>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

GORONTALO - Para pengrajin dan mereka yang terkait  perdagangan Sulaman Karawo saat ini sedang disibukkan dengan produksi.

Mereka harus memenuhi permintaan pasar yang terus  meningkat, termasuk pesanan dari luar Gorontalo yang terus mengantre.

"Permintaan sulaman karawo makin banyak, ada kenaikan 50 persen sejak digelar festival Gorontalo Karnanal Karawo," kata Nining Abdurahman Arif (35), Ketua Koperasi Wanita Metalik Jaya, Sabtu (5/10/2019).

Untuk memenuhi permintaan ini, ia harus menggerakkan 30 orang anggotanya, para anggota koperani ini juga dibantu keluarganya. Sehingga pekerjaan penyulaman karawo ini sesungguhnya melibatkan banyak orang.

"Memang kewalahan, tapi ini juga menyenangkan semua orang," sambung Nining Abdurrahman Arif.

Diakuinya, pasar luar daerah semakin terbuka sejak Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Bank Indonesia menggelar Festival Gorontalo Karnaval Karawo. Kaum ibu di luar daerah tertarik dengan sulaman ini melalui media sosial, mereka kemudian memburunya melalui media internet.

"Mereka tertarik karena prosesnya yang rumit, mulai dari pencabutan serat kain, menyulam dan mengikatnya," kata Nining.

Jilbab adalah pesanan yang paling laris. Bunga-bunga sulaman karawo yang menghias di kain menjadi pemanis siapapun yang memakainya. Pasar jilbab karawo memang sedang bergeliat.

Jauh dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo, Briskawati yanh warga Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo menghentikan pesanan tas karawo hingga 3 bulan ke depan.

Ia dan pekerjanya tak sanggup lagi memenuhi permintaan pasar, termasuk 400 buah tas karawo pesanan dari Prancis.

"Hingga 3 bulan ke depan kami menghentikan pemesanan, kami masih fokus pada penyelesaian pesanan yang sudah ada," kata Briskawati.

Seperti sebuah lokomotif kereta api, Festival Gorontalo Karnaval Karawo ini telah membawa gerbong ekonomi para pengrajin melesat. Mereka harus memgikuti irama yang tinggi sambil meningkatkan kualitasnya.

Di Gorontalo tidak hanya Nining Abdurrahman Arif dan Briskawati, ada ribuan pengrajin yang setiap hari menekuni sulaman ini, mulai dari desainer, pengiris serat kain, dan penyulamnya. Belum terhitung mereka yang terlibat dalam jaringan perdagangannya.

Yang juga kecipratan kue ini adalah jasa ekspedisi, kuliner, juga penyedia kebutuhan bahan baku.

Roda ekonomi yang terus membaik dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Salah satu sumbangan geliat ekonomi ini berasal dari sektor pariwisata. Pariwisata Gorontalo memang sedang tumbuh, desa-desa yang memiliki potensi menganggarkan dananya untuk mempercantik diri, mengenalkan river tubing, jungle tracking, hiu paus, tarsius, pantai, mangrove, kuliner, kesenian, adat budaya hingga peninggalan masa lalu.

Potensi alam dan budaya yang dimiliki desa-desa ini bukan cerita di atas kertas, setidaknya ada 6 desa di kawasan penyangga taman nasional Bogani Nani Wartabonedi Kabupaten Bone Bolango yang mengembangkan ekowisata, juga di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorongalo Utara, dan Kabupaten Gorontalo.

Kekuatan lain yang turut mendukung pengembangan pariiwisata adalah para stakeholder seperti penerbangan, travel, hotel, jasa kepemanduan, dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Peran dan kerjasama antarlembaga ini menghasilkan sinergi yang dibutuhkan semua pihak.

“Pariwisata memang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Masyarakat dan pemerintah desa  juga sangat antusias mengembangkan potensinya,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Keseriusan pemerintah menggarap sektor pariwisata ini juga telah mengubah Gorontalo dari daerah transit wisatawan nusantara dan mancanegata menjadi daerah tujuan pariwisata. Namun jumlah kunjungan wisatawan ini harus ditingkatkan agar dapat memberi manfaat lebih beaar lagi kepada masyarakat.

“Gorontalo memiliki hiu paus, burung maleo, tarsius, babi rusa, keramahan warganya, juga adat istiadat yang memperkaya pengalaman hidup para wisatawan mancaneggara dan nusantara,” papar Rifli Katili.

Dinamika ekonomi pariwisata ini menghasilkan multiplier effect, semua yang saling terhubung langsung maupun tidak merasakan peningkatan ekonomi. Inilah pariwisata sebagai lokomotif penarik gerbong ekonomi Gorontalo.

Dinas Pariwisata menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi, di sisi mikronya geliatnya telah meningkatkan pendapatan, mengurangi pengangguran di desa-desa, dan menjalankan pemerataan kesejahteraan sebab pariwisata tidak mengenal desa atau kota, semua layak dikunjungi.

Namun sejumlah “pekerjaan rumah” masih menunggu agar pesta akbar pariwisata ini lebih menggema dan memiliki multiplier effect lebih besar. Pekerjaaan yang harus diselesaikan adalah memperpanjang waktu perhelatan dan menautkan dengan festival lain di kabupaten dan kota di daerah ini, seperti Festival Pesona Danau Limboto, Festival Pesona Otanaha, Festival Pesona Saronde, Festival Pohon Cinta, dan lainnya

Mengintegrasikan banyak festival ini tidak mudah, namun juga bukan tidak bisa. Koordinasi dan kerja sama terus menjadi jembatan komunikasi agar bisa terwujud, semuanya demi peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memiliki brand Gorontalo the Heart of Celebes yang menegaskan potensi besar pada kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya, inilah pariwisata yang berkelas internasional,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.

Jumat, 04 Oktober 2019 23:24

Pasar Murah Kunjungi Warga Kabila

KABILA – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar pasar murah untuk membantu kebutuhan pangan warga. Kali ini menyapa warga di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (4/10/2019).

Warga antusias untuk membeli bahan pokok dengan harga serba Rp5.000,-. Ada delapan bahan pokok yang dijual yakni beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram dan telur 10 butir. Ada juga ikan tuna dan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih serta rica masing-masing setengah kilogram.

Delapan paket sembako hanya ditebus dengan harga Rp60.000,-. Sebanyak 1.500 warga yang hadir sebelumnya sudah diberikan kupon melalui Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

“Saya kemarin sempat di bully, dituduh, dicurigai bahwa sembako seperti ini hanya untuk agenda politik. Saya buktikan setelah Pileg dan Pilpres saya tetap jalan terus (untuk gelar pasar murah). Jangan pernah menyakiti dan meninggalkan rakyat yang telah memilih kita,” ungkap Rusli.

Hal menarik lain dari pelaksanaan pasar murah yaitu hadirnya anggota DPR RI Idah Syahidah yang juga istri gubernur. Dirinya sedang berada di Gorontalo usai dilantik beberapa hari lalu. Rusli berharap Idah bisa memperjuangkan kepentingan rakyat khususnya menambah kuota untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya sampaikan ke ibu jika belum ada agenda rapat kamu segera pulang, lihat kebutuhan masyarakat dan itu yang disampaikan ke pemerintah pusat. Kebutuhan PKH kita kira-kira 135 ribu KK. Tahun ini baru sekitar 65 ribu KK. Ini tugasnya ibu,” jelas Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berjanji program pasar murah akan terus bergulir hingga akhir masa jabatannya tahun 2022 nanti. Selain untuk meringankan beban pangan warga, pasar murah diharapkan dapat menekan inflasi atau lonjakan harga pangan di pasaran.

GORONTALO – Event pariwisata Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang kesembilan kalinya dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Gorontalo, selain untuk mempromosikan Karawo sebagai sulaman khas Gorontalo, ini juga sebagai ajang untuk menggali kreativitas pengrajin melalui berbagai lomba. Salah satunya lomba Mo “Karawo” Tradisional Handmade yang diselenggarakan di gedung Bele Li Mbui, Jumat (4/10/2019).

Sekda Darda Daraba yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, lomba ini mengajak para pengrajin untuk meningkatkan keterampilan dalam rangka mendesain, mengiris, menyulam, dan mengikat.

“Keempatnya ini pasti membutuhkan keterampilan. Kalau keterampilan ini selalu di asah terus menerus maka karawo ini saya pastikan tidak kalah dengan kain kain lainnya,” kata Sekda

Darda berharap perlombaan ini bisa memberikan efek yang baik.

“Kalau ini bisa bagus, bisa meningkatkan keterampilan ibu ibu, bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan. Tentunya kalau dipasarkan bisa laku di pasar lokal maupun internasional yang dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo itu sendiri,” harap Darda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rifli Katili mengatakan lomba Mo “Karawo” Tradisional Handmade merupakan kegiatan yang ke empat dari rangkaian pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo 2019 yang mengusung tema “Wonderful Celebes”.

Kegiatan ini diharapkan agar para pengrajin ini menemukan pola yang baru sesuai dengan kebutuhan pasar dan layak untuk dijual. Sebab kenapa? Karena Karawo ini tidak lagi milik orang Gorontalo tapi sudah meluas hingga ke manca negara.

 “Ini tentunya satu kebanggaan untuk kita semua,” ujar Rifli

Rifli juga mengatakan, ada yang menarik dari lomba ini, selain diikuti 44 pengrajin Karawo dari kabupaten kota se Provinsi Gorontalo, lomba ini juga mengikut sertakan anak-anak Sekolah Dasar dan SMK.

“Mereka (anak sekolah) bukan peserta tapi diikutkan untuk memotivasi anak-anak yang tujuannya agar mereka punya inovasi , kreativitas dan tidak terpaku pada motiv dan pola yang lama,” tandas Rifli.

Untuk penilaian lomba ini dilihat dari aspek keindahan mengiris, keindahan menyulam dan keindahan mengikat.

 

Pewarta: Nova - Humas

 

LIMBOTO – Untuk mewujudkan keinginan petani Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melaksanakan sejumlah pembangunan jalan yang menunjang kegiatan usaha pertanian.

Pembangunan jalan yang berada di Kabupaten Gorontalo tersebut sebanyak 7 ruas, yang tersebar di beberapa desa yakni Desa Bongomeme, Botumoputi, Pangadaa, Barakati, Ulapato A, Ulapato B dan Diloniyohu.

Ketujuh ruas jalan tersebut memiliki ukuran panjang dan lebar jalan yang bervariasi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketersedian anggaran yang ada pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Yuliana Rivai menuturkan, tujuan pembangunan jalan usaha tani selain untuk mewujudkan keinginan petani juga untuk mempermudah mengangkut hasil pertanian dan meningkatkan hasil pertanian.

“Pembangunan jalan usaha tani ini, memang merupakan aspirasi dari masyarakat khususnya para petani. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi transportasi pada kawasan pertanian, serta memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi untuk menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produksi pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan atau pasar,”kata Yuliana Rivai, Kamis (3/10/2019).

Untuk anggaran pembangunannya, Yuliana menjelaskan bahwa sumbernya berasal dari APBD dan APBD-P tahun 2019 yang ada pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo.

“Anggarannya itu bersumber dari APBD dan APBD-P tahun 2019 yang ada pada Dinas PUPR, selain itu ada juga salah satu ruas jalan usaha tani yang pekerjaannya kita swakelolakan dengan TNI,” ungkap Yuliana.

Dengan adanya pembangunan sejumlah ruas jalan usaha tani di Kabupaten Gorontalo, Kabid Cipta Karya itu berharap dapat bermanfaat untuk masyarakat petani.

“Semoga pembangunan jalan pertanian ini memberi manfaat khususnya bagi para petani, karena pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok merupakan salah satu dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.” tuturnya.

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau sekarang disebut Smart SIM. Smart SIM yang diperpanjang yaitu jenis SIM C kendaraan roda dua dan SIM B2 untuk kendaraan alat berat.

Gubernur Rusli memanfaatkan jasa mobil SIM keliling yang mampir di rumah jabatan, Jumat (4/10/2019). Rusli diambil foto dan rekam sidik jari dan tanda tangannya. Untuk pengurusan SIM B2 Gubernur Rusli diarahkan ke Satlantas Polres Gorontalo Kota.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa memperpanjang SIM. Sekarang pelayanannya sudah cukup bagus, bahkan sekarang sudah ada pelayanan SIM mobile untuk melayani perpanjangan SIM C dan SIM A,” ucap Rusli.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tidak lalai mengurus administrasi berkendara. Rusli mengaku pernah mendapati sejumah orang yang tidak memiliki SIM masuk ke rumah rumah warga untuk menghindari razia polisi.

“SIM itu kan surat izin mengemudi jadi harus punya izin agar tidak berurusan dengan polisi. Saya juga menghimbau agar mentaati seluruh rambu-rambu lalu lintas. Apalagi sopir angkutan kota karena mereka membawa penumpang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi SIM Polda Gorontalo Kompol Wawan Andi Susanto mengemukakan, Smart SIM yang diluncurkan oleh Korlantas Mabes Polri 22 September lalu memiliki berbagai keunggulan. Selain sebagai bukti kemampuan mengendarai, Smart SIM merekam data perilaku pengemudi.

 “Jadi di dalam smart sim ini berisi data data forensik kepolisian, kedua berisi data perilaku pengemudi dan yang ketiga ada chip e-money yang bisa digunakan untuk membayar tol atau pembayaran online lainnya,” tuturnya.

Wawan menyebut penerapan Smart SIM di Gorontalo sudah menjangkau semua daerah. Meski begitu, bagi pengendara yang SIM lamanya masih berlaku tetap diakui. Pengurusan Smart SIM bisa dilakukan paling lambat dua minggu sebelum masa berlaku SIM lama berakhir.

 

Pewarta: Isam-Humas

GORONTALO – sumarwoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo memberi materi pada Workshop Pengkajian Kebutuhan PascaBencana (Jitupasna) yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Gorontalo Utara di Training Center Hotel Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (3/10/2019).

Dalam Paparanya Sumarwoto menjelaskan kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam penanggulangan bencana yakni memberikan layanan informasi bencana kepada masyarakat, layanan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Kami juga memberikan bantuan evakuasi dan pertolongan korban bencana dan melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi serta pemulihan korban bencana baik fisik maupun non fisik,” kata Sumarwoto.

Lebih jauh dijelaskan 5 hal lingkup pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yakni mulai dari sektor pemukiman, infrastruktur dan sosial,  ekonomi produktif dan multisektor.

Penangananan Bencana harus melibatkan multisektor dan sampai tingkat pemerintahan terbawah di desa atau kelurahan.

Kegiatan Jitupasna membutuhkan bantuan dan keterlibatan dinas teknis untuk menghitung dampak kerugian yang diakibatkan oleh bencana.

Diakhir penyampaiannya, Sumarwoto mengharapkan seluruh stakeholder untuk aktif berperan serta dalam upaya penanggulangan bencana.

“Partisipasi aktif dalam penanggulangan kebencanaan insyaallah bernilai ibadah, salam tangguh, salam kemanusiaan,” ujar Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

GORONTALO - Ada yang manarik dari sajian Karawo Fashion Contest, hadirnya sulaman karawo yang dikombinasi dengan teknik air brush dan batik melalui goresan canting.

Inilah karya Mursidahwaty, peneliti dari Jurusan Seni Rupa dan Disain Universitas Negeri Gorontalo.

Karya busana yang tidak lazim ini merupakan ini merupakan hasil riset 

Teknik airbrush lazimnya digunakan untuk mewarnai kendaraan bermotor, kali ini kehadirannya menjadi pemanis busana bersanding dengan sulaman karawo dan batik.

"Ini hasil penelitian yang diinspirasi dari kehidupan sehari-hari," kata Mursidahwaty, Kamis (3/10/2019).

Perjumpaan teknik airbrush, lenggak-lenggok canting membatik, dan jelujur benang dalam serat kain karawo membentuk kombinasi karawo yang unik, dan bercita-rasa pribadi.

"Semua berasal dari kain putih, ketiga teknik digunakan dalam kain ini, maka sentuhannya sangat pribadi," papar Mursidahwaty.

Karawo Fashion Contest menjadi barometer kemajuan sulaman karawo. 

Kreatifitas selalu menemukan jalannya menjadi penegas kombinasi ketiga teknik ini, tak terduga, memikat dan fashionable.

Ajang adibusana tahunan ini merupakan salah satu rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo, salah satu Calendar of Event Kementerian Pariwisata yang digelar di Gorontalo.

Agenda pariwisata ini telah menjadi motor kreatifitas untuk mengembangkan ekonomi.

Para pengrajin sulaman banjir pesanan, semua berpesta merayakan peningkatan apresiasi sulaman karawo ini.

"Melalui Karawo Fashion Contest, sulaman tradisional Gorontalo dikenal luas ke Indonesia, bahkan dunia," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

 

GORONTALO - Puluhan pengrajin wanita dari berbagai daerah mengikuti paparan ahli sulaman karawo pada kegiatan Mokarawo Design Training di Kota Gorontalo, Rabu (2/10/2019).

Ini adalah rangkaian awal Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), salah satu dari 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

Para pelaku ekonomi kreatif ini bertemu dan berdialog dengan pembicara I Wayan Sudana,  Hasdiana Saleh dan Agus Lahinta. Ketiganya adalah pengajar di Universitas Negeri Gorontalo.

"Karawo telah menghidupi ribuan orang, melalui GKK kami berusaha meningkatkan kesejahteraan para pengrajin," kata Rifli Katili.

Mokarawaro Design Traning ini adalah upaya meningkatkan kemampuan para pengrajin dalam menghasilkan karya sulaman yang berkualitas dan mengikuti perkembangan zaman.

Nining, pemilik usaha sulaman karawo yang ikut pelatihan ini mengaku mendapat banyak informasi dan pengetahuan dari kegiatan ini.

"Banyak hal yg kami dapat dari kegiatan ini," kata Nining.

Kegiatan ini dibuka oleh Sutan Rusdi,  Asisten 2 Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.

 

GORONTALO  – Sebanyak lima desainer Gorontalo  memamerkan karya adibusananya pada event Karawo Fashion Contest 2019 yang berlangsung di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Kamis (3/10/2019). Karawo fashion contest merupakan bagian dari event pariwisata Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang digelar tanggal 2 hingga 6 Oktober 2019.

Lima desainer tersebut memamerkan karya sulaman tangan dalam berbagai bentuk. Seperti gaun, kemeja dan jaket. Ada juga karawo yang disulam pada aksesoris tas pinggang. Karya-karya yang ditampilkan masing masing desainer memilik tema dan corak warna sendiri.

Agus Lahinta dari Rumah Karawo misalnya, ia memamerkan karya dengan tema “tanah”. Belasan desain berwarna coklat dihadirkan dalam berbagai varian yang masing masing dibawakan oleh para model.

Sulaman karawo dihadirkan ke dalam bentuk dress dipadukan dengan rok dan aksesoris tas tangan. Ada pula dress dipadu dengan celana, desain pada jaket, gaun pesta, serta kemeja berbagai model untuk pria. Desain motif karawo juga bervariasi dan lebih besar ukurannya menghiasi setiap busana yang ditampilkan.

“Acara ini merupakan suatu wujud kepedulian pemerintah provinsi dan Bank Indonesia untuk mengangkat dan mempromosikan karawo di Indonesia dan manca negara. Ini upaya yang harus konsisten dilakukan untuk menjadikan karawo sebagai brand yang dikenal lebih luas,” ungkap Sekda Darda Daraba saat memberikan sambutan.

“Pesan pak gubernur agar para desainer menampilkan karya terbaik. Mudah mudahan lahir karya baru, inovasi karawo yang lebih baik dan inovatif sehingga bisa bersaing dengan kain daerah lain,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili menyebut kontes ini merupakan bagian dari rangkaian acara GKK 2019. Sehari sebelumnya sudah digelar acara mokarawo atau cara mendesain dan menyulam kain karawo berbagai motif yang diikuti oleh 75 pengrajin.

“Perlu kami sampaikan bahwa kita pernah mengikuti Indonesia Fashion Week tahun 2017. Peserta dari karawo fashion contest ini juga pernah mengikuti New York Fashion Week di Amerika pada tahun 2017 lalu,” ungkap Rifli.

Bagi peserta yang juara I dan II pada kegiatan ini akan mewakili Gorontalo pada Indonesia Fashion Week 2020 nanti. Diharapkan sulaman karawo bisa bersaing dengan busana lain karya desainer-desainer ternama Indonesia.

Rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo 2019 masih menyisakan sejumlah agenda di antaranya mo karawo traditional handmade untuk lomba mengiris dan menyulam karawo tanggal 4 Oktober 2019. Ada juga Gorontalo Cullinary Expo 4-6 Oktober, Celebes Tourism Meeting pada 5 Oktober serta acara puncak GKK 2019 pada 6 Oktober 2019.

 

Pewarta : Isam - Humas

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim membuka lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Gorontalo, Kamis (3/10/2019).

Dalam sambutannya Idris mengatakan, lomba Kadarkum memiliki banyak manfaat di antaranya menciptakan masyarakat yang cerdas dan taat hukum serta menghindari pelanggaran hukum oleh masyarakat yang disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Idris menuturkan, lomba Kadarkum merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum dengan tujuan terciptanya masyarakat yang berbudaya hukum.

“Diseminasi dan pembudayaan hukum harus dimulai dari komunitas terkecil yaitu keluarga. Jika seluruh anggota keluarga tahu dan taat terhadap hukum, pasti akan tumbuh budaya patuh dan taat hukum dalam masyarakat,” kata Wagub Idris Rahim.

Idris berharap melalui kegiatan Kadarkum akan terbangun lingkungan yang aman dan tertib yang merupakan salah satu tujuan dari pembangunan hukum nasional. Dengan mengetahui, memahami, serta meningkatnya kesadaran hukum, diharapkan setiap individu dalam masyarakat lebih teliti dan cermat dalam mengambil langkah dan tindakan dalam kehidupan sehari agar tidak bertentangan dan melanggar hukum yang berlaku.

“Jika kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum semakin meningkat, maka pelanggaran hukum bisa dieliminir dan pada akhirnya akan terwujud lingkungan yang aman, damai, dan tertib,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo Agus Subandriyo menjelaskan, lomba Kadarkum merupakan bagian dari pembangunan hukum secara menyeluruh yang meliputi materi hukum, struktur hukum, serta pembangunan kesadaran hukum masyarakat dan aparat pemerintah. Agus menambahkan, tujuan lomba Kadarkum meliputi tiga hal yaitu mencerdaskan hukum, menumbuhkan kesadaran hukum, dan meningkatakan ketaatan hukum. Diharapkannya para peserta lomba Kadarkum akan menjadi pelopor untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk mentaati hukum.

“Cerdas, sadar, dan taat hukum, merupakan pola gerak dan tingkah laku masyarakat. Cerdas saja belum tentu taat hukum, begitu juga sadar saja belum tentu taat hukum, jadi ketiganya menjadi satu kesatuan,” jelas Agus.

Lomba Kadarkum diikuti oleh enam kelompok utusan dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo yang masing-masing beranggotakan lima orang. Pemenang lomba Kadarkum tingkat provinsi akan mewakili Gorontalo pada lomba Kadarkum tingkat nasional.

 

Pewarta : Haris - Humas

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo