisik dan anggarannya sudah sejauh mana.
Saya tidak akan melakukan eksekusi kebijakan apapun yang belum saya ketahui jelas programnya,” tandasnya.

Sebelum rapat bersama OPD, dilakukan serah terima jabatan (sertijab) dari Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe kepada sekda baru Darda Daraba.(Hmsprov-Nova).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersikap melunak tentang kebijakan mutasi PNS di lingkungan pemerintahannya. Selama ini, Rusli memang menjadi orang yang menentang mutasi PNS dari daerah lain.

Belakangan, ia mengeluarkan kebijakan yang membolehkan warga Gorontalo di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdampak bencana untuk pindah ke pemprov. Rusli pun mengajukan syarat bagi mereka yang ingin mengurus mutasi.
Diutamakan warga Gorontalo di Sulteng yang kehilangan keluarganya. Contohnya suaminya PNS istrinya PNS, salah satunya meninggal. Kedua, rumahnya hancur dia tidak tau lagi mau tinggal di mana,” jelas Rusli Habibie saat membuka Pembinaan Tenaga Pendamping Profesional Desa yang berlangsung di Gedung Sumber Ria, Kota Gorontalo, Senin (8/10/2018).

Mutasi diharapkan tidak disalahartikan oleh orang lain yang tidak berhak. Ia khawatir banyak warga Sulteng yang tidak terdampak akan ikut pindah yang akan membebani belanja aparatur daerah.

“Kenapa kebijakan ini saya ambil? karena setelah kami lihat di sana, itu memang sulit untuk rekonstruksi kembali. Rumah dan fasilitas umum yang rusak itu rekonstruksinya paling cepat 2 tahun. Selama itu mereka mau tinggal di mana? mau mencari di mana? mau makan di mana?,” imbuhnya.
PNS yang ingin mutasi ke Pemprov Gorontalo diminta untuk melapirkan surat persetujuan dari Gubernur Sulteng. Hal tersebut menyangkut syarat administrasi lintas provinsi. Syarat lainnya berupa surat keterangan keluarga yang bersedia menampung selama dirinya berada di Gorontalo.

Mutasi PNS yang diterima yakni PNS tenaga teknis, tenaga kesehatan dan tenaga guru SMA/SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Guru SD, SMP yang menjadi kewenangan Bupati/Wali Kota diharapkan dapat dibijaksanai oleh pemda kabupaten/kota.(Hmsprov-Isam).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang sedang bergulir rupanya mulai dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dengan menjadi calo. Gelagat itu sudah mulai tercium oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Rusli meminta agar warga dan para pelamar tidak percaya dan tidak tergiur dengan tawaran tersebut. Hal itu ditegaskannya usai membuka Pembinaan Tenaga Pendamping Profesional Desa bertempat di Gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Senin (8/10/2018).
Saya minta kepada masyarakat untuk tidak percaya terhadap penawaran orang perorang, kelompok tertentu menawarkan untuk jadi PNS. Ada juga yang menawarkan pindah dari daerah lain ke provinsi. Itu tidak ada,” tegas Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu bahkan meminta melaporkan oknum tersebut langsung kepada dirinya. Rusli tidak segan memproses hukum bagi siapa saja yang coba memanfaatkan situasi rekrutmen CPNS.

“Pak Gubernur, Pak Wagub dan Pak Sekda tidak membuka ruang untuk calo baik itu CPNS maupun pegawai yang ingin pindah dengan iming-iming uang. Itu tidak ada. Laporkan ke saya kalau ada oknum seperti itu saya akan proses hukum,” tandasnya.

Rekrutmen CPNS tahun 2018 ini pemprov Gorontalo mendapatkan jatah sebanyak 300 orang. Rinciannya 250 orang guru SMA/SMK, 15 orang formasi tenaga kesehatan dan 35 orang formasi tenaga teknis.(Hmsprov-Isam).

Selasa, 09 Oktober 2018 08:34

BEM se-Gorontalo Ditantang Kawal Dana Desa

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menantang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Gorontalo untuk mengawal jalannya pemerintah dan pembangunan di daerah. Salah satunya dengan melahirkan konsep dan sistim mengawal dana desa yang saat ini tengah digulirkan oleh pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Rusli saat membuka Temu BEM se-Gorontalo yang berlangsung di Gedung Pertemuan IAIN Sultan Amai, Kota Gorontalo, Senin (8/10/2018). Pertemuan yang dirangkaikan dengan Dialog Publik tersebut mengambil tema “Memperkuat Soliditas Mahasiswa Dalam Mengawal Indonesia”.
Coba kalian buat dulu skema atau sistem baik melalui IT ataupun langsung, untuk menawarkan kepada kepala-kepala desa mengawal dana desa. Mana yang dari Bone Bolango di sini? Mana yang dari Gorut? Nah coba kalian bikin konsepnya,” pinta Rusli.

Mengawal dana desa bagi Rusli merupakan contoh kecil peran mahasiswa dalam mengawal Indonesia. Selain karena anggarannya yang besar, dana desa sengaja digulirkan oleh Presiden Jokowi untuk menggerakkan ekonomi desa melalui pembangunan infrastruktur dan potensi lainnya.

Gubernur bahkan berencana mengundang Mendagri dan Menteri Sosial berkunjung ke Gorontalo akhir Oktober ini. Hal itu dilakukan untuk memberikan pembinaan terhadap mekanisme penggunaan dana desa bagi aparat.
Pak Kesbangpol saya minta teman-teman diundang nanti acara dengan Mendagri. Kalau perlu kita buat MoU antara mahasiswa dengan Mendagri untuk mengawal dana desa se Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.

Gubernur Rusli meminta eksistensi mahasiswa dapat menjadi perekat semua elemen bangsa. Mahasiswa diharapkan tumbuh dalam sikap kritis yang membangun serta tidak terpengaruh dengan berita hoax, provokasi dan adu domba yang ingin menghancurkan Indonesia.(Hmsprov-Isam).

 

KABUPATEN BOALEMO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie seolah tidak mengenal hari libur. Usai mengunjungi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah Sabtu kemarin, Rusli bersama istri Idah Syahidah menuju kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Minggu (7/10/2018).

Kehadiran Gubernur untuk memediasi masalah lahan warga yang terkena normalisasi sungai di kecamatan tersebut. .

“Balai Wilayah Sungai Sulawesi II berencana menormalisasi sungai Wonosari. Awalnya ada titik yang terkena sekolah SMK Wonosari, tapi solusinya ada pembuatan sodetan yang kena lahan warga. Ini yang kita negosiasikan,” terang Gubernur Rusli.
KABUPATEN BOALEMO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie seolah tidak mengenal hari libur. Usai mengunjungi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah Sabtu kemarin, Rusli bersama istri Idah Syahidah menuju kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Minggu (7/10/2018).

Kehadiran Gubernur untuk memediasi masalah lahan warga yang terkena normalisasi sungai di kecamatan tersebut. .

“Balai Wilayah Sungai Sulawesi II berencana menormalisasi sungai Wonosari. Awalnya ada titik yang terkena sekolah SMK Wonosari, tapi solusinya ada pembuatan sodetan yang kena lahan warga. Ini yang kita negosiasikan,” terang Gubernur Rusli.(Hmsprov-Isam).

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar upacara adat Moloopu untuk Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba bertempat di Rumah Dinas Sekda, Minggu (7/10/2018).

Sejumlah prosesi adat diikuti oleh Darda Daraba dan istri Deysie Elsje Tampi di antaranya mopolahe tou taeya (mempersilahkan turun dari kendaraan), mopodiyambango (mempersilahkan melangkah), mopotupalo (mempersilahkan masuk gapura adat). Prosesi tersebut diiringi dengan sajak atau pesan-pesan adat yang syarat makna.
Saya atas nama pemerintahan Provinsi Gorontalo mengucapkan selamat kepada Bapak Darada Daraba yang Jumat kemarin dilantik sebagai sekdaprov Gorontalo. Hari ini beliau dijemput secara adat memasuki rumah jabatan,” kata Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim dalam sambutannya.

Moloopu merupakan upacara penjemputan secara adat dari rumah kediaman pribadi ke rumah dinas jabatan (Yiladia). Upacara ini, selain sebagai keharusan memenuhi tatanan adat juga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan masyarakat dari nederi adat Uduluwo Lo U Limo Lopohalaa (lima negeri adat).
Sekda dalam kedudukan pemerintahan adalah orang yang mengatur pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Sehingga itu saya mengharapkan kepada Pak Sekda agar bisa mengemban tugas dan bisa membantu gubernur dan wakil gubernur dalam melaksanakan tugas-tugas sehari-hari,” tandasnya.
Sebelumnya pada Jumat kemarin, Darda Daraba resmi dilantik sebagai Sekda oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Pelantikan pria kelahiran Kabupaten Gowa 23 Agustus 1962 itu berdasarkan SK Presiden No. 96/TPA Tahun 2018.

Pegawai Kementrian PUPR RI itu menjadi Sekda ke empat sepanjang sejarah Provinsi Gorontalo. Ia menggantikan posisi Winarni Monoarfa yang mengakhir jabatan 14 Maret 2018 lalu. Sebelum Winarni, ada nama Idris Rahim yang kini menjabat Wakil Gubernur dua periode serta Mansur Detuage yang sekarang menjabat anggota DPRD Provinsi Gorontalo.(Hmsprov-Nova).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Ketua Tim Penggerak PKK Provsinsi Gorontalo Idah Syahidah mengaku bangga My Liberty Gorontalo terus bisa menghasilkan wisudawan dan wisudawati untuk siswa siswa yang telah berhasil belajar dan memiliki life skill di tempat kursus tersebut.

Hal ini diungkapkan Idah saat menghadiri langsung pelaksanaan My Liberty Graduation 2018 yang berhasil mencetak 87 wisudawan baik untuk Sekolah berprofesi, Internasional English School dan Kids School yang berlangsung Sabtu, (6/10/2018) di Ballroom Maqna Hotel Gorontalo.
Kalau kita berbicara tentang pendidikan, semakin berkualitas maka harganya juga mahal. Kalau kita mau cerdas satu yang berbeda pasti tidak ada yang murah dan saya melihat hal itu di My Liberty. Awalnya ini hanya sebuah tempat kursus namun berkembang menjadi sekolah profesi dan akhirnya selalu mencetak anak anak yang semakin pintar,” kata Idah

Istri Gubernur Gorontalo ini menambahkan dengan hadirnya my liberty di Gorontalo pada hakekatnya telah memberikan distribusi nyata bagi pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal meningkatkan mutu pendidikan. Idah menjelaskan juga disini anak anak dilatih memiliki life skill pada suatu profesi tertentu, yang memberikan bekal bagi mereka untuk mempersiapkan diri di dunia kerja.
Berbekal dari pengalaman-pengalaman tersebut, disertai banyaknya lulusan Perguruan Tinggi yang telah sarjana kemudian akhirnya menganggur karena kurangnya life skill yang dimiliki, maka pilihan terbaik adalah kursus dulu di My Liberty, dengan jangka waktu tidak sampai setahun bisa membuka pengetahuan dan membuka peluang diterima di dunia kerja,” tandasnya.

My liberty merupakan Lembaga Pendidikan Keterampilan berbasis life skill pada suatu profesi tertentu, yang memberikan bekal bagi anak didik untuk mempersiapkan diri di dunia kerja. My Liberty hadir di Provinsi Gorontalo sejak 2011 hingga sekarang telah memiliki puluhan ribu alumni dan peserta kursus.(Hmsprov-Echin).

 

PALU, Humas – Kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ke Palu, Sabtu (6/10/2018) dimanfaatkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola untuk meluruskan pernyataannya yang sempa viral beberapa hari lalu.

Pernyataan tentang warga Sulteng yang ramai-ramai keluar dari Sulteng pasca diguncang gempa dan tsunami, Jumat pekan lalu.

“Saya minta maaf kalau ada pernyataan-pernyataan saya yang mungkin (saat itu) saya galau. tetapi terus terang itu semua ditujukan kepada orang orang tertentu. Tidak bermaksud mengatakan kepada warga saya,” terang Longki.
Gubernur Sulteng dua periode itu mengaku kecewa dengan ulah pendatang yang dinilainya hanya mengeruk untung dari daerah. Saat ditimpa bencana, mereka menjadi orang pertama yang keluar dari Sulteng.

Bencana harusnya dihadapi secara bersama sama dan saling menguatkan satu sama lain. Sebagai Gubernur, Longki menggaransi bahwa ia tidak akan lari dan bertanggungjawab penuh memulihkan Sulteng pasca bencana.

“tolonglah dipahami (pernyataan saya), ini adalah kondisi yang harus saya ungkapkan dan saya bertanggung jawab dengan apa yang saya ungkapkan,” imbuhnya.

Longki juga merestui langkah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang memimpin langsung proses evakuasi pengungsi asal Gorontalo ke kampung halamannya. Menurut Longki hal tersebut adalah wajar di tengah kondisi Palu dan sekitarnya yang belum kondusif.
Pemprov Gorontalo mendata ada 1029 orang warga Sulteng asal Gorontalo yang ingin pulang kampung. 436 orang di antaranya sudah diberangkatkan sebanyak tiga kali yakni 4 Oktober sebanyak 51 orang, 5 Oktober 99 orang dan 6 Oktober 286 orang.(Hmsprov-Isam).

 

KABUPATEN GORONTALO UTARA, Humas – Provinsi Gorontalo untuk pertama kalinya melakukan ekspor langsung komoditi daerah ke luar negeri. Ekspor kayu olahan oleh PT. Mitra Citra Permata yang menggunakan kontainer ekspor, dilepas oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di Pelabuhan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (6/10/2018).

“Ekspor kayu olahan ini adalah sejarah baru bagi Provinsi Gorontalo, apalagi ekspor ini dilakukan langsung dari Gorontalo menuju Taiwan,” kata Wagub Idris Rahim.
Berdasarkan data Bea Cukai, nilai ekspor Provinsi Gorontalo pada periode Januari hingga Agustus 2018 masih sangat kecil, yaitu sebesar 0,03 persen dari total nilai ekspor nasional. Hal ini disebabkan banyak komoditi Gorontalo yang diekspor ke luar negeri hanya melalui daerah lain, seperti Surabaya, Jakarta, dan Makassar, sehingga dalam data ekspor nasional tercatat sebagai ekspor daerah-daerah tersebut. Oleh karena itu Wagub mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Tim Optimalisasi Ekspor Gorontalo yang berusaha merangkul dan mengajak para pengusaha untuk melalukan ekspor komoditi Gorontalo langsung dari Pelabuhan Gorontalo maupun Pelabuhan Anggrek. Ekspor langsung kayu olahan merupakan terobosan awal dari Tim Optimalisasi Ekspor yang merupakan gabungan beberapa instansi yaitu Bea Cukai Gorontalo, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Pelindo IV Gorontalo, Garuda Indonesia, dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Pemprov Gorontalo akan menyediakan karpet merah untuk membangkitkan gairah para pengusaha untuk mengekspor langsung. Pelayanan akan terus ditingkatkan agar aktivitas ekspor langsung semakin banyak, sehingga banyak devisa yang masuk, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita akan semakin meningkat,” terang Idris.

Sementara itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Gorontalo, Dede Hendra Jaya menjelaskan strategi yang dilakukan oleh Tim Optimalisasi Ekspor Gorontalo yaitu secara agresif merangkul dan mengajak para pengusaha memanfaatkan mekanisme kontainer ekspor secara langsung yang biaya pengangkutannya lebih hemat jika dibandingkan dengan pengangkutan menggunakan kontainer domestik.

“Kontainer ekspor langsung akan mengurangi biaya pengangkutan sampai dengan 60 persen. Fasilitas pelabuhan kita sudah memadai dan prosedur ekspor juga sudah sangat cepat. Kekurangan kita tinggal tidak tersedianya kontainer khusus ekspor. Untuk itu kita akan kumpulkan para pengusaha, agar pasar kontainer ekspor itu ada,” jelasnya.
Data KPPBC Gorontalo, ekspor Provinsi Gorontalo selama periode Januari sampai dengan Agustus 2018 terdiri dari komoditi jagung dengan jumlah 109.800 ton senilai USD29.438.625, komoditi molases 24.006 ton senilai USD1.950.045, dan komoditi bungkil kopra 6.000 ton senilai USD930.000. Ketiga komoditi tersebut diangkut dengan kapal curah. Sedangkan untuk ekspor komoditi ikan tuna sebanyak 15 ton dengan nilai USD139.957 diangkut dengan maskapai Garuda Indonesia.(Hmsprov-Haris).

 

PALU, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah mengunjungi korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018).

Gubernur Rusli yang didampingi oleh Danrem 133/Nani Wartabone, Danlanal, Kajati, Kabinda, Kepala Pengadilan Tinggi serta sejumlah pimpinan OPD terbang ke Palu menggunakan pesawat Wings Air. Rombongan tiba di Bandara Sis Aljufry sekitar pukul 10.00 Wita.
Titik pertama yang dikunjungi Gubernur Rusli bersama rombongan yakni posko dapur umum yang dibangun di kompleks kantor Dinas Sosial Provinsi Sulteng. Di lokasi tersebut, petugas sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk 2000-6000 pengungsi.

“Terima kasih pak gubernur. Terima kasih atas perhatiannya kepada kami,” ucap para pengungsi yang memadati lokasi tersebut.
Di dapur umum, Rusli memotivasi para relawan Dinsos dan Tagana untuk selalu ihlas dan tulus melayani para korban. Gubernur juga sempat mengecek kesiapan logistik yang ada di lokasi.
Rombongan selanjutnya bergerak ke posko induk Pemprov Gorontalo yang berlokasi di Kantor PU dan Bina Marga Sulteng. Posko ini melayani pemeriksaan kesehatan dan proses pemulangan pengungsi ke Gorontalo.

“Ini musibah yang tidak kita sangka-sangka. Tidak kita harpakan, tapi karena musibah sudah datang maka kita sudah harus menerima. Sabar, tawaqal dan berdoa semoga musibah ini tidak akan datang lagi di Indonesia termasuk Palu dan Gorontalo,” imbuhnya.
Rusli juga berkesempatan bertemu dengan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan menyerahkan secara simbolis bantuan dari pemprov Gorontalo senilai Rp1 Miliar. Bantuan terdiri dari logistik dan uang tunai senilai Rp500 Juta.
Pengungsi yang ingin kembali ke Gorontalo juga dilepas keberangkatannya seusai shalat Zuhur. Ada 217 orang yang hari ini menuju Gorontalo dengan menumpang 8 unit bus yang sudah disiapkan pemerintah. Keberangkatan para pengungsi mendapat pengawalan personil Polda dan Korem 133/Nani Wartabone.(Hmsprov-Isam).

 

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama