>
Sabtu, 20 Jun 2020 19:12

Kearifan Lokal “Garam dan Rica” Hadapi Virus Corona Featured

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menyerahkan bantuan ternak kambing secara simbolis, kepada masyarakat penerima bantuan di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (20/6/2020). Selain bantuan ternak kambing, 750 KPM di kecamatan tersebut juga menerima bantuan pokok bersubsidi.  (FOTO : Salman)  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menyerahkan bantuan ternak kambing secara simbolis, kepada masyarakat penerima bantuan di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (20/6/2020). Selain bantuan ternak kambing, 750 KPM di kecamatan tersebut juga menerima bantuan pokok bersubsidi.  (FOTO : Salman) 

BUNTULIA – Kearifan lokal Gorontalo atau kebiasaan masyarakat Gorontalo sejak jaman dahulu rupanya bersesuaian dengan cara-cara yang sekarang diterapkan dalam menghadapi new normal life atau adaptasi kehidupan baru untuk mencegah penyebaran virus corona.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, mencontohkan, jika kita datang di doa aruwa (doa arwah), pasti ada garam dan juga rica (cabai). Zat yang terkandung dalam garam mampu untuk menghancurkan corona. Sementara rica mengandung vitamin C yang banyak.

“Saya katakan kepada teman teman, di Gorontalo sebenarnya ada kearifan lokal jaman dulu. Salah satunya adalah cara makan. Coba kita perhatikan di jaman dulu kalau kita makan, orang tua kita menyediakan di atas meja itu garam dan rica,” kata gubernur saat menyerahkan bantuan bahan pangan bersubsidi secara simbolis kepada perwakilan penerima 750 KPM di Kecamatan Buntulia, di Kantor Camat Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (20/6/2020).

Mantan Bupati Gorontalo Utara ini juga memberikan contoh lainnya. Jika kita menghadiri pesta, tamu undangan itu disajikan dengan cengkeh. Cengkeh itu juga musuh corona. Ada pula Beleuto, yaitu sarung yang digunakan untuk menutupi wajah.

” Saya ingat orang jaman dulu, keluar dari rumah, ibu-ibu atau cewek-cewek itu memakai sarung menutupi wajah hingga kepala, dan sekarang kita pakai masker. Kurang lebih hampir mirip. Ini yang harus kita hidupkan kembali. Jadi kita menuju kehidupan baru tetapi juga adalah kehidupan jaman dulu Gorontalo,” urai Rusli.

Rusli dalam kesempatan itu tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat memasuki new normal life atau adaptasi kehidupan baru.

“Corona sampai sekarang belum ada obatnya, belum ada vaksinnya, jadi masih berbahaya, tetap patuhi aturan,” ajak gubernur.

Selain penyerahan bantuan bahan pangan bersubsidi, gubernur juga menyerahkan bantuan jagung hibrida untuk Kabupaten Pohuwato seluas 24.500 Ha, dan khusus Kecamatan Buntulia seluas 1.556 Ha. Sementara bantuan ternak kambing se Kabupaten Pohuwato berjumlah 51 ekor, khusus untuk Kecamatan Buntulia 16 ekor.

 

Pewarta : Anie/Ecin - Humas

Baca 57 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama