>
Jumat, 28 September 2018 09:20

BAPPPEDA Provinsi Gelar Review Terkini Perekonomian Gorontalo

Oleh
Beri rating
(0 suara)

KOTA GORONTALO, Humas – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Review Terkini Perekonomian Gorontalo yang digelar di Aula Kantor BAPPPEDA, Selasa (25/9/2018).

Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Litbang Muh Arief Azis tersebut dihadiri oleh sejumlah praktisi ekonomi yang kompoten. Di antaranya Deputi Kepala BI Perwakilan Gorontalo Gunawan Prabowo serta Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin Dr. Agussalim.
Kegiatan ini sengaja digelar untuk memberikan gambaran kepada stakehlolder tentang kondisi terkini ekonomi daerah dan juga untuk memberikan gambaran kebijakan apa yang daapat dijalankan oleh pemerintah daerah,” kata Arief Azis.

Dalam 5 tahun terakhir, Gorontalo selalu masuk 5 besar sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional dan pada dua tahun terakhir ini pertumbuhan ekonomi Gorontalo menunjukkan tren positif.

Sementara itu, Deputi Kepala BI Perwakilan Gorontalo Gunawan Prabowo menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2018 diprediksi berada di angka 6,9% hingga 7,3%. Pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, ekspor dan investasi.

konsumsi rumah tangga terutama didorong oleh meningkatnya pendapatan masyarakat seiring peningkatan kinerja pertanian dan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ekspor komoditas pertanian berupa jagung pipilan.
Perbaikan kinerja sektor konstruksi didorong oleh rencana proyek multiyears berupa pembangunan infrastruktur Bendungan di Bone Hulu yang masuk dalam proyek Strategis Nasional bersama dengan program Revitalisasi Danau Limboto tahun,” jelas Gunawan.

Pakar Ekonomi Dr. Agussalim menilai, cara untuk mengakselerasi ekonomi Gorontalo yakni dengan menumbuhkan industri pengolahan di daerah. Industri ini diperlukan karena dapat memberikan added value atau nilai tambah atas komoditas yang dihasilkan oleh petani.

“Industri pengolahan pertanian juga memiliki multiplier effect yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Selain itu industri pengolahan juga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak serta mampu menyerap tenaga kerja yang relatif lebih terdidik,” paparnya.
Lebih lanjut Dosen Universitas Hasanudddin ini juga memberikan analisisnya terkait anomali yang terjadi ketika pertumbuhan ekonomi cenderung menguat pada 2017 tetapi Tingkat Pengangguran Terbuka meningkat. Dijelaskan bahwa hal ini mengindikasikan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja Gorontalo masih rendah, pasar kerja cenderung menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik.

“Yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah adalah menjaga pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta mendorong eksport dan pengembangan industri pengolahan,” sambungnya.

Agussalim salim berharap agar serapan anggaran pemerintah melalui dana APBN dan APBD harus maksimal setiap tahun, sebab ekonomi Gorontalo masih sangat tergantung pada anggaran tersebut. Penggunaan APBD juga harus dipastikan penggunaanya untuk hal-hal yang berguna dan tepat sasaran untuk menekan angka kemiskinan.(Hmsprov-Tim Bappeda Provinsi Gorontalo).

 

Baca 331 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama