Print this page
Jumat, 24 Juli 2020 06:43

Pemerintah Hitung Anggaran Perbaikan Ruas Jalan Duhiadaa-Imbodu

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Pekerjaan pemeliharan rutin pada ruas jalan Duhiadaa-Imbodu sepanjang 5 Kilometer pada beberapa waktu lalu oleh Dinas PUPR Provinsi Gorontalo. Foto Yudi Pekerjaan pemeliharan rutin pada ruas jalan Duhiadaa-Imbodu sepanjang 5 Kilometer pada beberapa waktu lalu oleh Dinas PUPR Provinsi Gorontalo. Foto Yudi

MARISA – Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah menghitung panjang ruas jalan Duhiadaa-Imbodu yang mengalami kerusakan. Pekerjaan ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setelah menerima instruksi Gubernur Rusli Habibie.

Kepala Dinas PUPR Handoyo Sugiharto yang didampingi Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad dan Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Zulkarnain Habibieturun langsung ke lokasi untuk mendata dan menghitung kerusakan ruas jalan.

“Tahun ini ada perbaikan sepanjang 5 kilometer pada ruas jalan Duhiadaa-Imbodu, tahun depan juga kita akan programkan untuk kelanjutan pemeliharaan pada sisa ruas jalan yang mengalami kerusakan di kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato,” Kata Handoyo Sugiharto, Jumat (24/7/2020).

Kepala Bidang Bina Marga Abdul Fandit Ahmad menejlaskan dari panjang ruas jalan Duhiadaa-Imbodu sepanjang 16 kilometer masih ada sekitar 3 kilometer badan jalan yang mengalami kerusakan dengan estimasi biaya pemeliharaan sebesar Rp1 miliar.

“Setelah kami melakukan pandataan dan menghitung kerusakan pada ruas jalan ini, ada 3 kilometer badan jalan yang mengalami kerusakan, baik itu lubang kecil, sedang maupun besar dan untuk penanganannya nanti akan lakukan secara persegmen,” tutur Abdul Fandit

Mantan PPK Pelaksana Jalan Nasional (PJN) ini menjelaskan, ruas jalan tersebut berada pada pondasi tanah yang tidak stabil karena daerah tersebut bekas rawa dan persawahan.

“Kenapa kami hanya melakukan pemeliharaan pada ruas jalan tersebut? Karena jika dilakukan peningkatan atau overlay maka belum sesuai umur perencanaan pembangunan jalan yang 5 tahun sekali,” jelas Abdul Fandit.

Abdul Fandit berharap pandemi Virus Covid-19 segera berakhir, sehingga anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang dikucurkan oleh pemerintah akan benar-benar terfokus.

“Sayangnya kita tidak memiliki anggaran yang cukup, jika kita punya maka ruas jalan ini bagusnya menggunakan konstruksi Rigid Pavement atau plat beton,” tutur Abdul Fandit.

 

Pewarta: Yudi - PUPR

Baca 87 kali