>

TILONG KABILA – Rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Gorontalo terus dimatangkan, salah satu lokasi yang diusulkan adalah di Wisata Alam Lombongo, Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango.

Saat ini proses pengusulan KEK Pariwisata Lombongo terus dimatangkan, salah satunya yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone Bolango yang menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang dihadiri berbagai instansi terkait, Rabu (11/12/2019).

Rakor ini bertempat di galeri penataan ruang Kantor Bupati Bone Bolango yang dihadiri oleh Hasil rapat koord KEK Pariwisata antara Pemerintah Prov Gorontalo yang dihadiri Kepala  Bapppeda dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Asisten 2, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bappeda dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango.

Dalam rakor ini Kepala Dinas Pariwisata Bone Bolango mengusulakan dalam penyusunan KEK Pariwisata harusnya dibentuk tim dengan Koordinator Bappeda dan anggotanya berasal dari Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pertanahan, dan instansi lainnya.

“Kami mengusulkan agar tim ini dalam mengakomodir penyusunan agar dokumen usulan dapat segera disusun serta dibutuhkan komitmen bersama dan konsistensi  antara Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Rifli Katili mengingatkan para pihak yang terlibat dalam penyusunan ini mampu bersinergi untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus Lombongo.

 

Pewarta : Yulindawaty Rauf -  Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO – Sejumlah pemangku kepentingan pariwisata menggelar refleksi akhir tahun dengan tema Sinergitas ABCGM menuju pariwisata Gorontalo Maju 2020 yang digelar di Roemah Marly, Selasa (9/12/2019).

Pertemuan para penggiat pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pariwisata yang lebih baik dengan menyiapkan semua sumber daya yang dimiliki, dari hulu hingga hilir.

Sejumlah pimpinan organisasi profesi di bidang pariwisata hadir, juga Ny Idah Syahidah anggota DPR, Rifli Katili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Bone Bolango, Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo Utara, Budi Widihartanto Kepala Perwakilan Bank Indonesia, pimpinan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Citilink, general Manager Training Center Damhil, hotel Grand Q, dan lainnya.

Sejumlah paparan disampaikan sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas pariwisata, termasuk evaluasi sepanjang tahun 2019, dan kesempatan-peluang di tahun depan oleh Ny Idah Syahidah, Rifli Katili, Budi Widihartanto, Citilink dan pelaku industri pariwisata.

“Pariwisata merupakan salah satu dari 8 program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Para pemangku kepentingan  harus saling berkoordinasi, termasuk pelibatan masyarakat di tingkat bawah. Semua punya andil dalam pengembangan pariwisata,” kata Rifli Katili.

Seentara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Widihartanto menyoroti penerapan 3A di daerah ini yang harus segera diperhatikan semua pihak.

“Hingga saat ini 3A, yaitu akses, amenitas dan atarksi harus diperkuat untuk memberi daya tarik dan jaminan layanan wisatawan saat berkunjung ke Gorontalo,” ujar Budi Widihartanto.

Budi Widihartanto menjelaskan akses menuju destinasi wisata dan akses perbankan harus menjadi prioritas, terutama untuk mengatasi wisatawan mancanegara dan Nusantara yang mengalami kesulitan pembayaran nontunai di destinasi wisata.

Layanan amenitas merupakan fasilitas penunjang di objek wisata  seperti toilet dan lainnya harus sesuai kebutuhan wisatawan, demikian juga dengan atraksi yang saat ini masih dirasakan kurang di destinasi wisata.

Sementara itu Ny Idah Syahidah menyajikan penerapan Sapta Pesona yang masih kurang.

“Sapta Pesona  merupakan jabaran konsep sadar wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif,” kata Idah Syahidah.

Ia memaparkan Sapta Pesona ini mampu mendorong tumbuh dan kembangnya industry pariwisata melalui perwujudan 7 unsur dalam Sapta Pesona.

Unsur ini adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

“Peningkatan koordinasi antarorganisasi pariwisata dan juga masalah yang dihadapi UMKM akibat tiket pesawat dan bayar bagasi yang mahal harus terus dilakukan agar pariwisata Gorontalo semakin berkualitas,” ujar Idah Syahidah.

 

Pewarta : Yulindawaty Rauf -  Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Puluhan pengusaha Kecil Menengah dilatih untuk mahir menggunakan komunikasi dalam pemasarannya usahanya oleh Rumah Kreatif BRI (RKB) Kantor Cabang Limboto bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Jumat (6/12/2019).

Mereka dilatih untuk untuk mampu menjadi bagian penting industry 4.0 yang menggunakan basis teknologi informasi sebagai sarana komunikasi untuk memasarkan produknya.

Untuk itu dukungan teknis kepada para pengusaha dalam meningkatkan komunikasi publik terus didorong agar sesuai dengan kebutuhannya. Dua orang pemateri diundang khusus untuk membincang kemampuan berbicara yang baik dan membaut konten kreatif di media sosial.

Keduaannya adalah Ronal Hutagalung, seorang pelatih publik speaking yang ternama dan Sartika P Nur, seorang pembuat konten kreasi di media sosial untuk produknya.

“Pelatu UK harus mampu mengangkat identitas produk untuk meningkatkan daya saing,” kata Nurlaila Ningsih Musa, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Sementara itu Ronal Hutaglung dalam paparannya menyatakan hal berbisnis aktivitas utama adalah menjual proses produksi. Inti utamanya adalah komunikasi semakin baik komunikasi semakin baik bisnis akan berkembang selain itu komunikasi juga sangat mempengaruhi pembeli para investor atau stakeholder juga merupakan kunci sukses dalam bisnis apabila mereka tertarik dengan bisnis tersebut maka kemungkinan besar mereka akan melakukan kerjasama dan membiayainya, mempengaruhi konsumen juga adalah target utama.

“Lewat komunikasi yang baik mempengaruhi para konsumen, penjual haruslah fokus sehingga bisa mengendalikannya, terakhir fahamilah bahwa setiap orang punya kemampuan berbicara di depan umum, keterampilan adalah sesuatu yang muncul dari minat seseorang,” kata Ronal Hutagalung.

Komunikasi di bagi menjadi 2 yaitu komunikasi internal, komunikasi yang di bangun dan disampaikan dalam lingkungan kantor atau organisasi, sedang Komunikasi eksternal yaitu komunikasi yang diarahkan pada publik di luar organisasi.

Kepada pelaku UKM, Ronal Hutagalung memberi pesan hal-hal yang tidak perlu dirisaukan untuk menjadi publik speaking antara lain mengabaikan aksen namun intinya pesan harus sampai, mengabaikan usia dan pendidikan dan suara audience ketika tampil.

“Hal yang perlu dirisaukan adalah niat dalam berbicara yang baik untuk memberikan informasi kepada audience, semangat yang berlebihan mengeluarkan energi besar terkadang menjadi sangat membosankan, persiapan utama adalah mental                 dan merisaukan hal  yang tidak perlu dikhawatirkan,’ kata Ronal Hutagalung.

Sementara itu Sartika P Nur, founder tabongo Center menjelaskan hal yang menarik di era global adalah menjadi Influencer Milenial.

”Salah satu yang paling menarik dalam dunia bisnis adalah membuat konten kreatif dengan menggunakan HP, Simple but creative,” papar Sartika P Nur.

Konten kreatif adalah materi berupa gambar atau video yang digunakan untuk jual beli, penjual wajib memperkenalkan produk dan mengunggah ketika barang sudah siap.

“hal penting lainnya yaitu ucapan terima kasih kepada para pembeli juga merupakan sesuatu yang mempengaruhi, dalam membuat konten yang menggunakan gambar cantumkan tanggal dan varian menu bisa juga dipakai untuk open order atau pemesanan dahulu sebelum barang ready,” jelas Sartika P Nur.

Ia menjabarkan kebanyakan para konten kreator menggunakan video informasi 3 detik, yaitu video yang sering dipakai para penjual untuk mempromosikan barang dan lebih menarik minat para pembeli.

Kontent is the king, salah satu dampak sehingga para vlogger menjadi sukses adalah konten videonya melalui proses kreatif dapat mewakili banyak ide. konten menjelaskan secara detail menu produk yang dijual.

Sartika P Nur memberi tips untuk menggunakan hastag agar menarik pembeli membeli, target pemasaran makin banyak.

“Manfaat konten kreatif yaitu dapat menarik perhatian konsumen dan mampu bersaing sehingga ada perusahaan yang tertarik dengan usaha kita. Ada 3 type konten kreator, kecakapan dalam berkomunikasi, Kwalitas produk harus dijaga – menarik,” jelas Sartika  P Nur.

 

Pewarta : Hesty Kurniawaty - Dispar

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 23 November 2019 07:08

Pemilihan Nou dan Uti Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Selama 3 hari, 27-29 November 2019 sebanyak 30 orang gadis dan pria muda terbaik wakil dari daerah akan bersaing pada Pemilihan Nou dan Uti digelar Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Hotel Damhill Kota Gorontalo.

Selama masuk karantina di hotel ini, para peserta akan mengikuti berbagai tahapan kegiatan. Pada hari pertama peserta akan ikut pra-karantina seperti tes kesehatan, wawancara dan technical meeting.

Pada sesi wawancara, peserta akan dinilai wawasan kepariwisataan dan budaya, pengetahuan umum, lingkungan dengan pewawancara Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Kepala Bidang Pengemabngan Pemasaran Pariwisata, Ivone Reane Larekeng. Untuk wawancara psikologi para peserta berhadapan dengan psikolog Temmy Andreas Habibie.

“Tes kesehatan dan tes urine melibatkan tim dari Dinas Kesehatan dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Gorontalo,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Rifli Katili juga menjelaskan tes kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon peserta, pengukuran tinggi dan berat badan yang sesuai dengan persyaratan lomba. Pada tes urine yang dilakukan tim BNN sebagai deteksi dini calon peserta agar bersih dari narkoba.

“Digelarnya Pemilihan Nou dan Uti ini bertujuan untuk melahirkan putra-putri Gorontalo berprestasi, inovatif, kreatif, mampu berperan aktif dalam memajukan dan mempromosikan budaya dan pariwisata Gorontalo,” papar Rifli Katili.

Setelah melewati seleksi awal tersebut, panitia mengumumkan 12 pasang nou dan uti yang lolos ke final yaitu 10 pasang utusan kabupaten/kota dan 2 pasang dari umum.

Dari pasangan yang lolos seleksi ini, panitia akan melakukan karantina selama 3 hari. Selama mengikuti karantina peserta akan mendapat pembekalan pendidikan dan pelatihan kebijakan pariwisata, budaya, bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang, lingkungan, wawasan kebangsaan dan team building, table manner, beauty class, focus group discussion, dan kelas koreografi.

 

Pewarta : Intan – Dinas Pariwisata

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
GORONTALO - Sebanyak 24 orang pelaku industri kreatif dan  pramusaji rumah dinas di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo mendapat sertifikat kompetensi SDM Pariwisata.
Penyerahan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili, Jumat (15/11/2019).
Mereka dinyatakan lulus setelah mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Rajawali Nusantara, mitra Kementerian Pariwisata.
"Sertifikasi ini merupakan pengakuan negara atas kualitas SDM Pariwisata di Gorontalo," kata Rifli Katili.
Para pelaku industri pariwisata menyambut gembira penyerahan sertifikat ini. Selama ini mereka telah bekerja maksimal untuk menggerakkan kegiatan yang mendukung kepariwisataan seperti memproduksi makanan khas Gorontalo yang menjadi andalan daerah ini.
Sertifikat yang diterima para pelaku industri pariwisata dan pramusaji rumah dinas ini menjadi pengakuan atas keprofesionalan mereka dalam bekerja.
 
Pewarta : Hesty Kurniawati- Dinas Pariwisata
Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Farel (11) siswa SD Muhammadiyah, Kota Utara, Kota Gorontalo baru 2 hari mengiris serat lain untuk membuat sulaman karawo. Berbekal midangan, kain, jarum dan silet ia pilih serat kain yang hendak dipotong.

Sesekali seorang wanita paruh baya mengarahkan cara yang mudah untuk mengiris serat agar tidak rusak. Farel tidak sendiri, ada Nurfadila (12), dan Nisa (9) dan seorang gadis kecil yang juga sama-sama pakai seragam sekolah, mereka bergantian melakukan pengirisan, penyulaman dan mengikat serat kain.

Siswa sekolah dasar ini sedang menyelesaikan pola motif geometris di ajang Mokarawo Traditional Handmade atau lomba mengiris, menyulam dan mengikat yang diikuti banyak kelompok wanita pengrajin sulam karawo.

Para siswa ini tidak ikut lomba, keterampilan ini adalah eksibisi untuk memeriahkan Mokarawo Traditional Handmade di Bele li Mbui, salah satu rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK).

"Kami hanya memperlihatkan bahwa pembinaan sulaman karawo pada anak-anak ini benar-benar kami lakukan," kaya Delvi Akase, staf Dinas Perindustrian Kota Gorontalo, Jumat (4/10/2019).

Delvi Akase menjelaskan sejak 2 tahun Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perindustrian memprogramkan pembinaan sulaman karawo pada siswa sekolah dasar. Diakuinya oembinaan ini tidak intensif dengan mengenalkan kemampuan dasar membuat sulaman seperti mengiris serat lain, menyulam dan mengikat. Pekerjaannya pun masih sekitas pembuatan pola yang sederhana.

"Kami senang membuat karawo, tidak susah tapi juga tidak boleh cepat-cepat," kata Farel.

Mokarawo Traditional Handmade merupakan bagian dari pesta besar Gorontalo Karnaval Karawo, salah satu dari  100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Dalam lomba ini diikuti puluhan peserta dari kelompok-kelompok usaha sulam karawo di Gorontalo.

"Kami terus mendorong tumbuh kembangnya kerajinan tradisional Gorontalo ini melalui bidang Ekonomi Kreatif," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Upaya pemuliaan kerajinan ini dilalukan dengan pembinaan dan pelatihan, yang pada akhir kegiatan adalah pesta kaum pengrajin karawo, Gorontalo Karnaval Karawo.

Tekad Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata dalam memajukan kerajinan ini dilalukan dengan kolaborasi dengan berbagai instansi seperti Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian.

"Gorontalo Karnaval Karawo adalah sarana mengenalkan sulaman ini kepada dunia," kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

Ivone Larekeng yakin, upaya mengenalkan sulaman tradisional ini terus dilalukan melalui banyak cara, menggelar festival, promosi online dan offline dan jalur lainnya.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Para pengrajin dan mereka yang terkait  perdagangan Sulaman Karawo saat ini sedang disibukkan dengan produksi.

Mereka harus memenuhi permintaan pasar yang terus  meningkat, termasuk pesanan dari luar Gorontalo yang terus mengantre.

"Permintaan sulaman karawo makin banyak, ada kenaikan 50 persen sejak digelar festival Gorontalo Karnanal Karawo," kata Nining Abdurahman Arif (35), Ketua Koperasi Wanita Metalik Jaya, Sabtu (5/10/2019).

Untuk memenuhi permintaan ini, ia harus menggerakkan 30 orang anggotanya, para anggota koperani ini juga dibantu keluarganya. Sehingga pekerjaan penyulaman karawo ini sesungguhnya melibatkan banyak orang.

"Memang kewalahan, tapi ini juga menyenangkan semua orang," sambung Nining Abdurrahman Arif.

Diakuinya, pasar luar daerah semakin terbuka sejak Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Bank Indonesia menggelar Festival Gorontalo Karnaval Karawo. Kaum ibu di luar daerah tertarik dengan sulaman ini melalui media sosial, mereka kemudian memburunya melalui media internet.

"Mereka tertarik karena prosesnya yang rumit, mulai dari pencabutan serat kain, menyulam dan mengikatnya," kata Nining.

Jilbab adalah pesanan yang paling laris. Bunga-bunga sulaman karawo yang menghias di kain menjadi pemanis siapapun yang memakainya. Pasar jilbab karawo memang sedang bergeliat.

Jauh dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo, Briskawati yanh warga Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo menghentikan pesanan tas karawo hingga 3 bulan ke depan.

Ia dan pekerjanya tak sanggup lagi memenuhi permintaan pasar, termasuk 400 buah tas karawo pesanan dari Prancis.

"Hingga 3 bulan ke depan kami menghentikan pemesanan, kami masih fokus pada penyelesaian pesanan yang sudah ada," kata Briskawati.

Seperti sebuah lokomotif kereta api, Festival Gorontalo Karnaval Karawo ini telah membawa gerbong ekonomi para pengrajin melesat. Mereka harus memgikuti irama yang tinggi sambil meningkatkan kualitasnya.

Di Gorontalo tidak hanya Nining Abdurrahman Arif dan Briskawati, ada ribuan pengrajin yang setiap hari menekuni sulaman ini, mulai dari desainer, pengiris serat kain, dan penyulamnya. Belum terhitung mereka yang terlibat dalam jaringan perdagangannya.

Yang juga kecipratan kue ini adalah jasa ekspedisi, kuliner, juga penyedia kebutuhan bahan baku.

Roda ekonomi yang terus membaik dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Salah satu sumbangan geliat ekonomi ini berasal dari sektor pariwisata. Pariwisata Gorontalo memang sedang tumbuh, desa-desa yang memiliki potensi menganggarkan dananya untuk mempercantik diri, mengenalkan river tubing, jungle tracking, hiu paus, tarsius, pantai, mangrove, kuliner, kesenian, adat budaya hingga peninggalan masa lalu.

Potensi alam dan budaya yang dimiliki desa-desa ini bukan cerita di atas kertas, setidaknya ada 6 desa di kawasan penyangga taman nasional Bogani Nani Wartabonedi Kabupaten Bone Bolango yang mengembangkan ekowisata, juga di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorongalo Utara, dan Kabupaten Gorontalo.

Kekuatan lain yang turut mendukung pengembangan pariiwisata adalah para stakeholder seperti penerbangan, travel, hotel, jasa kepemanduan, dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Peran dan kerjasama antarlembaga ini menghasilkan sinergi yang dibutuhkan semua pihak.

“Pariwisata memang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Masyarakat dan pemerintah desa  juga sangat antusias mengembangkan potensinya,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Keseriusan pemerintah menggarap sektor pariwisata ini juga telah mengubah Gorontalo dari daerah transit wisatawan nusantara dan mancanegata menjadi daerah tujuan pariwisata. Namun jumlah kunjungan wisatawan ini harus ditingkatkan agar dapat memberi manfaat lebih beaar lagi kepada masyarakat.

“Gorontalo memiliki hiu paus, burung maleo, tarsius, babi rusa, keramahan warganya, juga adat istiadat yang memperkaya pengalaman hidup para wisatawan mancaneggara dan nusantara,” papar Rifli Katili.

Dinamika ekonomi pariwisata ini menghasilkan multiplier effect, semua yang saling terhubung langsung maupun tidak merasakan peningkatan ekonomi. Inilah pariwisata sebagai lokomotif penarik gerbong ekonomi Gorontalo.

Dinas Pariwisata menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, di sisi mikronya geliatnya telah meningkatkan pendapatan, mengurangi pengangguran di desa-desa, dan menjalankan pemerataan kesejahteraan sebab pariwisata tidak mengenal desa atau kota, semua layak dikunjungi.

Namun sejumlah “pekerjaan rumah” masih menunggu agar pesta akbar pariwisata ini lebih menggema dan memiliki multiplier effect lebih besar. Pekerjaaan yang harus diselesaikan adalah memperpanjang waktu perhelatan dan menautkan dengan festival lain di kabupaten dan kota di daerah ini, seperti Festival Pesona Danau Limboto, Festival Pesona Otanaha, Festival Pesona Saronde, Festival Pohon Cinta, dan lainnya

Mengintegrasikan banyak festival ini tidak mudah, namun juga bukan tidak bisa. Koordinasi dan kerja sama terus menjadi jembatan komunikasi agar bisa terwujud, semuanya demi peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memiliki brand Gorontalo the Heart of Celebes yang menegaskan potensi besar pada kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya, inilah pariwisata yang berkelas internasional,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Ada yang manarik dari sajian Karawo Fashion Contest, hadirnya sulaman karawo yang dikombinasi dengan teknik air brush dan batik melalui goresan canting.

Inilah karya Mursidahwaty, peneliti dari Jurusan Seni Rupa dan Disain Universitas Negeri Gorontalo.

Karya busana yang tidak lazim ini merupakan ini merupakan hasil riset 

Teknik airbrush lazimnya digunakan untuk mewarnai kendaraan bermotor, kali ini kehadirannya menjadi pemanis busana bersanding dengan sulaman karawo dan batik.

"Ini hasil penelitian yang diinspirasi dari kehidupan sehari-hari," kata Mursidahwaty, Kamis (3/10/2019).

Perjumpaan teknik airbrush, lenggak-lenggok canting membatik, dan jelujur benang dalam serat kain karawo membentuk kombinasi karawo yang unik, dan bercita-rasa pribadi.

"Semua berasal dari kain putih, ketiga teknik digunakan dalam kain ini, maka sentuhannya sangat pribadi," papar Mursidahwaty.

Karawo Fashion Contest menjadi barometer kemajuan sulaman karawo. 

Kreatifitas selalu menemukan jalannya menjadi penegas kombinasi ketiga teknik ini, tak terduga, memikat dan fashionable.

Ajang adibusana tahunan ini merupakan salah satu rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo, salah satu Calendar of Event Kementerian Pariwisata yang digelar di Gorontalo.

Agenda pariwisata ini telah menjadi motor kreatifitas untuk mengembangkan ekonomi.

Para pengrajin sulaman banjir pesanan, semua berpesta merayakan peningkatan apresiasi sulaman karawo ini.

"Melalui Karawo Fashion Contest, sulaman tradisional Gorontalo dikenal luas ke Indonesia, bahkan dunia," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Puluhan pengrajin wanita dari berbagai daerah mengikuti paparan ahli sulaman karawo pada kegiatan Mokarawo Design Training di Kota Gorontalo, Rabu (2/10/2019).

Ini adalah rangkaian awal Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), salah satu dari 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Para pelaku ekonomi kreatif ini bertemu dan berdialog dengan pembicara I Wayan Sudana,  Hasdiana Saleh dan Agus Lahinta. Ketiganya adalah pengajar di Universitas Negeri Gorontalo.

"Karawo telah menghidupi ribuan orang, melalui GKK kami berusaha meningkatkan kesejahteraan para pengrajin," kata Rifli Katili.

Mokarawaro Design Traning ini adalah upaya meningkatkan kemampuan para pengrajin dalam menghasilkan karya sulaman yang berkualitas dan mengikuti perkembangan zaman.

Nining, pemilik usaha sulaman karawo yang ikut pelatihan ini mengaku mendapat banyak informasi dan pengetahuan dari kegiatan ini.

"Banyak hal yg kami dapat dari kegiatan ini," kata Nining.

Kegiatan ini dibuka oleh Sutan Rusdi,  Asisten 2 Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Minggu, 29 September 2019 09:25

Wagub Canangkan Gorontalo Karnaval Karawo

GORONTALO – Pengembangan kerajinan sulaman karawo harus dilestarikan dan didukung oleh lintas sektor di  Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sulaman karawo melalui peningkatan kapasitas pengrajin yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai jualnya.

"Sulaman karawo adalah budaya masyarakat Gorontalo,  yang diturunkan dari nenek moyang," kata Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo pada pencanangan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 di lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (29/9/2019).

Sebagai warisan budaya, karawo menjadi identitas masyarakat Gorontalo. Kerajinan ini hidup di tengah masyarakat, dilakukan oleh kaum wanita seusai melakuka  aktifitas rumah tangga.

Sebagai kerajinan, sulaman karawo harus ditingkatkan kualitasnya. Tanggung jawab ini dilakukan oleh pemerintah melalui instansi terkait seperti dinas perindustrian, pariwisata, Dewan Kerajinan Nasional dan dukungan dari Bank Indonesia.

"Karawo yang berkualitas terbukti menjadi daya tarik masyarakat internasional, karawo sudah dikenal luas," ujar Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk mengenalkan sulaman karawo, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo sejak lama getol mempromosikan produk unik ini, salah satunya melalui Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), sebuah ajang kepariwisataan yang masuk dalam 100 Calendar of Even Kementerian Pariwisata. GKK tahun ini memasuki usia ke-9.

Pengrajin karawo ditemukan di semua daerah di Provinsi Gorontalo, jumlahnya mencapai ribuan orang. Mereka menyulam setiap hari, melibatkan anggota keluarga.

Keterampilan mengiris serat benang, menyulam dan mengikatnya menjadi sulaman yang indah. Kerajinan ini diwariskan dari anggota keluarga yang lebih tua kepada anak-anak. Sampai saat ini para pengrajin masih tekun memainkan benang warna-warni pada kain yang telah dicabut sebagian seratnya.

Untuk menggenjot penjualan sulaman karawo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata menggelar GKK setiap tahunnya.

Ketekunan dan konsisten penyelenggaraan kegiatan ini menjadikan GKK masuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Halaman 1 dari 5
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo