>

SUWAWA TENGAH – Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo mengebut penyelesaian pekerjaan pemeliharaan Jembatan Tolomato di Suwawa Tengah Kabupaten Bone bolango, Selasa (22/10/2019).

“Hingga sampai saat ini pekerjaan sudah mencapai 90 persen. Untuk pekerjaan normalisasi dan pembuatan bronjong yang dilaksanakan oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) baru mencapai 10 persen, dikarenakan pekerjaannya baru dimulai dua minggu yang lalu,” kata  Handoyo Sugiharto, Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo saat meninjau proses pekerjaan jembatan.

Pekerjaan pemeliharaan Jembatan Tolomato yang dimulai pada pertengahan September lalu, diawali dengan perbaikan abutment (penyangga jembatan) dan perbaikan oprit jembatan oleh Bidang Bina Marga, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan normalisasi dan pembuatan bronjong oleh Bidang SDA.

Handoyo Sugiharto yang didampingi Kepala Bidang SDA, Romen Lantu dan Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Zulkarnain Habibie, optimistis akan merampungkan pekerjaan pemeliharaan Jembatan Tolomato pada akhir bulan November nanti .

“Pekerjaan ini di mulai oleh Bidang Bina Marga dengan perbaikan abutment dan perbaikan oprit jembatan yang beberapa waktu lalu rusak akibat bencana alam. Nah saat ini pekerjaan normalisasi terus dikerjakan, agar sebelum tiba musim hujan atau pada bulan November pekerjaan sudah selesai,” jelas Handoyo Sugiharto.

Jembatan Tolomato merupakan satu-satunya akses masyarakat yang yang berada di Kecamatan Suwawa Timur, Suwawa Tengah dan sekitarnya untuk menuju Kota Gorontalo.

Pemeliharaan Jembatan Tolomato tersebut menelan anggaran APBD-P tahun 2019 sebesar Rp2,1 miliar dan dikerjakan oleh 2 bidang , Bina Marga dan SDA.

“Saya berharap setelah pekerjaan ini selesai, jembatan ini dapat digunakan oleh masyarakat di kabupaten Bone Bolango,” papar Handoyo Sugiharto.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

GORONTALO –  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo melakukan kerja sama dengan konsultan Perencanaan CV Muliya Cipta Konsultan dan CV Nandi Tiya Konsultan.

Kerja sama ini ditandai dengan ditanda tangganinya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Bidang Bina Marga, Abdul Fandit Ahmad yang mwakiliki Dinas PUPR dengan 2 pimpinan perusahaan konsultan di kantor dinas, Senin (21/10/2019)

Penandatanganan ini merupakan upaya pemerintah untuk membuat perencanaan pembangunan ruas jalan strategis provinsi.

“Penandatanganan kontrak kerja sama pelaksanaan Detail Engineering Design (DED) ruas jalan strategis provinsi di Imbodu-Motolohu Selatan dengan CV Nandi Tiya Konsultan dan untuk perencanaan ruas jalan provinsi yang ada di Kota Gorontalo tahun 2019 ini oleh CV Muliya Cipta Konsultan,” Kata Abdul Fandit, Selasa (22/10/2019).

Perencanaan ruas jalan strategis provinsi yang dibuat oleh konsultan tersebut salah satunya digunakan pada 2020 dan sebagian akan dijadikan stock desain peningkatan ruas jalan provinsi yang pembangunannya menyesuaikan dengan anggaran.

“Stok desain dibuat oleh CV Muliya Cipta Konsultan itu akan kami gunakan pada rencana pekerjaan ruas jalan John Aryo Katili pada 2020 nanti dan untuk perencanaan ruas jalan Imbodu-Motolohu Selatan akan kami jadikan sebagai stock desain,” ujar Abdul Fandit Ahmad.

Abdul Fandit Ahmad berharap konsultan membuat perencanaan ruas jalan provinsi yang dapat memberi kenyamanan pengguna dengan tidak mengindahkan kaidah perencanaan sesuai dengan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, yaitu pembangunan infrastruktur merata hingga ke pelosok.

“Kami berharap dengan adanya MoU ini menghasilkan perencanaan ruas jalan strategis, bisa tepat mutu, tepat kualitas dan tepat administrasi. Dapat memberi kenyaman bagi para penggunanya,” tutup Abdul Fandit Ahmad.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

SUWAWA TENGAH - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Abdul Fandit Ahmad melakukan peninjauan pekerjaan pemeliharaan Jembatan Tolomato, yang berada di Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone bolango, Kamis (17/10/2019).

Pemeliharaan jembatan Tolomato tersebut dikerjakan oleh dua bidang, Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA).  Bina Marga melakukan penguatan abutment (penyanga jembatan) dan pemasangan Oprit sedangkan untuk Bidang SDA melakukan normalisasi sungai dan pembuatan bronjong.

Pemeliharaan jembatan Tolomato saat ini progresnya sudah mencapai 47,5 persen dan sudah melebihi dari capaian target yang diharapkan.

“pekerjaan bidang Bina Marga progresnya saat ini sudah mencapai 47,5 persen dan itu sudah melebihi harapan,” kata Abdul Fandit.

Sedangkan Bidang SDA, pekerjaannya saat ini dalam proses normalisasi sungai dari sedimen dan pembuatan bronjong, direncanakan setelah pekerjaan perbaikan abutment dan pemasangan Oprit selesai dikerjakan oleh Bidang Bina Marga.

“Muda-mudahan perbaikan abutment dan pemasangan oprit yang dilakukan oleh Bidang Bina Marga akan selesai tepat waktu. Sehingga Bidang SDA segera melakukan pembuatan bronjong pada bibir sungai,” jelas Abdul Fandit Ahmad.

Ia berharap pekerjaan pemeliharaan yang dikeroyok oleh 2 bidang ini yang menggunakan anggaran APBD-P pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo sebesar Rp2,1 miliar dapat selesai tepat waktu dan dapat segera dinikmati masyarakat.

“Kami berharap pemeliharaan jembatan Tolomato ini selesai tepat waktu, tepat mutu, tepat kualitas dan tepat administrasi. Sehingga masyarakat segera menikmati jembatan Tolomato ini,” tutup Abdul Fandit

 

Pewarta : Yudi - PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Kepala Bidang Bina Marga, Abdul Fandit Ahmad mewakili Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Konsultan Perencaan CV Kalate Consultant untuk perencanaan ruas jalan provinsi, Kamis (17/10/2019).

“Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan penandatanganan kontrak kerja sama dengan CV Kalate Consultant terkait pekerjaan perencanaan jalan strategis provinsi,” kata Abdul Fandit Ahmad.

Abdul Fandit mengungkapkan dalam kontrak tersebut ada tiga ruas jalan strategis provinsi yang akan dibuatkan perencanaan pada tahun 2019 ini sebagai stock desain

“Di dalam kontrak perencanaan ada 3 ruas jalan strategis dan menjadi stock desain, di antaranya ruas jalan Pepaya Karya Baru, ruas jalan Trans Torosiaje dan yang ketiga ruas jalan Wonggahu-Saritani,” jelas Abdul Fandit.

Untuk perencanaan ini, Kepala Bidang Bina Marga ini berharap Mukti Abdullah, Direktur CV Kalate Consultant agar dapat menghasilkan perencanaan yang sesuai dengan kaidah dan harapan dinas.

“Hasil nantinya sesuai kaidah perencanaan, kondisi yang real. Sehingga pengaanggarannya nanti tidak ada perubahan desain maupun perencanaan jalannya,” ujar Abdul Fandit Ahmad.

Untuk pembangunan 3 ruas jalan tersebut, Abdul Fandit menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil konsultan dan ketersedian anggaran.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta pengerjaan jalan perkantoran Botu segera dirampungkan, pasalnya jalan tersebut menjadi satu-satunya akses pegawai menuju Kantor DPRD dan Kantor Gubernur.

Hal tersebut disampaikannya melalui asisten 2 bidang ekonomi dan pembangunan Provinsi Gorontalo Sutan Rusdi saat meninjau pengerjaan jalan tersebut bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo, Kamis (17/10/2019).

“Kalau disisi waktu memang sampai Desember. Kita sudah bicarakan juga dengan Pak Kadis PU selaku PA dan KPA, kalau bisa kontraktor mengerjakan lebih cepat dari schedule. Nah ini kalau bisa kita majukan, lebih bagus,” tutur Sutan.

Ditempat yang sama, Kadis PUPR Handoyo mengungkapkan pengerjaan jalan ini telah mencapai 25 persen, diperkirakan pada minggu depan akan mencapai 40 persen dengan menggunakan sistem kerja shift.

“Pengerjaan ini bukan lama, tapi karena memang baru dimulai, kontraknya baru satu bulan lebih. Kita juga harus menggali hingga ke tanah dasar, tanah dasar dipadatkan kemudian diganti kelas B, kelas A kemudian kita aspal. Tapi ini sudah selesai, tinggal pengaspalan base, kemudian diaspal AC-BC (Asphalt Concrete-Blinder Curse), saya kira sudah akan lancar kembali,” ungkap Handoyo.

Terkait penambahan aksen warna disepanjang talud penahan tanah, menurut Handoyo adalah untuk menambah kesan yang lebih bervariasi.

Pekerjaan peningkatan ruas jalan perkantoran botu yang menggunakan anggaran APBD tahun 2019 pada Dinas PUPR Provinsi Goronto sebesar Rp7 miliar itu, akan dilakukan pengaspalan sepanjang 3,2 kilometer, dimulai dari Patung Langga hingga ke Kantor Gubernur.

 

Pewarta : Gina/Ecin - Humas

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

GORONTALO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menggelar rapat laporan akhir penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) pekerjaan ruas jalan Pentadu-Mananggu segmen Bolihutuo-Kramat oleh konsultan perencanaan CV Arvil Tunggal’29.

Rapat yang dilaksanakan di gedung PIP2B dibuka Kepala Bidang Binas Marga, Abdul Fandit Ahmad dan dihadiri oleh Pimpinan CV Arvil Tunggal’29 Carter Labook, Pemda Boalemo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Kepala Desa Bolihutuo, Kepala Desa Kramat dan sejumlah dinas terkait, Selasa (15/10/2019).

Dalam sambutannya Abdul Fandit Ahmad mengatakan, rencana pembangunan ruas jalan Pentadu-Mananggu segmen Bolihutuo-Kramat tersebut sudah dicanangkan secara oleh Gubernur Gorontalo dan Pangdam XIII/Medeka. Juga sudah dilaksanakan laporan awal penyusunan UKL dan UPL oleh CV Arvil Tunggal’29 di desa Kramat, Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo pada beberapa waktu lalu.

“Setelah ruas jalan ini dicanangkan Gubernur Gorontalo bersama Pangdam XIII/Merdeka. Konsultan Arvil Tunggal’29 juga sudah melaksanakan diskusi atau laporan awal UKL dan UPL ini di kantor Desa Kramat Kabupaten Boalemo pada beberapa waktu lalu,” kata Abdul Fandit Ahmad.

Dari rapat atau diskusi yang dilaksanakan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan segera ditindaklanjuti Pemda Boalemo dan tim konsultan diantaranya terkait ganti untung terhadap tanaman milik masyarakat, isu perubahan trase (jalan) dan yang terakhir terkait ganti untung terhadap beberapa bangunan milik masyarakat yang penganggarannya pada tahun 2020.

“Hasil rapat ada 3 hal, ganti untung tanaman milik masyarakat yang akan selesai pada akhir Oktober ini, karena masih dilakukan identifikasi oleh dinas terkait, isu perubahan trase terhadap lahan yang telah dihibahkan namun itu tidak benar dan yang terakhir adanya tiga buah rumah milik masyarakat yang tahun ini belum sempat dibebaskan oleh Pemda Boalemo karena penganggaranya pada tahun depan,” jelas Abdul Fandit Ahmad.

Untuk pembangunan ruas jalan Pentadu-Mananggu segmen Bolihutuo-Kramat yang direncanakan sepajang 6,6 km dengan lebar 12 m ini, pembangunan tahap awal akan menelan anggaran APBD sebesar Rp2 miliar dan akan diswakelola ke TNI.

Sementara itu Carter Labook, pimpinan konsultan CV Arvil Tunggal’29 mengatakan masyarakat pemilik tanaman tidak perlu khawatir karena anggaran untuk ganti untung dari Pemda Boalemo sudah tersedia dan berharap dukungan dari dinas terkait.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena tanamannya tetap diganti rugi dan saya berharap dukungan dari Pemda Boalemo untuk membantu dalam hal percepatan prosesnya, karena pelaksanaan MoU atau kesepakatan dengan TNI itu sudah harus dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ujar Carter Labook.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Balai Pengujian Material Jalan dan Bangunan (BPMJB) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo saat ini tengah dalam proses akreditasi.

BPMJB terus melakukan terobosan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Salah satu yang dihadapi adalah adaptasi perkembangan Industri 4.0. Untuk itu  BPMJB bekerja sama dengan CV Daep IT, tengah menyiapkan peluncuran aplikasi pelayanan berbasis website, untuk mempermudah masyarakat dalam hal pelayanan pengujian material jalan dan bangunan.

Kepala BPMJB, Zulkarnain Daniel mengatakan mereka membuat aplikasi Website untuk mempermudah pelayanan permohonan pengujian material jalan dan bangunan dan untuk menghadapi industri 4.0.

“Menghadapi industri 4.0 kami sedang mengembangkan aplikasi yang memudahkan jangkauan pengguna jasa pengujian material jalan dan bangunan,” kata Zulkarnain Daniel, Senin (14/10/2019).

Selain itu Zulkarnain Daniel juga menambahkan aplikasi tersebut akan menampilkan menu informasi BPMJB dan apa saja yang akan diujikan pada pelayanan laboratorium tersebut.

“Di website itu kita akan informasikan semua tentang Laboratorium dinas PUPR Provinsi Gorontalo baik itu parameter uji, waktu pelaksaan dan satuan biaya yang akan di bebankan ke pemohon” ujar Zulkarnain Daniel.

Sementara itu Kepala Seksi Uji Meterial Jalan dan Bangunan, Nugraha Oktofelly Dewaputu juga menjelaskan bahwa ide awal dari aplikasi ini agar mempercepat arus komunikasi antara pemohon dan petugas UPTD.

“Rata-rata masyarakat sudah memakai smartphone, jadi saat sosialisasi aplikasi ini diharapkan sudah lebih gampang untuk digunakan, meski masih ada pembenahan dalam aplikasi tersebut namun kita akan upayakan secepatnya selesai sebelum diluncurkan pada Hari Bakti PU” jelas Nugraha Dewaputu.

Nugraha Dewaputu juga menambahkan adanya aplikasi tersebut dapat mempermudah pengaturan dan penyimpanan file  administrasi dalam pengujian material jalan dan bangunan.

“Nantinya file pengujian sampai dengan hasil pengujian kita aman dan tertata rapi. Dan BPMJB siap kapan saja saat dibutuhkan, baik itu perusahaan maupun perseorangan, apalagi kami dalam proses akreditasi,” tutup Nugraha Dewaputu

 

Pewarta  : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

PAGUYAMAN PANTAI -  Menindaklanjuti laporan Pemerintah Kabupaten Boalemo terkait rusaknya jalan Molombulahe-Bubaa akibat longsor dan laporan masyarakat tentang kerusakan plat duikker di jalan Bongo Nol-Wonosari, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo Abdul Fandit Ahmad bergerak cepat melakukan perbaikan.

Bidang Bina Marga langsung membuat perencanaan dan melakukan perbaikan terhadap ruas jalan provinsi Molombulahe-Bubaa dan plat duikker yang mengalami kerusakan tersebut.

“Kami telah melakukan survei dan membuat perencaan perbaikan terhadap laporan Bupati Boalemo ke Gubernur terkait kerusakan ruas jalan Molombulahe-Bubaa dan plat duiker. Kami sudah lakukan monitoring proses pengerjaannya,” kata Abdul Fandit Ahmad, Selasa (8/10/2019).

Dari monitoring ruas jalan Molombulahe-Bubaa, yang sedang diperbaiki waktu lalu saat ini penanganan sudah mencapai 100 persen sedangkan untuk Plat Duikker penanganannya sudah mencapai 95 persen.

“Alhamdulillah, pekerjaan penanganan jalan Molombulahe-Bubaa sudah mencapai 100 persen, sedangkan pemeliharaan plat duiker mencapai 95 persen, beberapa hari ke depan bisa selesai 100 persen,” ungkap Abdul Fandit

Kepala Bidang Bina Marga ini menambahkan bahwa pekerjaan penanganan tersebut merupakan pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, dengan menggunakan anggaran APBD tahun 2019.

“Jalan Molombulahe-Bubaa ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat kecamatan Paguyaman Pantai untuk menggerakkan roda perekonomian,” tutup Fandit

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

WANGGARASI -  Pembangunan ruas jalan provinsi di Kabupaten Pohuwato terus dikebut agar dapat segera dinikmati masyarakat.

Salah satu jalan prioritas yang dalam proses penyelesaian adalah ruas jalan yang menghubungkan Taluditi dan Wanggarasi di Kecamatan Wanggarasi. Proyek jalan ini saat sedang dalam tahap penyelesaian oleh kontraktor.

Abdul Fandit Ahmad, Kepala Bidang Bina Marga yang turun melakukan monitoring bersama sejumlah staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menyatakan proses penyelesaian jalan ini sedang dikebut agar bisa segera dinikmati masyarakat.

“Kami sudah melakukan pengawasan pekerjaan kebinamargaan dan memastikan kualitas bagus, tepat waktu,” kata Abdul Fandit Ahmad, usai melakukan monitoring pekerjaan ruas jalan provinsi Taluditi-Wanggarasi di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Rabu (10/10/2019)

Pembangunan jalan Taluditi-Wanggarasi yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) ini menyerap anggaran Rp16,471 miliar, dengan panjang 15 kilometer dengan efektif 6,5 kilometer dan lebar 5 meter.

“Alhamdulillah pembangunan jalan Taluditi-Wanggarasi saat ini sudah mencapai 97 persen, tinggal pekerjaan bahu jalan dan pembuatan marka jalan atau finishing saja” jelas Abdul Fandit Ahmad.

Ia menambahkan pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi dari program Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo yaitu pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok Provinsi Gorontalo.

Sementara itu Perwira S Pongkapadang, Sekretaris Desa Bohusami Kecamatan Wanggarasi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur Gorontalo, dengan adanya pembangunan jalan yang melintasi desanya.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang membangun jalan ini sehingga akses masyarakat ke ibu kota kabupaten sudah lancer,” tuturnya

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

BOALEMO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo terus memastikan layanan infrastruktur jalan terus ditingkatkan, termasuk di daerah pinggiran yang jauh dari ibu kota provinsi.

Pemerataan layanan infrastruktur hingga ke pelosok ini merupakan perwujudan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.

Salah satunya adalah pembangunan ruas jalan Tangkobu-Pentadu di Kabupaten Boalemo.

 

Bahkan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Gorontalo, Abdul Fandit Ahmad sudah melakukan peninjauan dan pengawasan di beberapa pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi di daerah ini pada pertengahan September 2019 lalu.

“Pada Rabu (18/09/2019) kami sudah melakukan monitoring pekerjaan ruas jalan yang berada di Boalemo,” kata Abdul Fandit, Sabtu (5/11/2019).

Menurut Abdul Fandit pekerjaan Pembangunan Jalan Tangkobu-Pentadu yang Martual Check 0 persen (MC0) atau titik awal pekerjaannya yang dimulai dari Desa Bubaa dan ujungnya di desa Lito Kecamatan Paguyaman Pantai.

“Semoga pembangunan jalan ini daapt dimanfaatkan masyarakat, mendukung pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ujar Abdul Fandit Ahmad.

Kepala Bidang Bina Marga ini berharap pembangunan jalan yang menggunakan anggaran APBD pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, sebesar Rp7,027 miliar ini bisa bermanfaat, serta bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kecamatan Paguyaman Pantai.

“Kami selalu optimistis pembangunan jalan yang panjangnya 3180 meter ini bisa meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Karena pemerataan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok-pelosok merupakan wujud visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo” papar Abdul Fandit Ahmad

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo
Halaman 1 dari 8
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo