>
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 131

Today, Gorontalo innovation presents e-Samsat application to enhance public service in Gorontalo province, thus tax payer could more easier directly pay their vehicle tax.

“By this application, all tax payers no need to queue and bring their cash ob hand to Samsat Office (One-Stop Administration Services Office), payment service using ATM (Automatic Teller Machine) that is easier way to pay tax or paying by online service, ” said Vice Governor H. Idris Rahim in Dulohupa Room, Governor’ s Office, thursday (9/11).

Idris told, e-Samsat is an implementation from non-cash transaction and this is such a kind follow-up from recommendation of KPK (Corruption Eradication Commitment) to prevent corruption in Gorontalo Province. He also added, by this application (e-Samsat) each tax payers will gain information about the amount should be paid.

“Based on supervision and corruption eradication, KPK recommended Provincial Administration to apply this payment system for vehicle tax payer in the end of this month,” Vice Governor affirmed.

“Soft launching of e-Samsat is purposed to know more about vehicle tax payment electronic application. From this event we expect that we will get more advices from related clients to accomplish the system next time.”

“Today, we just did soft launching and we do hope to gain more input for e-Samsat will be launched and officially can be used by public at 17 th Provincial Anniversary Day,” Vice Governor closed.(Hmsprov-Haris).

GORONTALO – Sebanyak 1000 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK se-Provinsi Gorontalo mengikuti Pelatihan Akbar Praktik Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik yang Sukses Membangun Akhlak, Daya Pikir dan Kreatifitas Anak, Rabu (15/11) Di Ballroom Hotel Maqna Kota Gorontalo.

Bunda PAUD Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan guru adalah salah satu pembentuk karakter anak didik sebab melalui sentuhan seorang guru atau pendidik lahir sumber daya manusia yang berkualitas sehingga peran guru sangatlah penting.

“ Dunia pendidikan menuntut adanya pendidikan yang mengedepankan karakter yang berkualitas sehingga harus dimulai dari kualitas guru yang harus terus ditingkatkan,”tutur Idah.

Disisi lain sebelum mencontohkan karakter yang baik kepada anak didik, setiap guru dituntut harus memiliki karakter yang baik terlebih dahulu karena guru adalah panutan bagi anak didiknya.

“ Pendidikan karakter tidak bisa dibeli, tidak bisa diwariskan dan bukan bawaan lahir serta tidak dipelajari secara instan saja namun harus secara simultan dan kita sebagai guru atau pun bunda bunda PAUD harus memberikan contoh yang baik kepada anak-anak didik kita,”ucapnya.Olehnya dengan pelatihan akbar yang baru pertama kali diselenggarakan di Provinsi Gorontalo ini Idah berharap agar para peserta pelatihan yang merupakan agen perubahan dapat mengaplikasikan apa saja yang telah diperoleh dari pelatihan tersebut dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak bangsa yang akan mengambil alih kepemimpinan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Pelatihan ini menghadirkan pembicara nasional Ratna Megawangi Ph.D pendiri Indonesia Heritage Foundation (IHF) sebuah yayasan non profit yang membuat terobosan baru bagaimana mewujudkan insan berkarakter mulia yang konsisten antara pikiran, hati dan tindakan nyata.(Hmsprov-Burhan).

GORONTALO – Kebijakan pemberian Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bagi camat dan lurah oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo menuai teguran dari BPK RI. Pemprov diminta tidak lagi memberi TKD bagi aparatur di kabupaten/kota tersebut.

“Memang sudah ada teguran dari BPK, bahwa tidak bisa lagi provinsi menyerahkan TKD kepada camat atau lurah, karena mereka bukan aparat dari pemerintah provinsi,” kata Gubernur saat memberikan pembinaan dan penyerahan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) triwulan III, tahun 2017 untuk camat dan lurah se-provinsi Gorontalo, di gedung Bele li Mbui, Rabu (15/11).

Terkait dengan larangan tersebut, gubernur akan segera masih mengkaji dan mencarikan solusi terbaik. Bagaimana pun juga, pemberian TKD merupakan bentuk penghargaan dan motivasi bagi camat dan lurah untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

“Seperti kita ketahui kami memberikan TKD dengan tujuan untuk memotivasi dan meningkatkan kesejahteraan aparat di kecamatan dan kelurahan. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja. Makanya TKD ini menjadi satu hal yang tetap harus diadakan,” lanjut Rusli

Gubernurpun menambahkan jika memang TKD untuk camat dan lurah nanti tidak bisa diberikan, maka perlu dicarikan solusi lain. Rusli mengakui jika TKD sebelumnya juga sudah pernah ditegur dan untuk tahun berikutnya sudah tidak dapat dianggarkan lagi.

“Solusi terakhirnya kita akan menambahkan alokasi dana yang tadinya untuk TKD maka lebih banyak pada program yang akan dicanangkan ditiap kecamatan. Tentu saja program harus benar-benar yang fokus dan bisa langsung dirasakan oleh masyrakat,” tutupnya.(Hmsprov-Ecyhin).

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengisyaratkan tidak akan melakukan rekrutmen Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 nanti. Menurutnya jumlah PNS Gorontalo saat ini sudah cukup banyak terlebih dengan ketambahan guru SMA sederajat yang kini menjadi tanggungan pemerintah provinsi. Hal tersebut disampaikan Rusli dalam sebuah dialog radio dengan tema “Rakyat Bertanya Gubernur Menjawab” yang disiarkan Radio Suara Rakyat Hulondhalo, Kamis (15/5).

“saya di periode pertama (tahun 2012) tidak satupun menerima CPNS, karena jumlahnya sudah cukup banyak bahkan ada yang tidak maksimal bekerja. Belum lagi sekarang ketambahan dengan guru yang total jumlah pegawai kita ada lima ribu orang,” terang Rusli.

Rusli menilai, jumlah PNS yang besar hanya akan membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Padahal di sisi lain, APBD Gorontalo yang ‘hanya’ 1,8 Trilyun Rupiah masih dibutuhkan untuk fokus pada pembangunan dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan.

Meskipun begitu, lanjut gubernur dua periode itu, pihaknya menyerahkan kebijakan penerimaan CPNS kepada pemerintah pusat. Jika Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) membuka lowongan untuk daerah maka pihaknya akan mengajukan pengusulan.

“Sekarang kan penerimaan CPNS sudah terpusat di Kemenpan, tidak lagi di daerah daerah. Kita mengusulkan tapi yang menentukan butuh atau tidaknya di Kemenpan tidak seperti dulu lagi di provinsi dan kabupaten/kota,” pungkasnya.

Kemenpan RB sendiri saat ini sedang menggodok penerimaan CPNS baru tahun 2018. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, tahun 2018 nanti ada 220 Ribu PNS (pusat dan daerah) yang akan pensiun. Separuh dari angka itu diusulkan Kemenpan untuk direkrut kembali melalui jalur penerimaan CPNS. Usulan dari daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran.(Hmsprov-isam).

Memasuki akhir tahun anggaran 2017 ini, sejumlah realisasi fisik pemerintah Provinsi Gorontalo cukup memuaskan dengan mencapai target yang diharapkan. Hingga tanggal 15 November, realisasi fisik untuk seluruh OPD mencapai 80,56% jauh dari target sebesar 78,02%. Meski begitu, realisasi keuangan masih rendah hanya sebesar 69,15% dari target sebesar 71,80%. Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam Rapat Pimpinan Penyerapan Anggaran, Rabu (15/11).

Dari 32 OPD yang ada di Gorontalo, 24 OPD diantaranya sudah mencapai bahkan melebihi target realisasi fisik. Sementara sisanya 8 OPD lain di antaranya Dinas Perumahan, Biro Umum, Badan Kepegawaian dan Badan Penghubung yang realisasi fisik masih cukup rendah.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam arahannya mengaku puas dengan capaian fisik tersebut, meski realisasi anggaran belum capai target. Menurutnya hal itu bisa disebabkan karena proses pembayaran yang masih tertunda.

“Saya lihat masih ada yang merah tapi tidak menghawatirkan bagi saya. Karena fisiknya di atas itu berarti tinggal penagihannya. Kepala Dinas Keuangan sekarang lagi ujian PIM II, mudah mudah bisa cepat kembali dan menyelesaikan semua proses pembayaran”, terang gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Rusli kembali menekankan tentang pentingnya program kegiatan setiap OPD yang fokus, terarah dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Rusli tidak menginginkan banyak program tetapi skalanya kecil sehingga tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Contohnya di Dinas Perikanan dan Kelautan. Bikin program yang langsung dirasakan. Misalnya, di 77 kecamatan minimal tiap kecamatan ada 2 bantuan sepeda motor berpendingin. Berarti kalau kali dua ada 154 unit. Diikuti arahan dari pak Presiden Follow Money Program secara holistik. Jangan lagi bikin program kecil kecil tapi tidak terasa”, imbuhnya.Rapim evaluasi anggaran kali ini terasa spesial karena dihadiri oleh belasan orang delegasi pemerintah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Delegasi yang dipimpin Sekda Lebong Mirwan Effendi itu untuk belajar dari Gorontalo tentang pengelolaan monitoring dan evaluasi program pembangunan melalui aplikasi e-Monev.

evaluasi1

Pemkab Lebong berkeinginan untuk meniru cara Gorontalo dalam penggunaan aplikasi e-Monev, sebagaimana rekomendasi dari KPK dan LKPP RI bulan Oktober lalu. Duplikasi ilmu tersebut ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama antara Pemprov Gorontalo yang ditandatangani oleh gubernur dengan Pemkab Lebong yang diwakili oleh Sekdanya.(Hmsprov-Ecylin).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi ibu ketua tim penggerak PKK Idah Syahidah meresmikan Program Kewirausahaan Siswa di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (28/10). Produk yang menjadi unggulan yaitu dodol yang diberi nama “Dodol Pocong”.

Pada kesempatan tersebut gubernur diajak mengunjungi stand pameran produk produk hasil olahan dan rekayasa teknologi para siswa. Selain dodol, beberapa produk panganan seperti keripik pisang, Binte Biloti (berbahan dasar Jagung) juga ikut dipamerkan kepada gubernur, orang tua siswa dan alumni yang hadir. Ada juga karya seni dari barang bekas seperti tempat lampu dan bingkai foto.

Gubernur menyambut baik upaya pihak sekolah untuk menumbuhkan semangat wirausaha siswa. Menurutnya, semangat dagang patut diperkenalkan kepada anak anak di usia muda. Dengan berdagang, tidak saja menghasilkan pendapatan tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Para siswa maupun mahasiswa tidak usah lagi bercita-cita menjadi pegawai negeri. Menjadi pegawai sekarang sangat terbatas dan ketat. Kalau ingin punya uang maka berdagang. Jadi petani, petani yang tekun. Jadi nelayan, nelayan yang serius,” terang Rusli memotivasi siswa.

Menurut gubernur berlatar belakang pengusaha itu, menjadi seorang wirausahawan sukses tidak saja membutuhkan keterampilan, tetapi juga semangat untuk maju. Semangat untuk terus bangkit meski kerap kali mengalami pasang surutnya usaha yang dijalankan.

“Saya juga waktu muda merintis usaha dari nol. Sempat bekerja di PT Dirgantara Indonesia belasan tahun. Saya berhenti dan bangun usaha di Gorontalo. Alhamdulillah usaha saya berhasil dan sekarang jadi gubernur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Tibawa Maryam Ui menjelaskan, Program Kewirausahaan Siswa merupakan program pemerintah nasional melalui Kemendikbud. Di Gorontalo ada tiga sekolah yang menjadi percontohan yakni SMA 1 Tibawa, SMA 2 Kota Gorontalo dan SMA 1 Paguyaman.

“Nah di kita yang kami kembangkan itu ada budidaya tanaman, ada pengolahan makanan, kerajinan dan rekayasa teknologi. Untuk budidaya tanaman kami dibina langsung oleh ibu gubernur ibu Idah Syahidah. Untuk pengelolaan makan kita kerjasama dengan UMKM di kecamatan Tibawa dan sekitarnya khususnya makanan dodol. Peran kita dalam hal kemasan dan penamaan” terang Maryam.

Maryam menjelaskan jika sekolahnya menjadikan “Dodol Pocong” sebagai produk unggulan yang dipasarkan hingga ke outlet oulet perkotaan dan bandara Djalaluddin. “Dodol Pocong” menjadi brand produk yang unik hasil desain siswa yang diharapkan memiliki nlai jual yang tinggi di pasaran.(Hmsprov-Isam).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta agar pelaksanaan kegiatan menyangkut penanggulangan kemiskinan tidak dilaksanakan di hotel berbintang dengan fasilitas yang mewah. Menurutnya, kemiskinan harus dientaskan dengan cara melihat dan mendekati langsung masyarakat miskin. Hal tersebut disampaikan Rusli saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulan Kemiskinan 2017 tingkat Provinsi Gorontalo, Rabu (25/10).

“Bagaimana kita bisa melihat, bagaimana kita bisa tahu orang miskin jika acara pengentasan kemiskinan seperti ini kita bikin di hotel dan di ruang ber-AC? Lain kali pak Budi (kepala Bappeda), kita bikin acara begini di (kecamatan) Bongomeme sana, atau di (kabupaten) Pohuwato sana. Kalau perlu kita tidur di sana sehingga kita bisa melihat seperti apa kehidupan masyarakat miskin itu,” terang Rusli.

Bagi Gubernur dua periode itu, pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari hal paling sederhana yaitu membeli barang milik warga miskin. Produk panganan milik petani dan pedagang lokal wajib untuk dibeli sebagai bentuk pemberdayaan. Itulah sebabnya mulai November nanti Rusli meminta setiap kegiatan pemerintah wajib menyertakan buah dan panganan lokal Gorontalo.

“Saya tidak mau melihat lagi setiap acara ada roti dan lain lain. Apalagi ada buah apel, jeruk sunkies dan lain lain. Taru lembetue (belimbing botol) di situ (atas meja). Membeli produk lokal itu sudah menjadi salah satu aktivitas untuk mengentaskan kemiskinan. Tidak usah ke hypermart, indomaret, alfamaret. Itu uangnya didapat di sini dibawa ke luar.Mengentaskan kemiskinan itu harus kongkrit seperti itu bukan dengan teori,” tandasnya lagi.

Terkait dengan program pengentasan kemiskinan daerah, Rusli meminta agar pemerintah di semua level fokus pada data yang terintegrasi oleh Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K). Data yang telah disusun berdasarkan nama, alamat dan foto kondisi kemiskinan setiap kepala keluarga. Pemberian bantuan juga harus didasarkan pada kebutuhan warga miskin bukan berdasarkan pertimbangan suka tidak suka, pertimbangan politik atau pertimbangan kekeluargaan.(hmsprov-ecyhin)

Kamis, 26 Oktober 2017 08:59

Wagub Hadiri Rapat Kerja di Istana Negara

JAKARTA – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menghadiri rapat kerja di Istana Negara di Jakarta, Selasa (24/10). Rapat kerja dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh para gubernur, bupati, dan walikota.

Dihubungi usai mengikuti rapat kerja tersebut, Wagub Idris Rahim mengatakan, Presiden menginstruksikan kepada para kepala daerah agar penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018 jangan lagi menggunakan pola lama.

“Presiden meminta sebesar 60 persen alokasi APBD 2018 harus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Jika daerah kekurangan dana, dapat meminjamnya melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan bunga 6 persen,” kata Idris.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan para kepala daerah untuk memperbanyak proyek padat karya, terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi dengan baik, dengan mendorong ekspor dan investasi di daerah. Terkait kemudahan investasi di daerah, Joko Widodo meminta seluruh daerah untuk menggunakan sistem aplikasi yang dapat mempercepat dan mempermudah proses perizinan.

Lebih lanjut Idris menuturkan, Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah untuk membuat pola design baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk upaya untuk membangun sumber daya manusia di daerah yang siap pakai.

“Diakhir arahannya bapak Presiden menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk membentuk Satgas Percepatan Perizinan yang diketuai oleh Sekretaris Daerah. Seluruh arahan Presiden tersebut akan segera kita tindaklanjuti di daerah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Wagub Idris Rahim.(hmsprov-haris)

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menggelar seminar rencana pembangunan monumen patung Isimu-Gorontalo, Selasa (24/10). Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu dihadiri oleh semua elemen masyarakat baik dari unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh adat, tokoh pemuda serta dari unsur mahasiswa.

Seminar ini untuk menghimpun pendapat, pemikiran dan masukan dari semua lapisan masyarakat tentang siapa tokoh terbaik Gorontalo yang dipandang paling layak untuk dijadikan patung. Patung yang rencananya akan berdiri gagah di jalan simpang empat bandar udara Jalaluddin Gorontalo.

Sebanyak 10 tokoh yang dinilai memenuhi syarat untuk dipilih yakni Abdullah Amu, Prof. DR (HC) Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, DR (HC) Hans Bague Jassin , Jalaludin Tantu, Prof. Dr. John Ario Katili, Nani Wartabone, Prof. Saminan Nur, Sultan Amai, Thayeb Moh. Gobel dan Prof. Dr. Jusuf Syarif Badudu.

“Di Gorontalo sendiri memang sudah banyak patung, akan tetapi patung yang kita bahas sekarang menjadi begitu penting, karena nanti kebetulan letaknya di Bandara Jalaludin Gorontalo. Seperti kita ketahui di mana-mana bandara itu dikenal sebagai pintu gerbang masuk di suatu daerah, untuk itu kita perlu suatu ikon yang bisa memperkenalkan Gorontalo kita seperti apa,” kata Rusli.

Gubernur dua periode ini menyadari pembangunan monumen patung tidaklah mudah. Terdapat banyak tokoh tokoh besar Gorontalo yang memiliki banyak jasa dan kontribusi bagi daerah, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seminar bertajuk “Dia Inspirator Negeri” ini dipandang menjadi forum paling tepat untuk menyamakan persepsi dari semua pihak.

Untuk memilih ikon patung, Pemprov juga mematok sembilan kriteria yang dinilai paling layak untuk diusulkan menjadi monumen patung tersebut yakni dilihat dari rekam jejak, popularitas, kepahlawanan, prestasi/kecerdasan, inspirator dan motivator. Selain itu, ada juga indikator prespektif tokoh (masa lalu, hari ini dan masa depan), keteladanan, budaya (kultural), agamis (religius), serta kebijakan pemerintah sendiri.

“Jadi nanti penentuanya bisa kita simpulkan dari pendapat keseluruhan peserta seminar yang akan di himpun dan dirampungkan oleh tim perumus. Kira-kira siapa yang paling cocok untuk jadi ikon monumen patung di bandara kita. Selanjutnya nanti akan keluar satu nama dan itu harus kita terima, karena ini hasil dari seminar secara terbuka dan transparan,” imbuh Rusli.

Rusli berharap siapapun tokoh terpilih melalui forum resmi ini dapat diterima oleh semua pihak. Ia menyadari bahwa rekomendasi seminar bisa melahirkan pro dan kontra di tengah tengah masyarakat, meski begitu ia tetap yakin hasil rekomendasi seminar adalah pilihan terbaik.(hmsprov-ecyhin)

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menginstruksikan agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk membudayakan konsumsi panganan lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan. Penegasan tersebut disampaikan Rusli saat member sambutan pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa malam, (23/10).

Rusli merasa prihatin, selama ini ia menilai aktivitas pemerintahan lebih banyak diwarnai dengan konsumsi buah buah impor seperti jeruk dan apel. Selain itu makanan berupa nasi putih tinggi karbohidrat dan lauk berkolesterol tinggi menurutnya harus segera ditinggalkan diganti dengan makanan lokal yang lebih sehat.

“Saya mohon kepada pak ketua (DPRD) dan rekan rekan (anggota dewan). Saya mempunyai program mendorong panganan lokal. (Panganan lokal) sudah ada perdanya. Saya mohon setiap rapat rapat resmi baik eksekutif dan DPRD harus menggunakan panganan lokal yang sehat. Jagung rebus, batata (ubi jalar) kasubi (singkong) dan lain lain,” terang Rusli diiring tepuk tangan hadirin.

Selain untuk menjaga kesehatan, mendorong panganan lokal menurut gubernur dua periode itu penting agar menggairahkan para petani dan pejual panganan daerah. Ia meminta kebijakan ini agar segera diterapkan awal November 2017 nanti.

“Agar para penjual bahan baku ini sejahtera. Saya lihat di Pasar Tua dan pinggiran jalan sudah banyak yang jual. Ketika saya tanya ternyata itu produk Gorontalo. Oleh karena itu mari kita bantu sejahterakan mereka,”imbuhnya.

Provinsi Gorontalo sendiri sejak tahun 2015 sudah memiliki Perda No. 3 tahun 2015 tentang Pembelajaran Ilmu Gizi Berbasis Makanan Khas Daerah Gorontalo. Perda ini selain mengatur tentang pembelajaran ilmu gizi berbasis makanan khas Gorontalo dalam setiap satuan pendidikan formal, juga mewajibkan konsumsi menu khas daerah pada setiap acara formal dan informal.

Pasal 7 ayat 1 Perda No. 3 Tahun 2015 menyebutkan dalam upaya peningkatan pengembangan bahan makanan berbasis pangan lokal, maka penyelenggara makanan pada kegiatan formal maupun informal yang menyediakan menu makanan wajib menyediakan menu makanan khas Gorontalo disamping menu khas lainnya.

Perda tersebut juga merinci berdasarkan kelompok makanan yang menjadi makanan khas Gorontalo. Untuk makanan pokok ada 15 menu makanan pokok dengan bahan utama yang digunakan adalah jagung, sagu, singkong, ubi jalar dan beras. Di antaranya Bajoe, Balobinthe, Bilinthi, Binthe biloti, Binthe Lo Putungo serta Kasubi Ilahe.

Terdapat 20 jenis menu lauk pauk MTG yang terinventaris sementara dan ada 15 menu atau 75% yang bahan dasarnya berasal dari perairan (ikan dan udang), yang lainnya dari daging seperti daging ayam, sapi/kerbau ataupun kambing. Di antaranya Bilenthango, Biluluhe Lo Hele, Dabu-dabu Lo sagela, Perekedede Lo Kasubi dan Ilahe lo Tola

Menu sayuran MTG yang terinventaris sementara berjumlah 10 menu. Semua menu ini menggunakan bahan sayur segar yang berasal dari lokal dan juga terdapat di daerah lainnya di Indonesia seperti terong, daun pepaya, daun singkong, kangkung, pakis, kacang panjang, bunga pepaya, ketimun suri, labu, dan jantung pisang.

Beragam kue dimiliki oleh masyarakat Gorontalo. Menurut pendapat dari beberapa orang Gorontalo (umur mereka saat diwawancarai antara 65- 90 tahun) bahwa sesungguhnya jenis makanan ini tidak ada yang terbuat dari terigu tetapi pada umumnya menggunakan jagung, singkong, ubi jalar, pisang, dan beras atau tepung beras. Ada 35 menu kue yang terinventaris sementara, dan ada pula MTG yang telah dikenal secara nasional diantaranya kukisi karawo/kerrawang, Aliyadala, Apam Bale, Apangi, Lalamba dan Bajoe.(hmsprov-isam)

Halaman 1 dari 4
© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo