>

Displaying items by tag: pemerintahan

Gorontalo, Sebelum melakukan rapat paripurna dengan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan pimpinan SKPD terkait lainnya, dalam rangka penyampaian nota pengantar Ranperda RAPBD 2017, Plt Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakhrulloh, mengadakan pertemuan dan konsolidasi dengan para Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo di ruang Inogaluma DPRD, Kamis (17/11).

Pada kesempatan itu Zudan Arif menyampaikan bahwa sebagai Plt Gubernur Gorontalo, ia di tugaskan oleh Menteri Dalam Negeri salah satunya adalah untuk menyelesaikan terget APBD harus cepat selesai dan harus tepat waktu

“Mendagri meminta kepada saya APBD kita harus tepat waktu, karena selama ini APBD Provinsi Gorontalo selalu masuk 3 besar selesai lebih awal, dan ditugaskannya saya disini saya berharap lebih cepat lagi mari kita bahu membahu agar APBD Provinsi sudah ditetapkan pada tanggal 5 Desember nanti sesuai dengan Ulang tahun Provinsi Gorontalo, semua ini kita lakukan demi kebutuhan masyarakyat agar cepat terlayani,” kata Zudan Arif.

Selanjutnya Plt menambahkan mengingat porsi APBD Provinsi Gorontalo paling kecil jika dibandingkan dengan daerah lain misalnya Provinsi DKI Jakarta, maka tidak menutup kemungkinan penetapan APBD Kita akan lebih cepat dari sebelumnya.

“Walaupun APBD kita terbilang lebih sedikit dibanding Ibukota, tapi ini adalah kesempatan kita untuk penetapannya lebih cepat dan dengan keadaan ini kita tidak boleh patah semangat kita harus tetap menumbuhkan sikap ke gotong-royongan untuk membangun daerah Gorontalo ini dengan lebih baik,” ungkapnya.

lebih lanjut Zudan juga menegaskan bahwa sesuai perintah presiden melalui Mendagri untuk konsolidasi politik dengan jajaran pemerintah Provinsi Gorontalo untuk pra dan pasca pilkada setelah terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur, agar pemerintahan harus berjalan dengan baik dan benar.

“Sinergitas antara pemerintah provinsi dan lembaga legislatif adalah salah satu kunci untuk menjalankan itu. Kerjasama yang baik tentu akan berdampak pada output pembangunan terutama untuk kesejahteraan rakyat Gorontalo,” pungkasnya. hms

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk senantiasa mengembangkan kapasitas dan kemampuan diri, baik melalui jenjang pendidikan formal maupun pendidikan dan latihan kepemimpinan (Diklat Pim), agar menjadi ASN yang berkualitas, terampil dan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Prof. DR. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS., saat menutup Diklat Pim III Angkatan VII Provinsi Gorontalo tahun 2016 di ruangan Dulohupa Kantor Gubernur Gorontalo, Sabtu (12/11).

“Kita tidak hanya dituntut memiliki integritas yang tinggi, tetapi kita juga harus profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Winarni.

Winarni mengungkapkan, Diklat Kepemimpinan merupakan bagian strategis dalam mendukung tercapainya program pembangunan. Dalam konteks inilah, maka Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berusaha untuk mengembangkan SDM aparatur dengan memberikan kesempatan sebesar-besarnya melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi maupun mengikutsertakan pada berbagai kegiatan diklat.

“Kita terus mendorong ASN yang berpendidikan S1 untuk lanjut ke S2, demikian pula S2 ke S3. Dan alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang bergelar Doktor sudah semakin banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof.Winarni Monoarfa berharap, hasil pembelajaran yang diterima oleh seluruh peserta Diklat Pim III yang dituangkan dalam bentuk Proyek Perubahan (Proper), harus diimplementasikan dalam organisasi kerja. Melalui Proyek Perubahan yang konkret dan realistis, serta memiliki kemanfaatan yang besar bagi organisasi kerja, diharapkan dapat mempercepat perbaikan pelayanan publik.

“Substansi Diklat Pim dengan proyek perubahan yaitu menjadikan pesrta Diklat sebagai pemimpin perubahan yang inovatif. Karenanya jangan berhenti pada tataran konsep, tetapi harus terus dilanjutkan dalam tataran implementasi,” pungkasnya. Hms

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pelaksana tugas Gubernur Gorontalo, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mencanangkan peringatan HUT Provinsi Gorontalo ke-16 dan HUT Korpri ke-45 tahun 2016, di halaman rumah jabatan Gubernur, Sabtu pagi (12/11).

Pencanangan ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Plt Gubernur yang turut didampingi Walikota Gorontalo Marten Taha, Sekda Provinsi Gorontalo Prof. Winarni Monoarfa, serta unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, yang sebelumnya didahului pelaksanaan jalan sehat bersama bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo, pengemudi bentor, dan masyarakat umum lainnya.

Dalam sambutannya Zudan mengajak seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk terus menjaga dan mewujudkan Gorontalo sebagai daerah teraman di Indonesia.

“Suasana Gorontalo yang aman dan kondusif harus terus kita jaga bersama,” kata Zudan.

Diakuinya, sejak pertama kali menginjakkan kaki di bumi Serambi Madinah hingga dua pekan melaksanakan tugas sebagai Plt. Gubernur Gorontalo, belum sekalipun dirinya menemui permasalahan khususnya yang berhubungan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini menunjukkan akhlakul karimah masyarakat Gorontalo yang sangat tinggi. Bahkan saya sering jalan pagi dan bersepeda sendiri di Kota Gorontalo, namun tidak sekalipun saya mendapat gangguan dan ancaman. Daerah ini benar-benar aman, dan itu harus terus kita pelihara bersama demi suksesnya pembangunan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Gubernur Zudan Arif Fakrulloh menyerahkan santunan zakat mall dari Baznas Provinsi Gorontalo kepada 400 kaum dhuafa dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada 400 pengemudi bentor.

Sementara itu untuk memeriahkan peringatan HUT Provinsi Gorontalo ke-16, panitia pelaksana akan menggelar beberapa kegiatan yang akan melibatkan ASN dan seluruh masyarakat, diantaranya dzikir dan doa bersama, pagelaran budaya, upacara bendera yang akan diintegrasikan dengan peringatan Hari Bakti PU dan apel Korpri, serta puncak peringatan HUT Provinsi Gorontalo pada 5 Desember 2016 dengan agenda utama Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Gorontalo. Adapun tema yang diangkat pada peringatan HUT Provinsi Gorontalo tahun 2016, yakkni “Di usia ke-16 tahun Provinsi Gorontalo mari kita tingkatkan persaudaraan, songsong pilkada sejuk, aman, damai dan menggembirakan untuk mempercepat pembangunan yang membahagiakan rakyat”. hms

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Gorontalo Prof. Zudan Arif Fakrulloh meminta kantor layanan publik agar memberikan kemudahan kepada masyarakat mndapatkan informasi layanan, seperti pengurusan dokumen perizinan atau dokumen lainya.

"Model informasi sistem digital perlu dikembangkan, sehingga masyarakat saat mendapatkan informasi layanan, baik itu perizinan atau lainya tidak perlu lagi datang ke kantor pemerintah," kata Zudan saat sidak di kantor Badan Pananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Provinsi Gorontalo, Kamis (9/11).

Ia mencotohkan, seperti dalam proses pengurusan izin air tanah, seperti apa persyaratanya, berapa lama proses hingga izin selesai, masyarakat bisa mengakses informasi itu baik lewat website, Short Message Service (SMS) gateway, atau menayakan langsung lewat aplikasi Whatsapp.

Selain itu, sarana ini juga bisa digunakan masyarakat untuk menanyakan apakah dokumen yang dimohonkan sudah selesai, atau menginformasikan balik bahwa dokumen perizinannya sudah selesai, dan sudah bisa dijemput.

"Jangan lagi bebankan masyarakat, harus bolak balik kantor, hanya untuk mengecek apakah dokumenya sudah selesai atau belum," ujar Arif yang juga menjabat Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri itu.

Terpenting baginya, kantor layanan publik ada transparansi informasi, dan transparansi persyaratan, pelayanan bisa cepat, lebih baik dan sangat efisien dan gratis.

Menurutnya, kecepatan dalam layanan sangatlah penting, karena saat ini masyarakat meminta semua layanan dapat dipercepat, mengingat mereka juga punya kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

"Terkait dengan proses perizinan yang tadinya memerlukan waktu selama tiga hari, kalau pelayanannya tidak memerlukan persyaratan lain-lain bisa didorong menjadi satu hari, yang lima hari kalau kita efisiensi waktu bisa jadi hanya tiga hari saja," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Arif meminta agar komitmen berantas pungutan liar benar-benar penerapanya, Rp10 ribu saja akan di urus oleh Presiden, ini artinya tidak boleh lagi ada pungli. (Farid Dihuma - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gorontalo Prof. Zudan Arif Fakrulloh secara mendadak mengunjungi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi setempat, Rabu (9/11).

Dari pantauan ANTARA, kedatangan Plt Gubernur Gorontalo sama sekali tidak diketahui oleh komisioner serta staf sekretariat KPU provinsi setempat.

Usai melakukan pertemuan dengan komisioner dan kepala sub bagian di ruangan sekretaris KPU, Zudan menjelaskan bahwa kedatanganya ke KPU hanya melakukan konsolidasi, diantaranya masalah data pemilih.

"Kami melakukan konsolidasi data pemilih mengingat data tersebut menjadi salah satu sumber untuk menciptakan pemilu yang bersih dan transparan," kata Zudan yang juga Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi untuk menciptakan situasi yang kondusif, menyamakan persepsi dengan penyelenggara, agar pemilu ini benar-benar aman, sejuk dan menggembirakan.

"KPU sudah sejalan dengan pemerintah, bahwa semua yang namanya pesta demokrasi harus menggembirakan," jelas Arif.

Ia juga memastikan pemerintah akan terus mendukung dan membantu pihak penyelenggara KPU, baik dari segi dukungan anggaran, keamanan, dan ketertiban hingga tercipta pemilu yang demokrasi.

Ia juga meminta kepada KPU untuk dapat berkoordinasi dengan semua pasangan calon, agar penyelenggaraan Pilkada ini bisa dengan akhlak yang baik, dengan maksud pasangan calon menyampaikan program terbaiknya.

Sebelumnya, KPU Provinsi Gorontalo telah menetapkan tiga pasangan calon sebagai peserta Pilkada 2017, yaitu pasangan Hana Hasanah Fadel-Tonny Junus, Rusli Habibie-Idris Rahim dan Zainuddin Hasan-Adhan Dambea. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo,  Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakrullah meminta kepada semua pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur (Cagub/Cawagub), pada saat kampanye yang dikedepankan kepada masyarakat adalah program.

"Tujuan kampanye jelas, yaitu menjual semua program sehingga bisa menarik simpati masyarakat," kata Zudan, Rabu.

Kepada para tim sukses dari semua pasangan calon, untuk dapat berkampanye dengan akhlak yang mulia, sebisa mungkin saat berkampanye tidak boleh saling menjelakan antara satu pasangan dengan pasangan lainya.

Ia berharap agar Pilkada Gorontalo bisa menjadi percontohan bagi daerah lainya, mengingat masyarakat Gorontalo sangat menjunjung tinggi kebersaamaan, gotong royong, yang dalam bahasa daerah dikenal dengan "Mohuyula".

"Sekali lagi mari kita bangun Pilkada Gorontalo dengan akhlak yang mulia," pintanya.

Ia menilai sejauh ini situasi atau perkembangan politik di Gorontalo cukup bagus dan masih aman, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kabinda, Polda, Dandim 1304 dan tokoh masyarakat agar Pilkada Gorontalo dapat berjalan dengan aman.

Dirinya juga mengaku akan mendatangi perguruan tinggi di Gorontalo, untuk terus menggalang dan membuat soliditas di masyarakat, agar proses demokrasi berjalan sesuai harapan bersama, mengingat Gorontalo cukup memiliki banyak potensi untuk dikembangakan demi pembangunan daerah ini.

"Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), saya berharap untuk tidak terlibat dalam politik praktis, bekerjalah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing," ujarnya.

Dirinya mengaku telah diberikan amanah oleh negara dan kewenangan untuk mengganti atau memutasi pejabat, untuk mengisi jabatan yang kosong, mengisi perangkat daerah atas seizin Menteri Dalam Negeri.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo telah menetapkan tiga pasangan calon sebagai peserta Pilkada Gorontalo 2017, yaitu Hana Hasanah Fadel-Tonny S Junus, Rusli Habibie-Idris Rahim dan Zainuddin Hasan-Adhan Dambea. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Wali Kota Gorontalo Marten Taha memaparkan sejumlah masalah yang terjadi di wilayah itu ke Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakhrulloh, saat melakukan kunjungan kerja perdana ke ibukota itu, Rabu.

Wali Kota mengatakan, persoalan pengangguran menjadi urusan penting yang harus ditangani secara optimal.

Sesuai data bahwa angka pengangguran di Kota Gorontalo yang mencapai 7,22 persen harus ditangani komprehensif dan diharapkan bisa turun setiap tahun, dengan membuka lapangan kerja baru dan program bantuan pelatihan tenaga kerja.

Selain pengangguran, masalah bencana banjir masih tetap menjadi ancaman bagi masyarakatnya. Meski dari tahun ke tahun luas wilayah yang terendam semakin berkurang.

Selain itu, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh warga Kota Gorontalo yang berjumlah 193,898 jiwa, nyatanya belum mampu diharapkan.

"Karena keterbatasan produksi air dan instalasi pengelolaan yang belum maksimal, jadi penyebabnya," ungkap Marten Taha pada laporan itu.

Bahkan fasilitas umum yang berada di kawasan perumahan warga, turut dipaparkan Marten Taha. Sebab dalam temuannya, fasilitas itu tidak memadai dan jumlahnya yang minim.

"Fasilitas sosial juga sangat kurang di kawasan perumahan warga," ungkapnya.

Marten mengungkap, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terus digenjot keberadaanya, masih belum memenuhi batas minimal yakni 30 persen dari luas Kota Gorontalo sebesar 79,03 kilo meter persegi.

Sementara yang terakhir ia paparkan, yakni pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah, karena sekarang ada lebih dari 160 jabatan struktural.

Dengan semua persoalan daerah itu, Marten berharap agar bisa cepat diselesaikan dengan tanpa melanggar aturan yang ada. (Febriandy Abidin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo yang sementara di pimpin oleh Plt Gubernur Gorontalo Zudan Arif, sangat mengapresiasi kerjasama, koordinasi dan pembinaan yang telah terjalin selama ini antara BPK perwakilan Gorontalo dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota, sehingga selama 3 tahun terakhir pemerintah Provinsi Gorontalo berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya ucapkan terimakasih atas kerjasama dan pembinaanya, sehingga 3 tahun terakhir ini bisa meraih opini WTP, dan yang lebih membanggakan lagi 2 Tahun terakhir pemerintah kota dan kabupaten ikut meraih WTP,” Kata Zudan Arif pada sambutan serah terima jabatan kepala BPK Perwakilan Gorontalo, Senin (31/10) di Aula BPK.

Lebil lanjut Zudan Arif berharap pembinaan dan kerjasama tersebut terus ditingkatkan, agar tahun 2016 ini Provinsi Gorontalo dan seluruh Kabupaten dan Kota kembali meraih WTP.

“Mari kita bergandengan tangan mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” Lanjut Plt Gubernur.

Sementara itu, kehadiran Bupati/walikota serta seluruh unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota pada kegiatan tersebut, mendapat apresiasi penuh dari Plt Gubernur, menurutnya hal ini menunjukan pemerintahan yang kompak , satu, dan tidak terkotak-kotak.

“InsyaAllah jika kita kompak dan bersatu, kita bisa membawah Gorontalo yang maju dan Jaya,” tegasnya.

Diketahui yang menjadi kepala BPK perwakilan Gorontalo yang baru adalah bapak Muhaimin setelah menerima jabatan dari ketua BPK yang lama Bapak Bingkros Hutabarat. Hms

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo, Prof. Dr. Zudan Arif menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugas sebagai Plt Gubernur, dirinya akan fokus dengan tiga poin utama yang menjadi fokus kerjanya, hal ini disampaikan saat memimpin apel perdana dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Senin (31/10).

“ada tiga poin utama, yang menurut saya akan menajdi acuan saya selama kurang lebih 4-6 bulan kedepan menjadi pelaksana tugas Gubernur Gorontalo,”kata Zudan Arif.
Diketahui tiga poin utama tersebut adalah Pertama, dirinya akan memastikan pelayanan publik dan pemerintahan bisa berjalan dengan paripurna, tidak ada perbedaan antara Gubernur definitif dengan Plt Gubernur.

Kedua bahwa pihaknya memastikan penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 harus tepat waktu, dan terencana dengan baik. dan poin ketiga yang telah diamanahkan yaitu,memastikan tahapan Pilkada di Gorontalo harus berjalan sukses, aman dan bergembira.

“dalam hal ini yang paling utama adalah pelayanan kepada masyarakat, harus berjalan dengan baik dan maksimal, dan juga saya berharap masyarakat Gorontalo pun bergairah untuk memilih, sehingga tingkat partisipasi pemilih di Gorontalo, bisa tinggi, dan ASN harus profesional dan bersikap Netral,” ujarnya. (hms)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memimpin apel kerja perdananya di lingkunan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Senin (31/10) di halaman rumah dinas Gubernur. dalam sambutannya Zudan arif mengatakan ada 7 arahan penting yang wajib disampaikan pada seluruh ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi.

“ada 7 arahan yang menurut saya penting untuk diketahui oleh ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi, tapi sebelumnya saya mau menyampaikan terimakasih kepada seluruh pemerintah dalam sambutannya kemarin dengan adat mopotilolo,”kata Plt Gubenur.

Selanjutnya Zudan Arif, menyampaikan secara rinci 7 arahan penting tersebut.  ini diharapkan agar ASN di Gorontalo selalu menjadi panutan bagi masyarakat Gorontalo

“7 arahan tersebut adalah yang pertama, ASN harus terus bekerja dan membangun kerjasama untuk melayani dan membahagiakan masyarakat. Kedua ASN diharapkan Segera menyusun RKA dgn memperhatikan target RPJMD. Ketiga Fokus pada tujuan RKP 2012-2017. Keempat Terkait Pilkada, tugas ASN memfasilitasi agar pilkada berjalan lancar,damai,sejuk,dan menggembirakan, secara substantif, ASN harus profesional dan netral. Kelima ASN adalah panutan, harus menjadi contoh dan teladan masyarakat,Hindari narkoba, miras, judi, perselingkuhan, dan perilaku negatif yg merusak citra ASN. Keenam, merevolusi diri dan menggerakkan revolusi mental dengan melakukan inovasi, bekerja dengan luar biasa yakni dari perilaku manual ke digital dan yang teakhir adalah Membangun solidaritas dan kepedulian kepada sesama dengan membantu masyarakat yg ditimpa bencana banjir dibeberapa wilayah Provinsi Gorontalo,”ungkap Plt Gubernur secara rinci.

terakhir Zudan Arif menekankan soal ASN yang wajib harus bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah nantinya, jangan ada yang memihak pada salah satu parpol bakal calon Cagub, Wagub maupun Cabup.

“Khusus menyangkut pilkada nantinya, baik Pilkada Gub maupun Pilkada Bupati Boalemo, saya berharap ASN harus bersikap profesional dan netral. dan mari kita jadikan pilkada Gorontalo menjadi pilkada percontohan, dengan menjadikannya sebagai pilkada yang damai, sejuk, dan gembira,” pungkas Zudan Arif. hms

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama