>
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 126

Rabu, 22 April 2015 14:47

Layanan PLUT-KUMKM

Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM

Provinsi Gorontalo

 

PLUT-UMKM menyediakan jasa non-finansial yang menyeluruh dan terintegrasi bagi Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) dalam meningkatkan kinerja produksi, kinerja pemasaran, akses ke pembiayaan, pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan manajerial serta kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM.

 

Layanan PLUT-KUMKM Provinsi Gorontalo

  1. Konsultasi Bisnis KUMKM
  2. Pendampin/Mentor Bisnis (Business Coaching)
  3. Pelatihan Bisnis dan Teknis
  4. Promosi dan Pemasaran Bisnis KUMKM
  5. Fasilitas Akses Pembiayaan KUMKM
  6. Penguatan Kelembagaan dan Kerjasama (Networking)
  7. Layanan Pustaka Entrepreneur dan Pusat Informasi

 

Informasi dan Layanan PLUT-KUMKM Provinsi Gorontalo

Jl Tengah, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango

 

Dipublikasikan pada Pengumuman

Gorontalo, Pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan, dengan mengoptimalkan pemanfaatan dan pengembangan potensi yang dimiliki daerah. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat menghadiri penandatanganan MoU antara PUM Netherland Senior Experts dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Pemerintah Kabupaten Buol, Bolaang Mongondow Utara, dan Gorontalo Utara, serta penandatanganan Surat Keputusan pembentukan Kantor Sekretariat Bersama Kerjasama Utara-Utara, yang digelar di aula Rektorat UNG, Senin (20/4).

"Hari ini kita membentuk kekuatan baru utara-utara, untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat di tiga kabupaten tersebut," kata Idris.

Idris mengutarakan, langkah kerjasama yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Buol, Bolmong Utara dan Gorontalo Utara sangatlah tepat, karena ketiganya memiliki nilai historis serta kesamaan kultur dan budaya.

"Dulu ketiga daerah ini dibawah Swapraja Gorontalo, jadi wajar bekerjasama dan membangun kekuatan utara-utara," ujar Wagub. Selain itu, ketiga kabupaten ini juga memiliki potensi sumber daya alam yang sama di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. "Dengan kerjasama yang melibatkan PUM Netherland dan UNG, potensi yang ada di tiga kabupaten ini harus dapat dikembangkan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan," lanjut Idris.

Idris menilai, upaya ketiga pemerintah kabupaten dalam menggandeng UNG, merupakan langkah strategis yang diharapkan bisa melahirkan konsep-konsep pemikiran dan penelitian dalam mengembangkan potensi sumber daya alam.

"Melalui kerjasama ini berarti ketiga kabupaten menyerahkan 90 persen proses berpikir tersebut kepada UNG, dan diharapkan menjadi awal kebangkitan dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah," tutur Idris. Yang terpenting menurutnya, adalah proses tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama yang harus segera direalisasikan dalam bentuk rencana aksi dan rencana hasil.

"Jangan hanya sampai pada seremoni penandatanganan MoU, tetapi harus segera ditindaklanjuti," pungkas Idris. (Humas-Haris).

 

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

GORONTALO - Masukkan impor jagung ke Indonesia tidak saja dirasakan dampak buruknya bagi petani, tetapi juga bagi pengusaha daerah. Menurut mereka, harga jagung impor sangat murah sehingga mempengaruhi pasar jagung nasional. Hal itu seperti yang diutarakan para pengusaha dan eksportir jagung Gorontalo saat digelar pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di kantor gubernur, Kamis (16/4).

“Kalau bisa pak, tolong diusulkan ke pemerintah pusat agar tidak lagi Impor jagung. Kalaupun keran impor dibuka, bea masuknya jangan rendah supaya harga tetap bertahan. Sekarang jagung impor murah sekali pak sekitar 200 USD atau 2600 Rupiah. Kalau keran ini dibuka terus, kita tidak bisa apa apa pak,” curhat Herman direksi PT Harim Gorontalo.

Selain harga jagung impor yang mengancam eksistensi pengusaha lokal, impor juga menghambat distribusi jagung ekspor ke luar daerah. Pengusaha harus antri berhari hari dipelabuhan dan mengeluarkan biaya ekstra untuk pengiriman ke luar negeri.

“Apabila impor itu masuk, maka impor itu prioritas bagi mereka. Jadi jagung jagung lokal kita disuruh tahan di pelabuhan dengan biaya kita sendiri. Kalau sudah berangkat kontainernya, nanggung nginap juga. Kalau tiga hari nginap, tiga hari bayar nginap juga pak,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, gubernur mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat selaku pengambil kebijakan impor. Bagi Rusli
sendiri, ditengah upaya pemerintah yang getol menggenjot produksi pertanian nasional, seharusnya keran impor sudah harus dikurangi.
Terlebih produksi jagung Gorontalo saat itu tengah melimpah yang ditargetkan akhir tahun mencapai 1 Juta Ton.

“Saya kira saat ini impor tidak ada lagi, kalau pun ada mungkin tinggal sedikit. Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan pak Rahmat
Gobel (Menteri Perdagangan) sebagai pengambil kebijakan,” tutur gubernur.

Pertemuan gubernur dengan petani dan pengusaha jagung sendiri sengaja digelar untuk membahas sejumlah masalah jagung di Gorontalo. Di tengah musim panen jagung, baik petani maupun pengusaha dihadapkan pada masalah perbedaan pengukuran kadar air jagung, timbangan serta harga jagung yang bervariasi. Gubernur membentuk tim kerja gabungan beberapa SKPD untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut. (Humas-Ismail).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 05 Jun 2014 00:00

Nilai Ekspor Gorontalo Naik

Gorontalo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Ihsanurijal mengatakan, nilai ekspor bulan April 2014 yang melalui pelabuhan di Gorontalo adalah 1,3 juta dolar AS.

 

"Secara kumulatif nilai ekspor yang melalui Pelabuhan Gorontalo Januari-April 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya periode yang sama (Januari-April 2013), mengalami peningkatan sebesar 139,21 persen atau naik dari 595 ribu dolar AS menjadi 1,4 juta dolar AS," katanya, Rabu. Sementara itu, pada bulan Maret 2014 nilai ekspor nihil karena tidak ada kegiatan ekspor yang tercatat.

Menurutnya, negara tujuan ekspor bulan April 2014 adalah Taiwan dengan jenis komoditas ekspor, yakni gula dan kembang gula. "Sedangkan kumulatif nilai ekspor yang melalui Pelabuhan Gorontalo Januari-April 2014 sebesar 1,4 juta dolar AS," katanya.

Jenis komoditas yang diekspor yaitu kayu, barang dari kayu dengan nilai 43 ribu dolar AS, serta gula dan kembang gula dengan nilai 1,3 juta dolar AS. Sementara pada periode Januari-April 2013 nilai ekspor Gorontalo adalah sebesar 595 ribu dolar AS dengan jenis komoditas, yaitu bungkil kopra dengan nilai 595 ribu dolar. Di lain sisi, pada bulan April 2014 nilai impor yang melalui Pelabuhan Gorontalo adalah 964 ribu dolar AS.

Negara asal impor pada bulan April 2014 adalah Republik Korea Selatan dengan jenis komoditas adalah bahan bakar mineral, minyak bumi dan hasil penyulingan. Sementara kumulatif nilai impor tahun 2014 (Januari-April) sebesar 44,1 juta dolar AS, mengalami kenaikan 190,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar 15,1 juta dolar AS.

Jika dibandingkan dengan tahun 2010, 2011, 2012, 2013 dan 2014 , maka kumulatif nilai impor paling besar yaitu pada tahun 2013 sebesar 81,5 juta dolar AS. Ia menambahkan, beberapa komoditi yang berasal dari Provinsi Gorontalo diekspor melalui daerah lain, seperti pelabuhan Surabaya, DKI Jakarta dan Makasar.

Pada bulan April 2014 tidak ada komoditi yang diekspor melalui pelabuhan di Provinsi lain.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Harga cabai rawit di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, dinilai masih tinggi, yakni mencapai Rp20.000-Rp24.000 per kilo gram.

Hanifa Lihawa, Sabtu, salah satu konsumen di pasar tradisional Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, mengatakan, meski turun drastis dari harga sebelumnya Rp35.000 per kilo gram, namun harga cabai rawit masih tinggi.

Idealnya harga cabai rawit berada di kisaran Rp15.000-Rp18.000 per kilo gram seperti harga sekitar dua bulan lalu sebelum naik drastis mencapai Rp85.000 per kilo gram. Ia berharap, harga cabai yang telah menjadi komoditi utama rempah-rempah di daerah ini bisa terjaga hingga bulan Ramadhan nanti. "Sebab biasanya lonjakan harga bahan makanan naik drastis seminggu jelang Ramadhan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat, Muchtar Adam mengatakan, pasokan komoditi rempah-rempah yang rata-rata diambil dari luar kabupaten menyebabkan kenaikan harga bisa saja terjadi sewaktu-waktu sesuai hukum ekonomi. "Permintaan naik, biasanya harga ikut naik," Ujarnya.

Namun pihaknya terus berupaya mengatur jalur distribusi kebutuhan pokok di daerah ini, diantaranya cabai rawit yang memang permintaannya cukup tinggi. Dengan mengoptimalkan pengawasan di tingkat distributor sebab biasanya kenaikan harga terjadi akibat ulah spekulan yang seenaknya menaikkan harga. "Jika jalur distribusinya bisa terpantau maksimal, diharapkan kenaikan harga akan terjadi wajar dan tidak seenaknya," ujarnya.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kabupaten Gorontalo Utara
Kamis, 26 September 2013 20:45

Kain Karawo Gorontalo Diserbu Pengunjung TTG

Padang, Kerajinan kain sulam dari Provinsi Gorontalo yang dipamerkan dalam Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-VX di Padang, Sumatera Barat, diserbu oleh para pengunjung.


Puluhan kain karawo yang dipajang langsung laris, dalam beberapa menit, setelah Menkokesra RI Agung Laksono membuka acara tersebut, Kamis.

 

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, berharap karawo bisa diterima dengan baik masyarakat Indonesia maupun negara lain. Ia menjelaskan karawo memiliki nilai seni yang tinggi, karena tingkat kesulitan dan waktu yang dibutuhkan tidak sedikit. "Untuk menghasilkan satu kain bermotif karawo, perajin harus tekun, teliti dan kreatif dalam membentuk pola yang disulam dalam kain. Karawo bukan sulaman biasa," ujarnya.


Ia berharap seluruh panitia atau kontingen Gorontalo bisa memberikan pelayanan terbaik pada pengunjung, sekaligus mempromosikan potensi daerah. "Kegiatan seperti TTG ini bisa lebih mendekatkan Gorontalo dengan daerah lain. Semakin banyak yang mengenal potensi daerah dan budaya kita, maka itu jadi indikator pameran ini sukses," tambahnya.


Selain karawo, produk lain yang menjadi andalan Provinsi Gorontalo adalah alat tangkap ikan dasar (Bandalo). Sebelumnya bandalo berhasil memperoleh juara satu tingkat provinsi pada ajang yang sama dan berhak dipamerkan di tingkat nasional. Bandalo diklaim bisa menghasilkan tangkapan ikan yang lebih banyak, dibandingkan dengan jala ikan biasa.


"Kategori penilaiannya beragam. Produknya mudah dioperasikan, bahan baku mudah didapat dan murah serta mudah bongkar pasang. Bandalo merepresantasikan semuanya," jelas Kasubid Sarana dan Prasarana BPMD-PK Provinsi Gorontalo, Didi Hermawan.


Pihaknya optimis Gorontalo bisa meraih peringkat 10 besar dalam pameran kali ini. Pada TTG tahun 2012 di Batam, Provinsi Gorontalo meraih terbaik ke enam dalam hal penataan dan kualitas barang yang dipamerkan.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Selasa, 10 September 2013 00:00

BIMP-EAGA Fasilitasi Investasi Daerah

Gorontalo, Negara-negara yang terhubung dalam BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia,Pilipines – East ASEAN Growth Area) kembali melakukan pertemuan, 4-6 September 2013, berlangsung di Provinsi Bali.

 

Sekda Provinsi Gorontalo, Prof Winarni Monoarfa bersama Badan Invetasi Daerah Gorontalo turut hadir dalam pertemuan tersebut. Gorontalo sendiri merupakan salah satu anggota BIMP-EAGA bersama seluruh provinsi di Sulawesi, Maluku dan Papua serta Kalimantan, pertemuan yang merupakan lanjutan pembahasan yang dilaksanakan di Pontianak akhir agustus lalu ini, membahas beberapa agenda penting diantaranya implementasi blueprint 2012-2016 serta fasilitasi perdagangan dan investasi daerah.

 

Sebagai daerah penghasil jagung. Dua usulan kongkrit untuk ditindaklanjuti oleh BIMP-FC serta ADB, yakni usulan pembuatan pabrik pakan ternak serta pengembangan sumber energi listrik dengan tenaga geothermal, air serta biomas yangn berpotensi sangat singnifikan tersedia di Gorontalo. Dua usulan potensial ini didasarkan pada ketersediaan bahan baku jagung serta bahan lainnya untuk membuat pakan ternak.

 

Belum lagi, kebutuhan pakan ternak cukup tinggi di Gorontalo dan juga daerah sekitarnya. Hal lainya adalah kebutuhan energi listrik yang juga sangat dibutuhkan daerah ini sebagai wilayah yang perkembangannya sangat pesat. Untuk mendukung pengembangan tersebut, beberapa kebijakan pemerintah provinsi Gorontalo adalah telah tersedia perda tentang kemudahan penanaman modal, yakni perda no 2 tahun 2004 dan perda no 5 tahun 2012 tentang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) bidang penanaman modal, juga ketersediaan sarana infrastruktur pendukung seperti pengembangan bandara djalaludin, pelabuhan anggrek dan rencana pembangunan jalan GORR (Gorontalo Other Ring Road).

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Direktur Utama PT Sinar Unichen Indonesia Hariono Tan, salah satu investor di Gorontalo, meminta pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan produksi jagung.


Menurut investor tersebut, perusahaannya masih mengimpor jagung dari Argentina sebesar 1.700 ton per bulan untuk pakan ternak. "Kalau Gorontalo meningkatkan produksi jagungnya, pasti kami tampung karena sudah punya cabang di Gorontalo yakni PT Sinar Pangan Abadi," ujarnya saat bertemu Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim. Ia berjanji akan menampung semua produksi jagung di Gorontalo, dengan harga yang memadai.


Wagub mengatakan saat ini Provinsi Gorontalo berupaya meningkatkan produksi jagung dengan berbagai cara, salah satunya yakni menetapkan standarisasi harga untuk komodi itu. "Yang paling penting adalah petani sejahtera, kalau hidup mereka lebih baik maka akan terus menambah produksi jagung," katanya.


Ia mengakui saat ini Gorontalo belum mampu memenuhi seluruh permintaan jagung dari dalam dan luar negeri. Hal itu menjadi peluang dan tantangan besar bagi pemerintah dan prtani, untuk mengembangkan jagung sebagai komoditas menjanjikan.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo

Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Jawa Timur (jatim) kembali mempererat hubungan kerja sama, kali ini pada bidang perdagangan. Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan, bidang perdagangan merupakan hal penting dalam mendorong perekonomian masyarakat, utamanya petani dan nelayan.dengan dibukanya kerjasama perdagangan, maka peluang untuk penjualan komoditas unggulan dari Provinsi Gorontalo seperti hal hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan terbuka lebar.


Terkait dengan itu, Wakil Gubenur Gorontalo Idris Rahim baru-baru ini juga mengunjungi pusat perdagangan agro (puspa agro) yang terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Puspa agro merupakan pusat penjualan serta perdagangan komoditi dengan akses yang begitu baik dalam maupun luar negri. Menurut Wakil Gubernur Idris Rahim, bila dilihat dari data kemiskinan secara nasional maupun regional, yang paling banyak masyrakat dibawah garis kemiskinan adalah para petani dan nelayan. Ini dikarenakan para petani dan nelayan tidak mempunyai informasi serta akses kemana hasil pertanian merka akan dijual . "oleh karenanya, melalui puspa agro diharapkan dapat membantu para petani baik yang ada di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Gorontalo untuk dapat memasarkan atau menjual hasil dari petani,begitu pula dengan nelayan," paparnya.


Kerja sama ini nanti nya, menurut wagub akan ditindaklanjuti oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),dimana selain kerjasama,BUMD bisa melakukan pertemuan dengan sharing pendapat. " karena di Provinsi Gorontalo juga mempunyai produk untuk di pasarkan ke tingkat nasional bahkan sampai ke tingkat internasional," kata Wakil Gubernur Idris Rahim.

 

Dipublikasikan pada Provinsi Gorontalo
Kamis, 01 Agustus 2013 00:00

Inflasi Kota Gorontalo 2,77 Persen

Kota Gorontalo, Pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo bahwa bulan Juli 2013 terjadi inflasi sebesar 2,77 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 140,95 bulan Juni menjadi 144,86 pada Juli 2013.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Ihsanurijal, Kamis, mengatakan laju inflasi tahun kalender 2013 sebesar 3,98 persen dan inflasi "year on year" (Juli 2013 terhadap Juli 2012) sebesar 5,44 persen.

Ia menjelaskan, inflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 6,39 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,45 persen.
Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,16 persen, kesehatan 0,13 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,91 persen. "Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,17 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen," katanya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Juli 2013 antara lain ayam hidup, daging ayam ras, daging sapi, susu bubuk, susu kental manis, susu untuk balita, susu untuk bayi, telur ayam ras,, bawang merah, gula merah, cabe merah, cabe rawit, kunyit, dan minyak goreng. Komoditas yang mengalami penurunan harga beras, apel, bawang putih, semen, dan emas perhiasan.

Pada bulan Juli 2013 masing-masing kelompok komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yakni bahan makanan 2,0366 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0757 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0408 persen. "Sementara kelompok sandang memberi andil -0,0092 persen, kesehatan 0,0044 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga -0,0003 persen, dan transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,6314 persen," tambahnya.

Dari 66 kota inflasi, semua kota mengalami inflasi. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Ternate sebesar 6,04 persen dan inflasi terendah di Singkawang sebesar 1,36 persen, sedangkan. Kota Gorontalo menempati urutan inflasi ke-46.

 

Antara News Gorontalo

Dipublikasikan pada Kota Gorontalo
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo