>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

GORONTALO – Ketua Bidang Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Muhammad Muas berharap agar aplikasi Sistem Informasi Donor Darah Gorontalo (SIDDGO) dapat bersinergi dengan aplikasi serupa yang sedang dikembangkan oleh PMI Pusat.

Hal itu disampaikan Muas mewakili Ketua Umum PMI Yusuf Kalla saat peresmian aplikasi SIDDGO bertempat di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (22/9/2019). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim dan Pelaksana Tugas PMI Gorontalo Ishak Liputo.

“Hari ini hari kedua (saya meresmikan aplikasi donor darah). Lima hari lalu saya di Banten sekarang sudah ada juga di Provinsi Gorontalo. Aplikasi ini harus terintegrasi dengan aplikasi nasional yang akan diresmikan pada 15 Oktober tahun 2019 oleh Ketua Umum PMI Pusat,” ucap Muas.

Konektivitas aplikasi donor darah, lanjut kata Muas, untuk menghimpun semua data pendonor dan pengguna darah secara Nasional. Hal itu diharapkan dapat memudahkan pelayanan darah kepada masyarakat.

Muas menyebut kebutuhan darah secara nasional ada lebih kurang 5 juta kantong setiap tahun. Kebutuhan itu diharapkan bisa terpenuhi jika sudah ada aplikasi nasional yang bisa dimanfaatkan secara global oleh masyarakat.

“Kita butuh satu aplikasi nasional agar kartu donor darah di Aceh bisa digunakan di Gorontalo. Di Gorontalo bisa digunakan di Jawa Timur. Satu sama lain bisa berkomunikasi (bersinergi). Mudah-mudahan dapat bermanfaat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyambut baik kehadiran aplikasi donor darah berbasis online tersebut. Implementasinya membutuhkan sosialisasi tidak saja di tingkat kabupaten dan kota tetapi juga tingkat kecamatan hingga ke desa.

“Dengan demikian, tidak hanya sistemnya yang kita launching hari ini tapi paling penting penyediaan darahnya. Lakukan sosialisasi sampai ke kecamatan dan desa. Orang yang membutuhkan darah ada di kecamatan dan desa yang tidak punya akses ke Unit Transfusi Darah,” pinta Idris yang juga menjabat Pelindung PMI Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut diserahkan cincin oleh Ketua Sukarelawan PMI dan voucher umroh oleh Wagub Idris Rahim kepada Bayu ST. Basri, relawan yang sudah 100 kali mendonorkan darahnya. Ada juga penyerahan bantuan satu unit mobil tangki air dari PMI Pusat ke PMI Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta: Haris - Humas

Minggu, 22 September 2019 20:30

Semarak Goyang Mopobibi Catat Rekor Dunia

LIMBOTO  – Goyang mopobibi atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan goyang memperlihatkan atau mempromosikan mencatatkan rekor dunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia). Pencatatan rekor MURI berlangsung di seputaran Menara Pakaya, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (22/9/19).

Peserta goyang mopobibi sebanyak  75 ribu yang tersebar di 109 titik lokasi di seputaran Menara Pakaya, dipandu dengan lagu yang disiarkan langsung oleh Radio Polyama dengan menggunakan 23 bentor sebagai audio acara tersebut.

Kegiatan goyang mopobibi merupakan salah satu rangkaian acara Festival Pesona Danau Limboto dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo, untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gorontalo.

“Dalam goyang mopobibi ini ada semangat membangun, semangat bersatu dan semangat untuk terus mendorong SDM kita lebih hebat, “ jelas Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Ia menambahkan, dalam goyang ini juga terdapat semangat untuk mempromosikan daerah Gorontalo, ada kebanggaan, kesehatan dan seni.

Nelson berharap agar semangat tersebut harus ditularkan kepada seluruh rakyat Gorontalo khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Di tempat yang sama, Andre, dari pihak MURI menjelaskan, MURI menjadi saksi atas sebuah pencatatan rekor baru yang belum pernah dicatatkan oleh MURI.

“Rekor hari ini kami catatkan sebagai rekor dunia, sebab goyang mopobibi baru pertama kali dicatat oleh MURI dan kita sama-sama gaungkan ke seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia seperti halnya tarian dan goyangan yang sudah terkenal lainnya,” terang Andre.

Goyang mopobibi ini diikuti peserta diantaranya dari OPD se-kabupaten Gorontalo, PKK se-kabupaten Gorontalo, siswa SD SMP dan SMA , sanggar seni, unsur TNI Polri, Bayangkari, Persit, peserta lomba dan masyarakat umum se-Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Boerhand

LIMBOTO – Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) tahun 2019 diharapkan menjadi ajang promosi budaya Gorontalo. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim pada pembukaan FPDL 2019 di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Sabtu (21/9/2019).

“Saya berharap budaya Gorontalo yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya takbenda agar bisa ditampilkan pada festival ini, seperti Paiya Lo Hungolopoli, Tujai, Wonungo, Tidi Lo Polopalo, dan Pale Bohu. Tujuannya agar budaya kita tidak hilang dan tetap lestari,” kata Wagub Idris Rahim.

Idris juga mengapresiasi komitmen Bupati Gorontalo dan jajarannya yang telah menyelenggarakan FPDL  yang tahun ini merupakan tahun keempat pelaksanaan festival yang termasuk dalam 100 destinasi wisata dalam Calender of Event Wonderful Indonesia.

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo tersebut mengutarakan, untuk menjadi salah satu destinasi wisata yang dipromosikan hingga ke tingkat internasional oleh Kementerian Pariwisata RI bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, butuh kerja keras dan upaya sungguh-sungguh untuk mengembangkan destinasi wisata yang bisa menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisawatawan nusantara.

“Membangun destinasi wisata tidak mudah, memerlukan promosi besar-besaran. Harapannya diawali oleh pemerintah, kemudian dilanjutkan dan dikembangkan oleh swasta yang menanamkan investasinya pada sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo, sehingga pariwisata kita semakin mendunia dan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjelaskan, pelaksanaan FPDL berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi Danau Limboto. Nelson menuturkan, FPDL merupakan salah satu cara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk menangani kerusakan dan melestarikan Danau Limboto yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Gorontalo.

“Pada FPDL ini kita lakukan aksi bersih Danau Limboto dan juga konferensi anak untuk danau, dengan harapan anak-anak kita sejak dini sudah memperoleh pengetahuan tentang pentingnya pelestarian lingkungan termasuk Danau Limboto,” ujarnya.

Ditambahkannya, pelaksanaan FPDL yang akan dilaksanakan selama lima hari, mulai dari tanggal 21 hingga 25 September 2019, diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan pendapatan masyarakat, sekaligus menumbuhkan investasi khususnya di Kabupaten Gorontalo.

“Pada tahun 2016 investasi di Kabupaten Gorontalo sebesar Rp150 miliar, naik menjadi Rp1,6 triliun pada tahun 2017, naik lagi menjadi Rp1,8 triliun tahun 2018, dan ditargetkan tahun 2019 mencapai Rp2 triliun. Salah satunya adalah investasi di sektor pariwisata,” tandas Nelson.

 

Pewarta : Haris - Humas

Minggu, 22 September 2019 20:15

FPDL Dari Kegiatan Lokal Yang Menasional

LIMBOTO – Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) menjadi salah satu dari 100 destinasi wisata yang masuk dalam Calender of Event Wonderful Indonesia oleh Kementerian Pariwisata RI. FPDL yang mulai digelar pada tahun 2016, awalnya hanya merupakan event pariwisata lokal, yang kemudian pada tahun 2017 menjadi event pariwisata nasional

“Tahun ini menjadi tahun kedua festival ini menjadi bagian dari 100 destinasi wisata dalam Calender of Event Wonderful Indonesia. Tentunya ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo, lebih khusus masyarakat Kabupaten Gorontalo,” kata Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Hariyanto, pada pembukaan FPDL 2019 di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Sabtu (21/9/2019).

Hariyanto mengutarakan, Kementerian Pariwisata menetapkan Calender of Event Wonderful Indonesia sebagai upaya pencapaian proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 sebanyak 18 juta wisatawan dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 300 juta wisatawan. Dijelaskannya, pada tahun 2018 sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah batubara, dengan nilai devisa yang disumbang sektor pariwisata pada tahun 2018 sebesar USD19,3 miliar atau sekitar Rp270 triliun.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kementerian Pariwisata RI menambahkan, upaya Pemprov Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo dalam mendorong sektor pariwisata sejalan dengan kebijakan nasional yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dirinya berharap, event tahunan ini menjadi salah satu upaya bagi peningkatan citra Gorontalo sebagai daerah yang layak dikunjungi dan dijadikan destinasi wisata berkelas dunia.

 “Rangkaian kegiatan pada FPDL seperti penampilan Goyang Mopobibi merupakan kegiatan unik yang orang memiliki daya tarik tersendiri. Semoga FPDL ini dapat meningkatkan semangat masyarakat Gorontalo khususnya generasi muda dalam membangun pariwisata Gorontalo,” tutur Hariyanto.

Dalam sambutannya pada kesempatan itu Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menilai bahwa pelaksanaan FPDL sangat mendukung program unggulan Pemprov Gorontalo yakni pariwisata yang mendunia. Pengembangan sektor pariwisata kata Idris, merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat dengan memaksimalkan berbagai potensi destinasi wisata yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Melalui festival ini kita berharap sektor pariwisata Gorontalo akan semakin mendunia, semakin menarik, dan semakin banyak wisatawan yang berkunjung, sehingga perekonomian kita semakin tumbuh dan pada akhirnya masyarakat akan sejahtera,” tandas Idris.

FPDL 2019 akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 21 hingga 25 September 2019, dengan beberapa kegiatan, di antaranya aksi bersih Danau Limboto, konferensi anak untuk danau, seminar pariwisata, pemilihan Nou dan Uti Kabupaten Gorontalo, lomba lagu pariwisata, dan lomba Goyang Mopobibi.

 

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Gorontalo akan terus digenjot untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Data sementara kunjungan pelancong asing ini masih berkisar 7500 orang di tahun 2018, dan terus akan ditingkatkan dengan melakukan penetrasi pemasaran, terutama untuk wisatawan asal Eropa, Amerika dan Tiongkok.

Optimistis ini juga didukung oleh semakin terbukanya wilayah lengan utara Pulau Sulawesi dengan bertambahnya penerbangan dari luar negeri di bandara internasional Sam Ratulangi. Melalui pintu ini wisatawan mancanegara diperkirakan mengalir lebih deras ke Gorontalo.

“Secara umum jumlah wisatawan yang masuk ke Gorontalo telah melampaui target tahun 2018, dari angka 650 ribu wisatawan, realisasinya mencapai lebih dari 930 ribu orang, sebagian besar masih didominasi wisatawan nusantara,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pada Seminar Nasional Pariwisata Kabupaten Gorontalo 4.0 di Pentadio Resort, Sabtu (21/9/2019).

Rifli Katili yang menjadi pembicara bersama Hariyanto, Asisten Deputi Strategi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo juga mengenalkan brand Pariwisata Gorontalo, Gorontalo The Heart of Celebes.

“Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana mengelola dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Rifli Katili.

Rifli Katili menawarkan 5 hal yang harus diperhatikan agar kunjungan wisatawan meningkat dan secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu pembangunan destinasi, industri pariwisata, pemasaran, kelembagaan dan SDM, serta ekonomi kreatif.

Melakukan kolaborasi dengan kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo serta daerah lain di Pulau Sulawesi menjadi hal penting untuk segera dilakukan. Untuk itu melalui Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 yang salah satu agenda pentingnya adalah Celebes Tourism Meeting (CTM). Pada CTM ini akan dihadiri seluruh gubernur di pulau Sulawesi yang diharapkan ada kesepakatan bersama dalam kolaborasi pembangunan pariwisata.

“Tahun 2020 sudah saatnya kolaborasi ini dijalankan untuk mensinergikan kegiatan kepariwisataan,” papar Rifli Katili.

Seminar Nasional Pariwisata Kabupaten Gorontalo 4.0 ini merupakan bagian dari Festival Pesona Danau Limboto yang digelar di Kabupaten Gorontalo. Festival ini merupakan salah satu dari 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

 

GORONTALO -  Kondisi pembangunan gender di Gorontalo khususnya aspek ekonomi harus mendapat perhatian lebih karena beberapa indikator terdapat kesenjangan laki-laki dan perempuan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menyebutkan bahwa rata-rata pendapatan laki-laki mencapai Rp13 juta  sedangkan perempuan Rp4,6 juta. sektor lapangan usaha pekerjaan yang mempunyai produktivitas tinggi didominasi oleh kaum laki-laki seperti sektor pertambangan dan penggalian, listrik, air, angkutan, perdagangan dan komunikasi.

”Perempuan yang bekerja di sektor tersebut tidak sampai 10 persen, ini yang membuat jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi sebagaimana data semester 1 tahun 2019 sejumlah 22 kasus  terdiri dari korban usia anak,” kata Risjon Sunge, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo pada bimbingan teknis pengarustamaan gender dan pengarustamaan hak anak bagi forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak kabupaten/kota se–Provinsi Gorontalo, Jumat (20/9/2019).

Menurut Risjon Sunge, pada tahun 2019 sebanyak 151 kasus terdiri dari korban anak 94 kasus dan korban semua usia 101 kasus berdasarkan data Simponi-PPA tahun 2019.

Risjon Sunge berharap keterlibatan elemen masyarakat perlu ditingkatkan dalam hal penanganan yang ada di daerah masing-masing.

Bimbingan teknis yang  diikuti oleh 60 orang peserta terdiri dari Dinas PP dan PA kabupaten/kota dan Forum Puspa kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo dan Bidang PP dan PA Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Rabu-Jumat (18-20/9/2019).

Narasumber kegiatan ini adalah Hamid Patilima, tim ahli Pengembangan Kota Layak Anak (KLA), dengan fasilitator daerah Harun Daluko, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Nurhayati Olii  dan Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Trisna Buntayo dan kepala –kepala seksi bidang pemberdayaan perempuan. 

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas Sosial PP dan PA

 

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo berusaha melakukan inovasi berbagai program dan kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam program unggulan Gubernur.

Program tersebut adalah pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengarustamaan gender dan pengarustamaan hak anak bagi forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak kabupaten/kota se–Provinsi Gorontalo.

“Tujuan bimtek ini agar peserta terlatih  Pengarustamaan Gender (PUG) dan Pengarustamaan Hak Anak (PUHA) serta meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan pencegahan dan penanganan isu-isu perempuan dan anak,” kata Risjon Sunge, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo saat menutup bimbingan teknis, Jumat (20/9/2019).

Bimbingan teknis ini berlangsung 3 hari dari Rabu-Jumat (18-20/9/2019) di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo.

Pewarta : Yoanh Thalib – Dinas Sosial PP dan PA

 

MANADO – Terkait dengan pembangunan Sekolah Calon Bintara (SECABA) TNI di Provinsi Gorontalo, dan perekrutan nanti, Putra daerah memiliki peluang besar untuk bisa ikut seleksi penerimaan calon bintara TNI.

Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan bahwa, soal pendaftaran calon Bintara TNI memang secara umum bisa dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Akan tetapi ada persyaratan khusus, kalau dulunya minimal dia 6 bulan tinggal disuatu tempat, sekarang diperkeras lagi syarat khusus sekarang minimal 3 tahun dia sudah tinggal ditempat, baru dia bisa ikut seleksi,” kata Mayjen TNI Tiopan Aritonang.

Sehingga secara administrasi dia bisa kalah, karena tingkatkan seleksi penerimaan tentu administrasi yang akan dinilai terlebih dahulu.

“Itulah bagaimana cara kita mengutamakan putra dari daerah setempat untuk bisa menjadi tentara,” jelasnya.

Selain itu lanjut Tiopan, ada kebijakan lain di mana Angkatan Darat khusus yaitu Bintara atau Tamtama diprioritaskan juga dari pulau terluar, contohnya Sangihe Talaud, Nias, Natuna.

“Sudah beberapa gelombang seleksi penerimaan dan banyak dari mereka yang sudah masuk. Kita tahu kalau mereka datang ke tempat perekrutan terlalu jauh, sehingga kita yang datang ke tempat mereka,” urainya.

Rencananya Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memberikan bantuan dana hibah Rp5 Milyar yang bersumber dari APBD Tahun 2020, untuk pembangunan SECABA TNI XIII/Merdeka di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Fatra - Humas

MANADO  – Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan Kodam sangat merasa terbantu dengan program yang diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dibantu juga oleh pemerintah kabupaten/kota di Gorontalo.

“Tolong sampaikan juga kepada masyarakat gorontalo bahwa, Kodam Merdeka XIII merasa sangat terbantu atas program yang diwujudkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Gorontalo,” kata Pangdam Tiopan Aritonang, saat mengikuti rapat pembahasan pembangunan SECABA Rindam XIII, bersama Gubernur dan jajaran Pemprov Gorontalo di Makodam XIII/Merdeka, Manado,Sulawesi Utara, Jumat, (20/9/2019).

Ia juga menegaskan bahwa, dirinya merasa bangga sebagai Pangdam XIII Merdeka, karena mendapat dukungan yang begitu kuat dari pemerintah se-Gorontalo.

Terkait pembangunan Sekolah Calon Bintara (SECABA) Rindam XIII/Merdeka di Provinsi Gorontalo, lanjut Mayjen TNI Tiopan bahwa pola bantuan dari pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Gorontalo yaitu hibah anggaran dan juga menyiapkan lahan pembangunan.

“Kami sangat berterimakasih atas wujud kerjasama dan perhatian dari pemerintah di Gorontalo,” tegas Pangdam.

Ia menceritakan, dulunya, Gorontalo itu baru ada 1 Kodim yaitu Kodim 1304 Gorontalo, yang mengawasi 5 kabupaten dan 1 kota.

Atas dukungan semua pihak dan harapan bersama, terwujudlah pembangunan Korem 133 Nani Wartabone yang saat ini dipimpin oleh Kolonel Czi.Arnold A.P. Ritiauw, berada di wilayah Kabupaten Gorontalo.

“Kemudian tidak lama berselang sudah didirikan 2 Kodim yaitu, Kodim 1313/Pohuwato dan Kodim 1314/Gorontalo Utara memiliki peran yang sangat signifikan di wilayah,” jelasnya.

 

Pewarta : Fatra - Humas

MANADO - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, sangat optimis pembangunan Sekolah Calon Bintara (SECABA) Rindam XIII/Merdeka di Provinsi Gorontalo, sesuai rencana.

“Insha Allah pembangunannya di tahun 2020 ini cepat selesai, sehingga tahun 2021 sudah bisa mulai perekrutan calon Bintara TNI,” Kata Rusli Habibie usai rapat pembahasan pembangunan SECABA Rindam XIII, di Makodam XIII/Merdeka, Manado,Sulawesi Utara, Jumat, (20/9/2019).

Gubernur dua periode ini mencontohkan sebagaimana pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, bisa terselesaikan sesuai harapan semua pihak.

“Seperti halnya pembangunan SPN Gorontalo sendiri, mendapat bantuan dana Hibah selain dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, juga dari pemerintah Kabupaten/Kota lainnya,” tambahnya.

Rencananya pemerintah Provinsi Gorontalo akan memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp 5 Milyar yang bersumber dari APBD Tahun 2020, untuk Pembangunan SECABA TNI.

“Namun demikian pembangunan fasilitas SECABA TNI, membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, hanya saja akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan fasilitas yang paling dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Danrem 133 Nani Wartabone Kolonel Czi.Arnold A.P. Ritiauw mengatakan anggaran yang dibutuhkan dalam membangun fasilitas yang ada di SECABA diperkirakan mencapai Rp75 Milyar.

“Yang paling diprioritaskan untuk pembangunan pertama adalah, pendirian kantor SECABA, Ruang kelas dan Barak yang membutuhkan total anggaran sekitar 25 Milyar,” tutur Arnold.

Pewarta : Fatra - Humas

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo