>
Selasa, 20 Agustus 2019 19:18

Pelatihan OPD Penggerak Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo menggelar pelatihan OPD Penggerak Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPTG) Kabupaten/Kota.

“Kami ingin menguatkan komitmen dan peran strategi masing-masing OPD penggerak dalam melaksanakan perannya untuk percepatan pelaksanaan Pengarustamaan Gender (PUG) di daerah khusus, memetakan dan mengevaluasi peran strategis di masing-masing OPD penggerak dalam pelaksanaan percepatan PUG melalui PPRG,” kata Risjon Kujiman Sunge, Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Selasa (20/8/2019)

Pelatihan PPRG ini berlangsung selama 4 hari, dari Senin-Kamis (19-22/8/2019) yang salah satu outputnya adalah menyusun rencana aksi strategis masing-masing OPD penggerak.

Pelatihan ini dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen terkait pengintegrasian gender dalam berbagai  tahapan, proses  dan bidang pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah. Pelatihan ini juga menyangkut semua sektor pembangunan antara lain pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, politik, ekonomi, lingkungan hidup dan hukum, sekaligus peningkatan kapasitas dan pengetahuan sumber daya manusia PPRG.

Risjon Sunge mengungkapkan kondisi perempuan secara umum dalam berbagai sektor pembangunan masih tertinggal. Dalam Gender Development Index (GDI)  dan Gender Empowerment Measurment (GEM) menunjukan masih adanya kesenjangan gender antara perempuan dan laki-laki, dengan kondisi perempuan yang masih tertinggal.

Fakta inilah yang membuat perhatian pemerintah  terhadap penyelesaian masalah pemberdayaan kaum perempuan semakin serius agar tercapai adanya kesetaraan dan keadilan gender.

“Sebagai langkah strategis mewujudkan kesetaraan gender dalam pembangunan adalah dengan menerapkan strategi PUG dalam pembagunan,” papar Risjon Sunge.

Risjon Sunge berharap pelatihan ini dapat menghasilkan program dan anggaran SKPD yang responsive gender untuk menumbuhkembangkan aparatur terhadap aspek kesetaraan gender yang dapat dituangkan dalam sistem perencanaan penganggaran pada SKPD serta memberikan wawasan dan pemahaman tentang konsepsi dasar PUG dan PPRG.

Mohamad Iksan,  Asisten Deputi Kementerian PPPA mengatakan selama ini PUG dipandang sebagai tugas dan tanggung jawab dari Dinas PP dan PA daerah semata termasuk urusan PUG dan PPRG, “Padahal kita  paham bahwa isu perempuan adalah isu lintas sektor yang ada di mana-mana tidak saja berada di dinas PP dan PA saja tetapi juga berada di dinas lainnya, seperti dinas pertanian, kesehatan, pekerjaan umum, ketenagakerjaan bahkan di perhubungan,” ujar M Iksan.

Ia menyampaikan  pelatihan ini sebagai terobosan Kementerian PPPA karena OPD penggerak selain dinas PP dan PA adalah 4 satuan kerja atau OPD yang mempunyai peran yang strategis dalam fungsinya di pemerintahan daerah baik provinsi dan kabupaten kota.

“Salah satu problem yang sulit sekali menyelesaikan adalah kemiskinan. Ini harus diselesaikan bersama-sama dengan melibatkan kaum perempuan,” ujar Budiyanto Sidiki, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo.

Pelatihan ini menghadirkan Assisten Deputi Kementerian PPPA Bidang Kesejahteraan Gender Mohamad Iksan, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo Risjon Kujiman Sunge, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial Nurhayati Olii, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Kepala Seksi Pengarusutamaan Gender dan Data Informasi Titi Kristiany Margono, Kepala-Kepala Seksi di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan peserta pelatihan yang berjumlah 50 orang dari 4 penggerak PUG Kabupaten Kota se-provinsi Gorontalo.

  

Pewarta : Yoan Talib – Dinas PP dan PA

Baca 1432 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama