>

GORONTALO - Tindak lanjut pelantikan pejabat administrator dan pengawas yang dilaksanakan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bertempat di Bele li mbui beberapa hari lalu, Dinas Pangan menggelar serah terima jabatan administrator dan pengawas bertempat di Aula kantor dinas, Rabu (15/01/2020).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengatakan mutasi ini hal yang biasa karena organisasi Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat besar.

“Kami yakin dan percaya saudara yang hari ini serah terima jabatan adalah yang terbaik dan selalu jaga harmonisasi dalam rangka peningkatan kinerja  di Dinas pangan,” kata Sutrisno.

Sutrisno menanggapi laporan rapat koordinasi dan evaluasi hasil kerja serapan anggaran Dinas Pangan tahun 2019, ia mengucap syukur karena Dinas pangan mendapatkan peringat ke-3 terbaik dalam pengelolaan serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Ini hasil kerja keras kita semua, yang ikhlas dan diridai Allah SWT,” ujar Sutrisno.

Ia berharap pejabat yang ikut serah terima jabatan ini dapat menyesuaikan dengan tupoksi yang menjadi tanggung jawabnya, berkomunikasi, koordinasi dalam melaksanakan tugas, siap berkerja sama dan berinovasi.

Pejabat administrator dan pengawas yang mengikuti serah terima jabatan adalah Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Zakiya Beserewan diserahterimakan ke Helly Mangundap yang sebelumnya Kepala Seksi Kelembagaan Koperasi pada Dinas Koperasi UMK Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Seksi Manajemen Mutu Rahmanto Latief pada UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan (BPMKP) diserahterimakan ke Rena Mosii yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan, Kepala Seksi Harga Pangan Abd Rahman Doda diserahterimakan kepada Rahman Latif yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Manajemen Mutu (BPMKP), Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan Rena Mosii diserahterimakan ke Abd Rahman Doda sebelumnya Kepala Seksi Harga Pangan.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pangan Niveata Paramata, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dharmawaty Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan M Ridwan Najamuddin, Kepala UPTD (BPMKP) Ibnu Suprayogi dan staf pegawai Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta :  Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga lain untuk pengentasan daerah rawan pangan di Indonesia, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melaksanakan PKS dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel New Sentris, Kamis (9/1/2020).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan sebagai gerakan Pengentasan Daerah Rawan Pangan (PDRP) di Provinsi Gorontalo yang menjadi skala prioritas.

“Di Gorontalo daerah rawan pangan prioritas 1 atau daerah sangat rawan pangan ada 23 desa dan prioritas 2, daerah rawan pangan terdapat 31 desa yang tersebar di kabupaten dan kota,” kata Sutrisno.

Sutrisno menambahkan untuk tahun 2020 ini akan diakomodir 10 desa sangat rawan pangan dan desa rawan pangan dengan lintas sektor OPD bersama-sama mengintervensi melalui sejumlah program. Desa –desa ini akan dijadikan lokasi khusus Gerakan Pengentasan Daerah Rawan Pangan menjadi Desa Mandiri Pangan.

Asisten Pembangunan dan Ekonmi Sekretriat Daerah provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi yang hadir dalam kegiatan mengapresiasi PKS ini sebagai program sangat strategis dan tepat.

“Kita ketahui bersama pangan ini aspeknya luas, tidak bisa di tangani sendiri oleh Dinas Pangan, harus ada sinergi dengan OPD terkait, ada komitmen bersama atau mensinergikan program program sehingga PDRP ini lebih efektif, terarah dan terkoordinasi,” kata Sutan Rusdi.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Rawan Pangan, Dharmawaty Boking dalam laporan kegiatan mengatakan dalam pengentasan daerah rawan pangan ini Dinas Pangan bersinergi dengan OPD lain menjalin keterpaduan lintas sektor terkait,kontribusi program berdasarkan hasil Food Security and vuinerbility Atlas (FSVA) yang di buat oleh Dinas Pangan dan adanya masukan kebijakan cara optimalisasi pengentasan daerah rawan pangan di Gorontalo.

Hadir dalam pendandatangan PKS ini Kepala Dinas Pangan Sutrisno, Kepala Dinas Pertanian Muljadi Mario, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Administrasi Kependudukan Catatan Sipil Slamet Bakri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Faizal Lamakaraka, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Aries Ardianto, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Romi R Mamu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Misran Nalole, Dinas Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas penanaman modal ESDM dan Transmigrasi serta Kepala Badan Penanggulan Bencana Sumarwoto.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Dinas Pangan Provinsi Gorontalo akan melaksanakan Gelar Pangan Murah (GPM) untuk menghadapi  perayaan Hari Raya Natal dan tahun Baru 2020.

Semakin dekat Natal dan tahun baru kecenderungan harga kebutuhan pokok meningkat sebagian akibat tarikan permintaan yang naik.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok ini Gelar Pangan Murah (GPM) dilaksanakan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik dan ada gejolak ekonomi.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) bertempat di ruang peretmuan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Kamis (17/12/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru secara psikologis masyarakat membutuhkan pasokan pangan lebih, untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pasokan bahan pangan.

“Pemerintah menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pangan aman tersedia untuk kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, GMP ini akan dilaksanakan di kompleks rumah jabatan Gubernur Gorontalo pada Sabtu 21 Desember 2019,” kata Sutrisno.

Sementara itu Kepala Bulog SubDrive Gorontalo, Munafri Samsudin mengungkapkan GMP ini muaranya akan Ke Bulog sebagai instansi yang fungsi manajemen logistik, pengadaan, pengelolaan persediaan, dan distribusi beras serta pegendalian harga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Dinas Pangan yang memberikan kesempatan bagaimana kami bisa memperkenalkan produk di kegiatan GMP ini,”kata Munafri Samsudin.

Terkait dengan ketersediaan stok bahan pangan seperti beras medium, Bulog masih mengelola lebih dari 3000 ton, beras premium 64 ton, minyak goreng 11.000 liter dan tepung  5 ton.

Gelar pangan murah ini menyediakan berbagai bahan pangan  yang dibutuhkan masyarakat menjelang Natal dan Taun Baru seperti beras, ikan, minyak goreng, tepung, telur, bawang rica tomat dengan harga murah.

Rapat GMP  ini dihadiri Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Biro P2E, Gabungan Kelompok Tani, Satuan Tugas Pangan Polda  Gorontalo dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

 

Pwarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Senin, 16 Desember 2019 06:32

SMAN 1 Limboto Barat Mulai Semai Program PMS

GORONTALO - Dalam rangka memperkenalkan dunia pertanian di lingkungan sekolah, dalam mata pelajaran maupun praktik dan menarik minat anak muda terjun kepertanian, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Limboto Barat menjadi lokasi pembukaan semai perdana program pertanian masuk sekolah(PMS).

Program ini merupakan bantuan pemerintah melalui Dinas Pangan Provinsi Gorontalo yang diawali dengan penanaman bibit mangga oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, Kamis (12/12/2019).

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Limboto Barat, Maryam Uyi mengatakan senang dan bergembira mendapat kepercayaan Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo yang telah menunjuk SMA Negeri 1 Limboto Barat menjadi percontohan program pertanian masuk sekolah (PMS) yang pada akhir tahun ini mendapatkan bantuan Rp50 juta dalam pengembangan lahan sekolah. Selain SMA Negeri 1 Limboto Barat, sekolah lain yang menjadi lokasi semai tanam ini adalah SMA Negeri 2 Kota Gorontalo.

“Lahan sekolah di SMA Negeri 1 Limboto Barat dan SMA Negeri 2 Kota Gorontalo akan dikembangkan tanaman hortikultura seperti cabe, sayuran, buah-buahan dan jagung pulut dan menjadi agropreneurnya Dinas Pangan Provinsi Gorontalo lokasi ini dapat menjadi tempat swafoto tamu dari luar, bukan di lapangan tapi lahan PMS SMA 1 Limboto Barat,” kata Maryam Uyi.

Selain Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, hadir pada pembukaan semai Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Ramlah Habibie, Kepala Dinas Pangan Sutrisno, staf Polri dan TNI dan Kepala sekolah SMA/SMK  se-Provinsi Gorontalo serta orang tua siswa.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO – Ketersediaan dan harga komoditas pangan seperti beras, bawang, cabai, telur, daging dan bahan pangan lainnya masih stabil menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru 2020. Semakin mendekati hari raya biasanya harga komoditas pangan ini cenderung naik.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) Dinas Pangan Provinsi Gorontalo dengan sejumlah instansi dan perusahaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal (HBKN) dan tahun baru di aula dinas, Selasa (10/12/2019).

Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi mengatakan operasi pasar dilaksanakan bukan hanya di pasar tradisional tetapi juga di pasar modern.

“Operasi pasar dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan, diharapkan masyarakat Gorontalo dapat membeli bahan pangan dengan harga murah dan terjangkau saat menjelang Hari Raya Natal dan tahun Baru 2020,” kata Sutrisno.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, M Ridwan Najamuddin menambahkan dengan adanya rapat ini pemerintah memastikan ketersediaan pasokan pangan dan stabilitas harga menjelang Natal dan tahun baru murah, terkendali dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau dan tidak fluktuatif.

Hasil rakor terpadu stabilisasi dan harga pangan menyebutkan sejumlah harga untuk bahan kebutuhan pokok masyarakat, beras Rp8100/kg, gula pasir Rp12000/kg, minyak goreng Rp12000/kg, tepung terigu Rp8500, daging sapi Rp120000/kg, daging ayam Rp25.000/kg, telur ayam Rp24.000/kg, cabai Rp55000/kg, bawang merah Rp30000/kg dan kacang tanah Rp40000/kg.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait di aula kantor dinas, Selasa (10/12/2019).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengatakan pemerintah ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kelaparan , pasokan pangan stabilitas harga aman, terjangkau dan tersedia.

Selama ini Dinas Pangan Provinsi Gorontalo telah menggelar sejumlah operasi pasar di daerah yang jauh dari akses pangan dan jangkauan pasokan pangan di kabupaten/kota.

Operasi pasar ini  dilakukan untuk menyiapkan stabilitas dan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) dan tahun Baru 2020. Dalam kegiatan ini Dinas Pangan mengandeng Perum Bulog dan Gapoktan.

Di hadapan peserta rakor Sutrisno mengungkapkan bahwa Pemerintah  Provinsi  Gorontalo melalui program Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur  Idris Rahim Rutin di tiap kabupaten/kota melaksanakan pasar murah (NKRI Peduli) dengan harga serba Rp5000  yang berisi paket sembilan bahan pokok. Program NKRI Peduli ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

“Pada momentum menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru ini, kami meminta semua pihak untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga,” kata Sutrisno yang didampingi  Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawati  Bokings dan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, M Ridwan Najamuddin.

Hadir dalam kegiatan rapat ini perwakilan perum Bulog, Persatuan Perusahaan Indonesia (ppi), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), para distributor bahan pangan dan Perwakilan OPD Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan.Pewarta : Hariman- Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Informasi harga dan pasokan pangan yang disampaikan enumerator merupakan data penting yang diolah dan dianalisis sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan pemerintah di tingkat nasional.

Pentingnya proses pengambilan dan analisis data ini terungkap dalam pertemuan enumerator pangan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan Dinas Pangan di Aula kantor dinas, Selasa (4/12/2019).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, M Ridwan Nadjamuddin mengatakan data dasar harus kuat sebagai bahan analisis usaha tani, ia mencontohkan wawancara pada petani tentang berapa harga pupuk, harga bajak dan analisis harga pangan sebab terjadinya penurunan dan peningkatan harga komoditas pangan.

Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian memerlukan data dasar dari daerah yang menjadi pengambilan kebijakan, untuk itu enumerator pangan diminta memasukkan data selengkapnya, tidak parsial saat melakukan pemasukan data.

“Data harus lengkap, diperlukan juga keterangan dari para pelaku di lapangan,” kata M Ridwan Najamuddin.

M Ridwan Najamuddin menjelaskan kepada para enumerator kabupaten/kota, data harga pangan merupakan penentu kebijakan dan pembuatan kebijakan di Indonesia diawali dari daerah, termasuk dari Gorontalo.

Kepala Seksi Harga Pangan, Abdul Rahman Doda mengharapkan para enunerator kabupaten/kota dalam pengiriman data harga pangan sebelum jam 12.00 Wita  sudah selesai. Daya yang masuk akan dientri ke pusat.

“Kami harap para enumerator menjaga kekompakan, pertahankan prestasi Provinsi Gorontalo sebagai pembina terbaik 1 panel harga produsen  dan konsumen tingkat nasional 2019,” ujar Abdul Rahman Doda.

Pada kegiatan ini petugas enumerator Dinas Pangan kabupaten/kota mendapat rompi yang diberikan oleh Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian untuk digunakan menjalankan tugas pengambilan data harga pangan di lapangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Informasi ketahanan pangan yang akurat, komprenhensif dan tertata dengan baik sangat mendukung upaya penanganan rawan pangan dan gizi buruk.

Untuk itu Dinas Pangan Provinsi Gorontalo sebagai yang Organisasi Perangkat Dearah (OPD) yang  bertanggung jawab dalam bidang ini melaksanakan Update  Hasil Food Security and Vuinerbility Atlas (FSVA) di Nacas cafe and Resto, Kamis (28/11/2019).

Kepala Seksi Kerawanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Berni Salindeho mengatakan tujuan pelaksanaan update peta FSVA ini adalah untuk memberikan informasi kepada pemangku kepentingan tentang daerah rentan rawan pangan.

“Juga sebagai acuan pemerintah daerah dalam penyusunan program dan kebijakan untuk lebih mempriotaskan intervensi program berdasarkan kebutuhan dan potensi dampak kerawanan pangan yang tinggi,”  kata Berni salindeho.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan dalam rangka menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat dan komprehensif, Pemerintah Pusat menganggarkan pemutahiran peta ketahanan dan kerentanan pangan di wilayah Provinsi Gorontalo.

Sutrisno yang didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings dalam kegiatan ini menegaskan upaya bersama dalam mengkoordinasikan prioritas pembangunan ketahanan pangan di daerah ini yang telah mengacu  pada program dan kegiatan pusat

“Kami berharap dapat menjadi pedoman bagi kabupaten/ kota dalam program dan kegiatan tahun 2020,” ujar Sutrisno.

Hadir dalam kegiatan ini  jajaran Dinas Pangan,  sejumlah OPD yang terkait, Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda). Badan Pusat Statistik, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan Dinas pangan kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Harman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Ratusan warga Desa Liyodu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo bergembira, mereka dapat membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah.

Dengan uang yang dimiliki mereka bisa menukarkan dengan barang yang lebih banyak, lebih berkualitas diabndingkan hari biasanya.

Kegembiraan warga desa ini terlihat saat Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar pasar murah di desa mereka.

Pasar murah ini merupakan upaya menstabilkan pasokan dan harga pangan dari beberapa komoditas menjelang  hari besar keagamaan, Natal 25 Desember 2019. Apalagi saat ini musim kering belum berakhir yang mengakibatkan harga barang melambung sementara daya beli masyarakat sangat lemah.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan dinas yang dipimpinnya membawa program Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim dengan menyiapkan pangan untuk rakyat Gorontalo agar tidak ada yang kelaparan, tersedianya pangan beras dan pangan lainnya untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Upaya Dinas Pangan ini dilakukan dengan berkeliling melakukan operasi pasar di berbagai daerah yang susah terjangkau oleh pasokan pangan, apalagi mengantisipasi musim kering saat ini,” kata Sutrisno.

sementara itu Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, M Ridwan Najamudin menambahkan dalam kegiatan ini  disosialisasikan juga  peran dan fungsi dinas pangan.

“Orang bilang identik dengan Dinas   Pertanian padahal tidak, dinas pertanian meningkatkan produksi sementara Dinas Pangan  memberdayakan produksi,” ujar M Ridwan Najamudin.

Bahan pangan yang dijual berupa beras premium 5 kilogram dengan harga Rp54.000, beras medium 1 kg Rp8000, gula pasir  Rp12.500, minyak goreng Rp12.500, Terigu Rp8500, Cabai/rica  Rp30.000 1/2 kilogram, tomat Rp6000 1/2 kilogram bawang merah Rp14.000 1/2 kilogram dan telur Rp40.000 /bag.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO –  Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menjadi pembina terbaik 1 panel harga pangan produsen dan konsumen di dua kategori di tiga tahun berturut turut,  2017, 2018, dan 2019.

Penghargaan ini disampaikan pada rapat evaluasi kegiatan panel harga pangan dan perencanaan yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian di IPB Internasional Convetion Center, Rabu (20/11/2019).

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian, Maino Dwi Hartono  kepada M Ridwan Najamuddin, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah hasil kerja keras selama ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat,” kata M Ridwan Najamuddin.

Maino Dwi Hartono mengatakan penghargaan yang ketiga kalinya diserahkan ke Dinas Pangan Provinsi Gorontalo ini merupakan hasil kerja dan peran aktif dari anumerator provinsi yang mengkoordinir anumerator di tingkat  kabupaten/kota dengan ketepatan waktu dalam penginputan data harian pangan dan  validitas data yang dilaporkan.

Di hadapan peserta rapat Maino Dwi Hartono mendorong daerah lain untuk mengikuti hasil kerja dari Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan.

Rapat evaluasi panel harga pangan dan perencanaan ini dihadiri kepala-kepala dinas ketahanan pangan provinsi se-Indonesia dan Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian.

Panel harga pangan merupakan alat untuk memantau dinamika harga dan pasokan di tingkat petani (produsen) maupun pedagang (grosir dan eceran).

Informasi harga pangan dan pasokan merupakan data penting yang akan diolah dan dianalisis sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama