>

 

GORONTALO – Tim Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang dipimpin oleh Letjend TNI (Purn) Yusuf Kartanegara melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Kunjungan rombongan yang dilakukan pada Kamis (19/9/2019) ini diterima oleh Sumarwoto, Kepala (BPBD) Provinsi Gorontalo.

“Tugas dan fungsi BPBD dalam penanggulangan bencana yang mulai dari fase prabencana yang menekankan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, kemudian fase kedua penanganan darurat dan fase ketiga melakukan layanan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto juga melaporkan sumberdaya yang dimiliki baik SDM, peralatan, logistik dan anggaran. Juga dijelaskan jenis bencana yang sering terjadi di Gorontalo.

Ketua Tim Wantimpres, Letjend TNI Yusuf Kartanegara menjelaskan tugas Wantimpres adalah diminta atau tidak untuk memberi pertimbangan kepada presiden terkait masalah ekonomi, Hankam dan permasalahan pembangunan pada umumnya.

“Wantimpres turun ke OPD yang terkait dan saat ini BPBD yang menjadi sasaran kunjungan kerja, dengan tujuan mendapatkan masukan permasalahan yang terkait dengan upaya pencegahan, mitigasi dan penanganan darurat serta pemulihan dan hubungan kerja koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Letjend TNI Yusuf Kartanegara.

Sumarwoto menjelaskan bahwa kordinasi dengan BNPB selama ini tidak ada masalah, kendala utama adalah minimnya anggaran.

“Kami mengusulkan agar BNPB memprogramkan dana Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan mitigasi pencegahan bencana,” ujar Sumarwoto.

Dalam kunjungan ini kedua instansi ini saling menyerahkan cenderamata dari Wantimpres ke BPBD dan sebaliknya dari BPBD untuk Wantimpres.

 

Pewarta : iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

GORONTALO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  atas nama Pemerintah Provinsi menyerahkan bantuan korban bencana kebakaran di Kelurahan Pulubala Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Minggu (15/9/2019).

Bantuan ini berupa family kids 4 paket, kids ware 2 paket, perlengkapan sekolah 2 paket, selimut  4 lembar, tikar 4 lembar,  sandang 4 paket,  tenda gulung (terpal) 4 lembar.

“Pemerintah Provinsi merasa prihatin atas musibah kebakaran ini, data menunjukkan bahwa di Kota Gorontalo ini kejadian yang ke 25 di tahun 2019,” kata SUmarwoto.

Data BPBD Provinsi Gorontalo menunjukkan  90 persen  kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik, oleh karena itu Sumarwoto meminta masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah maupun gedung perkantoran.

“Hindari colokan yang tumpang tindih dan penggunaan kabel yang tidak standart,” pinta Sumarwoto.

Sumarwoto berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban keluarga yang tengah dilanda musibah, korban diminta bersabar dan segera bangkit dari suasana bersedih agar bisa segera pulih kembali aktifitas sehari-hari.

“Bagi masyarakat sekitar harap kejadian seperti ini dijadikan pelajaran berharga dan bisa mengdindari musibah kebakaran,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Kamis, 05 September 2019 23:57

Auditor ANRI Kunjungi Kantor BPBD

GORONTALO - Tim Audit Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) didampingi tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang dipimpin Kepala Bidang Kearsipan Mustari Sumaga mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Tim ini diterima oleh Sekretaris Badan di ruang rapat. Dalam kunjungannya Tim ANRI dipimpin Nurgamah menyampaikan bahwa audit kearsipan merupakan proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen objektif dan profesional berdasarkan standar kearsipan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektifitas, efisien dan keandalan penyelenggaraan kearsipan.

Dalam kunjungan ini Tim ANRI meninjau langsung ke tempat penyimpanan arsip BPBD.

Sekretaris BPBD, Agus Maliki menyampaikan bahwa untuk penyempurnaan pengelolaan arsip di BPBD perlu pengelolaan yang maksimal terutama dari pengelola perlu ditingkatkan pemahaman tentang kearsipan.

“Melihat kompetensi pengelolala arsip BPBD ini perlu peningkatan kualitas, paling tidak kami akan ikutkan Diklat atau Bimtek pengelolaan arsip agar mereka bisa mengelola dengan baik, sehingga bisa meraih pengelola berkualitas arsiparis,” kata Agus Maliki, Kamis (5/9/2019).

Agus Maliki juga menjelaskan perlunya penyiapan infrastruktur arsip seperti box arsip, untuk pengadaan center data arsip. Meningkatkan pengelolaan arsip ini adalah keharusan karena merupakan kewajiban setiap OPD dalam menjaga amanah terkait dengan dokumen negara yang perlu dilindungi dan dijaga.

“Perlu ada penanganan mulai dari pengelolaan sampai pada pemilahan data arsip bahkan kami sampai pada akuisisi, di dalam akuisisi ini kami bisa melihat mana arsip dinamis dan mana arsip statis,” papar Agus Maliki.

Di dalam arsip dinamis  dapat terlihat arsip yang sangat fundamental dan arsip biasa sehingga perlu mengacu pada Jadwal Retensi Arsip (JRA).

BPBD sudah memiliki JRA sehingga dapat melakukan pengelolaan arsip itu sesuai ketentuan yang ada.

Jika arsip OPD tertata baik maka akan melancarkan kegiatan di kantor, memudahkan untuk melaksankan tupoksi yang ada berikutnya, agenda kegiatan terdokumentasi yang suatu saat akan menjadi nilai sejarah bagi OPD.

 

 Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto mewakili Gubernur Gorontalo menghadiri pembukaan latihan bersama penanggulangan bencana alam di Markas Komando Resor Militer (Makorem) 133/Nani Wartabone.

Latihan bersama ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan aparat dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di Provinsi Gorontalo.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi atas inisiatif Pangdam XIII/Merdeka yang memprakarsai latihan bersama  penanggulangan bencana Alam, khususnya kebakaran hutan,” kata Sumarwoto, Rabu (4/9/2019).

Dengan latihan bersama ini, SUmarwoto yakin aparat akan terlatih dan terampil, memiliki kemampuan bekerjasama dan chemistry yang baik, sehingga akan memudahkan dan memaksimalkan peran sertanya ketika ada bencana sesungguhnya.

“Sudah tergambar siapa berbuat apa dan apa tanggung jawabnya masing-masing. Ini penting sekali, karena saat tertimpa bencana biasanya akan menimbulkan kepanikan yang luar biasa, saling mengharapkan dan bahkan saling menyalahkan,” papar Sumarwoto.

Sumarwoto mengungkap pesan Gubernur Gorontalo bahwa Pemerintah Provinsi memberi dukungan penuh upaya latihan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan.

Ke depan akan dilakukan evaluasi dan perbaiki system latihan ini agar terus mendapatkan kemajuan sehingga aparat penanggulangan bencana benar-benar terlatih dan terampil.

Dalam kegiatan ini juga digelar pameran peralatan evakuasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini juga dihadiri Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang berlangsung kompak dan sesuai dengan rencana.

Sumarwoto berharap latihan bersama ini berhasil membangun kebersamaan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Semoga Gorontalo terhindar dari bencana.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  bersama Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Nurhadi Rahim meninjau Lokasi Kebakaran hutan dan Lahan di Kecamatan Monano dan Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (30/8/2019).

Hutan dan Lahan yang terbakar cukup luas sekitar 6 Ha, Sebagian besar sudah bisa diatasi, namun siang tadi muncul lagi di 3 lokasi titik api baru, disinyalir ada kesengajaan dari masyarakat yang akan membuka lahan baru. Api merambat sangat cepat karena cuaca sangat panas dan tiupan angin cukup kencang.

“Kami berharap aparat desa menyadarkan masyarakat untuk tidak membuka lahan baru dengan cara membakar hutan, ini akan merusak lingkungan dan ekosistem,” kata Sumarwoto.

Kepala BPBD Gorontalo Utara Nurhadi Rahim juga menyesalkan tindakan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar hutan, risikonya sangat besar, bisa jadi api merambah sampai ke pemukiman warga.

Untuk mengatasi kebakaran ini BPBD Provinsi dan Kab Gorontalo Utara bejerjasama dengan TNI/Polri dan Pemadam kebakaran bahu-membahu untuk mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di Monano dan Sumalata Timur.

“Kuncinya ada di Pemerintah Desa dan masyarakat itu sendiri, kalau masyarakat menyadari risikonya dan saling mengingatkan, insyaallah kebakaran hutan bisa diatasi,” jelas Sumarwoto.

Sumarwoto juga memaparkan tim penilai kerugian yang dipimpin Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Isnandar saat ini sedang menilai dampak kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran hutan ini.

 

Pewarta : Iwandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto  membuka rapat evaluasi program bidang kesekretariatan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo.

Dalam Sambutanya Sumarwoto menegaskan bahwa evaluasi itu merupakan salah satu siklus manajemen yang sangat penting, dengan evaluasi maka akan terlihat faktor-faktor yang menghambat dan juga diketahui pula hal yang mendukung keberhasilan kegiatan.

“Selama ini kita kurang melakukan evaluasi bahkan terkesan enggan untuk dievaluasi, entah khawatir ditemukan kesalahan dan ketidaksempurnaan, padahal justru dengan evaluasi maka akan terlihat kekurangan dan akan dijadikan koreksi perbaikan di masa datang,” kata Sumarwoto, Kamis (29/8/2019).

Sumarwoto berharap kegiatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan cermat, staf dan PTT diminta mencermati, agar memiliki kemampuan yang lengkap sehingga bisa ditempatkan di mana saja untuk membantu memaksimalkan pelayanan dan pengabdian.

Kepada para esselon 3 dan 4 Sumarwoto meminta proses evaluasi yang cermat dan jujur sehingga tahun depan ada peningatan prestasi kerja.

“Selamat melaksanakan rapat evaluasi semoga diperoleh hasih yang maksimal untuk meningkatkan kinerja BPBD Provinsi Gorontalo, salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta: Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Sekolah merupakan lingkungan yang memiliki waktu lama dipadati orang, mulai pukul 07.00 - 16.30 Wita, selama itu pula siswa dan guru berada dalam satu ruang.

Jika terjadi bencana alam seperti gempa atau lainnya kemungkinan timbulnya jumlah korban yang sangat banyak. Untuk itu sekolah harus dapat mengakses informasi pengurangan risiko bencana.

Hal ini disampaikan oleh Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang menjadi narasumber dalam kegiatan workshop pelatihan simulasi Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) di SMKN 5 Kota Gorontalo, Selasa (27/8/2019).

“Pentingnya warga sekolah mendapat informasi pengurangan risiko bencana,” kata Sumarwoto.

Kegiatan ini sangat strategis untuk pengurangan risiko bencana, yang perlu disiapkan oleh sekolah adalah pembentukan gugus tugas penanggulangan bencana di sekolah yang anggotanya guru dan siswa serta relawan dari masyarakat sekitar.

“Yang kedua membuat jalur-jalur evakuasi di lingkungan sekolah, ke arah mana warga sekolah akan dievakuasi. Yang ketiga struktur bangunan diperkuat sesuai standar. Yang ke empat lakukan latihan dan simulasi secara berkala. Dengan latihan maka warga sekolah akan tahu prosedur evakuasi dan penyelamatan,” jelas Sumarwoto.

Pada akhir pemaparan Sumarwoto berharap dukungan DPRD Provinsi Gorontalo dan institusi terkait seperti TNI/POLRI, PMI pemerintah setempat untuk bersama-sama melakukan mitigasi.

“BPBD Provinsi Gorontalo siap mendukung kegiatan Sekolah Madrasah Aman Bencana. Salam Tangguh. Salam Kemanusiaan,” pungkas Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Organisasi dan tata kerja suatu lembaga itu sangat dinamis sesuai dengan tantangan dan tuntutan zaman, oleh karena setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi perlu melakukan evaluasi analisis jabatan di institusinya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo saat menerima Tim Analisis Jabatan (Anjab) dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan lembaga terkait di ruangan rapat BPBD.

Rombongan ini dipimpin oleh Ismail Pomalingo Kepala Bidang Pengembangan BKD Provinsi Gorontalo.

“Kami berharap agar setiap eselon 3 dan 4 bisa memotret dan memetakan kebutuhan SDM melalui evaluasi Anjab,” kata Sumarwoto dalam sambutan penerimaannya, Selasa (27/8/2019).

Sumarwoto memaparkan hasil Anjab tahun lalu masih belum maksimal, ada beberapa jabatan yang masih kosong dan stafnya sangat minim, ia minta bisa dikembangkan sampai ke jabatan fungsional.

Selanjutnya Sumarwoto berharap BPBD bisa menambah staf yang kompeten untuk memaksimalkan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) dan juga staf yang memiliki kompetensi pengoperasian Radio komunikasi untuk kordinasi dan pelaporan ke BNPB.

Terhadap permintaan Sumarwoto ini, Ismail Pomalingo bersama tim menyambut baik atas masukan dan saran-saran dari eselon 3 dan 4 Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Rian Saleh (14) Siswa SMP Negeri 8 Kota Gorontalo yang mengalami musibah tenggelam di Pantai Indah Kelurahan Pohe ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Rian Saleh yang beralamat di jalan Palma Kelurahan Libuo Kota Gorontalo ini

Menurut saksia mata yang bernaa Pak Yo, pada Sabtu (24/8/2019) pukul 15.20 Wita, Rian Saleh bersama 6 temannya berada di Pantai Indah untuk mandi. Mereka kemudian diseret ombak , Rian saleh yang posisinya paling belakang tidak dapat menyelamatkan diri meskipun Pak Yo sudah berusaha menolongnya dengan sebatang bambu. Rian saleh hilang terseret ombak.

Upaya pertolongan dilakukan oleh gabungan instansi, Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan berkoordinasi dengan BPBD Kota Gorontalo dan Kantor Pencarian dan Pertolongan, serta Tim dari Kepolisian Perairan. Mereka mencarikan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Pada Minggu (25/8/2019) dilakukan pencarian lagi mulai pukul 05.40 Wita dengan teknik selam yang melibatkan BPBD, Kantor Pencarian dan Pertolongan dan masyarakat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Kali ini mereka melakukan penyelaman hingga kedalaman 10-15 meter. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad Rian Saleh pada  kedalaman 15 m oleh masyarakat dengan menggunakan kompresor.

“Korban diserahkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan yang kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung menuju lokasi saat mendengar laporan musibah tenggelamnya seorang anak.

Musibah yang terjadi pada Sabtu (24/8/2019) ini berlokasi di Pantai Indah Pohe, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo.

“Rian Saleh Siswa SMPN 8 Kota Gorontalo tenggelam di Pantai Indah Gorontalo. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung melakuan kordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kota Gorontalo untuk segera melakukan pencarian dan evakuasi selama tanggap darurat,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Sambil menunggu upaya pencarian, Sumarwoto berharap kedua orang tua dan keluarga sabar dan berdoa agar korban bisa segera ditemukan.  

“Kepada masyarakat diingatkan agar di musim kemarau ini hati-hati karena angin kencang dan memicu gelombang besar, kalau berlibur di pantai agar hati-hati dan anak-anak dipantau, jangan berenang terlalu ketengah, dan yang tidak tahu berenang sebaiknya jangan turun di air,’ kata Sumarwoto.

Upaya pencarian oleh TRC BPBD dilakukan pada hari pertama, namun belum mendapatkan hasil.

 

Pewarta : iswandi Jusuf – BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo