>

GORONTALO – Iron Hamzah, korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Dembe II, Kec Kota Utara, Kota Gorontalo mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalpo, Minggu (28/7/2019).

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah dan berdoa agar keluarga korban sabar atas musibah yang menimpa,” kata Sumarwoto .

Sumarwoto  juga menghimbau masyarakat agar hati-hati saat musim kemarau karena sering ada angin kencang yang tiba-tiba muncul.

Dalam membantu korban bencana alam putting beliung ini, BPBD sementara melakukan koordinasi untuk rehabilitasi ringan dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Gorontalo.

Di akhir sambutannya Kepala Pelaksana BPBD menyambut baik upaya Pemerintah Kelurahan Dembe II Kota Gorontalo dan berpesan agar masyarakat hati-hati terhadap ancaman bencana kebakaran yang akhir-akhir ini menimpa wilayah Kota Gorontalo.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

MANADO - Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo  melaksanakan Latihan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan sekaligus Family Gathering di Obyek Wisata Kai Santi, Kota Tomohon.

Meskipun di Provinsi Gorontalo tidak memiliki ancaman gunung berapi, namun TRC adalah aset nasional yang harus siap diterjunkan di manapun ketika ada bencana.

Sehingga diperlukan kesiapsiagaan semua personil BPBD. Kapan pun dan di mana pun di wilayah Indonesia ada panggilan untuk menolong dan mengatasi bencana, para awak BPBD Gorontalo siap menjalankan tugas.

“Tidak ada ancaman gunung berapi, namun TRC adalah aset nasional yang harus siap diterjunkan di manapun ketika ada bencana,” kata Sumarwoto,  Kepala Pelaksana BPBD Sumarwoto, Sabtu (27/7/2019).

Sumarwoto menambahkan, oleh karena itu para staf BPBD harus dibekali dengan berbagai kompetensi.

Kota Tomohon dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena disana ada Gunung Lokon yang merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia.

Selain itu Sumarwoto menekankan perlunya refreshing bagi pegawai BPBD, sehari-hari bergelut dengan kegiatan kebencanaan yang penuh dengan tekanan, kesedihan, keharuan yang campur aduk, sehingga menimbulkan kejenuhan, oleh karena itu  perlu kegiatan refreshing seperti family gathering ini.

“Saya berharap teman-teman kembali dengan semangat kerja baru, terbangun kebersamaan dan kerjasama yang kuat,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

MANADO - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menutup Workshop Local Goverment Self Assessment Tool (LG-SAT) yang sudah berlangsung selama 3 hari di Hotel Whiz Prime Kota Manado, Jumat (26/7/2019).

LG-SAT ini strategis dan penting karena dapat diketahui seperti apa posisi indeks ketahanan kebencanaan di tiap kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

LG-SAT menyajikan perangkat penilaian untuk mengevaluasi kesiapsiagaan BPBD di tiap daerah dalam penanggulangan bencana.

“Dari 5 kabupaten dan 1 kota diperoleh skor bahwa Kabupaten Bone Bolango dengan skor 0,53 (sedang) dan 4 daerah lainnya rendah, sementara untuk provinsi pada skor 0,63 (sedang),” kata Sumarwoto. 

Sumarwoto berharap kegiatan ini dilanjutkan di daerah masing-masing dan dilengkapi dengan bukti fisiknya.

“Untuk menjaga netralitas penilaiannya ke depan yang akan menilai kabupaten/kota adalah tim dari provinsi dan untuk provinsi yang menilai harus tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujar Sumarwoto.

Secara bertahap BPBD Provinsi Gorontalo akan benahi terutama yang bersifat administratif untuk dimaksimalkan, seperti dokumen Standard Operational Prosedure (SOP), peraturan lainnya.

“Saya berharap di akhir tahun dokumen penilaian kapasitas ini bisa kita antar ke BNPB dan dimuat di  InaRisk. Mari kita jaga kerjasama ini dengan baik, aparat menjadi contoh tauladan bagi rakyatnya untuk mewujudkan ketangguhan bangsa,” kata Sumarwoto.

Selama kegiatan, Sumarwoto mengapresiasi keseriusan peserta, ini menunjukkan besarnya komitmen para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di daerah masing-masing.

Dari instrumen ini akan terlihat indeks ketahanan daerah masing-masing yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan indek resiko bencana.

Intrumen pertanyaan yang diisi dengan jujur, teliti dan cermat, akan menghasilkan data dan informasi yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun  Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana daerah.

Workshop LG-SAT Tingkat Provinsi Gorontalo berlansgung selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019) dengan peserta dari BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota yang jumlah 60 orang.

 

Pewarta : iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

MANADO -  Workshop Local Goverment Self Assessment Tool (LG-SAT) yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo di Whiz Prime, Kota Manado, Sulawesi Utara diisi dengan arahan dan pengisian kuesioner Perangkat Penilaian Indek Ketahanan daerah.

Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo secara langsung memantau dan memberikan arahan pengisian kuesioner ini pada seluruh peserta yang berasal dari BPBD kabupaten dan kota.

“Pengisian perangkat penilaian ini sangat penting, untuk mengevaluasi kesiapan daerah kita masing-masing dalam penanggulangan bencana,” kata Sumarwoto, Kamis (25/7/2019).

Sumarwoto mengapresiasi keseriusan peserta, ini menunjukkan besarnya komitmen para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di setiap daerah.

Dari pengisian instrumen ini akan terlihat indeks ketahanan daerah masing-masing yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan indek resiko bencana.

“Intrumen ini harus diisi dengan jujur, teliti dan cermat, sehingga hasilnya dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun  Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana di daerah kita masing-masing,” ujar Sumarwoto.

Workshop LG-SAT Tingkat Provinsi Gorontalo berlansgung selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019) dengan peserta dari BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota yang jumlah 60 orang.

 

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO – Untuk mempererat kerjasama antarlembaga Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja di BPBD Sulawesi Utara.

Kunjungan  ini dilakukan pada Kamis (25/7/2019) yang bertempat di Jalan Bethesda no 16 Kota Manado.

‘Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama, saling berbagi pengalaman dalam penanggulangan bencana,” kata Sumarwoto, Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

BPBD Sulawesi Utara lahir lebih dulu dibandingkan BPBD Gorontalo, sehingga memiliki pengalaman, sarana dan prasarana dan kuantitas serta kualitas SDM yang lebih memadai.

Selain itu pengalaman penugasan di daerah bencana menjadi salah satu agenda berbagi pengalaman yang dapat djadikan pelajaran.

“Ke depan kerjasama ini akan lebih ditingkatkan seperti pelatihan optimalisasi Tim Reaksi Cepat, manajemen pengelolaan Pusdalops dan Kegiatas mitigasi bencana,”ujar Sumarwoto.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Joy Oroh menyambut baik kunjungan kerja ini dan berjanji untuk meprogramkan berkunjung ke BPBD Gorontalo dan membuat kegiatan di Gorontalo.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

 

MANADO – Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menggelar Optimalisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) di Hotel Kawanua Manado.

Selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/2019) 30 orang peserta yang berasal dari BPBD kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo dibekali beragam keterampilan dan pengetahuan penanganan kebencanaan secara professional. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kawanua, Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Optimalisasi Tim Reaksi Cepat ini sangat strategis karena kinerja TRC menggambarkan kepedulian pemerintah dalam penanggulangan bencana, TRC maknanya pemerintah peduli terhadap rakyatnya, oleh karena itu diminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Gorontalo, Kamis (25/7/2019).

Tantangan yang dihadapi BPBD dalam penanggulangan bencana ke depan makin berat, untuk itu TRC perlu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan mentalnya, agar memiliki ketangguhan dalam melaksanakan tugas.

“Tanamkan rasa ikhlas dalam bekerja dan selalu jalin kerjasama baik di lingkungan internal maupun antarkabupaten/kota dengan provinsi,” ujar Sumarwoto.

Pewarta : Iswandi Yusuf - BPDB

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MANADO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melaksanakan Workshop  Local Goverment Self Assessment Tool (LG-SAT) yang bertempat di Grand Whiz selama 3 hari, Rabu-Jumat (24-26/7/ 2019).

LG-SAT ini diikuti 60 orang peserta dari dari BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.

“LG-SAT ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran aparat pemerintah, lembaga organisasi dalam upaya pengurangan risiko bencana, memetakan dan memahami kesenjangan dan tantangan resiko bencana,” kata Sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Kamis (25/7/2019).

Sumarwoto menambahkan kegiatan penilaian kapasitas ini sangat penting karena satu daerah yang tidak memiliki data kapasitas, termasuk SDM dan ancaman yang ada di wilayahnya maka daerah itu kurang memiliki kesiapan ketika ada bencana.

“Provinsi Gorontalo memiliki resiko ancaman yang cukup tinggi terutama ancaman gempa bumi, di mana di tengah pulau provinsi Gorontalo ini terdapat patahan Gorontalo yang membentang dari kota Gorontalo membelah sampai ke kabupaten Gorontalo Utara,” ujar Sumarwoto.

Ia berharap BPBD Kabupaten/Kota, OPD terkait, perguruan tinggi bersama-sama melakukan kajian kapasitas risiko bencana selama 3 hari.

Ada 3 alasan pelaksanaan LG-SAT  yang dilakukan di wilayah Sulawesi Utara ini, pertama kebutuhan konsentrasi yang besar sehingga diharapkan peserta lebih focus, yang kedua Gorontalo dan Sulawesi Utara (Sulut) memiliki hubungan yang erat sejak dulu sehingga kegiatan ini sebagai silaturahim dengan BPBD Sulut, dan ketiga BPBD Provinsi Gorontalo juga melakukan kegiatan koordinasi kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dilakukan di Hotel Kawanua. Yang ketiga terkait potensi bahaya gunung meletus sehingga dapat melengkapi pengetahuan serta belajar pola penanganan bencana seperti ini.

“TRC adalah aset nasional yang dapat dikerahkan kapan saja dan di mana saja berada,” kata Sumarwoto.

 Kerjasama antarinstansi BPBD kabupaten/kota sangat penting dilakukan, termasuk mengelar simulasi menghadapi kebencanaan di lapangan. Ini dibutuhkan agar mampu menghadapi tantangan dan ancaman yang besar sewaktu-waktu muncul.

BPBD juga mewaspadai ancaman gempa bumi akibat patahan Gorontalo yang bisa berdampak besar pada ini 3 daerah, kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo.

 Di 3 daerah ini terdapat 9 kecamatan, 40 kelurahan/desa dan kurang lebih 108 ribu jiwa warga yang terancam.

“Semua BPBD harus memiliki kesiapan yang lebih baik saat bencana terjadi,” kata Sumarwoto.

Namun demikian ia mengatakan dari hasil kajian patahan yang mengiris Gorontalo ini bergerak sangat lamban, dalam setahun bergerak sekitar 0.011 milimeter.

 

Pewarta : Iswandy Yusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Keluarga Sudirman Husain di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mendapat bantuan tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Sudirman Husain adalah korban kebakaran yang menghanguskan rumahnya pada Senin (15/7/2019).

Kronologi kejadian kebakaran ini dipicu oleh arus pendek listrik saat penghuni rumah memasang pompa air. Ruslianto Husain yang saat itu sedang menyalakan saklar untuk mengetes aliran listrik pompa air.

Saat itu juga terdengar bunyi yang disertai asap tebal dari atas rumah, material rumah yang kering pun terbakar pada pukul 12:30 wita.  Akibat kebakaran ini keluarga Sudirman Husain mengalami kerugian Rp350 juta.

Untuk meringankan beban hidup akibat bencana ini, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menyerahkan bantuan.

“Ini merupakan Bantuan Tanggap Darurat untuk korban bencana kebakaran yang menimpa keluarga Sudirman Husain di Kelurahan Bulotadaa Timur, semoga bisa membantu mereka,” kata Sumarwoto, Kamis (18/7/2019).

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui BPBD memberi bantuan berupa beras 1 koli (50 kg), mi instan 2 dos, selimut, matras, kidware, tenda 2 buah, dan perlengkapan sekolah 1 set.

Sumarwoto berpesan agar masyarakat mencermati rumahnya masing-masing terutama instalasi listriknya, dihindari saklar yang tumpang tindih karena bisa mengakibatkan konsleting yang memicu kebakaran.

 

Pewarta : Iswandy Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO –  Ratusan siswa baru SMK Negeri 5 Kota Gorontalo mendapat materi kebencanaan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diperuntukkan kepada para siswa baru.

Dalam paparan tentang Pengurangan resiko bencana, Sumarwoto, Kepala BPBD memberi apresiasi kepada Kepala Sekolah dan jajaranya atas inisiatif mengundang BPBD.

“Sekolah adalah lingkungan yang rawan bencana karena banyak orang dalam kurun waktu agak lama,” ujar Sumarwoto, Rabu (17/7/2019).

Sumarwoto menyarankan 1-2 tahun sekolah selalu mengadakan simulasi menghadapi bencana yang berbeda, misalnya tahun ini gempa, tahun depan banjir dan sebagainya.

Juga perlu dibangun atau membemberi informasi papa kebencanaan dan jalur evakuasi yang dipasang di lingkungan sekolah, sehingga anak-anak ada panduan lari (arah) ke mana jika ada bencana gempa.

“BPBD selalu komitmen bekerjasama dan membantu Sekolah dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : iswandi Jusuf - BPDB

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO  - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto, menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)  Kota Gorontalo.

Kegiatan dini laksanakan oleh Dinas PUPR Kota Gorontalo, Selasa (16/7/2019) di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo.

Menurut Sumarwoto, Kota Gorontalo termasuk daerah yang memiliki potensi rawan bencana. Bencana yang berpotensi terjadi adalah banjir, tanah longsor, kebakaran dan gempa tektonik.

“Kota Gorontalo merupakan daerah yang memiliki patahan sehingga berpotensi terjadi gempa tektonok,” kata Sumarwoto.

Sumarwoto memaparkan, patahan ini melewati Kecamatan Hulontalangi dan Kecamatan Kota Barat. Selanjutnya Sumarwoto menyarankan agar wilayah yang dilewati patahan agar dibatasi untuk pengembangan pemukiman.

Ia juga menyarankan untuk mempertahankan ruang terbuka hijau untuk titik evakuasi, membangun embung dan memperbaiki drainase.

Di akhir paparan sumarwoto berharap agar masyarakat berhati-hati terhadap ancaman bencana kebakaran.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Halaman 4 dari 5
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama