>

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dihadapan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengatakan, bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik dari perbankan maupun pemerintah daerah, agar digunakan untuk usaha produktif bukan kebutuhan konsumtif.

"Jangan begitu dapat kredit dari bank, hanya digunakan untuk membeli barang konsumtif atau memenuhi kebutuhan pribadi, di luar dari kebutuhan produk usahanya," kata Rusli belum lama ini.

Akibatnya nasabah tersebut kesulitan dalam membayar cicilan bank, karena penggunaan dananya tidak digunakan pengembangan usaha jasa produksinya.

Diakuinya bahwa uang dalam jumlah besar memang akan menimbulkan godaan kuat, dan jangan juga hanya baru mendapat untung sedikit, keuntungannya sudah digunakan pada hal-hal yang tidak ada kaitanya dengan pengembangan usahanya.

"Manajemen diri dan usaha perlu diperhatikan, sehingga efektifitas hasil produksi bisa terus berkembang," ujarnya.

KUR merupakan sebuah program dari pemerintah yang bekerjasama dengan perbankan, sebagai sasaran melancarkan usaha mikro dan menengah, jadi kalau salah sasaran penggunaanya maka dipastikan akan kesulitan mengembalikan modal usaha tersebut.

Terlebih gubernur mengingatkan kepada penerima bantuan alat cetak, perbengkelan dan mesin jahit untuk dapat menjaga bantuan tersebut, jangan sampai hari ini diberikan bulan berikutnya sudah rusak.

Sementara itu kepala dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Gorontalo Abdul Haris Hadju menjelaskan bahwa fasilitas KUR hingga saat ini sudah mencapai 70.643 KUKM. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) Provinsi Gorontalo akan menyalurkan beras ke Lumbung Pangan Masyarakat di lima kabupaten di provinsi itu menjelang bulan puasa Ramadhan 1437 Hijriah.

Kepala BKPPIJ Yusuf Giasi di Gorontalo, Kamis mengatakan beras akan disalurkan ke empat lumbung di Kabupaten Gorontalo sebanyak 10 ton, sedangkan Kabupaten Gorontalo Utara dua lumbung.

Sedangkan jatah untuk Kabupaten Bone Bolanggo tiga lumbung sebanyak 7,5 ton beras, Kabupaten Boalemo satu lumbung 2,5 ton dan Kabupaten Pohuwato dua lumbung sebanyak 5 ton.

"Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan beras 2.500 kilogram. Jadi semua beras yang disalurkan seluruhnya 30 ton dengan dana APBD Rp270 juta," jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan beras tersebut untuk meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan.

"Kami ingin memastikan kecukupan pangan bagi anggota, terutama di daerah yang mengalami kerawanan pangan," imbuhnya

Ia berharap ada peningkatan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan tersebut.

Untuk mendapatkan bantuan beras tersebut, lanjutnya, setiap anggota kelompok lumbung pangan memberikan uang muka sebesar Rp100 ribu untuk peminjaman beras 50 kilogram.

Jangka waktu pengembalian beras cadangan pangan masyarakat yang telah dipinjamkan adalah dua bulan.

"Besaran pengembalian ditentukan sesuai dengan kesepakatan pengurus dan anggota kelompok," jelasnya. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Sutrisno mengatakan, kementrian kelautan akan mendirikan pasar ikan online, untuk memasarkan hasil tangkapan nelayan di Indonesia.

Menurutnya pasar tersebut akan membantu nelayan dalam memasarkan produk perikanannya, dengan cepat dan mudah.

Ia mengungkapkan daerah tersebut memiliki prospek cerah dalam sektor perikanan, karena ditunjang oleh adanya teluk dan bentang pesisir yang panjang.

Data dinas tersebut menunjukkan hasil perikanan laut mencapai 95.991 ton setahun dengan 8.413 rumah tangga perikanan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat mengutarakan rencana pasar ikan online, kepada sejumlah nelayan di Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango beberapa waktu lalu.

"Untuk pemasaran, kami akan buat pasar ikan online. Nanti ikan di pelabuhan Jakarta misalnya bisa dipantau oleh pembeli dari daerah lain. Akan mudah diketahui kuantitas dan jenis ikan yang diperdagangkan," ungkapnya.

Namun demikian, ia meminta seluruh nelayan menghidupkan kembali setiap tempat pelelangan ikan maupun pelabuhan perikanan yang ada di sekitarnya.

"Setiap ikan yang masuk akan dicatat, sehingga data-data dari setiap pelabuhan akan masuk ke kami. Dengan data inilah pasar ikan online bisa segera terealisasi," tambahnya.

Ia juga meminta nelayan untuk bersabar jika mengalami kendala pemasaran, karena saat ini pihaknya menggandeng dua BUMN yakni Perindo dan Perinus sebagai penyangga produk perikanan di Indonesia.

Selain pasar, Susi berjanji akan memberikan bantuan 214 kapal untuk nelayan di Gorontalo yang akan didistribusikan tahun ini.

Ia menambahkan, dalam 1,5 tahun terakhir nilai tukar nelayan merangkak naik, dari 102 menjadi 110.

Susi menilai hal itu menjadi prestasi luar biasa di kementeriannya, karena pada saat yang sama sektor lainnya justru mengalami penurunan.

"Produk Domestik Bruto perikanan tahun 2015 kuartal terakhir tercatat 8,96 persen yang sebelumnya hanya berkisar 6-7 persen. Ini terjadi setelah kami berhentikan kapal-kapal asing mencuri ikan di Indonesia," imbuhnya. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 17 Mei 2016 08:39

BKPPIJ Gelar Festival Pangan Lokal

Gorontalo, Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) Provinsi Gorontalo menggelar Festival Pangan Lokal dan lomba cipta menu untuk mempromosikan pangan khas daerah tersebut.

Kepala BKPPIJ Yusuf Giasi di Gorontalo, Senin, mengatakan pangan lokal seharusnya selalu ada dalam setiap hidangan rumah warga di daerah tersebut.

"Sekarang justru semakin dilupakan sehingga pemerintah wajib mengangkat kembali pangan lokal melalui sebuah festival dan lomba," katanya.

Dengan menggandeng Tim Penggerak PKK seluruh kabupaten dan kota, pihaknya menargetkan kampanye tersebut bisa mengajak masyarakat kembali membudidayakan pangan lokal misalnya jagung pulut.

Hal itu sekaligus untuk mendukung program diversifikasi pangan pemerintah serta mengurangi konsumsi beras 1,5 persen setiap tahun.

"Target kami program 'One Day No Rice' atau sehari tanpa makan nasi bisa tercapai. Kami juga mendorong setiap SKPD menyajikan makanan berbahan pangan lokal dalam setiap acara atau kegiatan," jelasnya.

Sementara itu, kegiatan lomba cipta menu ditargetkan untuk meningkatkan dan memberdayakan keluarga dalam menyediakan makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

Ketua Tim pengerak PKK Provinsi Gorontalo Idha Syahidah mengatakan lomba tersebut tidak hanya untuk memilih siapa yang menang, tetapi untuk mendorong setiap keluarga lebih kreatif dalam memanfaatkan pangan lokal.

Ia menilai warga perlu memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah untuk menanam komoditi lokal serta mengolahnya menjadi produk yang bernilai tambah.

"Bisa diolah sendiri di rumah atau dalam bentuk kelompok ibu-ibu. Produk yang dihasilkan dapat menjadi oleh-oleh khas Gorontalo untuk para wisatawan," tambahnya.

Dalam lomba tersebut, kelompok perempuan dari Kabupaten Boalemo berhasil menjadi pemenang pertama dan berhak mewakili Provinsi Gorontalo dalam puncak Hari Pangan Sedunia tahun 2016 di Semarang. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo memanfaatkan Bandar Udara Djalaluddin untuk menampung produk-produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal.

"Kami akan promosikan produk pengrajin lokal di galeri yang berada di lantai bangunan bandara yang baru. Kami berharap ini menjadi langkah efektif memasarkannya," kata Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah di Gorontalo, Senin.

Ia berharap dengan memanfaatkan galeri, tamu yang datang dan keluar dari bandara bisa memanfaatkan waktu menunggu kedatangan pesawat untuk mengenal kerajinan khas Gorontalo.

"Salah satu yang ingin terus kami angkat adalah kerajinan karawo, kain sulaman tradisional khas Gorontalo," ujarnya.

Karawo sendiri berasal dari kata "mokarawo" yang artinya mengiris atau melubangi. Untuk satu motif karawo membutuhkan waktu sekitar tiga hari bagi seorang pengrajin untuk menyelesaikannya.

Keunikan karawo terletak pada proses pengerjaannya yakni harus melalui proses pengirisan dan pencabutan benang dengan teliti dan hati-hati agar kain tidak rusak.

Menyulam karawo pada bahan sutera memiliki kesulitan tertinggi, sehingga harganya akan lebih mahal.

Karawo juga mengandung nilai luhur seperti ketekunan, keuletan, ketelitian, kesabaran dan keindahan.

Di Gorontalo, sulaman ini menjadi seragam wajib bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil dan swasta pada satu hari kerja.

Meski demikian, Bank Indonesia mencatat tahun 2013 jumlah pengrajin karawo di daerah tersebut tinggal 5.000 orang, dengan tingkat kesejahteraan yang rendah. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) untuk turun lapangan, guna memantau kondisi sembilan bahan pokok (Sembako) jelang bulan Ramadhan.

Gubernur menjelaskan, pemantuan stok dan harga sembako ini rutin dilaksanakan dinas terkait, bahkan pihaknya juga turun langsung, baik menjelang Ramadhan maupun jelang lebaran, di mana pemerintah tidak ingin mandapati ada harga bahan pokok yang tiba-tiba melonjak.

"Tidak hanya itu, kami juga akan memastikan stok kebutuhan bahan pokok tersedia, jangan sampai sudah masuk Ramadhan justru terjadi kelangkaan," kata gubernur, Kamis.

Dinas terkait harus menurunkan tim pemantauan harga bahan pokok, hingga ke pelosok-pelosok dan pasar tradisional, merilis perkembangan harga bahan pokok setiap harinya.

"Termasuk stok gas elpiji tiga kilogram yang paling banyak dikeluhkan hilang dari pasaran jelang Ramadhan," ujarnya.

Sementara itu kepala Disperindagkop Provinsi Gorontalo Abdul Haris Hadju menjelaskan, terkait antisipasi lonjakan kenaikan harga bahan pokok, pihaknya sudah menurukan tim pengawasan harga bahan pokok ke sejumlah pasar tradisional di kabupaten dan kota.

"Tim sudah kami turunkan sejak tiga hari lalu, apa yang mereka dapatkan akan dilaporkan untuk dilakukan evaluasi," katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya kepasar-pasar, pihaknya juga mengecek langsung ketersedian bahan pokok pada distributor-distributor dan meminta kesediaan mereka juga terkait ketersediaan stok.

Namun untuk menjaga harga tetap stabil, lanjut Haris bahwa beberapa hari sebelum bulan Ramadhan pihaknya serta instansi terkait akan menggelar pasar murah di sejumlah titik di Gorontalo.

"Langkah ini penting, untuk mengendalikan harga bahan pokok di pasaran," jelasnya.

Jika didapati di suatu wilayah mengalami harga bahan pokok mulai bergejolak atau stok mulai berkurang, maka pihaknya akan melaksanakan operasi pasar, hingga harga kembali stabil.

Dijelaskanya, pemerintah pusat sudah mengimbau agar daerah menjaga harga bahan pokok tetap stabil, sehingganya selain operasi pasar, pihaknya juga memantau arus kelancaran pasokan barang. (Farid - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Wakil Bupati Gorontalo, Fadli Hasan mengatakan bahwa produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Gorontalo di ekspor hingga ke sejumlah negara Timur Tengah.

"Memang yang kita sasar ke Timur Tengah adalah kerajinan berbahan dasar sabut kelapa hingga kerajinan tangan yang dihasilkan oleh pengrajin yang ada di Kabupaten Gorontalo," ucap Fadli Hasan.

Menurutnya, banyak potensi kerajinan tangan didaerah tersebut yang dapat dipasarkan, karena di Timur Tengah tidak memiliki sumber daya pertanian yang cukup banyak.

"Untuk tepung kelapa, sudah mulai kita pasarkan ke Tiongkok dan sejumlah negara lainnya, hal ini akan coba kita aplikasikan bagaimana Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai regulator dan fasilitator dapat memfasilitasi produk UMKM untuk 'go international' semua," ungkapnya.

Namun menurut Wakil Bupati, baik kualitas dan kuantitas harus terus dijaga dan yang terpenting adalah diferensiasi produk yang dihasilkan.

"Jangan sampai produk kita mudah ditiru oleh daerah lain, makanya kita perlu lisensi penggunaan hak cipta dan kesamaan kualitas produk yang terjaga," kata Fadli.

Fadli juga mengatakan, bahwa setiap produk yang akan di ekspor harus selalu terjaga kualitas maupun kuantitas, dan harus selalu mempersiapkan ketersediaan bahan baku serta memiliki rencana bisnis yang jelas.

"Untuk respon dari beberapa negara di Timur Tengah sendiri, kami mendapat respon yang baik dan dari KBRI juga akan mendukung kami dan menjadi 'marketter' kita," katanya.(Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag), terus mengoptimalkan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah dan koperasi, guna menumbuhkan peningkatan ekonomi.

Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Abd Haris Hadju mengatakan bahwa, untuk mengoptimalkan keberhasilan pemberdayaan koperasi, salah satu alternatif yang dilakukan adalah melakukan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja koperasi dan UMKM di Gorontalo.

“Melalui bimtek ini diharapkan semua peserta bisa menerima, dan mengimplementasikan dalam pekerjaan untuk memajukan usaha koperasinya,” Kata Abd Haris Hadju.

Sebagai bentuk optimalisasi pemberdaay UMKM dan Koperasi di Gorontalo, dinas terkait menggelar bimtek yang diikuti oleh 30 orang peserta dari Kota Gorontalo yang terdiri dari 20 orang pengurus dan manajer Koperasi dan 10 orang peserta lainya dari UMKM degan jenis usaha yang sama.

Smentara itu Asisten Deputi kementrian koperasi dan UMKM RI Christina Agustin, menjelaskan bahwa, dalam Lima dekade terakhir, pemberdayaan UMKM mendapat perhatian penting dari pemerintah, namun sampai dengan saat ini, harus diakui bahwa keberhasilan pemberdayaan koperasi dan UMKM skala Nasional masih jauh dari harapan.

“Ada indikasi bahwa penyebab utama belum optimal proses tersebut adalah pendekatan kebijakan dan program yang cenderung menjadikan koperasi dan UMKM sebagai objek pembangunan,”ujarnya.

Sehingga dalam banyak program peran pemerintah tidak terbtas sebagai regulator dan fasilitator, tetapi harus menjadi pengatur lapangan, mengatur langsung kegiatan usaha UMKM yang terdapat fasilitas program.

“Dan disisi lain pemerintah kurang memperhatikan masalah-masalah pokok yang dihadapi oleh kalangan UMKM,” jelasnya.

Pada kegiatan yang dihadiri juga oleh anggota Komite DPD RI yang membidangi koperasi dan UMKM Dewi Sartika Hemeto, menjelaskan bahwa, agar setelah mengikuti bimtek ini diharapkan koperasi dan UMKM bisa menyusun daftar iventarisasi masalah dan bisa menganalisa serta menyusun rencana kerja koperasi dan UMKM, khususnya dalam mnghadapi MEA 2016 nanti.(humas)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo agar pengemasan produk kopi Pinogu, diusulkan ke kementerian tersebut.

"Jika Pemkab Bone Bolango sudah mengirimkan bentuk pengemasan dari kopi Pinogu, Kemenperin akan segera bentuk tim yang akan mendesain kemasan dan logonya secara resmi," kata Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan, Barang dari Kayu dan Furniture, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Dr. Sudarto, saat berkunjung ke Bone Bolango, Senin.

Persoalan kemasan makanan dan minuman ini sangat penting, sehingga itu perlu diberi perhatian dan ditangani secara bersama.

"Diharapkan pengemasan ini segera diusulkan, kita akan bantu. Karena nantinya merk produk kayak apa itu akan kita bantu daftarkan, termasuk pembuatan logonya dan kemasannya," katanya.

Kalau desainnya sudah disetujui oleh seluruh pemangku kepentingan di Kemenperin dan lembaga terkait.

Dari Dirjen IKM juga akan bantu pencetakan kemasannya berapapun yang dibutuhkan, paling penting adalah untuk membantu pendaftaran merk Kopi Pinogu ini secara resmi.

"Soal makanan dan minuman, saya orang yang paling perhatian terhadap kesesuaian kemasan. Dari sekarang tolong dipikirkan kesesuaian kemasan, karena keberadaan kopi Pinogu ini kedepan pasti akan menjadi peluang besar di bidang industri," ujarnya.

Selain persoalan kemasan, tambah Sudarto kedepan juga manajemen sertifikasi di dalam label kopi Pinogu juga menjadi persyaratan utama.

Kalau produk kopi Pinogu ini dibawa atau dipasarkan keluar negeri, mereka pasti akan melihat mana sertifikasi yang tertuang dalam kemasan produk tersebut.

"Mungkin menurut kita kemasan Kopi Pinogu yang dibawah bagus dan cantik, tapi orang luar pasti menanyakan

manajemen sertifikasinya. Karena manajemen pensertifikasian itu mewakili bagaimana cara memetiknya, pengolahan sampai pada pengemasan kopi tersebut," terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone Bolango Ishak Ntoma mengatakan untuk pendaftaran merk dan indikasi geografis dari kopi Pinogu ini sudah didaftarkan sejak tahun 2015 di Kementerian Hukum dan HAM, namun hingga saat ini belum keluar persetujuannya.

Sekda menambahkan bahwa kopi Pinogu merupakan kegiatan dari pertanian organik. Jadi tidak diberi pupuk, begitu juga ketika dipanen dan diolah tidak ada sentuhan kimia.

"Semua serba natural, organik dan original," ujarnya.

Pemkab mendorong pengembangan kopi Pinogu menjadi kopi komoditas produk premium limited dan saat ini harga kopi Pinogu sudah mencapai Rp125ribu/kg dari harga sebelumnya Rp11.000/kg, karena sudah diolah menjadi komoditi.( - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
Rabu, 27 April 2016 07:59

UMKM Pilar Ekonomi Di Bone Bolango

Gorontalo, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar ekonomi kerakyatan di daerah itu, sehingga perlu diberikan dukungan kuat dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

"UMKM dinilai pilar ekonomi, karena mampu menggerakkan perekonomian rakyat, serta mampu menggali inovasi dari semua potensi yang ada di daerah," kata bupati pada pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bone Bolango periode 2016-2021, Selasa.

Bahkan sektor UMKM di Bone Bolango mampu bertahan di saat kondisi ekonomi nasional tidak stabil pada beberapa waktu lalu.

"Karena banyaknya UMKM kreatif dalam menggali potensi di daerah, sehingga bisa bertahan di saat kondisi ekonomi nasional sempat goyah," tambahnya.

Bupati melihat UMKM di Bone Bolango perkembangannya sangat menarik meskipun tidak begitu cepat, mereka mampu mengembangkan beberapa inovasi sepertyi kerajinan kain Karawo (Kerawang), kerajinan Mendong (Tiohu) meliputi tas, dompet, termasuk tikar dari mendong.

Namun untuk kerajinan tikar dari Mendong (Tiohu) ternyata produksinya dari waktu ke waktu mulai menurun dan berkurang, karena saat ini banyak masyarakat sudah beralih ke karpet maupun permadani.

Padahal, kata bupati, untuk acara-acara resmi pemerintahan itu lebih bagus memakai produk kerajinan tikar dari mendong, dengan tidak harus menggunakan karpet maupun permadani.

Dengan demikian pemerintah daerah ikut menghidupkan sektor UMKM dan menghidupkan masyarakat yang berusaha dan berprofesi sebagai pengrajin tikar dari mendong itu.

Kemudian banyak juga sektor-sektor UMKM di Bone Bolango yang perlu diseriusi dan dikembangkan terus menerus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bupati memerintahkan kepada dinas terkait agar selalu berkolaborasi dalam berbagai program kegiatan, dengan tidak boleh jalan sendiri-sendiri dalam pengembangan UMKM ini. ( - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo