>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

PALU, Humas – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah dan masyarakat Gorontalo kepada korban gempa dan tsunami di wilayahnya. Pernyataan yang disampaikan Longki saat menerima kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan rombongan di Posko Induk Pemprov Gorontalo di halaman Kantor PU Bina Marga Sulteng, Sabtu (6/10/2018).

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada pak Gubernur dan seluruh masyarakat Gorontalo. Saya sulit mengungkapkan ini, tapi saya harus tabah, karena jika saya lemah maka semua akan lemah. InsyaAllah saya dan juga teman-teman semuanya siap dan kami ada di dalam bencana ini, kami tidak akan lari, kami bertanggung jawab akan memulihkan keadaan Sulawesi Tengah,” ucap Longki terbata-bata.
Longki menyebut hingga saat ini bencana di Sulteng sudah memakan korban jiwa sebanyak 1.800 orang lebih. Angka itu dipastikan masih akan terus bertempah mengingat masa evakuasi akan diperpanjang hingga dua bulan ke depan.

“Ini semua adalah rahasia Allah, dan sebagai manusia biasa kita hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Kita semua sedih, kita semua berduka, saya apalagi sebagai penangung jawab daerah ini,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ikut menyerahkan bantuan pemerintah provinsi senilai Rp1 Miliar. Bantuan terdiri dari transfer uang tunai senilai Rp500 Juta dan bantuan logistik bagi para korban.
Kami diperintahkan langsung oleh bapak Presiden Jowoki bagi seluruh Gubernur, Bupati, Walikota se Indonesia untuk membantu Sulteng. Apalagi kami tetangga dari Sulawesi Tengah, untuk segera turun memberikan bantuan apapun baik tenaga, pikiran, barang-barang yang dibutuhkan,“ jelas Rusli.

Kepada korban warga Gorontalo di Palu dan sekitarnya, Gubernur Rusli menawarkan untuk pulang ke Gorontalo dan tinggal bersama sanak saudara di kampung halaman. Hal ini diperlukan untuk memulihkan kondisi dan mengobati trauma pasca bencana.

Bagi anak-anak sekolah Rusli memastikan pendidikannya tetap berjalan selama di Gorontalo. Pemerintah siap memberikan layanan pendidikan secara gratis termasuk bantuan untuk seragam sekolah, sepatu, tas dan alat tulis.

“Juga penawaran dari saya, bagi ASN baik di Provinsi Sulteng maupun di Kota Palu, Kab. Donggala dan Sigi yang ingin pindah ke Gorontalo kami siap menerima. Ini tentu saja harus atas persetujuan pak gubernur Sulteng,” tandasnya.
Sejak hari pertama hingga saat ini, pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan masyarakat Gorontalo bahu membahu meringankan beban korban bencana Sulteng. Sedikitnya ada tiga posko yang dibangun yakni posko dapur umum, posko BPBD serta posko Dinsos Pohuwato berlokasi di Palu Barat yang mampu melayani 10.100 pegungsi.

700 relawan diterjunkan ke lokasi terdiri dari personil Polda Gorontalo, Korem 133 / Nani Wartabone, Baznas, Tagana, Dinas Kesehatan, PMI, Pramuka, BPBD dan TNI AL.(Hmsprov-Isam).

 

PALU, Humas – Proses evakuasi pengungsi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus berlanjut. Jumat (5/10/2018) Pemprov Gorontalo kembali memberangkatkan 95 pegungsi yang sudah menunggu di Posko Induk di Kantor PU Sulteng.

Mereka sejatinya akan diberangkatkan dengan 5 unit bus. Belakangan 1 unit mengalami kendala pada sistem pendingin ruangan (AC). Praktis hanya ada 4 bus yang bertolak ke Gorontalo. Proses pemberangkatan mendapat pengawalan dari Polda Gorontalo.

“Alhamdulillah sebagaimana arahan dari bapak gubernur, proses evakuasi warga Gorontalo di Palu kita lakukan lagi sore ini. Seharusnya tadi ada 5 bus yang tersedia, tapi satu ada sedikit masalah pada AC sehingga kita tunda,” kata Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto.
Sebelum berangkat, para pengungsi sudah diberi makan. Relawan juga menyiapkan logistik untuk dimakan saat dalam perjalanan.

Proses evakuasi warga Gorontalo yang menjadi korban bencana Sulteng akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Data dari posko induk menyebut hingga saat ini lebih dari 850 warga yang terdata ingin keluar dari Palu.

“Insyaallah besok ada 13 bus. Ada juga 4 truk dari korem. Kita memperkirakan besok ada 360-400 pegungsi yang bisa kita evakuasi,” imbuh Kadis Perhubungan Jamal Nganro.

Rencananya kedatangan pengungsi akan diterima di mess haji, Kota Gorontalo. Bagi keluarga korban diharapkan bisa menjemput dilokasi tersebut.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Sabtu pagi, 6 Oktober 2018 akan bertolak ke Palu untuk meninjau dari dekat kondisi para korban. Rusli didampingi unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD.(Hmsprov-Isam).
Berikut kami lampirkan daftar 95 nama-nama pengungsi yang diberangkatkan, Jumat sore ini:

Bus 1

Fitri Maliki
Akil
Saina
Deby Veronica
Yoga
Zain Pameni
Alya Sakina
Balqis Meydita
Ferawati
Lin kurniawati
Rizka Amalia
Syarifudin Dambe
Diliyanto Rifdi
Fraya Dambe
Fidya Ibrahim
Rostini
Rosmi
Nail
Frida Mohamad
Widyantika
Aswar Arga
A. Shidiq (Bayi)

 

Bus 2

Rizal
Silvala sisilia
Aiman Nidin
Rahmawati mumpi
Ranzi
Azalia salsabila
Rosnawati
Reza
Kastamar
Ramadahan
Iki
Rulli
Fitri
Amanda Nariska
Dian Safitri
Sahriya
Fahrezi
Esirazi
Budiarti
Isma Tantu
Lia Rizky
Ali Dunggio
Rizal Dunggio
Marten Bumulo

Total 24 orang (anak-anak 2, bayi 1)

 

Bus 4 :

Nurhayati yunus
fati Farhad
Maratul mufiah
Ramadan rifai
Fadila Mahmud
Zulfikar Mahmud
Neneng
Fadel
Hamzah Ibrahim
Fitriani
Muh Reihan
Syahrul Rahman
Kartini Kiyama
Muh Arif
Said Raihan
Rafiq Sambana
Rizky Basuki
Lika Puspitasari
Fatmawati Kadula
Ilham
Adip
Iga
Rosna
Fauzia

Baca Juga : P2TP2A Perkuat Koordinasi Cegah Trafficking

 

Bus 5

Andrini Taha
Moh Asidiq
Fadil saputra
Agung sarda
Rinto Ali
Suleman Ali
Nursanti Laqimpe
Akram Pratama
Salfa Kiranti Ali
Rahmat Lukman
Yasin
Muliyana
Aisya
Rayan
Razata
Fitriyani Suma
Almira
Aura
Aska
Nurlela Lambe
Nazwa
Salfi Tirani (bayi)
Arta Bima (bayi)
Hiori

Total 24 orang (bayi 2, anak-anak 8)

 

KOTA GORONTALO, Humas – Berbagai kebijakan terus dilakukan pemerintah provinsi Gorontalo untuk membantu warga korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Terbaru, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie siap menampung anak-anak pengungsi untuk bersekolah secara gratis.

“Saya sudah perintahkan Kadis Dikbudpora untuk menggratiskan biaya sekolah bagi pengungsi Sulteng. Bahkan mereka kita akan bantu dengan seragam, tas, alat tulis dan sepatu secara gratis,” jelas Gubernur Rusli usai melantik Sekdaprov Gorontalo di Gedung Belle li Mbui, Kota Gorontalo, Jumat (5/10/2018).
Gubernur dua periode itu mempersilahkan anak-anak pengungsi untuk melaporkan diri ke Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo. Hal ini untuk memastikan agar anak-anak tidak kehilangan masa depan pasca diguncang bencana pekan lalu.

Secara teknis, Rusli juga tidak mewajibkan untuk menunjukkan identitas diri seperti KTP dan Kartu Keluarga. Mengingat banyak para pengungsi yang kehilangan identitas saat gempa dan tsunami terjadi.

“Untuk saat ini yang menjadi kewenangan kami adalah anak-anak SMA dan SMK. Sehingga saya menghimbau agar kebijakan ini bisa diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota yang menangani TK, SD dan SMP,” pinta suami Idah Syahidah itu.

Rusli berharap selama di Gorontalo, anak anak tetap bisa melanjutkan studi meski dengan status titipan. Ia juga mengingatkan pihak sekolah untuk tidak membebani mereka dengan pungutan apapun juga.(Hmsprov-Isam).

KOTA GORONTALO, Humas – Meski baru saja dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Gorontalo, Darda Daraba menyebut dirinya bukan orang asing di Gorontalo. Pegawai di Kementrian PUPR RI merasa dibesarkan Gorontalo dan ingin kembali membesarkan Gorontalo.

Pria kelahiran Kabupaten Gowa 23 Agustus 1962 pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PU di Kabupaten Pohuwato tahun 2005-2008. Darda dipinjam dari Direktorat Bina Marga, Kementrian PU, dan kala itu hanya menjabat Kepala Seksi Evaluasi Kinerja di Direktorat Bina Marga.

“Saya titisan Gorontalo. Karier saya menanjak mulai dari sini. Saya memilih jadi ini (Sekda) barangkali teman teman pers tau bukan tidak ada jabatan (di Kementrian PU), tapi memang karena panggilan untuk mengabdikan diri di Provinsi Gorontalo,” kata Darda usai dilantik Gubernur Rusli di gedung Belle li Mbui, Jumat (5/10/2018).
Sejak 2008, Darda kembali ditarik ke Kementrian PU. Pengalamannya sebagai Kadis PU Pohuwato membuat Darda mendapat jabatan di Kementrian PU. Sejumlah posisi pernah dipercayakan kepada doktor teknik sipil Universitas Indonesia itu, seperti Kasubdit Fasilitasi Penyelenggaraan Jalan Daerah Direktorat Bina Program, Plt Kasubdit Informasi dan Komunikasi Direktorat Bina Program, hingga menjabat Kadis PU Provinsi Gorontalo tahun 2013-2015.

Mantan Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol, Kementrian PUPR itu merasa berhutang budi bagi Gorontalo. Tempat ia pernah mengabdi dulu. Baginya, ini saat yang tepat untuk “pulang kampung” dan memberi yang terbaik bagi masyarakat Gorontalo.

“Kewajiban saya harus mensukseskan dan mengawal cita-cita Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur. Memastikan program dan target yang ada dalam RPJMD bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” imbuh suami dari Deysie Elsje Tampi itu.(Hmsprov-Isam).

KOTA GORONTALO, Humas – Setelah melalui proses seleksi dan penjaringan yang panjang, Dr. Ir. Darda Daraba, M.Si akhirnya dipilih Presiden RI Joko Widodo sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Gorontalo. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya itu diangkat berdasarkan SK Presiden No. 96/TPA tahun 2018.

Pengambilan sumpah dan pelantikan Darda Daraba dilakukan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di Gedung Belle li Mbui, Jumat (5/10/2018). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Bupati/Walikota atau yang mewakili, unsur Forkopimda serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Gorontalo.
Pak Mendagri katakan, Sekda itu ‘istri’ dari pak gubernur. Dengan istilah istri, tidak bisa mengatur-ngatur suami. Suami yang mengatur istri tentunya dengan aturan-aturan yang ada. Gubernur sebagai suami yang memerintah istri dengan sewenang-wenang juga akan berakibat fatal,” kata Gubernur Rusli dalam sambutannya.

Kehadiran Darda bukan sesuatu hal baru bagi pemerintah dan masyarakat Gorontalo. Mantan Sekretaris Badan Pengaturan Jalan Tol Kementrian PUPR RI itu lama meniti karir di daerah. Darda pernah menjabat Kadis PU Kabupaten Pohuwato selama 3 tahun. Juga pernah menjadi Kadis PU Pemprov Gorontalo tahun 2013-2015.

Darda menjadi Sekdaprov ke empat sepanjang sejarah provinsi. Ia menggantikan Winarni Monoarfa yang mengakhir jabatannya 14 Maret 2018 lalu. Sebelum Winarni, ada nama Idris Rahim yang kini menjabat Wakil Gubernur dua periode serta Mansur Detuage yang sekarang menjabat anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Orangnya cekatan, profesional, lincah dan punya jaringan di pusat. Apalagi sudah Lemhanas, inilah keunggulan pak Darda Daraba. Sehingga atas penilaian Pansel dan tim TPA semua menyetujui pak Darda sebagai Sekda,” sanjung Rusli.

Gubernur Gorontalo dua periode itu berharap kepercayaan pemerintah yang ada tidak disia-siakan. Ia meminta Darda bekerja penuh dedikasi dan loyalitas. Terlebih saat ini pemprov sedang mempersiapkan KUA-PPAS untuk APBD 2019.

Rusli mengingatkan bahwa kebutuhan masyarakat saat ini semakin tinggi. Hal itu diikuti dengan sikap masyarakat yang semakin kritis kepada pemerintah. Tugas Sekda yang baru untuk meramu kebijakan yang efektif dan efisien khususnya untuk mengentaskan kemiskinan di daerah.(Hmsprov-Isam).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim membuka evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan reformasi birokrasi di ballroom Hotel Maqna Kota Gorontalo, Jumat (5/10/2018).

Wagub Idris Rahim mengatakan, penguatan akuntabilitas kinerja merupakan salah satu program yang dilaksanakan dalam rangka reformasi birokrasi SAKIP. Terkait hal itu, Idris menuturkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memacu peningkatan kualitas kinerja sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporannya.

“Tahun 2017, SAKIP kita mendapat predikat B atau baik, dengan nilai 60,21. Begitu pul indeks reformasi birokrasi memperoleh predikat B. Ini mengindikasikan akuntabilitas kinerja Pemprov Gorontalo terus membaik dari tahun ke tahun,” kata Idris.
Meski demikian, lanjut Wagub, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran, pembangunan budaya kinerja birokrasi, serta penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada hasil, akan berjalan dengan baik.

“Pemprov Gorontalo tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya perbaikan dan inovasi-inovasi terkait dengan peningkatan akuntabilitas kinerja, percepatan penerapan manajemen kinerja dan percepatan implementasi reformasi birokrasi,” ujar Idris.

Sebelumnya, Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Didin Noordiatmoko, selaku penanggungjawab evaluasi SAKIP dan reformasi birokrasi di Provinsi Gorontalo menjelaskan, fokus dan isu evaluasi SAKIP meliputi akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, dan zona integritas.

Untuk akuntabilitas kinerja meliputi efisiensi penggunaan anggaran, pelaksanaan akuntabilitas pada level unit kerja, pengelolaan dan pemanfaatan data kinerja, serta ukuran kinerja individu. Reformasi birokrasi meliputi pelaksanaan reformasi birokrasi pada level unit kerja, kinerja sebagai dasar pelaksanaan area perubahan lainnya. Sedangkan zona integritas meliputi inovasi dalam peningkatan integritas dan inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sasaran dari evaluasi ini yaitu pemerintah yang bersih, akuntabel, dan berkinerja tinggi, pemerintah yang efektif dan efisien, serta pelayanan publik yang baik dan berkualitas,” jelas Didin.

Proses evaluasi SAKIP dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu entry meeting, evaluasi, dan exit meeting. Tahapan entri meeting dimulai 4 oktober 2018 dan akan berlangsung selama 30 hari kerja. Tahap evaluasi akan dilaksanakan diskusi mendalam, tinjauan on the spot, dan pelaksanaan survey. Sedangkan pada tahap akhir, berupa kegiatan penyampaian hasil evaluasi, dan tanggapan atau respon atas hasil evaluasi sementara.(Hmsprov-Haris).

 

Senin, 08 Oktober 2018 08:49

RSUP Ainun Habibie Sambut HUT ke-5

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mencanangkan berbagai kegiatan menyambut HUT ke-5 Rumah Sakit Umum Provinsi RSUP dr. Hasri Ainun Habibie, Jumat (5/10/2018). Pencanangan HUT yang jatuh tanggal 3 November 2018 itu diawali dengan jalan sehat oleh seluruh karyawan dan diikuti oleh Ketua TP PKK Provinsi Idah Syahidah.

“Selamat hari ulang tahun yang ke-5 buat RS Ainun. Semoga rumah sakit ini makin maju dan makin bagus. Bisa melayani dengan tulus dan profesional,” buka Rusli dalam sambutannya.
Gubernur Rusli mengisahkan bagaimana susahnya merintis satu-satunya rumah sakit provinsi tersebut. Mulai dari proses meyakinkan pemkab Gorontalo untuk menghibahkan lahan dan bangunan eks Mall Limboto, hingga saat ini dalam tahap pelelangan ke investor melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Kenapa saya buat rumah sakit ini? Karena rumah sakit di Gorontalo ini sudah full. Kedua, kita tidak punya rumah sakit rujukan. Masyarakat saya dirujuk ke Manado, Makassar, Jakarta bahkan ke luar negeri. Inilah yang memotivasi saya menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan,” imbuhnya.

Meski masih berstatus rumah sakit tipe D, Gubernur Rusli optimis RS Ainun bisa terus berkembang dan menjadi rumah sakit rujukan di Provinsi Gorontalo dan daerah sekitarnya. Selain meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga medis, berbagai bangunan dan fasilitas medis terus diupayakan.
Tiap tahun kami beri anggaran, tapi karena sangat kecil maka tidak selesai selesai ini rumah sakit. Akhirnya ada program dari pak Jokowi bisa membangun infrastruktur dengan skema KPBU. Jadi dibangun sekaligus dan rumah sakit menyicil. Tahun depan rencananya akan dibangun,” imbuhnya.

Saat ini pembangunan dan pengembangan RS Ainun sudah memasuki proses lelang ke investor dengan taksiran dana lebih kurang Rp840 Miliar. Rumah sakit tersebut rencananya akan memiliki 200 tempat tidur dengan spesialisasi penyakit kanker, jantung dan mata.(Hmsprov-Isam).

 

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dipercaya menjadi Inspektur Upacara (Irup) para peringatan HUT TNI ke-73 yang dipusatkan di Markas Komando Resort Militer (Makorem) 133/Nani Wartabone di Desa Bhakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Jumat (5/10/2018).

Ini merupakan peringatan HUT TNI pertama yang dilaksanakan di lokasi tersebut, setelah sebelumnya Makorem baru itu diresmikan oleh KASAD Jenderal TNI Mulyono, 13 September 2018 lalu.
Alhamdulillah kita di Gorontalo sudah punya Korem sendiri, dan saya dipercaya untuk menjadi Irup pada HUT TNI ini,” buka Rusli saat diwawancarai usai upacara.

Rusli menilai, usia TNI yang ke-73 tidak lagi bisa disebut sebagai usia yang muda. Ia sangat yakin bahwa TNI saat ini sudah menjadi institusi yang profesional dan dapat diandalkan khususnya dalam hal pertahanan dan keamanan negara.

“Kiprah dan perjuangan TNI mulai dari sebelum kemerdekaan, merebut kemerdekaan sampai dengan sekarang mengisi kemerdekaan, TNI selalu terlibat dan terdepan membantu masyarakat,” imbuh Gubernur Gorontalo dua periode itu.
Gubernur Rusli juga merasa bersyukur bahwa sinergitas antara pemerintah daerah dan unsur Forkopimda selama ini berlangsung sangat baik. Hal itu memudahkan dalam menjaga kondisi daerah yang aman, tentram dan damai.
Di usia yang ke 73, Saya berharap TNI terus meningkatkan peran dalam menjaga keamanan dan pembangunan di Provinsi Gorontalo. Peran TNI melalui Babinsa dan lain-lain diharapkan dapat membantu masyarakat di bidang pembangunan infrastruktur, pertanian, perikanan dan lainnya,” harap Rusli.

Pada peringatan HUT TNI tersebut, Korem 133/NBW menggelar berbagai kegiatan. Selain panggung hiburan prajurit dan bakti sosial, ada pemberiaan tali asih dan santunan kepada para veteran TNI.

Acara semakin meriah dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun yang dilakukan oleh Danrem 133 Kolnel CZH Arnold AP. Ritiauw. Selanjutnya tumpeng dan kue diserahkan kepada para perwira TNI berbagai kesatuan dan unsur Forkopimda yang hadir.(Hmsprov-Isam).

KOTA GORONTALO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memastikan pelaksanaan Festival Karawo 2018 yang sejatinya digelar Sabtu, 6 Oktober 2018 ditunda. Hal itu menyusul pemerintah dan masyarakat Gorontalo yang masih fokus untuk membantu penanganan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Bencana di Sulteng belum sepekan, tidak elok jika kita warga Gorontalo menggelar festival di situasi seperti ini,” kata Rusli Habibie di kantor Gubernuran, Kamis (4/10/2018).

Even pariwisata nasional itu rencananya akan digelar tanggal 20 Oktober 2018 nanti. Saat ini fokus pemerintah dan masyarakat bagaimana bisa membantu dan mengevakuasi warga Gorontalo di Palu.

“Duka Palu dan sekitarnya adalah duka kita. Tidak saja pemerintah, tapi juga seluruh masyarakat yang aktif menggalang bantuan bahkan terjun langsung ke lokasi sebagai relawan,” imbuhnya.
Tanggal 6 Oktober nanti dijadwalkan Gubernur Rusli bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD akan berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah. Selain direncanakan bertemu dengan Gubernur Sulteng Longki Janggola, Rusli akan meninjau posko bantuan dan bertemu dengan korban gempa di pengungsian.(Hmsprov-Isam).

 

PALU, Humas – Keinginan warga korban gempa dan tsunami di Palu untuk mengungsi rupanya sulit untuk dibendung. Malam ini, Rabu (03/10/2018) mereka meminta untuk diberangkatkan menuju Gorontalo meski hanya menumpang di mobil truk milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo.

Keinginan tersebut disahuti oleh tim relawan Gorontalo di Palu. Kebetulan mobil yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut bantuan logistik akan kembali bertolak ke Gorontalo malam ini. 39 warga di antara para korban pengungsian diberangkatkan malam ini sekitar pukul 21.00 WITA.
Banyak warga yang sudah sangat trauma dan ingin segera ke Gorontalo. Kami sampaikan untuk sabar menunggu hingga ada bus yang mengangkut, namun mereka tetap memaksa,” kata Juliyarto, salah satu tim relawan Pemprov Gorontalo di Palu.

Setelah diberi pengertian dan diperlihatkan kondisi mobil logistik yang hanya beralas terpal, warga korban gempa memutuskan untuk ikut ke Gorontalo. Setelah diambil data diri dan keluarga yang menerima di Gorontalo, mereka diizinkan untuk ikut diberangkatkan.

“Bahkan ada ibu hamil yang ingin ikut, tapi kami tahan karena kami menghawatirkan kondisinya nanti di perjalanan,” imbuhnya.

Rencananya warga yang dievakuasi akan diterima di kantor Bupati Gorontalo setibanya nanti. Nomor HP keluarga di Gorontalo sudah dicatat oleh tim untuk diteruskan kepada keluarganya.
Berikut kami lampirkan daftar nama pengungsi bencana Palu yang dievakuasi malam ini ke Gorontalo:

Zubaeda Tekora
Rina Bobihoe
Rani Puspita Kiyai
Ralia Tifani K
Riski Yordan Kiyai
Siani Pomu
Irfan Dermawan
Alfairus
Mariam
Maulana Malik
Rohana Isa
Sulaiman Adam
Novaldi Adam
Ikhsan Supu
Fabian Turang
Andeng Manopo
Dinda
Vina
Arifin
Linda
Linda Kurniasari
Fitra Ramadhani
Fitriani Ramadhani
Andi Wahyu
Hamsi
Suwardi
Alfi
Firza
Andeng Manopo
Dian
Ridwan Polihito
Amalia Usman
Ari Radianto
Fajar Ramadhan
Fadila
Idris
Pebrianto
Fahri Roji
Moh Eja

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo