>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

TAPA – Guna mematangkan persiapan Adventure Offroad Jelajah Wisata Alam Gorontalo (JWAG) pada bulan Februari 2020 nanti, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus melakukan pematangan khususnya menyangkut rute yang akan dilintasi.

Sebelumnya Gubernur Gorontalo Rusli Habibie beserta para pecinta offroad sudah menguji coba jalur di tiga etape yang berbeda. Etape pertama berjarak 45 KM masuk dari Desa Helumo Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara tembus di Desa Mootilango, Kabupaten Gorontalo.

Etape kedua melintasi sungai dan perbukitan di Desa Talumelito, Malahu dan Dulamayo Barat Kabupaten Gorontalo. Sementara untuk etape tiga menguji ketangguhan mobil di derasnya arus sungai Bone di Kabupaten Bone Bolango.

Seolah tidak puas dengan etape tiga sebelumnya, pada Minggu (29/9/2019) pecinta offroad mencoba untuk menaklukkan kembali derasnya arus sungai Bone. Kali ini tantangan yang dipilih sungai Bone di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango.

Belasan mobil bermesin four while drive (4WD) bergantian membelah sungai Bone. Ketangguhan mobil dan kemampun pengemudi memilih jalur menjadi yang terpenting dalam tantangan kali ini. Jika tidak, maka siap-siap mobil terperosok di dalamnya arus sungai.

Mobil jenis hartop berwarna putih yang dikendarai Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dua kali harus merasakan tangguhnya sungai Bone. Ban belakang mobil jatuh di bagian sungai yang dalam sehingga mobil sulit untuk keluar.

Upaya evakuasi harus dilakukan dengan menggunakan winch mobil lain. Meski begitu, tantangan berikutnya bisa diselesaikan dengan baik.

“Kita sulit memprediksi di jalur mana sungainya dangkal atau dalam. Ini membutuhkan keterampilan khusus dan ketangguhan mesin mobil,” terang Rusli di sela-sela offroad.

Tidak puas dengan obstacle sungai Bone di Kecamatan Tapa, offroader bergeser di Sungai Bone Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Airnya lebih deras dan cukup dalam. Satu persatu mobil membelah sungai, jika tidak cukup mahir berkendara mesin mobil akan mati dan terseret arus sungai.

“Kami lagi merancang lokasinya. Ada yang di sungai, lumpur, naik tebing dan lain-lain ini yang lagi kita rancang sehingga menjadi tujuan pariwisata juga mengembangkan olahraga otomotif,” imbuh mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Sungai Bone menjadi salah satu lintasan pada JWAG 2020 yang menjadi ajang petualangan para offroader nasional. Diharapkan medan berupa sungai, lembah dan perbukitan menjadi tantangan yang menarik untuk mempromosikan pariwisata dan keindahan alam Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Rusli juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang dilewati. Diharapkan bantuan tersebut bisa meringankan beban warga di musim kemarau yang terjadi saat ini.

 

Pewarta: Isam - Humas

LIMBOTO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie kembali mengeluarkan hasil survei triwulan yang dilakukan terhadap pelayanan di rumah sakit. Dari survei, ternyata 90,63 persen masyarakat puas dengan pelayanan rumah sakit Pemprov Gorontalo tersebut.

Direktur RSUD Ainun Habibie, dr. Yana Yanti Suleman mengatakan bahwa survei ini diambil untuk melihat sejauh mana pelayanan yang telah diberikan rumah sakit kepada masyarakat atau pasien. Sebab indikator dari pelayanan sendiri adalah kepuasan dari masyarakat.

“Kita mengambil responden sebanyak 50 orang, terbagi 25 responden rawat jalan dan 25 responden rawat inap. Dari responden ini mengisi kuesioner yang kita berikan. Hasilnya, 90,63 persen kategori sangat baik sehingga membuat masyarakat atau pasien puas dengan pelayanan di RS Ainun. Survei ini sendiri rutin kami laksanakan setiap tiga bulan sekali,” tutur Yana.

Adapun indikator yang menjadi penilaian pada survei kepuasan tersebut yaitu Pelayanan Masuk Rumah Sakit, Pelayanan Dokter, Pelayanan Perawat, Pelayanan makanan pasien, Sarana Medis dan Obat-obatan, Kondisi fasilitas RS (fisik RS), Kondisi fasilitas ruang perawatan, serta Pelayanan administrasi keluar RS.

Dari hasil survei ini nantinya akan terus menjadi perhatian dari pihak rumah sakit. Ketika ada beberapa ketegori yang dinilai cenderung turun. Maka akan dilakukan evaluasi dan pembenahan untuk kebutuhan peningkatan pelayanan di RS Ainun. Unit pengaduan RS Ainun ini juga merupakan pelayanan publik, dimana harus mempunyai unit pengaduan. Terpenting juga bahwa setiap tenaga di RS Ainun selalu menerapkan 5S+2P, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Peduli dan Perhatian.

“Kita butuh support dari masyarakat/pasien. Sehingga ketika tidak merasa nyaman. Ada pos pengaduan, atau kotak saran dan keluhan. Masyarakat bisa melapor atau mengirimkan surat disitu. Nanti setiap pekannya kita lakukan evaluasi dari keluhan masyarakat,” tandas Yana.

Minggu, 29 September 2019 20:27

Hidup Sehat Harus Menjadi Budaya Masyarakat

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim mengajak seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk membudayakan perilaku hidup sehat. Hal itu diutarakannya pada peringatan satu tahun Gorontalo Germas Community di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (29/9/2019).

“Hidup sehat itu adalah kebutuhan setiap manusia. Untuk itu perilaku hidup sehat harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Wagub Idris Rahim.

Diutarakannya, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan atau perilaku masyarakat yang kurang sehat. Terkait hal itu mantan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo tersebut berharap agar Gorontalo Germas Community bersama Dinas Kesehatan dan seluruh instansi terkait untuk lebih intensif dalam mengkampanyekan dan mensosialisasikan Germas kepada masyarakat.

“Untuk sehat itu dibutuhkan kemandirian masyarakat. Kemandirian itu merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit. Ini yang harus terus kita sosialisasikan kepada masyarakat,” jelas Idris.

Lebih lanjut Wagub Gorontalo dua periode itu mengungkapkan tantangan jajaran Dinas Kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi meningkatnya penyakit tidak menular di Provinsi Gorontalo. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Daerah (Riskesda) tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular di Provinsi Gorontalo yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskeda tahun 2013.

Prevalensi kanker dari 1,4 persen di tahun 2013 naik menjadi 1,8 persen pada tahun 2018. Stroke naik dari tujuh persen menjadi 10,9 persen, ginjal kronik naik dari dua persen menjadi 3,8 persen, diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen, serta hipertensi naik menjadi 34,1 persen.

 “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Saya berharap Gorontalo Germas Community menjadi garda terdepan dalam mengajak masyarakat hidup sehat di antaranya melalui olahraga dan pola makan yang sehat dan tepat gizi,” tandas Wagub Idris Rahim.

Pewarta : Haris - Humas

Minggu, 29 September 2019 09:25

Wagub Canangkan Gorontalo Karnaval Karawo

GORONTALO – Pengembangan kerajinan sulaman karawo harus dilestarikan dan didukung oleh lintas sektor di  Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sulaman karawo melalui peningkatan kapasitas pengrajin yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai jualnya.

"Sulaman karawo adalah budaya masyarakat Gorontalo,  yang diturunkan dari nenek moyang," kata Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo pada pencanangan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 di lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (29/9/2019).

Sebagai warisan budaya, karawo menjadi identitas masyarakat Gorontalo. Kerajinan ini hidup di tengah masyarakat, dilakukan oleh kaum wanita seusai melakuka  aktifitas rumah tangga.

Sebagai kerajinan, sulaman karawo harus ditingkatkan kualitasnya. Tanggung jawab ini dilakukan oleh pemerintah melalui instansi terkait seperti dinas perindustrian, pariwisata, Dewan Kerajinan Nasional dan dukungan dari Bank Indonesia.

"Karawo yang berkualitas terbukti menjadi daya tarik masyarakat internasional, karawo sudah dikenal luas," ujar Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk mengenalkan sulaman karawo, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo sejak lama getol mempromosikan produk unik ini, salah satunya melalui Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), sebuah ajang kepariwisataan yang masuk dalam 100 Calendar of Even Kementerian Pariwisata. GKK tahun ini memasuki usia ke-9.

Pengrajin karawo ditemukan di semua daerah di Provinsi Gorontalo, jumlahnya mencapai ribuan orang. Mereka menyulam setiap hari, melibatkan anggota keluarga.

Keterampilan mengiris serat benang, menyulam dan mengikatnya menjadi sulaman yang indah. Kerajinan ini diwariskan dari anggota keluarga yang lebih tua kepada anak-anak. Sampai saat ini para pengrajin masih tekun memainkan benang warna-warni pada kain yang telah dicabut sebagian seratnya.

Untuk menggenjot penjualan sulaman karawo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata menggelar GKK setiap tahunnya.

Ketekunan dan konsisten penyelenggaraan kegiatan ini menjadikan GKK masuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

 

GORONTALO - Berada di Gorontalo pada pekan awal Oktober ini menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin menikmati pengalaman baru di daerah ini.

Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kementerian Pariwisata pada 2-6 Oktober 2019 akan menggelar salah satu dari 100 Calendar of Event (CoE) yang megah, Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), sebuah ajang promosi pariwisata yang melibatkan masyarakat luas.

Penyelenggaraan GKK tahun ini yang ke-9 dengan rangkaian atraksi yang panjang, mulai dari suguhan kaum wanita mengiris serat kain sebagai media sulaman, sebuah pekerjaan yang sangat rumit, memerlukan ketelitian tinggi, apalagi yang diiiris adalah serat kain sutra. 

Kerajinan kaum wanita Gorontalo ini dilalukan secara manual, sulaman ini menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang bernilai tinggi.

"Bagi wisatawan yang ingin mengenal dan belajar sulaman karawo silakan datang di Gorontalo Karnaval Karawo," kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Minggu (29/9/3019).

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menjadi disainer karawo, momen indah bisa dinikmati pada training disainer karawo. Padu padan warna, bentuk, dan kombinasi dengan kain menjadi tantangan tersendiri. Inilah pengalaman hidup yang indah di Gorontalo.

Penikmat kuliner yang suka cicip-cicip makanan tradisional dan kreasi, ekspo kuliner menjadi pilihan menarik selama 4-6 Oktober. Makanan tradisional dan olahan kreasi berbahan lokal menjadi menu unggulan, yang menyukai tantangan rasa pedas, inilah tempatnya.

"Jangan lupa bawa kamera!" kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Ivone mengingatkan ada banyak momen dan obyek indah di Gorontalo. 

Bentang alam perbukitan kapur yang memagari lembah Gorontalo yang luas dan laut di utara, Laut Sulawesi dan di selatan, Teluk Tomini.

"Karnaval Karawo adalah suguhan utama pada 6 Oktober, juga ada karawo fashion contest," ujar Ivone Larekeng.

Para pengambil kebijakan kepariwisataan akan bertemu pada Celebes Tourism Meeting (CTM) dengan pembicara Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan moderator Nurdin Razak, seorang praktisi dan akademisi ecotourism.

Pengalaman menikmati hidup di Gorontalo ini menjadi pilihan yang indah bagi wisatawan.

"Gorontalo adalah negeri yang elok, berada di kawasan Wallacea yang kaya endemisitas, budayanya unik, dan menyajikan pesona bentang alam yang khas," ujar Ratna Sari Dewi Wayan, wanita asal Singaraja, Bali yang tinggal di Limboto.

Mengenal Gorontalo dan menikmati pengalaman hidup di negeri ini menjadi tawaran istimewa pekan awal Oktober ini, yang berbarengan dengan Gorontalo Karnaval Karawo yang digelar 2-6 Oktober 2019.

Sebagai pendatang baru di dunia pariwisata, Gorontalo menjadi pilihan utama para wisatawan.

Dengan membawa tagline The Heart of Celebes, Gorontalo pesona alam dan budaya yang memikat. Di negeri ini hiu paus bisa disaksikan dengan mudah, juga babi rusa, julang sulawesi, anoa, tarsius, dan keanekaragaman hayati lainnya yang berada di kawasan konservasi 

Keramahan warganya yang setia menjaga tradisi budaya, memberi suguhan yang indah dalam pengalaman hidup.

GORONTALO - Dalam rangka mensukseskan pembangunan pertanian di Povinsi Gorontalo diperlukan program yang menyentuh kepada masyarakat petani yang ada di kabuapetan/kota. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk itu Dinas pertanian Provinsi Gorontalo melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) bidang pertanian tahun 2019. 

Monev ini dilakukan di seluruh kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo pada Selasa-Kamis  (24-26/9/2019), diawali dari kunjungan lapangan ke kabupaten Boalemo, berlanjut ke Pohuwato, kemudian Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan berakhir di Kota Gorontalo

“Tujuan kegiatan ini untuk memperoleh data dan informasi langsung dari lapangan mengenai pelaksanaan program Dinas pertanian periode 2019 khsususnya fisik dilapangan apakah sesuai dengan pemanfaataannya,” kata Mulyadi mario, Kepala Dinas Pertanian.

Dalam Kegiatan ini  lebih fokus ke pengembangan prasarana dan sarana air mendukung subsektor tanaman pangan mencakup irigasi air tanah, irigasi air permukaan embung dan dam parit.

Kegiatan penyaluran benih baik tanaman pangan maupun hortikultura, penyaluran bibit ternak, pembangunan fasilitasi pascapanen baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Monitoring dan evaluasi terintegrasi ini dapat menyimpulkan secara utuh, berhasil tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten kota

“Untuk mencapai keberhasilan, saya mengharapkan kepada kelompok tani dan peternak dapat memanfaatkan program pertanian ini dengan sebaik-baiknya agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

 

PAYATO - Untuk mengakselerasi pencapian target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Kementerian Pertanian meluncurkan Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dimulai tahun 2017 dan saat ini sudah memasuki tahun ke-3.

Upsus Siwab merupakan program yang terintegrasi dari sejumlah program pengembangan peternakan yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi. Program Upsus Siwab 2019 Provinsi Gorontalo dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten, mengingat potensi sapi potong yang dimiliki relatif sama.

Salah satu entry point dari Upsus Siwab dilakukan dengan cara perkawinan sapi dengan menggunakan teknologi Insemiansi Buatan (IB), yang menargetkan IB tahun 2019 sebanyak 12.000 ekor/akseptor, selain teknologi IB pada program Upsus Siwab juga dioptimalkan penanganan gangguan reproduksi.

Penanganan gangguan reproduksi penting untuk meminimalisir penyakit pada reproduksi ternak yang dapat berdampak pada menurun produktifias.

Untuk menunjukkan keberhasilan pelaksanaan Upsus Siwab, Rabu (25/09/2019) dilaksanakan panen sapi pedet hasil Iseminasi Buatan yang berlokasi di Desa Tahele Kecamatan Popayato Timur Kabupaten pohuwato.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato juga turut dihadiri Bupati Pohuwato, Syarief Mbuinga, yang memamerkan ratusan pedet hasil Inseminasi Buatan dari beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Pohuwato.

"Rakyat Pohuwato sangat terbantu pada program ini, dan juga banyak meraup keuntungan. Masyarakat Peternak adalah ujung tombak keberhasilan di lapangan, tanpa kerja keras dari mereka program ini tidak akan berhasil,” tutur Syarif Mbuinga.

Kepala Bidang Peternakan, Kahar Gani, dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pohuwato memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mengembangkan sub sektor peternakan.

"Saya berharap kegiatan semacam ini juga dapat dilaksanakan dikabupaten lain agar dapat membangun semangat masyarakat dalam mengembangkan budidaya ternak sapi", ujar Kahar Gani.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Peternakan

TALUDITI- Kunjungan Dinas Pertanian untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program pertanian 2019 di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo bertujuan memperoleh data dan informasi langsung dari lapangan.

Kunjungan Monev oleh Kadis Pertanian, Mulyadi D Mario dimanfaatkan untuk memberikan kuliah singkat kepada kelompok petani kakao di Desa Panca Karsa II Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato, mereka penerima bantuan.

Mulyadi Mario bangga terhadap petani kakao di Kecamtan Taluditi tersebut, karena banyaknya hasil produksi dari usaha mereka. Ia berbagi pengetahuan kepada petanitentang  tata cara pencegahan terhadap PBK (Penggerek Buah Kakao), hama utama.

Petani sulit mengidentifikasi apakah tanaman coklat  terserang hama PBK atau tidak. Apabila buah kakao dibelah, isinya sudah tidak beraturan akibat gerekan larva dari dalam buah. Petani menderita kerugian besar, sehingga upaya pembahasan PBK dan alternatif pengendaliannya menjadi penting.

“Jika pada hamparan tanaman kakao terserang berat, diprediksi tidak dapat menghasilkan, karena buah kakao menjadi rusak dan cacat akibat serangan hama ini. Perlu upaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan serangan hama tersebut baik secara preventif maupun kuratif, setidaknya meminimalkan kerusakan dan kerugian,” kata Mulyadi Mario, Kamis (26/9/2019).

Ia menabarkan, cara pencegahan dan pengendaliannya adalah dengan melakukan kondomisasi atau pembungkusan. Kondomisasi atau sarungisasi berarti membungkus buah kakao dengan plastik. Caranya yaitu ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. Dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva. Pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-12 cm.

“Untuk menjaga stabilitas tingkat serangan hama PBK 0 persen dapat dilakukan tindakan aplikasi insektisida satu kali pada saat panjang buah 8-12 cm, selanjutnya buah tersebut dibungkus plastik kemudian Panen sering, buah yang masak dijemur Disertai pemangkasan dan pemupukan sesuai dosis anjuran,” papar Mulyadi Mario.

 

Pewarta : Oman Moningka - Dinas Pertanian

GORONTALO – “Bangga sebagai orang Gorontalo? Ayo ramaikan hari kita dengan mengaktifkan Nada sambung Pribadi (NSP) Song of Karawo pada telepon seluler,” kata Ivone Reane Larekeng, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo, Sabtu (28/9/2019).

Song of Karawo ini dinyanyikan oleh Ecko Show dan Norman Kamaru, pertama kali diluncurkan pada Senin (26/8/2019) di kota Gorontalo.

Lagu ini diciptakan dengan irama yang disukai kaum milenial, penuh dinamis dari awal hingga akhir, irama yang menggambarkan energi kaum muda yang penuh kreasi, dinamis dan optimistis memandang masa depan.

“Untuk memasang sog of karawo di telepon seluler cukup menuliskan Eckap dan kirim ke 1212, akan dikenakan biaya Rp9900 untuk 30 hari,” ujar Ivone Larekeng yang menggandeng perusahaan Telkomsel untuk menyemarakkan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK).

Beragam upaya dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk menggaungkan GKK ini, terobosan kreatif dengan melibatkan banyak pihak berbuah sukses. Mereka menyambut dan ingin terlibat dalam perhelatan GKK.

Dukungan korporasi, komunitas di luar pemerintah menjadikan GKK sebagai ajang promosi yang dianggap milik semua orang.

“GKK adalah pestanya semua orang, yang terlibat banyak dan semuanya merasa ini bagian dari mereka,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Song of Karawo sebagai NSP telah diunduh banyak orang, mereka bangga dengan kegiatan ini yang telah menjadi salah satu dari 100 Calendar od Event Kementerian Pariwisata.

Lagu tema GKK ini semakin popler di telingan siapa saja, mengingatkan kembali kepada dinamika kaum muda yang menyukai banyak kegiatan, bangga dengan hasil karya budaya Gorontalo, sulaman karawo yang adiluhur.

“Kaum muda adalah kunci pelestarian sulaman karawo, sehingga NSP song of karawo ini lebih condong ke aliran kaum muda,” kata Rifli Katili.

GORONTALO – Menyikapi berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah beberapa hari terakhir, mendapat respon berbeda dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Menurutnya, setiap aksi unjuk rasa yang ada harus diberi saluran untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.

Ia bahkan berencana menjadikan Lapangan Taruna Remaja sebagai panggung unjuk rasa bagi mahasiswa. Mahasiswa diberi kebebasan menyampaikan pendapat asalkan dilakukan secara santun, tidak merusak dan tidak ditunggangi oleh kepentingan lain.

“Saya akan menyurat ke Pak Wali Kota untuk mengizinkan lapangan Taruna kita siapkan menjadi panggung mahasiswa. Ketika mahasiswa ingin menyalurkan aspirasi kepada Gubernur, Wali Kota, Bupati maka saya akan datang,” terang Rusli saat memimpin Rapat Forkopimda yang Diperluas di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (27/9/2019).

Lebih lanjut Rusli menjelaskan, ia selalu bersikap terbuka terhadap semua kritikan termasuk terhadap aksi unjuk rasa. Bila perlu, ia minta mahasiswa mengirim surat terlebih dahulu sebagai pemberitahuan isu apa yang ingin diangkat dalam unjuk rasa. Ia akan menyiapkan pimpinan OPD yang menjadi obyek protes mahasiswa.

“Gubernur kami akan unjuk rasa tanggal sekian terkait persoalan ini. Sehingga OPD terkait akan saya siapkan. Contohnya Dinas PU, begitu mereka sampaikan aspirasi dan bukti-buktinya jelas tidak lama saya berhentikan kadisnya. Tapi kalau fitnah, ditunggangi, ada di belakangnya dan untuk kepentingan politik saya nggak mau,” tegasnya.

Besok rencananya Gubernur Rusli akan menggelar pertemuan dengan semua elemen perwakilan mahasiswa di Gorontalo. Ia berharap pertemuan itu bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menyampaikan aspriasi dan tuntutannya.

“Apa maunya mereka? Saya mau tanda tangan. Revisi undang-undang? Saya akan tanda tangan dan itu harus kita salurkan ke DPR termasuk kepada tiga orang anggota DPR RI dan empat DPD RI Dapil Gorontalo. Itu harus kita kawal,” imbuhnya.

Rapat Forkopimda yang Diperluas itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Idris Rahim, Ketua DPRD Sementara Provinsi Gorontalo Paris A. Jusuf serta perwakilan unsur TNI dan Polri. Hadir pula perwakilan pemerintah dan DPRD kabupaten/kota, unsur perguruan tinggi dan OPD teknis lainnya.

Selain kebakaran lahan dan kekeringan, berbagai isu ikut dibahas yakni menyangkut masih maraknya peredaran miras, insiden panah wayer oleh kelompok pemuda hingga aksi unjuk rasa mahasiswa.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo