>
Kamis, 29 Agustus 2019 21:22

Berjasa Majukan Pendidikan Ketua Yayasan Prasetya Gorontalo Terima Penghargaan

Oleh
Beri rating
(0 suara)

 

Plh Sekda Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe menyerahkan penghargaan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Prasetya Gorontalo  Nikartin Pakaya. (Foto: Nova – Humas).

GORONTALO – Ketua Yayasan Pendidikan Prasetya Gorontalo Nikartin Pakaya menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo karena telah memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan.

Nikartin Pakaya yang dikenal sebagai dokter anak di Provinsi Gorontalo ini dianggap memiliki jasa yang luar biasa dengan menyerahkan seluruh aset yayasan serta pengelolaan SMA Prasetya Gorontalo untuk dikelola menjadi sekolah negeri.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda, Syukri Botutihe kepada Ketua Yayasan Nikartin Pakaya di ruang kerja sekda kantor gubernur, Kamis (29/8/2019).

“Saya mewakili Gubernur Gorontalo dan seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga atas dedikasi yang telah diberikan oleh ketua yayasan yang menyerahkan SMA Prasetya menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Syukri.

Asisten Bidang Pemerintahan itu berharap, ketika beralih status menjadi negeri, SMA Prasetya bisa berkembang menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Terkait nama sekolah, Ia mengatakan akan tetap mempertahankan nama Prasetya karena ada makna sejarahnya serta tetap menjaga tradisi yang sudah dijalankan selama ini.

“Mungkin hanya ada ketambahan kata Negeri karena ini sudah menjadi sekolah milik pemerintah. Jangan sampai besok-besok ada lulusan SMA Prasetya yang ingin melegalisir ijazah tapi sudah tidak menemukan di mana SMA Prasetya,” ujar Sukri.

Sementara itu Kepala SMA Prasetya Gorontalo Amran Saleh mengatakan, pengalihan status ini dikarenakan kondisi perubahan sekarang di mana siswa lebih banyak memilih sekolah negeri.

Jika SMA Prasetya bertahan di swasta, kemungkinan sekolah yang beridiri sejak 17 Agustus 1980 ini akan sulit mendapatkan siswa, bisa-bisa sekolah ini tutup.

“Contohnya saja tahun kemarin untuk kelas sepuluh kami hanya dapat 3 ruang belajar, untuk tahun ini hanya 2 ruang belajar dengan jumlah siswa yang hanya 60-an. Dengan kondisi tersebut kami berpikir untuk mengubah dan alhamdulillah mendapatkan respon positif, baik dari ketua yayasan dan pemerintah untuk alih status,” kata Amran Saleh.

Amran berharap dengan beralihnya status dari swasta ke negeri ini akan ada peningkatan baik itu secara kualitas maupun kuantitas.

Pewarta: Nova - Humas

Baca 2174 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo