>

Gorontalo, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Gorontalo menyatakan dalam sepekan terakhir ini harga berbagai macam bahan kebutuhan pokok tetap stabil.

 

Kepala Disperindagkop Kota Gorontalo Irwan Hamzah, di Gorontalo, Senin, mengatakan berdasarkan laporan dari tim, saat ini harga kebutuhan pokok masih stabil serta persediaan mencukupi.

 

Dia menjelaskan, persedian beras, jagung, cabai, tomat, bawang merah dan putih, sayuran, minyak goreng, daging, ayam potong, telur ayam serta minyak goreng tetap stabil, dan harga umumnya masih norrmal.

 

"Untuk pesediaan elpiji memang beberapa pekan lalu sempat langka, namun saat ini stok sudah tersedia bahkan hingga bulan puasa nanti," kata Irwan lagi.

 

Dia menyatakan bahwa awal April 2016 ini, harga beras mengalami penurunan, dari sebelumnnya mencapai Rp570 ribu/koli (50 kg), saat ini turun menjadi Rp490 ribu hingga Rp500 ribu per koli.

 

Begitupula jagung harga biasanya Rp7.000/kg, saat ini turun menjadi Rp5.500 per kg.

 

Sedangkan daging sapi dan ayam potong, kata Irwan, meskipun saat ini warga banyak melaksanakan hajatan atau selamatan sehingga permintaan mengalami kenaikan, ternyata harganya tetap normal.

 

Daging sapi dijual Rp100 ribu per kg, tulang Rp40 ribu per kg, sedangkan ayam potong berkisar Rp17.500 hingga p22.500 per kg.

 

Menurut dia, mengingat saat ini di Gorontalo sudah memasuki musim penghujan, diperkirakan harga cabai, tomat, bawang, sayur-sayuran akan mengalami penurunan karena stok akan melimpah.

 

"Biasanya selain mengandalkan hasil panen petani lokal untuk rempah-rempah dan sayuran, juga ada stok didatangkan dari daerah di luar Gorontalo seperti Sulawesi Utara dan Tengah," kata Irwan pula. (M.F. Said - Antara News Gorontalo)

 

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menggelar bazar murah sejumlah bahan kebutuhan pokok bagi petani dan warga miskin di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo, Sunandar, Rabu, mengatakan program bazar ini merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu petani yang tidak optimal dalam mengelola lahan pertaniannya.

"Melihat situasi kondisi iklim yang panas dan banyaknya petani yang gagal panen, dari pemerintah pusat hingga pemprov memiliki kewajiban untuk membantu petani dan warga miskin dan kami menggelar bazar murah sembako," ungkap Sunandar.

Sunandar mengatakan, pada paket sembako tersebut terdapat beras, minyak goreng, mie instan, gula dan kopi serta teh yang jika di totalkan berjumlah Rp100 ribu.

"Pada bazar murah ini pemprov menjualnya seharga Rp50ribu agar tidak memberatkan dan dapat membantu petani serta warga miskin saat diundang ke lokasi, mereka diberi uang Rp50ribu sehingga uang tersebut dapat digunakan untuk membeli paket sembako pada bazar murah," katanya.

Sementara itu, Daryana Latief (60) salah seorang petani yang menghadiri dan mendapatkan paket sembako mengatakan, sangat terbantu dengan adanya program Pemprov tersebut.

Daryana mengaku sangat merasa terbantu dengan adanya bazar murah ini, saat ini beras sudah sangat mahal karena musim panas yang terjadi dan banyaknya gagal panen padi di tempat mereka.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar dapat membantu kami para petani dan warga miskin," ungkapnya. (Adiwinata Solihin - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kabupaten Bone Bolango

Gorontalo, Pemerintah Kota Gorontalo akan merevitalisasi dan merehabilitasi enam pasar tradisional di wilayah tersebut di tahun 2016, yakni Pasar Liluwo, Pasar Moodu, Pasar Dungingi, Pasar Bulotadaa, Pasar Pilolodaa dan Pasar Beringin.

"Untuk Pasar Liluwo, kami sedang melakukan pembagian petak dan terjadi saling rebut. Ada yang pilih-pilih lokasi, sehingga saya mengambil keputusan untuk mengundi saja," ujarnya di Gorontalo, Senin.

Dengan cara tersebut, ia berharap tidak ada lagi keributan saat operasional pasar baru setelah direhabilitasi.

Ia menjelaskan rehabilitasi pasar mendesak dilakukan, mengingat semakin banyak serbuan pasar modern seperti swalayan dan super market.

"Jangan sampai pasar tradisional mati, maka usaha mikro, kecil dan menengah juga akan ikut tumbang. Itu sebab kami segera merevitalisasi pasar dengan konsep tradisional modern," ungkapnya.

Menurutnya konsep tradisional modern berarti bahwa budaya dan kebiasaan yang ada di pasar tetap dipelihara, tapi penataan pasar harus lebih baik dan bersih.

"Tidak akan ada yang berubah misalnya tawar menawar, orang ke pasar pakai baju seadanya. Di sisi lain pasar bersih sepertu halnya pasar modern," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan ada kesepakatan antara warga dan pemkot untuk selalu menjaga ketertiban dan kebersihan pasar.

Ia berharap rehabilitasi pasar membuat pengunjung nyaman, serta secara rutin datang berbelanja di pasar tradisional.(Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Jumat, 11 Maret 2016 15:31

Produk UMKM Wajib Memenuhi SNI

Gorontalo, Jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo cukup banyak. Untuk bisa bersaing dalam pasar internasional, menurut Wakil Gubernur Idris Rahim, produk UMKM wajib untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Wagub mengatakan, pemenuhan SNI ini menjadi tantangan yang menjadi salah satu tugas asosisasi UMKM yang telah dibentuk untuk secara bersama menyatukan pelaku UMKM, saling berbagi informasi serta menularkan pengetahuan dan teknologi guna peningkatan kualitas produknya.

 

“Asosiasi UMKM Barakati harus bisa menjadi wadah bagi seluruh UMKM, baik dalam memfasilitasi KUR, perijinan dan informasi lainnya. Dengan demikian, semua UMKM akan sama-sama kuat dan diharapkan bisa menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas yang bisa berdaya saing di pasar internasional,: kata Idris Rahim.

 

Sementara itu, terkait peluncuran mobil operasional tera dan tera ulang timbangan, Wagub Idris Rahim mengharapkan, ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. “perlu dibuatkan jadwal tetap dan harus ada petugas tetap pula agar mobil operasional ini bisa melayani seluruh masyarakat yang membutuhkan tera dan tera ulang.

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo menilai pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) triwulan IV tahun 2015 mengalami kenaikan 5,66 persen, dibandingkan triwulan III tahun 2015.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Eko Marsoro, Rabu mengatakan, jenis industri manufaktur mikro dan kecil di daerah itu adalah industri makanan minuman, pengolahan tembakau, tekstil pakaian jadi, kayu dan barang dari kayu.

Juga terdapat industri barang dari kayu dan gabus, barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, industri percetakan dan reproduksi media rekaman, logam dasar, industri barang Logam, bukan Mesin dan peralatannya, serta industri peralatan listrik.

Jenis industri yang mengalami kenaikan produksi tersebut adalah industri Makanan sebesar 6,17 persen, industri tekstil 12,06 persen, pakaian jadi 0,85 persen, Karet, barang dari karet dan plastik 10,30 persen.

Kemudian industri barang galian bukan logam 11,96 persen, industri logam dasar 12,75 persen, industri mesin dan perlengkapan 12,91 persen dan industri pengolahan lainnya 6,73 persen. Untuk pertumbuhan IMK triwulan IV tahun 2015 dibandingkan triwulan IV Tahun 2014, mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 9,84 persen.

Sedangkan pada pertumbuhan produksi IMK secara kumulatif sampai triwulan IV tahun 2015 Provinsi Gorontalo juga mengalami kenaikan sebesar 14,90 persen.

Pada kategori IBS Triwulan IV tahun 2015, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang, masih mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen dibandingkan dengan triwulan III tahun 2015. "Jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun sebelumnya, secara umum pertumbuhan IBS triwulan IV tahun 2015 masih mengalami kenaikan sebesar 4,32 persen," tambahnya.

Di sisi lain pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang secara kumulatif sampai triwulan IV tahun 2015 Provinsi Gorontalo juga mengalami kenaikan sebesar 4,29 persen. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Sabtu, 31 Oktober 2015 08:53

Hughes: Saya Kagum Dengan Karawo

Gorontalo, Pakar komunikasi yang juga berprofesi sebagai presenter dan artis, Dewi Hughes, mengungkapkan rasa kagumnya atas pakaian khas Gorontalo, Karawo. Hal ini diungkapkannya saat melihat langsung proses pembuatan Karawo disela-sela jamuan dan ramah tamah yang berlangsung di aula rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Sabtu malam (31/10).

"Saya kagum melihat proses pembuatan Karawo, sungguh dibutuhkan ketelatenan, ketelitian, dan konsentrasi yang luar biasa," ujarnya.

Setelah melihat proses pembuatan Karawo, Hughes mengakui, menjadi satu kebanggaan bagi dirinya untuk mengenakan pakaian khas Gorontalo tersebut. Bahkan dia mengutarakan keinginannya untuk mengenakan pakaian Karawo pada setiap kesempatan dan kegiatan yang dihadirinya, serta membantu mempromosikan Karawo. "Saya akan perlihatkan pakaian ini kepada teman, kolega, dan semua orang, biar mereka tahu Gorontalo memiliki pakaian khas yang cantik dan bagus, sehingga mereka tertarik untuk memiliki Karawo," ujar Hughes sambil mencoba mengenakan kerudung Karawo.

Sementara itu Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Gorontalo dr. Hj. Nurindah Rahim, M.Sc., saat mendampingi Dewi Hughes pada kesempatan tersebut mengatakan, Karawo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggul yang lebih dikenal luas secara nasional bahkan internasional. Untuk mencapai hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Gorontalo, Tim Penggerak PKK, dan organisasi wanita lainnya, melakukan berbagai kegiatan promosi Karawo. "Kita memanfaatkan setiap momen yang ada untuk memperkenalkan dan mempromosikan Karawo. Harapannya Karawo semakin dikenal, sehingga pada akhirnya kesejahteraan para pengrajin Karawo akan semakin meningkat," terang Nurindah.

Sebelumnya, Dewi Hughes menjadi narasumber pada kegiatan seminar nasional parenting yang mengangkat tema solusi komunikasi yang efektif yang digelar oleh BKOW bekerjasama dengan Dharma Wanita Provinsi Gorontalo yang berlangsung di ball room hotel Maqna Kota Gorontalo.(Humas-Haris)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Boalemo, Langkah Pemerintah Kabupaten Boalemo yang telah berupaya membangun sektor kelautan dan perikanan yang salah satunya diwujudkan melalui pembangunan wisata bahari, merupakan terobosan yang patut mendapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pihak. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat memberikan sambutan pada pembukaan pameran produk unggulan daerah untuk menunjang wisata bahari di Kabupaten Boalemo, sehubungan dengan kegiatan Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015, yang digelar di pantai Bolihutuo, Rabu (9/9).

“Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan, serta wisata bahari, semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Idris.

Idris mengungkapkan, membangun wisata bahari bukanlah perkara mudah. Harus ditunjang oleh infrastruktur yang memadai, serta akses yang mudah dijangkau. “Secara bertahap Pemkab Boalemo mulai membangun infrastruktur penunjang wisata bahari, sehingga menarik bagi wisatawan lokal, nasional, dan mancanegara,” ujar Wagub. Selain itu, menurut Idris, faktor penunjang lainnya yang harus diperhatikan yakni adanya produk unggulan daerah yang berkualitas dan menarik. “Sehingga secara komprehensif wisata bahari benar-benar membawa dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Deputi V Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Haswan Yunas, dalam sambutannya mewakili Menko PMK Puan Maharani saat membuka pameran tersebut mengatakan, pelaksanaan Festival Boalemo bertujuan untuk percepatan pembangunan, tidak hanya pariwisata tetapi juga pengembangan potensi kelautan, infrastruktur, dan UMKM. Menurut Haswan, hal yang paling menarik dari pelaksanaan Festival Boalemo, yakni pelaksanaannya yang hampir menyaingi pelaksanaan Sail Tomini di Kabupaten Parimo, Sulteng, yang merupakan induk kegiatan Festival Boalemo. “Boalemo telah menunjukkan keberhasilannya menyaingi kegiatan Sail Tomini, dengan menjadi festival yang terbesar dan terlengkap dalam penyelenggaraannya,” ujar Haswan.

Dengan komitmen besar yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam penyelenggaraan Festival Boalemo, upaya untuk mewujudkan Boalemo sebagai salah satu tujuan wisata bahari nasional dan internasional, pasti akan terwujud. “Festival Boalemo ini hanyalah pemicu saja untuk mempercepat pembangunan daerah. Kedepan lokasi ini diharapakan akan menjadi Ancolnya pulau Sulawesi,” pungkas Haswan.(Humas-Haris)

 

 

Dipublikasikan pada Kabupaten Boalemo

Gorontalo, Sebanyak 13 delegasi asing dari berbagai negara yang akan ikut Festival Boalemo 10 September 2015, menyaksikan dan mengagumi kegiatan sulam kain khas Gorontalo "Karawo" secara massal, Selasa.

ke 13 delegasi tersebut berasal dari perwakilan kedutaan besar negara-negara sahabat, seperti Kazakhstan, Sudan, kroasia, Meksiko, Armenia, Mozambik, Loas, Uni Emirat Arab, Azerbaizan, Polandia, Pakistan, Bangladesh dan Swiss.

Sebanyak 500 orang perajin karawo se Provinsi Gorontalo melalukan sulam karawo massal di lapangan Taruna Kota Gorontalo, seperti membuat desain, mengiris, mencabut benang dan menyulam.

Vardan Sargsyan, seorang delegasi asing asal Armenia mengatakan, Kesan pertama dengan melihat sulam tersebut adalah cara atau proses pembuatan karawo sangatlah detail.

"Ini kegiatan yang sangat membutuhkan imajinasi tinggi, sangat sulit namun memiliki identitas," katanya. Sementara itu, pada pembukaan sulam karawo massal tersebut, Ida Syaidah yang juga istri dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, ini merupakan program dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Dengan gerakan peduli kain khas karawo ini, pihaknya bisa mengumpulkan 500 perajin karawo untuk menyulam karawo secara massal.

"Kami mengajak masyarakat Gorontalo agar lebih mengenal dan mencintai karawo serta lebih paham lagi tentang karawo agar tidak lagi dipandang sebelah mata karena proses pembuatan karawo sangatlah sulit," katanya.

Peduli karawo ini pihaknya ingin menunjukan kebanggaan para perajin karawo yang jarang muncul pada acara-acara, dan pada saat ini hasil karya mereka dapat dilihat langsung para duta besar dan delegasi dari 13 negara dan warga Gorontalo. (Adiwinata Solihin)

 

Sumber Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
Selasa, 25 Agustus 2015 08:19

Harga Ayam Pedaging Di Gorontalo Naik

Kota Gorontalo, Harga ayam pedaging yang dijual di pasar tradisional Kota Grontalo mulai mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen sejak sebulan terakhir.

Saat ini harga ayam pedaging yang biasa dibeli Rp50.000/ekor, saat ini sudah dijual Rp60.000 hingga Rp70.000/ekor," Kata salah seorang pedagang ayam di Pasar Sentral Kota Gorontalo Arifin Mustafa (48), Senin. Ia mengatakan, kenaikan harga ayam pedaging saat ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan ayam dari luar Provinsi Gorontalo sejak sebulan terakhir, Sehingga hal tersebut mempengaruhi pasokan untuk kebutuhan lokal.

Selain itu, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap konsumsi ayam daging setelah harga ikan laut mengalami kenaikan, akibat cuaca buruk yang melanda sebagian pesisir di daerah itu. Namun demikian pihaknya mengaku meski terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan untuk harga ayam pedaging saat ini, namun tidak menghalangi niat pembeli untuk mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan.

Menurut Arifin, sampai hari ini para pedagang ayam pedaging di Pasar Sentral Kota Gorontalo agak kewalahan melayani pembeli, sebab tingginya permintaan sedangkan stok ayam yang dijual sudah habis.

Misna Umar (36) salah seorang pembeli mengatakan, saat ini pihaknya cukup kesulitan untuk menjalankan bisnis kuliner miliknya, sebab daging ayam yang menjadi menu andalannya mengalami kenaikan harga selain itu yang dijual juga sedikit. Ia berharap semoga dalam waktu dekat keadaan pasar akan kembali normal, baik dari ketersediaan stok ayam dagingnya maupun harganya, sehingga ia dapat menjalankan bisnis kulinernya seperti sedia kala. (Susanti Sako)

 

Sumber Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo

Gorontalo, Untuk mengantisipasi lonjakan harga Sembilan bahan pokok (Sembako) saat Ramadhan, pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggelar operasi pasar murah di kabupaten/kota selama Ramadhan. Operasi pasar murah tersebut dibagi dua tim yang dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur.

Hal tersebut terungkap dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di rumah jabatan gubernur, Selasa (16/6).

“Hasil evaluasi kita tadi bahwa ketersediaan sembako di Gorontalo masih aman saat Ramadhan hingga pasca lebaran. Beras, gula, terigu dan lain lain semua barangnya ada dan harganya juga masih stabil,” terang Rusli usai acara.

Meski sembako masih tersedia dengan harga stabil, pihaknya memastikan akan tetap menggelar operasi pasar murah termasuk dengan turun langsung ke pasar pasar guna memantau ketersediaan sembako. Langkah itu diambil untuk menjamin stabilitas harga serta memberi rasa nyaman kepada masyarakat.

“Kita akan menggandeng unsur Polri, TNI termasuk juga para distributor untuk turun langsung ke daerah daerah memantau ketersediaan dan harga sembako. Kita bagi dua tim yang dipimpin saya sendiri serta oleh pak Wagub yang nanti akan rutin operasi pasar bersama pemerintah setempat,” imbuhnya.

Gubernur mengakui saat ini ada beberapa item harga yang mengalami lonjokan harga seperti cabe, daging, telur dan minyak goreng. Gubernur menilai kenaikan tersebut belum signifikan dan masih bisa dikendalikan.

Selain masalah sembako, pemerintah juga memastikan distribusi LPG selama Ramadhan berlangsung lancar. Pertamina menyalurkan distribusi LPG 3 Kg hingga ke 23 SPBU yang ada di Gorontalo. Langkah ini diambil untuk memperluas jaringan distribusi dan ke stablian harga yang mana sebelumnya penjualan hanya dilakukan oleh agen dan distributor. (Humas-Ismail)

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo