>
Wisnawaty Saleh

Wisnawaty Saleh

Kabupaten Gorontalo, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menghimbau masyarakat Gorontalo yang memiliki keluarga yang merupakan warga Gorontalo yang bermukim di Palu, Donggala dan Sigi yang mengalami bencana gempa dan tsunami, agar bisa menampung mereka saat tiba di Gorontalo nanti.

Himbauan tersebut dikatakan Rusli Habibie saat melakukan kegiatan NKRI Peduli dan bakti sosial yang dilaksanakan di Lapangan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Rabu ( 3/10/2018).
Banyak warga Palu asal Gorontalo, kita akan kembalikan dulu ke Gorontalo. Ada yang sudah tak punya rumah, ada yang sampai sekarang belum ditemukan , ada yang terpisah dengan keluarganya,” jelas Rusli menggambarkan kesulitan masyarakat Palu korban bencana.

Gubernur menjelaskan, keinginan mereka (warga Gorontalo di Palu) untuk kembali sementara.

“ Jadi kami usahakan, naik kapal laut atau naik darat, mana saja kami usahakan. Kemana saja, kita kembalikan dulu mereka. Kalau orang Pohuwato kita kembalikan ke Pohuwato , Boalemo, Gorut , agar mereka bisa menikmati hidup,” kata Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara ini juga menjelaskan tentang progres pembangunan proyek proyek yang saat ini sedang dilakukan seperti pembangunan jalan GORR yang akan diresmikan akhir tahun oleh Presiden Jokowi, dan Rumah Sakit Ainun Habibie.
Ruslipun kembali mengingatkan tentang pelayanan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. Dia tidak ingin masyarakat tidak terlayani untuk mendapatkan layanan kesehatan hanya karena tidak memiliki kartu BPJS.

“ Jika tidak memiliki kartu BPJS dan Jamkesta, cukup dengan KTP (bisa) berobat dimana mana dan tanggung jawab Provinsi Gorontalo,” urai Rusli.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Rusli yang didampingi istri Idah Syahidah menyerahkan bantuan untuk warga di Kabupaten Gorontalo Pohuwato senilai Rp 5,1 Miliar. Di antaranya bantuan benih jagung 37.500 kg senilai Rp1,38 Miliar, bantuan ternak sapi untuk 36 kelompok senilai Rp2,88 Miliar, 8 unit motor bercoolbox senilai Rp200 juta, dan bazar ikan murah 650 paket ikan tuna.
Program-program ini atas perintah pak presiden. Gubernur, Bupati, Wali Kota harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Negara harus hadir melayani rakyat,” kata Gubernur Rusli.

Selain menyerahkan berbagai bantuan, pemprov juga menggelar pasar murah dan pelayanan kesehatan gratis. Berbagai kebutuhan pangan pokok dijual dengan harga murah. Di antaranya beras seharga Rp7.000, minyak goreng Rp10.000 per kg dan ikan tuna Rp10.000 per kg.

Sekitar 1000 warga yang hadir sebelumnya sudah menerima santunan dari Baznas senilai Rp100.000 per orang. Uang tersebut bisa digunakan untuk membeli barang murah yang sudah disediakan.(Hmsprov-Asriani).

 

KAB. BOALEMO, Humas – Ketua Kwartir daerah (Ka Kwarda) Gorontalo Idah Syahidah membuka secara resmi kegiatan kemah galang tegak 2018 yang dilaksanakan oleh kwarcab gerakan pramuka Kabupaten Boalemo. Kegiatan kemah galang tegak ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan Kota Raja, Dulupi, Kab. Boalemo, Rabu, (3/10/2018).

Perkemahan ini diikuti oleh 1.024 anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega se Kabupaten Boalemo. Kemah Galang Tegak ini akan berlangsung hingga Sabtu, 7 Oktober 2018 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut Idah yang juga bertindak sebagai irup pada upacara pembukaan kemah galang tegak 2018 mengatakan, bahwa peran Pramuka harus lebih ditingkatkan, selain menciptakan karakter generasi muda yang disiplin juga hrus menumbuhkan semangat baru dalam jiwa muda yang punya keteguhan dan tanggung jawab.

“Kegiatan kemah galang tegak yang kwarcab Boalemo laksanakan sekarang ini adalah sbuah kegiatan yang sangat mulia. Disini kita bisa membentuk karakter anak bangsa agar bisa membentuk pendidikan berkarakter. Saya juga melihat memang kepramukaan di Kabupaten Boalemo cukup menonjol karena selalu aktif dalam setiap kegiatan kepramukaan,” Kata Idah
Dalam kesempatan itupula istri Gubernur Gorontalo ini mengajak seluruh peserta pramuka baik adik adik anggota kemah, maupun jajaran kwartir cabang daerah untuk menunduk sejenak berdoa untuk seluruh korban bencana alam dan tsunami yang menimpah Kota Palu dan sekitarnya. Idah juga menghimbau seluruh jajarannya agar bisa turut berpartisipasi memberikan bantuan seadanya dan bisa langsung dikirimkan untuk membantu para korban bencana Palu dan Donggala
Kemarin kami dari pramuka peduli Gorontalo sudah telah mengirimkan bantuan dan relawan untuk membantu meringankan penderitaan korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Saya harapkan juga hari ini, adik adik dan seluruh jajaran kwarcab daerah bisa turut berpartisipasi. Pramuka adalah orgasasi yang selalu peduli dengan sesamanya,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Boalemo Darwis Moridu selaku Ketua Majelis Pembimbing cabang gerakan Pramuka Boalemo bersama ketua TP.PKK Kabupaten Boalemo.(Hmsprov-Echin).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Ketua Dewan Kerjainan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo Idah Syahidah mendorong para pengrajin pakaian khas Gorontalo Karawo agar menghasilkan karawo dengan motif yang lebih menarik dan beragam. Hal ini dikatakan Idah pada pelaksanaan lomba desain sulaman karawo yang digelar oleh Dinas Prawisata Provinsi Gorontalo, Selasa, (2/10/2018) yang berlangsung di Citimall Gorontalo.
Saya harapkan para pengrajin karawo kedepannya harus mampu menghasilkan motif motif karawo yang jauh lebih bagus. Karena semakin banyak pilihan motif akan semakin menarik. Inovasi invosi bentuk karawo harus terus kalian tingkatkan,” kata Idah

Ketua TP.PKK Provinsi Gorontalo ini juga menambahkan, Gorontalo sangat beruntung memiliki pakaian khas karawo. Karawo adalah salah satu kearifan lokal yang sudah mendunia. Walaupun baru di negara Amerika, setidaknya sudah masuk dalam pasar internasional. Untuknya dengan lomba desain sulaman karawo ini, bisa membuat karawo jauh lebih dikenal dikanca dunia pada masa masa mendatang.

“Contohnya seperti hari ini (red-kemarin) 2 oktober itu telah ditetapkan sebagai hari batik nasional, semoga saja nanti karawo juga bisa dijadikan kalender even sebagai hari karawo nasional. Untuk itulah lewat ibu – ibu hebat ini kita tunjukan kemampuan kita dalam mengolah, mendisign, mengiris sampai menjahit dalam proses membuat karawo. Tunjukan bahwa kita bisa terus membuat, terus menciptakan model – model karawo yang jauh lebih bagus dan modern lagi,” tandasnya.
Lomba yang dirangkaikan juga dengan lomba fotographi ini dikiuti sebanyak 33 peserta lomba menyulam karawo yang merupakan perwakilan dari tiap tiap UMKM se Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo. Lomba ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan festival nasional pesona karawo pada 6 oktober mendatang.(Hmsprov-Echin).

Kota Gorontalo, Humas – Gorontalo ternyata memiliki segudang warisan budaya. Tak hanya karawo, sejak dulu Gorontalo juga memiliki kain tenun. Namun sayang , kain tenun tersebut hingga kini belum dilestarikan.

Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah mengatakan, kain tenun Gorontalo perlu untuk dikembangkan lagi dengan memberikan pelatihan kepada kaum perempuan.

“ Perlu generasi muda untuk meneruskan tradisi ini. Alangkah baiknya jika pengembangan tenun Gorontalo bisa diajarkan kepada generasi muda melalui pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah,” jelas Idah saat menghadiri kegiatan diskusi bersama bertema Tenun Tradisional Gorontalo, Kisah dan Koleksi , yang diadakan oleh Omar Niode Foundation, di Kota Gorontalo, Selasa ( 2/9/2018)
Idah yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo berharap pelatihan kain tenun Gorontalo bisa dianggarkan tahun depan melalui Kumperindag.

“Warisan ini kita harus lestarikan, jangan sampai punah. Kita harus menggiatkan kembali tenun Gorontalo,” harap Idah.

Idahpun menyambut baik acara yang diselenggarakan oleh Niode Foundation ini, karena telah membantu menggali warisan budaya Gorontalo.

Sementara itu Ulin Aini, Peneliti dan juga dosen di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengatakan kain tenun Gorontalo sudah digunakan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Alat dan bahan yang digunakan dalam menenun masih sangat tradisional dan menggunakan kapas putih yang berkualitas baik yang biasa disebut dalam bahasa Gorontalo (Ti’Opo) yang kemudian akan dijadikan benang. Lalu ditenun memakai alat, diantaranya huheyidu, Lilitode, Potadenga, Tatanja, Bubutia dan Popato.
Sementara untuk menghasilkan satu buah kain tenun, harus bisa mengumpulkan kapas putih yang apabila dikumpulkan bisa menjadi 10 buah gulungan benang yang panjangnya diperkirakan berukuran 30 cm sedangkan pewarna benang itu berasal dari alam, seperti warna kunyit, mengkudu dan akar tango. Ia mengungkapkan di Gorontalo salah satu masalah yang terjadi yakni sulinya menemukan perajin kain tenunkhas Gorontalo.

“Lalu hanya ada satu orang yang masih sempat ditemui pada tahun 2013 lalu, yaitu Saida Puluhulawa. Namun ibu Saidah telah meninggal dunia dan tidak sempat lagi dijadikan referensi untuk belajar kain tenun Gorontalo,” katanya.

Penyelenggara kegiatan diskusi, Amanda Katili Niode mengaku sebagai warga Gorontalo, ia sangat tertarik untuk mengembangkan kain tenun Gorontalo. “Tugas sekarang adalah menghidupkan kembali kain tenun Gorontalo dengan mencari informasi dimana saja masih terdapat para perajin kain tenun. Dengan adanya kehadiran ibu gubernur, maka sangat diharapkan peran dari pemerintahuntuk bisa melestarikan kembali kain tenun khas Gorontalo ini,” katanya.
Hadir dalam diskusi yang dihadiri 50 peserta tersebut antara lain Isteri Gubernur Gorontalo yang juga Ketua Dekranasda Provinsi, Kepala Bappeda Provinsi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, Para Pejabat PemProv, PemKab dan PemKot, perwakilan media dan LSM serta pemerhati tenun Gorontalo.(Hmsprov-Asriani).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan berbagai instansi terkait berupaya untuk mengevakuasi warga Gorontalo korban gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Rencananya proses evakuasi akan mulai dilakukan besok melalui jalur darat.

“Menyahuti kenginan masyarakat Gorontalo yang ada di Palu untuk dievakuasi, maka kita akan bawa ke sini untuk bertemu keluarganya. Tadinya kita rencanakan hari Sabtu, pak Kapolda putuskan kalo sudah siap hari ini kita berangkatkan dari sana. Paling lambat besok Kamis,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (3/10/2018).
Sebelumya, Gubernur Rusli memimpin rapat gabungan dengan unsur Forkopimda dan OPD terkait guna membahas bantuan dan penanganan korban gempa di Sulteng. Berbagai hal dibahas, salah satunya tentang rencana evakuasi melalui jalur udara, laut dan darat.
Jalur udara dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI awalnya menjadi alternatif, belakangan rencana tersebut tidak bisa dilakukan karena berbagai kondisi dan kendala teknis di lapangan. Begitu juga dengan rencana menggunakan jalur laut dengan kapal yang dikelola oleh PT. Pelni.
Opsi jalur laut sebenarnya cukup baik karena bisa menampung 4000 orang, kita hanya diminta untuk menyurat ke direksi PT Pelni. Hawatirnya jika kita evakuasi dengan kapal, akan sulit mengontrol warga yang dievakuasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Gorontalo Brigjenpol Rachmad Fudail mengungkapkan, saat ini kendaraan operasional Polda Gorontalo sudah berada di Palu. 13 unit bus tersebut sebelumnya sudah mengangkut personil yang diperbantukan di lokasi gempa.

“Bus-bus kami sudah ada di Palu, masalahnya pasokan BBM yang kurang. Pemprov rencananya akan mengirimkan pasokan BBM hari ini, insya Allah besok sudah bisa kita gunakan,” jelasnya.

Bagi warga Gorontalo di Palu yang ingin dievakuasi diminta untuk mendaftar di posko pengusian yang berada di halaman kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah. Mereka diminta mengisi identitas diri, dan keluarga yang akan dituju saat berada di Gorontalo. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Isnandar BPBD 082190406986, Marten Suleman 081242555558, Ketua KKIG Palu Taswin Borman 0811450880.(Hmsprov-Isam).

Kamis, 04 Oktober 2018 11:19

Gorontalo Kembali Kirim Bantuan ke Palu

KOTA GORONTALO, Humas – Bantuan dari Pemerintah dan masyarakat Gorontalo terus mengalir ke Palu, Sulawesi Tengah. Hari ini, Rabu (3/10/2018) bantuan sebanyak 7 truk dan 1 pikap dilepas keberangkatannya oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur.
Hari ini untuk kesekian kalinya, kita berangkatkan lagi bantuan dari pemerintah dan masyarakat Gorontalo. Ada juga bantuan dari Polda, TNI dan Kejaksaan Tinggi untuk masyarakat korban gempa di Palu, Donggala dan Sigi,” terang Gubernur Rusli.

Gubernur Rusli bersama forkopimda juga bersepakat untuk melakukan pengawalan dalam setiap distribusi bantuan yang diarahkan ke Sulteng. Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan selama dalam perjalanan.

Selain mengirimkan bantuan, Gorontalo juga menambah jumlah relawan yakni dari unsur Tagana sejumlah 20 orang dan Pramuka Peduli sebanyak 34 orang. Pramuka peduli terdiri dari 4 dokter umum, 5 perawat, 3 bidan dan 7 petugas dapur umum.

“Kepada para relawan, saya ucapkan selamat bertugas. Ini adalah misi kemanusian, jadikan setiap tugas kalian sebagai amal ibadah,” pesan Rusli.
Sementara itu, Kadis Sosial Provinsi Gorontalo Risjon Sunge melaporkan, bantuan bahan pangan yang dikirim hari ini berjumlah 4 ton. Pengiriman akan terus dilakukan bergantung kebutuhan di lokasi bencana.

“Besok rencananya akan kita kirim lagi 11 ton beras. Laporan terakhir dari posko, stok beras tinggal 1 ton sehingga rencananya akan kita tambah. Dapur umum di posko setiap hari melayani 6.000 pengungsi,” jelas Risjon.(Hmsprov-Isam).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo sedang mempertimbangkan rencana pembangunan posko permanen di kota Palu, Sulawesi Tengah menyusul gempa dan tsunami yang terjadi Jumat pekan lalu. Posko itu diharapkan bisa melayani warga terdampak selama proses tanggap darurat hingga masa pemulihan nanti.

“Konsentrasi kita semua di sana (Palu), jadi semua bahan makanan ada di Palu. Secara bertahap kita akan buat manajemen posko jangka panjang. Rencana ini akan kami bahas dengan pak Gubernur, Rabu besok,” terang Kepala Bapppeda Budiyanto Sidiki, Selasa (2/10/2018).
Posko yang dimaksud Budi yakni posko bantuan dan relawan tim dari Pemprov Gorontalo yang beralamat di halaman kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah di Jl. Prof. Muhammad Yamin, Kompelks Kantor Gubernuran Sulteng.

Di lokasi tersebut tersedia dapur umum, tenda pengungsian dan bahan logistik untuk para korban. Secara bertahap, tim dari Dinas Kesehatan Gorontalo yang bergabung dengan tim kesehatan Kemenkes akan berada dalam satu lokasi yang sama.

“Posko itu jadi nanti posko yang terintegrasi, kita siapkan untuk jangka waktu yang panjang. Personilnya akan secara berkala kita kirim dari Gorontalo secara bergantian. Lokasinya nanti akan kita cek sekaligus rencana kunjungan pemprov ke sana,” imbuhnya.
Untuk kesekian kalinya, Pemprov Gorontalo kembali menyalurkan bantuan bagi korban gempa dan Tsunami di Palu dan sekitarnya, Selasa sore (2/10/2018). Bantuan seberat 25 Ton tersebut berasal dari pemerintah, sumbangan masyarakat, LSM, ormas dan lintas sektor.

Bantuan yang diangkut oleh 5 truk dan 2 pikap tersebut dilepas oleh Wakil Gubernur Idris Rahim. Bantuan akan terus dikirim setiap hari bergantung dari ketersediaan bantuan di gudang logistik Dinas Sosial.

Data dari posko penerimaan bantuan, hingga selasa siang terdapat 22 jenis barang bantuan yang masuk yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, ikan kaleng, makanan tambahan ibu hamil dan balita, susu dan air mineral.
Ada juga bantuan selimut, biskuit, teh kotak, popok, pakaian layak pakai, terpal, tikar, makanan dan minuman, perlengkapan mandi, obat-obatan, paket sembako, tisu basa dan pembalut. Bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan dapat menghubungi posko bantuan di Kantor Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Jalan Brigjen Piola Isa, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.(Hmsprov-Isam).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo untuk kesekian kalinya kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Donggala, dan Sigi. Pemberangkatan bantuan dilepas oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, di halaman Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Selasa (2/10/2018).

Bantuan yang diberangkatkan pada kesempatan itu sebanyak 5 truk dan 2 pikap, yang bermuatan beberapa jenis bantuan, antara lain beras, air mineral, gula pasir, minyak goreng, pakaian layak pakai, makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, terpal, tikar, selimut, dan obat-obatan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, dalam laporannya mengatakan, selain dari Pemprov Gorontalo, bantuan tersebut juga merupakan sumbangan yang berasal dari aparatur pada organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Gorontalo, perusahaan swasta dan BUMN, organisasi sosial dan kemasyarakatan, serta bantuan dari perorangan.

“Total bantuan yang masuk ke Dinas Sosial hingga siang ini sebanyak 25 ton. Beras yang sudah terkumpul kurang lebih 11 ton, 2 ton sudah dikirim kemarin, 4 ton ada di bandara Djalaludin, dan di gudang kurang lebih 9 ton. Ada juga bahan makanan berupa lauk pauk dan ikan kaleng sebanyak 1.000 karton, air mineral yang terkumpul sudah lebih dari 5.000 karton, serta jenis bantuan lainnya seperti kebutuhan balita dan obat-obatan. Besok kita akan mengirim kembali 4 truk bantuan” jelas Risjon.
ementara itu Wagub Idris Rahim mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan sumbangan dan berharap uluran tangan dari seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo akan terus mengalir dengan dikoordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

“Sumbangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi. Bantuan yang kita kirim tidak akan berhenti sampai hari ini, tetapi akan terus berlanjut karena saudara-saudara kita di sana sangat membutuhkan uluran tangan kita semua,” ujar Idris.

Berdasarkan data dari posko penerimaan bantuan di Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, hingga Selasa siang (2/10), terdapat 22 jenis barang bantuan yang masuk, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, ikan kaleng, makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, susu, air mineral, selimut, biskuit, teh kotak, popok, pakaian layak pakai, terpal, tikar, makanan dan minuman, perlengkapan mandi, obat-obatan, paket sembako, tisu basah, dan pembalut. Bagi masyarakat Provinsi Gorontalo yang ingin memberikan sumbangan dapat menghubungi posko bantuan di Kantor Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Jalan Brigjen Piola Isa, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.(Hmsprov-Haris).

 

KOTA GORONTALO, Humas – Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, masih terus menuai duka dan keprihatinan dari semua pihak. Keprihatinan kali ini datang dari anggota Pramuka Gorontalo, melalui gerakan “Pramuka Peduli”, Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Gorontalo mengirim bantuan dan relawan untuk membantu meringankan penderitaan korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Relawan yang diberangkatkan ini berjumlah 17 orang, yang terdiri dari dua orang dokter, tiga orang bidan, enam orang perawat, dan sisanya merupakan mahasiswa, semua relawan ini tergabung dalam gerakan pramuka peduli. Keberangkatan relawan ini dilepas langsung oleh Ketua Kwarda Provinsi Gorontalo Idah Syahidah dan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Selasa, (2/10/2018).
Dalam kesempatan tersebut, Idah berpesan untuk seluruh relawan yang akan berangkat ke Kabupaten Donggala dan Palu, pada besok hari (red-Rabu) pagi, agar bisa melaksanakan misi kemanusian ini dengan sebaik baiknya. Idah menghimbau untuk semua relawan bisa terus menjaga kesehatan dan tetap kuat selama berada dilokasi

“Untuk relawan semua kerja kalian tidak ringan, ini adalah tugas kemanusiaan kalian memang tidak mendapatkan apa apa. Tapi tugas kalian menyelamatkan orang ini sangat mulia, kalian orang-orang yang terpilih,” kata Idah

Istri Gubernur Gorontalo ini menambahkan selama berada dilokasi semua tim relawan harus bisa mengontrol emosi, terus menjaga kekompakkan sebagai tim. Terlebih berhadapan langsung dengan para korban baik yang sudah meninggal maupun yang mengalami luka dan kehilangan barang barang berharga maupun sanak saudara yang membuat mereka memiliki emosi yang tidak stabil
Tetap jaga kekompakkan, jangan mudah tersinggung. Kalian disana akan berhadapan dengan orang-orang yang memiliki emosi tidak stabil, jangan sampai kalian juga emosi. Kalian juga harus jujur utamanya dalam menyelamatkan barang-barang orang lain, jangan lupa gunakan pakaian lapangan yang sesuai,” tambahnya

Diakhir nasehatnya Idah berharap semua relawan yang akan berada di lokasi bencana tersebut selama tujuh hari kedepan untuk tidak membagikan informasi atau berita berita yang bisa membuat keadaan keluarga korban di luar daerah menjadi semakin kacau dan rumit. Fokus bekerja dan menyelesaikan misi kemanusian adalah tujuan utama dari semua relawan.

“Saya ucapkan selamat jalan dan selamat bertugas. Jaga diri kalian sendiri, jaga nama baik Provinsi Gorontalo jangan lupa untuk terus berdoa, tetap sholat dimanapun kalian berada,” tutupnya.
Selain mengirim relawan, gerakan Pramuka Peduli juga turut memberikan bantuan sebanyak 12 ton untuk semua keperluan dan kebetuhan korban bencana Palu-Donggala yang tediri dari beras, air minum, makanan siap saji, pakaian layak pakai dan obat-obatan, bantuan tersebut diserahkan melalui Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.(Hmsprov-Ecin).

KOTA GORONTALO, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Gorontalo di rumah jabatan Wagub, Selasa (2/10/2018).

“Saya tidak memberi target yang muluk-muluk kepada peserta. Tetapi saya minta tunjukkan penampilan terbaik dan tunjukkan pula bahwa Gorontalo itu adalah satu provinsi yang menjadikan Kitabullah atau Al Qur’an sebagai filosofi hidup masyarakatnya. Minimal ada satu medali emas, perak, dan perunggu,” pesan Wagub Idris Rahim kepada anggota kafilah MTQ Provinsi Gorontalo.
Untuk bisa meraih prestasi terbaik, Idris berharap kepada seluruh peserta untuk fokus pada lomba yang akan diikuti. Idris juga meminta kepada kafilah untuk menjaga kesehatan, kebersamaan, kekeluargaan, dan disiplin.

“Jangan dulu ada kegiatan tambahan yang justru bisa mengganggu persiapan selama ini. Sisa beberapa hari sebelum berangkat dan menunggu waktu lomba setelah berada di Medan, harus terus berlatih,” ujar Wagub.

Pada ajang MTQ Nasional ke-27 yang akan berlangsung dari 6-12 Oktober 2018, total kafilah Provinsi Gorontalo berjumlah 118 orang. Terdiri dari 40 peserta, 20 pelatih dan official, dan sisanya adalah pendamping dari Pemerintah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo.
Ketua LPTQ Provinsi Gorontalo, Weni Liputo menjelaskan, pihaknya sudah memaksimalkan persiapan menghadapi MTQ Nasional dengan melakukan pembinaan dan pelatihan secara intensif. Sebanyak sembilan pelatih dilibatkan dalam menangani training center tersebut. Selain itu, LPTQ Provinsi Gorontalo juga mengikutsertakan beberapa peserta pada magang di Jakarta.

“Melalui persiapan ini spirit yang kami bawa adalah Provinsi Gorontalo bukan hanya sekedar partisipan tetapi menjadi kompetitor pada ajang MTQ Nasional ini,” kata Weni.

Terkait prestasi, Weni mengutarakan, pihaknya menargetkan untuk memperbaiki prestasi yang diraih pada gelaran MTQ Nasional sebelumnya. Pada MTQ Nasional ke-26, kafilah Provinsi Gorontalo pada cabang tilawah meraih peringkat kesembilan dan peringkat ketiga di cabang penulisan karya ilmiah qur’an.
Kami berharap prestasi itu akan lebih baik pada MTQ ke-27. Untuk itu dukungan dan doa dari masyarakat Gorontalo sangat kami harapkan,” tuturnya.

Kafilah Provinsi Gorontalo akan mengikuti sembilan cabang dari 12 cabang yang dilombakan pada MTQ ke-27. Di antaranya, tilawah qur’an, fahmil qur’an, syahril qur’an, hifdzil qur’an, yang diikuti peserta putra putri tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa, serta golongan cacat netral. Kafilah Provinsi Gorontalo akan berangkat pada 4 Oktober 2018, dan direncanakan kembali 13 Oktober 2018.(Hmsprov-Haris).

 

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo