>
Kamis, 22 Oktober 2015 08:30

Wagub Kunjungi PLTG Paguat

Oleh
Beri rating
(1 Vote)
Wagub tinjau pekerjaan pembangunan PLTG Paguat , Rabu 21/10 (Humas-Haris) Wagub tinjau pekerjaan pembangunan PLTG Paguat , Rabu 21/10 (Humas-Haris)

Pohuwato, Pekerjaan pembangunan PLTG Paguat 100 MW menunjukkan progres yang cukup signifikan. Bahkan hingga saat ini pekerjaannya sudah melampaui target dari schedule yang telah ditentukan. Hal ini diutarakan Koordinator PLTG Paguat PLN UPK Kit Sulawesi I, Ronal, kepada Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat meninjau proyek pembangunan PLTG Paguat, Rabu (21/10).

"Progresnya sudah leading dari schedule," kata Ronal. Bahkan lanjutnya, per 13 Oktober 2015 progres fisik sudah mencapai 41,10 persen.

Ronal menjelaskan, sesuai kontrak pembangunan PLTG Paguat ditetapkan selama 6 bulan waktu efektif, hingga Februari 2016. Namun mengingat kebutuhan listrik di Provinsi Gorontalo yang terus meningkat dan mengantisipasi krisis listrik yang terus terjadi, pihak kontraktor berupaya untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan 1 blok yang terdiri dari 2 turbin dengan kapasitas 50 MW. "Direncanakan pekerjaan untuk 1 blok tersebut akan selesai Desember tahun ini," ujarnya.

Terkait hal itu, Wagub Idris Rahim mengapresiasi upaya PLN dan pihak pelaksana proyek, serta berharap pekerjaan bisa berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti yang akan berakibat molornya penyelesaian pekerjaan dari waktu yang telah ditentukan. "Mudah-mudahan pekerjaan ini selesai tepat waktu, supaya krisis listrik di Provinsi Gorontalo bisa segera teratasi," kata Idris.

Salah satu kendala pembangunan PLTG Paguat yakni menyangkut kekurangan lahan, dimana sesuai rencana awal dibutuhkan lahan seluas 16,5 hektar, sementara saat ini yang sudah dikuasai baru mencapai 5 hektar lebih. Ronal menjelaskan, untuk kebutuhan lahan yang ada saat ini masih cukup. Namun jika gas sudah mulai masuk, akan dibutuhkan lahan yang lebih luas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Wagub meminta pihak-pihak yang terkait untuk segera melakukan koordinasi dan menyelesaikan persoalan itu. "Harus segera diselesaikan dan dikoordinasikan oleh pelaksana proyek bersama Pengadilan Negeri Marisa dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato," tegas Wagub.

Sebelumnya, pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pohuwato, Wagub Idris Rahim bersama rombongan juga melakukan peninjauan ke bendungan Karangetan Paguat. Bendungan yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 400 hektar tersebut diusulkan untuk memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sebesar Rp. 30 miliar.(Humas-Haris)

Baca 2323 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo