>

GORONTALO –  Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melakukan evaluasi percepatan realisasi anggaran program  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 yang telah digelontorkan ke kabupaten/kota. Besaran dana ini sesuai dengan proposal program kegiatan masing masing.

Evalausi percepatan realisasi anggaran program ini berlangsung di aula Dinas Pangan, Selasa (17/9/2019).

“Serapan anggaran sudah cukup tinggi, di atas 65 persen dan kegiatan  program seperti  Kawasan Rumah Pangan Lestari, Lumbung Pangan Masyarakat, Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat itu sudah berjalan sesuai perencanaan,” kata Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Sutrisno menjelaskan ke depan pelaksanaan evaluasi ini akan memberi ruang kepada setiap kabupaten dan kota untuk memaparkan kinerjanya, termasuk yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatannya.

"Bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk kolaborasi anggaran kabupaten dan kota," ujar Sutrisno.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan mengatakan melalui rakor ini akan tercipta kesamaan persepsi dan langkah dinas pangan kabupaten/kota dan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam rakor ini Sekretaris Dinas Pangan Provinsi,  Niveta Dj Paramata mendampingi, Kepala Bidang Distribusi dan Kerawanan Pangan, Dharmawati Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Moch Ridwan Nadjamuddin, Kepala-kepala Seksi di Dinas Pangan dan kepala bidang, kepala seksi kabupaten/kota.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Untuk meringankan beban masyarakat di beberapa daerah di Provinsi Gorontalo yang terkena dampak kekeringan Dinas Pangan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Akan menggelar Bazar atau Pasar murah khususnya beras.

Bazar Pangan ini difokuskan pada masyarakat yang berada di kawasan kekeringan, terutama di pesisir Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolanggo.

"Kami fokus membantu masyarakat yang rawan pangan dengan kondisi kekeringan seperti sekarang ini,  terutama daerah yang mengalami gagal panen jagung dan padi sawah, ini sangat berdampak pada pendapatan masyarakat yang rawan akses pangan, daya beli terbatas," kata Sutrisno, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, pada rapat koordinasi dengan Bulog Selasa (17/9/2019).

Sutrisno menjelaskan bazar yang akan dilaksanakan ini terutama menyediakan bahan pangan utama seperti beras medium dengan harga Rp8100/kg, komoditas ini disubsidi dari pengemasan, transportasi dari gudang bulog sampai diantar ke desa-desa pelosok untuk di jual kemasyarakat dengan harga yang murah.

“Intinya Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan mudah dan murah walau kekeringan melanda desa dan peisisr,” ujar Sutrisno.

Kepala Bulog Sub Divre Gorontalo, Munafri Syamsudin menuturkan mengapreasiasi dan mendukung kegiatan bazar pangan yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pangan  menjual beras murah jenis medium ke masyarakat di desa-desa terdampak kekeringan.

“Kami siap dengan jumlah stok beras medium yang akan dibutuhkan sesuai  permintaan yang diajukan oleh Dinas Pangan,” kata Munafri Syamsudin.

Daerah yang menjadi sasaran penjualan beras bazar ini mencakup dearah pesisir dan desa-desa terpencil yang terkena dampak kekeringan di Provinsi Gorontalo.

Hadir dalam Rapat koordiansi ini Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawati Bokings, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Kepala Seksi kerawanan Pangan, Berni Salindeho dan Kepala Seksi Cadangan Pangan, juga staf Bulog Sub Drive Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

WONOSARI - Harga komoditas pangan di Gorontalo harus tetap stabil dan tidak boleh mengalami gejolak (fluktuatif) yang dapat merugikan petani, distributor dan konsumen.

Berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, salah satunya adalah dengan memberikan bantuan dana ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) kelompok tani (Poktan) dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) telah yang ada di kabupaten/kota melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno mengatakan bantuan PUPM ini secara tidak langsung berperan mengatasi melambungnya harga pangan pada saat paceklik dan menjadi instrumen yang dibuat pemerintah untuk menahan gejolak harga pangan dalam situasi masyarakat yang sulit.

“Bantuan  ini dapat dikelola baik sesuai aturannya dan kelompok yang sudah mendapatkan bantuan agar dapat ditingkatkan hasilnya, dipelihara peralatannya sehingga produksi meningkat,” kata Sutrisno saat mengunjungi Gapoktan dan Poktan di Desa Jati Mulya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, Rabu-Kamis (11-12/9/2019).

Dana bantuan program PUPM pada tahapan penumbuhan tahun 2019 ini sebesar Rp1,92 miliar bagi 12 Gapoktan/LUPM dan 24 Toko Tani  yang masing masing mendapatkan Rp160 juta per Gopoktan/ poktan/ 2 Toko Tani Indonesia.

Dana ini digunakan untuk pengadaan revitalisasi Rice Milling Unit (RMU), mesin penggiling padi dan penyaluran/penjualan beras ke TTI.

Pada tahap pengembangan 2019 jumlahdana yang digelontorkan Rp480 juta bagi 8 Gapoktan/lumbung pangan masyarakat yang masing masing  mendapatkan Rp60 juta. Dana ini merupakan dana operasional  penyaluran/penjualan beras ke TTI sebanyak 50 ton.

Dalam kunjungan ini, Sutrisno didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Moch Ridwan Nadjamuddin dan Kepala Seksi Cadangan Pangan, Nurhayati Baharudin.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo
Senin, 09 September 2019 06:53

PPC Ujung Tombak Keamanan Pangan Masyarakat

GORONTALO - Petugas Pengambil Contoh (PPC) Pangan Asal Tumbuhan (PSAT) memiliki kemampuan yang tinggi dalam penerapan tata cara perlakua dan pengawasan mutu pangan.

Prinsip Keamanan pangan harus dimulai dari lahan produksi hingga pangan sampai ke meja makan, semua mata rantai yang dilalui harus mendapat perlakuan dan pengawasan oleh petugas untuk mencegah terjadi masalah keamanan pangan segar asal tumbuhan.

Untuk menyiapkan petugas ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pangan, Dinas Pangan telah melaksanakan bimbingan teknis PPC yang diikuti oleh peserta dari dinas pangan kabupaten dan kota selama 2 hari di Sumber Ria, Kamis-Jumat (5-6/9/2019).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengapreasi kegiatan Bimtek PPC karena petugas memiliki komitmen untuk melindungi dan menyelamatkan konsumen masyarakat di Gorontalo  maupun luar di Gorontalo melalui perlakuan keamanan pangan.

"PPC PSAT itu pekerjaan yang mulia," kata Sutrisno.

Sutrisno menjabarkan PPC PSAT ini merupakan SDM yang terlatih termasuk penggunaan standar pupuk, penggunaan pestisida, pengolahan tanah, proses produksi dan paska panen.

“Pangan harus aman untuk dikonsumsi,” kata Sutrisno.

Sutrisno yang mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo ini mengharapkan kepada petugas pengambil contoh ini supaya dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam Bimtek sehingga memberi maanfaat banyak bagi masyarakat.

Bimbingan teknis ini akan memberi kemandirian bagi kabupaten/kota di Provinsoi Gorontalo untuk melaksanakan pengambilan sampel, karena sudah memiliki PPC yang terlatih dan kompoten.

“PPC ini telah melaksanakan praktek lapangan pengambilan sampel di 3 titik lokasi di Kota Gorontalo antara lain di pasar moderen Gelael, pasar sentral, pasar buah yang hasilnya negatif kandungan dari zat zat kimia yang berbahaya untuk pangan yang akan di komsumsi oleh masyarakat,” kata Zakiya Beserewan, Kepala Bidang Konsumsi Pangan dan Konsumsi, penanggung jawab kegiatan.

Seluruh peserta dalam Bimbingan teknis ini mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai petugas pengambil contoh di kabupaten dan kota.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Pangan harus aman dan jauh dari bahaya cemarabn biologis, kimia dan benda lain yang dapat menggangu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Untuk itu diperlukan standar  pengetahuan keamanan pangan bagi pelaku usaha makanan di Provinsi Gorontalo. Pengetahuan dasar ini juga harus dimiliki setiap orang .

Untuk itu Dinas Pangan selaku Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab atas keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat menggelar  bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan pengawas pangan segar asal tumbuhan (PSAT) petugas pengambil contoh (PPC).

"Petugas Pengambil Contoh bisa memberikan rekomendasi tindakan apa yang harus diambil dalam rangka pengamanan pangan konsumsi pangan segar," kata Sekretaris Dinas Pangan, Niveta Dj Paramata yang mewakili Kepala Dinas  saat membuka  bimtek di Gedung Sumber Ria, Kamis (5/9/2019).

Niveta Paramata menjelaskan keberhasilan keamanan pangan dimulai dari pada saat tanam, perlakuan benihnya, cara menanamnya, pengolahan tanah dan memperhatikan cemaran kimia maupun mikroba yang dapat menganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Di hadapan peserta Bimtek  PPC  Niveta Paramata yang didampingi Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan, berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta sehingga dapat menjalankan tugas pengambilan sampel dengan baik dan benar di kabupaten/kota masing-masing.

 “Tujuan Bimtek ini untuk meningkatkan kompetensi personel dinas kabuapten /kota yang menangani pengawasan keamanan pangan sehingga mampu melakukan pengambilan contoh di wilayah kerja masing-masing,” kata Kepala Seksi Keamanan Pangan, Elli Andi Nuswati, saat melaporklan kegiatan bimtek ini.

Bimtek ini di laksanakan selama 2 hari, Kamis-Jumat (5-6/9/2019) yang diikuti oleh petugas pengambil contoh dari dinas pangan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program ketahanan pangan yang berbasis masyarakat dengan memanfaatkan lahan atau pekarangan untuk ditanami tanaman pangan, keberqadaan kelompok ini secara langsung maupun tidak telah mampu menekan angka inflasi.

Salah satunya KRPL di Provinsi Gorontalo adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bangkit Bersama yang berada di Desa Ambara Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo, kelompok kaum wanita merupakan binaan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe saat meninjau KWT Bangkit Bersama mengatakan bahwa KRPL KWT ini layak sebagai percontohan KRPL lain yang ada di Kabupaten/Kota.

"Saya yakin dari 301 jumlah KRPL yang ada di Provinsi Gorontalo walaupun belum seluruhnya berjalan dengan baik, tetapi sudah lebih 60 persen yang berjalan dengan baik, mereka saat ini dalam masa penumbuhan dan pengembangan," kata Sila Botutihe, Jumat (30/8/2019).

Sila Botutihe mengatakan KRPL Bangkit Bersama  akan direkomendasikan sebagai percontohan KRPL, Kaum wanita di Desa Ambara ini tidak menunggu musim hujan atau pada musim tanam, pada musim kemarau seperti sekarang ini mereka pun menanam. Perawatan tanaman juga dilakukan untuk memastikan tumbub dengan baik.

Hasilnya, beberapa komoditas tanaman mereka justru memiliki kecenderungan harga naik di pasaran, sementara saat ini mereka panen. Inilah keuntungan yang didapat petani dari program KRPL.

Bersama Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan dan kaum wanita Desa Ambara, Sila Botutihe melakukan panen panen bersama di kebun KRPL Bangkit Bersama.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pangan Provinsi Gorontalo bersama para petani kaum wanita mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mencegah terjadinya kerawanan pangan saat musim kemarau panjang.

Pemanfaatan lahan ini dilakukan melalui program program Kawasan Rumah Pangan Lestari(KRPL) di berbagai wilayah di kabupaten/kota sejak 2011 sampai hinggsa sekarang.

Salah satu kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bangkit Bersama di Desa Ambara Kecamatan Dunggaliyo Kabupaten  Gorontalo yang ditinjau oleh Kepala Dinas Pangan, Sila Botutihe.

"Saya sangat mengapresiasi keberhasilan KRPL Kelompok Wanita Tani Bangkit Bersama Karena di saat musim kemarau seperti ini masih mampu untuk tetap bertahan dengan produksi panen yang cukup banyak" Kata sila botutihe saat memanen hasil kebun KRPL binaan Dinas Pangan, Jumat (28/8/2019).

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo di hadapan Ketua Kelompok dan anggotanya KWT Bangkit bersama, mengatakan selain untuk konsumsi dalam keluarga, sisa hasil panen yang melimpah tersebut bisa juga di jual ke pasar dan penjual sayur dan rempah-rempah di sekitar rumah.

Sementara itu Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Zakiya Beserewan menuturkan KRPL ini merupakan program pemerintah yang menyentuh masyarakat, baik dari segi kesehatan yakni pemenuhan gizi.

Dari sisi ekonomi, ibu rumah tangga sudah tidak kesulitan mencari sayur dan rempah. Semua yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari sudah tersedia di kebun atau halaman rumah, sehingga dapat menghemat pengeluaran biaya rumah tangga.

Hasil panen kebun Kelompok Rumah pangan Lestari (KRPL) hasil binaan Dinas Pangan ini adalah bawang cabai, tomat  dan sayuran lainnya.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

GORONTALO - Musim kemarau yang berkepanjangan di Provinsi Gorontalo membuat sejumlah kawasan mulai kesulitan air, sawah dan kebun mulai mengering. Dalam kondisi seperti ini dikhawatirkan ada masyarakat yang kekurangan bahan pangan.

Untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mengakses bahan pangan, Dinas Pangan sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab pada ketersediaan pangan daerah mengantisipasi kondisi ini dengan mendistribusikan sejumlah bahan pangan pokok ke daerah yang dilanda kekeringan.

Bahan pokok ini dapat dibeli dengan harga murah melalui Toko Tani Center. Masyarakat dengan mudah bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan seperti beras, ikan kaleng, minyak goreng, gula, susu kaleng. Bahan kebutuhan pokok ini didistribusikan ke lokasi khusus daerah daerah rawan pangan yang lebih sulit menjangkau ketersediaan pangan.

"Saya mengecek langsung ke lapangan, Alhamdulilah ketersediaaan bahan pangan pokok yang di khawatirkan dengan kondisi cuaca paceklik sekarang ini masih teratasi," kata Sila Botutihe, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Jumat (30/8/2019).

Sila Botutihe ingin memastikan bahan pangan pokok yang disiapkan pada kios-kios akses pangan binaan Dinas Pangan tidak mengkhawatirkan, seperti yang ia jumpai di salah satu kios akses pangan di Desa Bukit Hijau Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolanggo, pekan lalu.

Bersama Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dharmawaty Bokings, Sila Botutihe terus memantau pergerakan stabilitas harga dan ketersediaan pangan yang saat ini masih berjalan normal,  belum ada kenaikan harga terutamanya pada kelompok sayuran.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO -  Organisasi Perangkat Daerah atau unit kerja membutuhkan Aparat Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang professional sesuai bidang keilmuannya agar sistem kerja dan pekerjaan dalam berjalan sesuai kompetensi dan kapasitasnya.

Untuk itu Dinas Pangan Provinsi Gorontalo telah membentuk tim pemetaan kebutuhan ASN berdasarkan Analisis Jabatan(Anjab), Analisis Beban Kerja (ABK) dan Rasionalisasi Pegawai Tidak Tetap (PTT). Pemetaan kebutuhan ASN di dinas ini digelar di aula dinas, Rabu (28/8/2019).

Kepala Dinas Pangan yang diwakili Sekretaris Dinas, Niveta Paramata mengatakan adanya tim pemetaan ini sangat membantu dalam penempatan tenaga kerja di beberapa bidang dalam dinas ini. Setiap bidang membutuhkan ASN dan PTT sesuai disiplin ilmu yang dibutuhkan untuk menunjang operasional kerja.

“Silakan mengikuti proses ini dengan baik, menyiapkan dokumen yang dibutuhkan oleh tim. Jangan berkecil hati dan harus bersemangat," kata Nevita Paramata di depan ASN dan PTT yang mengikuti proses pemetaan.

Bambang Sujatmiko, Ketua Tim 1 dari OPD Badan Keuangan, Badan Kepegawaian Daerah, Inspektorat dan Biro Hukum mengungkapkan tugasnya melaksanakan bagaimana mekanisme dan tata cara yang dituangkan ke dalam pemetaan sesuai Anjab dan Analisa Beban Kerja lingkup PTT.

“Perlu pembenahan kembali, kami temukan pegawai di beberapa bidang kerja tidak sesuai penempatannya, ini akan dipetakan kembali,” kata Bambang Sujatmiko.

Dalam pemetaan ini  semua PTT mengikuti wawancara secara bergilir yang materinya terkait tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan. Hadir dalam kegiatan ini para pejabat eselon III dan IV di lingkup Dinas Pangan.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO –  Menindaklanjuti surat Menteri Pertanian tentang Cadangan Pangan Beras Daerah (CBPD) Badan Ketahanan Pangan Pusat mengelar Rapat Koordinasi CBPD wilayah timur termasuk di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Senin (19/8/2019).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian Agung Hendiadi mengatakan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota harus mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah APBD) untuk pengelolaannya.

Penetapan besaran CBPD ini sebagiamana disampaikan melalui Surat Menteri Pertanian Kepada seluruh Gubernur/Bupati/Walikota nomor 257/KN.130/M/5/2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang cadangan pangan pemerintah Provinsi dan kota/kabupaten.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe yang hadir dalam pertemuan ini mengungkapkan dalam paparannya, Provinsi Gorontalo tahun 2019 belum menganggarkan untuk CBPD, tahun 2020 di pastikan akan melaksanakan CPBD melalui APBD dan dari 6 kabupaten /kota,  5 daerah sudah membuat Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati mengenai CPBD sebanyak 63 Ton 150 Kilogram.

“Mengantisipasi gejolak harga, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengantisipasi melalui kegiatan pasar murah serba Rp5000 oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag), Dinas  Sosial dan Toko Tani Indonesia Center(TTIC) turut berperan melaksanakan pasar murah yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintahan NKRI yang dipimpin Gubenur Gorontalo Rusli habibie,” kata Sila Botutihe, Selasa (20/8/2019).

lebih lanjut Ia akan menyeriusi penyediaan cold stroge untuk komoditas bawang rica (cabai) tomat (Barito) di mana ketersediaan itu berpengaruh pada inflasi daerah

“Kegiatan ini dihadiri para sekretaris daerah, asisten dan para kepala dinas ketahanan pangan provinsi, kabupaten, kota dan Drivre Bulog Wilayah Timur,” papar Sila Botutihe.

 

Pewarta : Hariman - Dinas Pangan

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 3
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo