>

GORONTALO - Bidang Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2019 tentang tata naskah dinas di ruang Diorama Mopo'o piyohu Lipunto, Rabu (4/12/2019).

Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2019 ini diikuti oleh para sekertaris dan kepala subbagian umum dan kepegawaian lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dibuka oleh kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep P Koton dengan menghadirkan narasumber Yahya Ichsan, Arsiparis Ahli Madya.

“Maksud dan tujuan sosialisasi ini adalah sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan tata naskah dinas yang bertujuan menciptakan kelancaran komunikasi tulis yang efektif dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Yosep P Koton.

Yosep Koton juga menyampaikan tata naskah dinas sangat penting bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan roda pemerintahan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 33 tahun 2019.

“Kami berharap para sekretaris dan kasubag umum dan kepegawaian mengikuti dengan seksama apa yang disampaikan oleh narasumber,” ujar Yosep Koton.

Sementara itu Yahya Ichsan dalam pemaparannya menyampaikan bahwa yang menjadi dasar dari sosialisasi pergub ini adalah Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU nomor 43 tahun 2009, Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54 tahun 2009 tentang naskah dinas di lingkungan pemerintah daerah, Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) nomor 2 tahun 2014 tentang pedoman tata naskah dinas dan Peraturan Gubernur nomor 33 tahun 2019 tentang tata naskah dinas di lingkungan pemerintah provinsi.

“Pengertian tata naskah dinas adalah pengaturan tentang jenis, format, penyiapan, pengamanan, pengabsahan, distribusi dan penyimpanan naskah dinas serta media yang digunakan dalam komunikasi kedinasan,” kata Yahya Ichsan.

Sementara naskah dinas adalah informasi tertulis sebagai alat komunikasi kedinasan yang dibuat dan atau dikeluarkan oleh pejabat berwenang dilingkungan pemerintah daerah.

“Fungsi tata naskah dinas untuk memenuhi  atensitisitas dan reliabilitas arsip, menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan utuh serta mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen penyelenggaraan negara, memori kolektif bangsa dan simpul pemersatu bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Yahya Ichsan.

 

Pewarta: Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Bidang Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melaksanakan rapat evaluasi penilaian lomba pengelolaan kearsipan tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo, Rabu (4/12/2019) bertempat di ruang Diaroma Mopo'o Piyohe Lipunto.

Pertemuan yang diikuti oleh para sekretaris dan kepala Sub-Bagian Kepegawaian setiap OPD ini dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosef P Koton.

Dalam sambutannya, Yosep P Koton  menyampaikan rapat ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keberadaan penataan arsip di masing-masing OPD, karena dalam 2 tahun terakhir Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sudah melakukan pembinaan yang intensif berupa bimbingan teknis, sosialisasi, pendampingan dan  diskusi terpumpun.

“Diharapkan sudah ada perubahan yang signifikan terkait pengelolaan arsip OPD,” kata Yosep P Koton kepada peserta rapat.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebagai lembaga kearsipan daerah provinsi mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam membina dan mengelola kearsipan di lembaga kearsipan kabupaten/kota, OPD provinsi, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Yosep P Koton menjelaskan, salah satu kegiatan yang mendukung tugas dan tanggung jawab tersebut adalah dengan melakukan pengawasan internal yang dikemas dalam bentuk lomba pengelolaan kearsipan di OPD Provinsi Gorontalo yang pada prinsipnya bertujuan untuk memberikan motivasi terhadap penataan arsip yang lebih baik lagi dan bukan untuk mencari juara.

Yosef juga menyampaikan berdasarkan himbauan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait pengawasan internal secara nasional akan dilaksanakan pada tahun 2020, namun Provinsi Gorontalo mengambil inisiatif untuk selangkah lebih maju dari daerah lain sehingga di tahun 2020 diharapkan pengelolaan arsip di OPD sudah mengalami peningkatan signifikan.

Dalam kegiatan lomba dan pengawasan internal ini terdapat hasil penilaian yang akan dipaparkan oleh tim penilai berupa poin-poin yang harus dilengkapi dan segera dilaksanakan oleh OPD guna terwujudnya pengelolaan kearsipan sesuai dengan kaidah kearsipan, seperti petugas pengelola arsip di masing-masing bidang/bagian yang fokus dalam tugas kearsipan. Tugas ini ditetapkan oleh kepala OPD serta sarana-prasarana pendukung lainnya.

“Untuk itu kami mengharapkan kepada sekertaris dan Kasubag umum dan kepegawaian masing-masing OPD dapat menindaklanjuti   penilaian maupun rekomendasi tersebut,” ujar Yosep P Koton.

 

Pewarta: Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan kegiatan perpustakaan berbasis Inklusi sosial bersama maesto seni lukis, Fandy Rais.

Kegiatan ini berlangsung di teras dinas pada Rabu (20/11/2019) yang diikuti oleh 50 orang perwakilan siswa SMA negeri 4, SMK Negeri 4, SMA Negeri 3 Kota Gorontalo yang berbakat di bidang seni lukis.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan minat para siswa siswi berkunjung keperpustakaan serta membantu mengembangkan hobi para siswa siswi dalam seni lukis,” kata Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo.

Syahrudin Porindo dalam arahannya juga menyampaikan banyak terima kasih kepada seniman Fandy Rais yang telah bersedia membagi ilmunya kepada siswa tentang bagaimana cara melukis yang baik.

“Minat baca di Provinsi Gorontalo masih rendah, berkisar 29,9 persen di bandingkan dengan minat baca nasional yang telah mencapai 59,9 persen sehingga berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca, salah satunya dengan kegiatan inklusi sosial belajar bersama maestro lukis Fandy Rais,” ujar Syahrudin Porindo.

Syahrudin Porindo  juga menyampaikan bahwa di dalam Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pada pasal 2 disebutkan bahwa perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokratis, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.

Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan mengemban amanah sebagai tempat pembelajaran dan kemitraan bagi masyarakat yang dikelola secara profesional dan terbuka bagi semua kalangan,sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan dapat diukur capaian kinerja bagi keaejahteraan masyarakat.

Dengan berbasis inklusi sosial perpustakaan memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi masyarakat. Perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan upaya meningkatkan akses kepada masyarakat agar mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Disamping menyelenggarakan inklusi sosial seni, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo juga melaksanakan inklusi belajar komputer dan belajar berbahasa Inggris yang melibatkan tenaga pengajar yang berkompoten di bidangnya masing-masing.

“Kami berharap para siswa dapat mengikuti dengan seksama apa yang diajarkan oleh Pak Fandy rais sehingga bermanfaat dalam mengembangkan bakat,” ujar Syahrudin Porindo.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

MARISA- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar kemah bakti literasi tahun 2019 bertempat di Taman Pemuda Blok Plan Kantor Bupati Pohuwato, Rabu-Kamis (6-7/11/2019)

Kemah Bakti Literasi diikuti oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten/kota yang masing masing mengirimkan utusan berjumlah 50 orang.

Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Yosep P Koton, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menggaungkan, mempublikasikan dan meningkatkan aktifitas literasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Kami juga menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi dalam kegiatan literasi, serta menjaga dan melestarikan budaya literasi di Gorontalo. Silaturrahim dan berbagi pendapat antarpeserta Kemah Bakti Literasi akan menciptakan rasa persaudaraan dan kebersamaan antara pegiat literasi,” kata Yosep Koton, Rabu (6/11/2019).

Tema Kemah Bakti Literasi tahun ini adalah Stop Ocean Plastic Polution (bebaskan laut dari sampah plastik).

Kemah Bakti Literasi dibuka olehs staf ahli gubernur, Husen Hasni. Dalam sambutannya, Husen Hasni mengatakan berdasarkan riset terbaru minat baca masyarakat Indonesia saat ini berada di peringkat 16 dari 30 negara di dunia,

hal tersebut sesuai survey yang dilaksanakan Perpustakaan Pusat Nasional (Perpusnas) yang menyatakan minat baca masyarakat Indonesia secara keseluruhan adalah 52,9 persen. Sementara khusus Provinsi Gorontalo hanya 29,9 persen.

Bila minat baca masyarakat ini digabungkan dengan minat baca siswa,mahasiswa dan PNS maka angkanya 39,4 persen, angka ini masih rendah jika dibandingkan dengan minat baca nasional yang telah mencapai 52,9 persen.

“Berbagai inovasi dalam membudayakan gemar membaca terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Husen Hasni

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus.

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Pohuwato

PAGUYAMAN – Program Iqro Mopalaiyo Utilapulo (IMUT) digelar di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Selasa (29/10/2019).

Program ini merupakan upaya meningkatkan minat baca masyarakat, memberi pengetahuan dan meningkatkan semangat berinovasi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Peningkatan kapasitas masyarakat melalui membaca ini akan meningkatkan ketrampilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Buku adalah jendela dunia, diibaratkan sebuah rumah yang tanpa jendela kita tidak akan bisa melihat dan mengetahui apa yang terjadi diluar, budaya membaca ini juga sudah ada sejak zaman nabi yaitu iqro yang artinya bacalah. Jika kita ingin maju harus perbanyak membaca sehingga ketrampilan pengetahuan kita bisa bertambah,” kata Yosef Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Program IMUT merupakan program layanan untuk memperdayakan masyarakat dan juga bersifat inklusi sosial.

Kegiatan yang dihadiri oleh ibu rumah tangga, kelompok usaha rumah tangga dan narasumber Farida sebagai pembuat sambal goreng dari jantung pisang.

"Dengan sambal ini kita bisa hemat biaya, daging yang harganya berkisar Rp 120 000/kg ini sangat dirasakan oleh kita masyarakat golongan menengah kebawah, tapi dengan adanya sambal goreng sebagai pengganti daging ini kita bisa menghemat biaya jauh lebih murah dengan hanya bermodal sekitar Rp50 ribu bisa membuat 1 panstove sambal goreng, saya menjualnya dengan harga Rp150 ribu," jelas Farida.

 

Pewarta : Domy – Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo
Rabu, 30 Oktober 2019 17:16

Sebanyak 50 Pustakawan Ikuti Uji Kompetensi

GORONTALO - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggelar uji kompotensi jabatan fungsional pustakawan tahun 2019 bertempat di aula SMK Negeri I Kota Gorontalo, Rabu (30/10/2019).

Sebanyak 50 orang pustakawan yang berasal dari kabupaten, kota serta provinsi ikut dalam uji kompetensi ini, sebelumnya mereka telah melalui tahap pendaftaran dan verifikasi berkas oleh panitia pusat dan berhak mengikuti ujian.

Tim penguji kompetensi pustawan dari Perpusnas adalah Hendra Setiawan dan Arifah Sismita, keduanya adalah Pustakawan Ahli Madya.

“Tujuan uji kompotensi jabatan fungsional ini merupakan salah satu proses pengangkatan ASN ke dalam jabatan fungsional melalui Inpasing serta untuk memfasilitasi pustakawan yang akan naik jabatan,” kata Hendra Setiawan.

Uji kompotensi jabatan fungsional pustakawan dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi gorontalo, Yosep P Koton.

Yosep P Koton menyampaikan apresiasi kepada tim penguji Perpusnas yang telah memprioritaskan Provinsi Gorontalo dalam pelaksanaan uji kompotensi pustakawan ini.

“Pelaksanaan uji kompotensi pustakawan yang dilaksanakan mengacu pada Perka Perpusnas nomor 3 tahun 2019 tentang tata cara pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional pustakawan melalui penyesuaian/inpasing,’ kata Yosep P Koton.

Yosep P Koton menambahkan dalam rangka pemenuhan kebutuhan jabatan fungsional pustakawan perlu dilakukan pengangkatan pegawai negeri sipil ke dalam jabatan fungsional pustakawan melalui penyesuaian/inpasing pada instansi pusat dan instansi daerah.

“Kepada peserta diharapkan dapat mengikuti ujian ini dengan baik dan semoga lulus semuanya,’ tutup Yosep P Koton.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di ruang rapat, Senin (28//10/2019).

Kegiantan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kearsipan bagi para pengelola yang berasal dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.

"Jika kita tidak menata arsio dengan baik, maka akan terjadi penumpukan dan bisa menjadi sampah, kita harus menciptakan sadar dan tertib arsip, dengan melalui JRA ini kita bisa menentukan Arsip yang bernilai sejarah, dan yang tidak bernilai akan kita musnahkan sesuai peraturan dan UUD yang berlaku agar kita terhindar dari berurusan dengan pihak berwajib," kata Yosef P Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam sambutan pembukaan Bimtek.

Jadwal Retensi Arsip adalah daftar yang berisi sekurang-kurangnya jangka waktu penyimpanan atau retensi jenis arsip dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penataan jenis Arsip.

JRA menjadi pedoman oleh pengelola pada lembaga pencipta arsip di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusutan yang berupa penataan, penyelamatan dan pemusnahan arsip.

“Memelihara dan perawatan arsip dimaksudkan untuk melindungi, mengatasi, dan mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan arsip dan informasinya serta menjamin kelangsungan hidup arsip dari kemusnahan,” ujar Yosep Koton.

Dalm Bimtek ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menghadirkan narasumber Rudi ASaputra, Arsiparis Ahli Madya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan peserta yang berasal Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Domy  - Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Tim Tarian sajojo Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo berlaga di arena lomba pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Tentara Nasional Republik Indonesia di Provinsi Gorontalo.

Mereka menampilkan gerakan enerjiknya di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Kamis (24/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dinas, badan serta kantor di lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo dan jajaran TNI/Polri dan Persit dan Bhayangkari.

“Tujuan kegiatan ini, sesuai arahan Panglima TNI kepada seluruh pimpinan instansi baik di pusat dan di daerah untuk mempererat tali silaturrahim di antara sesama komponen anak bangsa, agar tercipta kedamaian dan peraatuan di antara kita demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo.

Yosep Koton sangat mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih kepada Aparat Sipil Negara dan pegawai Tidak Tetap yang telah berpartisipasi pada kegiatan lomba Tari Sajojo ini.

Yosep berharap dengan keikutsertaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan pada kegiatan ini untuk menggalakkan tali silaturrahim dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pewarta : Suleman - Dinas Arpus

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Pengawasan pengelolaan arsip sangat penting untuk menciptakan tertib arsip di lembaga kearsipan kabupaten maupun kota di Provinsi Gorontalo.

Tertib arsip ini dapat dirasakan saat dibutuhkan, dapat dengan mudah dan cepat memperolehnya sehingga pelayanan ke masyarakat sangat cepat dan berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Yosep Koton, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo pada rapat penyusunan laporan monitoring tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan kabupaten/kota, Rabu (9/10/2019).

Yosep Koton menjelaskan sejumlah peraturan seperti Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, turunannya Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 dan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 38 tahun 2015 tentang pedoman pengawasan Kearsipan.

Regulasi ini menegaskan penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengolahan arsip yang andal, perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan, keselamatan dan keamanan arsip, keselamatan aset nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kearsipan.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka penyelenggaraan kearsipan harus sesuai dengan prinsip, kaidah dan standar kearsipan. Untuk menjamin pencipta arsip baik di pusat maupun di daerah menyelenggarakan  kearsipan maka dilaksanakan pengawasan kearsipan.

“Pengawasan kearsipan merupakan tanggung jawab Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai penyelenggaraan kearsipan nasional,” kata Yosep Koton.

Kegiatan yang menghadirkan tim monitoring TLHP Kabupaten Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo serta Kota Gorontalo ini dilaksanakan di hotel Grand Q selama 2 hari dengan narasumber Nurgamah dari ANRI.

 

Pewarta : Domy – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

TILANGO -  Ada yang berbeda pada pelayanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Kali ini, untuk lebih menarik perhatian bagi siswa, Tim Perpusling menyodorkan hadiah kepada siswa siswi di 3 sekolah yang berani tampil menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.

“Dengan hadiah atau bingkisan sederhana yang kita berikan kepada para siswa ini, intinya kita dari Dinas Arpus Provinsi Gorontalo ingin lebih mendorong dan menumbuhkan minat baca anak-anak sekolah,” kata Kepala Bidang Perpustakaan, Syahrudin Porindo pada pelaksanaan perpustakaan keliling di halaman Kantor Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, Rabu (18/9/2019).

Syahrudin mengutarakan, pada awalnya Dinas Arpus setiap harinya melayani para pembaca di kantor saja. Namun pelayanan di kantor ini dinilai belum cukup, untuk itu Dinas Arpus melakukan pelayanan dengan cara penggunaan perpustakaan keliling.

“Memang untuk tahun ini target pembaca atau pemustaka yang harus kita capai adalah sebesar 21.000 pemustaka dan hingga akhir agustus baru sekitar 11 ribuan, sehingga itu kita menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah,”tutur Syahrudin Porindo.

Menurutnya, minat baca masyarakat di Provinsi Gorontalo baru 39 persen, masih dibawah rata-rata nasional yakni sebesar 52 persen. Salah satu program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yakni Perpusling menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat.

Jenis buku yang sering dibaca oleh para siswa pada layanan perpusling pada umumnya yang bergenre fiksi dan buku cerita. Untuk pelayanan di desa Dinas Arpus Provinsi Gorontalo membawa buku-buku yang disesuaikan dengan kondisi geografis, misalnya saja desa yang ada di pinggiran laut atau pantai maka buku yang ditawarkan adalah buku yang berisi tentang kelautan.

Pada pelaksanaan perpusling kali ini ada tiga sekolah yang telah dilayani yaitu SD N 6 Tilango, SDN 8 Tilango dan SD N 9 Tilango dengan total sekitar 90 siswa. Masing-masing sekolah juga turut mempersembahkan yel-yel untuk meramaikan kegiatan perpusling tersebut. Hadir pula pada perpusling tersebut, Camat Tilango Evy S. Neu, pengurus perpustakaan desa serta aparat kantor Kecamatan Tilango.

 

Pewarta : Boerhand - Humas

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo