>
Super Admin PPID

Super Admin PPID

TALAGA – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim membuka Kejuaraan Pencak Silat Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) Cup di gedung David Bobihoe Akib, Kampus UMGo, Senin (9/9/2019).

“Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga bela diri yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu kejuaraan ini selain bertujuan untuk mencari atlet yang memiliki potensi, juga sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan silat sebagai budaya bangsa,” kata Wagub Idris Rahim.

Idris mengemukakan, potensi pencak silat di Provinsi Gorotalo cukup besar. Berdasarkan data dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Gorontalo, jumlah pesilat di Gorontalo mencapai 10.000 orang. Tetapi menurutnya, untuk membangun pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama Provinsi Gorontalo di kancah nasional maupun internasional tidaklah mudah.

“Jumlah pesilat yang cukup banyak itu harus didukung oleh sarana prasarana yang memadai, pembinaan yang kontinu, serta dukungan dari semua pihak untuk pendanaan pencak silat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Idris berharap melalui kejuaraan pencak silat Rektor UMGo Cup akan lahir pesilat yang bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan hingga internasional. Pada kesempatan itu Wagub mengapresiasi langkah Rektor UMGo yang menggelar kejuaraan pencak silat sebagai sarana untuk mengukur dan mengevaluasi program latihan yang dilaksanakan oleh masing-masing tim pencak silat.

“Kami bertekad pesilat yang akan mewakil Indonesia pada Sea Games ataupun Asian Games lahir dari kampus UMGo. Khusus untuk siswa SMA yang ikut pada kejuaraan ini langsung bisa menjadi mahasiswa UMGo tanpa melalui tes, dan untuk juara 1, 2, dan 3, akan kami berikan beasiswa berupa gratis beasiswa selama satu semester,” ungkap Rektor UMGo Isman Jusuf dalam sambutannya.

Kejuaraan Pencak Silat Rektor UMGo Cup yang diikuti oleh 286 pesilat dari 32 tim se Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, akan berlangsung selama tiga hari, 9-11 September 2019. Peserta dibagi dalam lima kategori yaitu SD, SMP, SMA, Mahasiswa, dan umum. Hadir pada pembukaan itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo selaku Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Gorontalo bersama sejumlah pengurus dan tamu undangan lainnya.

 

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO - Anoa dan Babirusa merupakan satwa endemik Pulau Sulawesi yang populasi dan habitatnya semakin terancam. The International Union for Conservation of Nature [IUCN] memasukkan Anoa sebagai jenis terancam punah secara global dengan kategori Endangered.

Sementara, tiga spesies Babirusa; Babyrousa babyrussa berstatus Vulnerable, Babyrousa togeanensis berstatus Endangered, dan Babyrousa celebensis berstatus Vulnerable. Bahkan, jenis - jenis Babirusa telah dilindungi sejak 1931 oleh Pemerintah Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi [SRAK] Anoa dan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi [SRAK] Babirusa pada 2013 - 2024.

Dokumen ini telah disahkan melalui Peraturan Menteri Kehutanan No: P. 54/Menhut-II/2013 dan Peraturan Menteri Kehutanan No: P.55/ Menhut-II/2013.

Untuk memotret capaian yang sudah dijalankan para pihak serta tantangan dan hambatan dalam mengimplementasikan SRAK Anoa dan Babirusa. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Burung Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Pemantauan Implementasi SRAK Anoa dan Babirusa tahun 2019.

Harapannya, selain mendapatkan update data dan informasi capaian SRAK, juga dapat memperkuat konsolidasi para pihak yang berkepentingan dalam upaya konservasi Anoa dan Babirusa di Sulawesi.

Dalam sambutannya pada Lokakarya Pemantauan SRAK Anoa dan Babirusa di Gorontalo Noel Layuk Noel menyampaikan,

“Konservasi Anoa, Babirusa dan habitatnya diharapkan selaras dengan program pembangunan.” Noel mengatakan, pihaknya ingin konservasi Anoa dan Babirusa lebih maksimal lagi, harus dikomunikasikan dengan para pihak. Mengingat, KLHK sendiri saat ini dibebankan tugas untuk meningkatkan populasi spesies terancam punah, termasuk Anoa dan Babirusa sebesar 10 persen,” kata Noel Layuk Allo, Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Senin (9/9/2019).

Kondisi eksisting Anoa dan Babirusa sekarang ini, populasinya dihabitat kurang dari 5.000 individu. Data mencatat, tingkat perburuan Anoa per tahunnya sebanyak 275 individu dewasa. Sementara Anoa sebanyak 100 individu dewasa. Meski data perburuan terkesan kian menurun dari tahun ke tahun. Hal ini memberikan warning kepada kita bahwa populasi Anoa dan Babirusa sudah menurun dan dianggap punah secara lokal.

Sementara Program Maneger Gorontalo - Burung Indonesia, Amsurya Warman Amsa menjelaskan “Burung Indonesia ikut berkontribusi dalam mengimplementasikan SRAK Anoa dan Babirusa, mengingat wilayah kerja kami merupakan habitat penting bagi Anoa dan Babirusa. Khususnya di Provinsi Gorontalo.”

Selain mendukung implementasi SRAK Anoa dan Babirusa, Burung Indonesia juga aktif mendukung penyusunan SRAK Rangkong Gading dan Elang Flores serta mendukung advokasi kebijakan perlindungan spesies sebagaimana PemenLHK No. 106/2018 tentang Jenis dan Tumbuhan yang Dilindungi.

 “Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di tingkat tapak sangat mendukung agenda SRAK Anoa dan Babirusa melalui sinkronisasi didalam rencana pengelolaan hutan KPH. Misalnya, melalui kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan yang menjadi habitat Anoa dan Babirusa,” kata Hoeruddin yang yang mewakili Kepala Dinas LHK Gorontalo.

Hoeruddin menambahkan habitat Anoa dan Babirusa sekarang ini kian mengkhawatirkan akibat tingginya laju perburuan hewan dan diperdagangkan. Karena itu, kolaborasi pusat dan daerah sangat diharapkan untuk bisa menekan situasi ini. Salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Acara lokakarya SRAK ini sendiri diikuti oleh 40 peserta yang merupakan perwakilan dari Balai KSDA dan Taman Nasional se - Sulawesi, akademisi dan praktisi. Lokakarya ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama dua hari dengan agenda pemaparan capaian implementasi dari masing masing wilayah konservasi di Sulawesi, pembahasan kendala dan masalah serta  merumuskan rekomendasi rencana tindak lanjut SRAK Anoa dan Babirusa ke depan.

 

Pewarta : Nurmulianto - Dinas LHK

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo masa jabatan 2019-2024 diisi oleh orang-orang berkualitas. Selain 22 anggota yang dilantik kembali, wajah-wajah baru diisi oleh mantan Walikota, Wakil Bupati dan mantan anggota DPRD kabupaten/kota.

“Saya melihat anggota dewan ini sangat-sangat berkualitas baik di dunia politik, legislatif dan eksekutif. Saya contohkan saudara Bung Adhan Dambea. Pernah menjadi Ketua DPRD, jadi Walikota lima tahun. Saya harapkan pengalaman Adhan Dambea bisa mensejahterakan rakyat Gorontalo,” ucap Rusli saat memberikan sambutan pada Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD masa jabatan 2019-2024, Senin (9/9/2019).

Selain Adhan, sejumlah mantan pejabat daerah ikut dilantik. Ada nama Thomas Mopili yang pernah menjabat Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Utara serta Fadli Hasan yang sebelum ini menjabat Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo.

“Selanjutnya diharapkan kepada anggota DPRD masa jabatan 2019-2024 untuk bersama sama melaksanakan RPJMD 2017-2022 untuk mewujudkan masyarakat Gorontalo yang unggul dan sejahtera,” imbuhnya.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada mantan anggota DPRD periode 2014-2019. Ia berharap pengabdian yang dilakukan selama lima tahun terakhir menjadi amal baik di dunai dan akhirat.

Apresiasi juga didampaikan kepada penyelenggara pemilihan umum baik KPU dan Bawaslu di tingkat provinsi, kabupaten dan kota hingga KPPS dan Panwas di tingkat kecamatan dan desa. Ia menilai pelaksanaan pemilu berjalan sukses, aman dan lancar berkat sinergitas semua termasuk pengamanan dari unsur Polri dan TNI.

 

Pewarta: Isam/Ecyhin/Nova

Senin, 09 September 2019 13:55

45 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dilantik

GORONTALO -Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo periode 2019-2024 resmi dilantik, Senin (9/9/2019) bertempat di Gedung DPRD, Kota Gorontalo.

Proses pelantikan diawali dengan rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Gorontalo masa jabatan 2019-2024. Rapat dipimpin Ketua DPRD masa jabatan 2014-2019, Paris RA. Jusuf.

Selanjutnya pengucapan sumpah/janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, Sudiatno, SH, MH. Prosesi pemasangan pin anggota dilakukan secara simbolis kepada Fikram AZ Salilama dari Partai Golkar dan Venny Rosdiana Anwar dari Partai PDI Perjuangan.

Paris RA Jusuf dari Partai Golkar ditunjuk sebagai Pimpinan DPRD Sementara masa jabatan 2019-2024. Dirinya didampingi oleh Moh. Kris Wartabone dari Partai PDI Perjuangan.

“Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas kepercayaan dan dukungan rakyat Gorontalo yang telah mengantarkan 45 anggota duduk dalam DPRD ini. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak bahwa pada hari ini kami dipercayakan sebagai Pimpinan Sementara,” ucap Paris RA Jusuf.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2018, tugas Pimpinan Sementara yakni memimpin rapat DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi, memfasilitasi rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD dan memproses penetapan Pimpinan DPRD definitif.

 

Pewarta: Isam/Ecyhin/Nova - Humas

GORONTALO – Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel membuka Pendidikan dan Pelatiahn (Diklat) Kepemimpinan Tingkat III Angkatan VI Provinsi Gorontalo.

Diklat ini diikuti 35 orang yang berasal dari Pemerintah Provisi Gorontalo  8 orang, Pemerintah Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat  7 orang, Pemerintah Kota Tomohon 2 orang, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango  2 orang, Pemerintah Kabupaten Boalemo 1 orang, Pemerintah Kota Kotamobagu  7 orang, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 1 orang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara 1 orang, KPU Kalimantan Utara 1 orang dan Pemerintah Kota Gorontalo 5 orang.

“Diklat bertempat di Kampus II Badan Diklat Provinsi Gorontalo yang diikuti 35 orang dai berbagai daerah, dengan pola kontribusi dari masing-masing instansi pengirim,” kata Sofian Ibrahim, Kepala Badan Diklat Provinsi Gorontalo, Senin (9/9/2019).

Sofian Ibrahim menjelaskan, Diklat Kepemimpinan Tingkat III bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat struktural eselon III yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing serta mampu berkolaborasi dengan stekholder untuk menangani isu nasional strategis.

Dalam sambutannya Sukril Gobel, Asisten III Setda Provinsi Gorontalo menyampaikan tujuan utama Diklatpim III ini adalah untuk melahirkan pemimpin yang memiliki kompetensi visioner, memangku kepentingan strategis untuk menangani isu nasional strategis.

“Peserta Dillatpim II juga disiapkan menjadi pemimpin untuk peningkatan kinerja instansinya melalui penetapan visi atau arah kebijakan yang tepat serta mampu menjadi teladan bagi bawahan dan pemangku kepentingan dalam integritas, nasionalisme, standar etika publik, moralitas dan tanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Sukril Gobel.

Sukril Gobel juga berharap peserta mampu melakukan kolaborasi secara internal dan eksternal dalam mengelola tugas-tugas organisasi ke arah pencapaian tujuan pembangunan nasional dan visi instansi.

“Sekarang dituntut memiliki kemampuan melakukan inovasi yang sesuai dengan bidang tugas guna penetapan arah kebijakan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Sukril Gobel.

Para tenaga pengajar pada kegiatan ini berasal dari Widyaiswara Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo.

Hadir dalam pembukaan Diklat ini adalah Suwarno Basiru, Koordinator Widyaiswara Provinsi Gorontalo,

Daniel Pontonuwu, Kepala BKPP Kota Tomohon dan sejumlah undangan.

 

Pewarta : Moh. Azwar Baruadi - Badan Diklat

GORONTALO - Kelompok Usaha Bersama (Kube)  fakir miskin di tengah masyarakat telah menjadi sarana untuk meningkatkan usaha ekonomi produktif, khususnya dalam peningkatan pendapatan, menyediakan kebutuhan yang diperlukan bagi keluarga miskin, menciptakan keharmonisan hubungan sosial antarwarga, menyelesaikan masalah sosial yang dirasakan keluarga fakir miskin, pengembangan diri dan sebagai wadah berbagai pengalaman antar anggota.

Untuk itu Kube harus mendapat perhatian dan bimbingan dari Pemerintah agar mampu menjalankan fungsinya. Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah menggelar bimbingan teknis penrima bantuan Kube.

Bimbingan teknis ini diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo di 3 lokasi yang berbeda,  Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Boalemo.

Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Risjon Kujiman Sunge menjelaskan tujuan bimbingan tekns bagi Kube ini adalah meningkatkan kemampuan anggota kelompok Kube di dalam memenuhi kehidupan sehari –hari yang ditandai meningkatnya kualitas pangan, sandang, papan, kesehatan tingkat pendidikan serta meningkatnya pemenuhan kebutuhan sosial lainnya.

“Ada beberapa aspek sosial yang dapat meningkatkan kemampuan anggota Kube yaitu mengembangkan komunikasi dan relasi sosial yang baik dengan sesama anggota, dengan anggota keluarga dan dengan masyarakat, meningkatkan partisipasi sosial anggota Kube dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepedulian sosial untuk membantu orang lain. dan yang ketiga menguatnya motivasi anggota untuk melakukan perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik, termasuk kesadaran pentingnya pendidikan,” kata Risjon  Kujiman Sunge, Senin (9/9/2019).

Bimbingan teknis ini dilakukan sehari di setiap kabupaten kota, diikuti oleh peserta 40 kelompok di Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango 50 kelompok dan di Kabupaten Boalemo 30 kelompok Kube. Kegiatan ini  dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Remy Pakaya  dan Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin, Imran Basiru.

Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo  yakin Kube dapat dijadikan sarana yang efektif bagi warga masyarakat, keluarga miskin untuk mengatasi berbagai keterbatasan, seperti kepemilikan modal informasi, teknologi dan lainnya secara bersama-sama dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan sosial hidup.

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas Sosial PP dan PA

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mendukung diselenggarakannya ajang pencarian bakat anak muda Gorontalo oleh Indonesia Creative Model Searching (ICMS).

Ajang kreatif ini menghadirkan anak muda Gorontalo yang memiliki bakat di bidang acting, fashion, standup comedy, menyanyi, presenting (MC), dance, dan lain sebagainya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami mendukung acara pencarian bakat seperti ini. Dimana anak anak muda Gorontalo bisa mengasah bakat mereka dan bisa menyalurkannya,” ungkap Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi, saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Gorontalo pada malam final ICMS, di Ballroom Hotel Maqna, Minggu, (8/9/2019).

Sutanpun berharap peserta yang nanti memenangkan ajang ini dan akan mewakili Gorontalo di Jakarta, bisa membawa harum nama Gorontalo di kancah nasional.

Seleksi pencarian anak muda berbakat telah dilakukan kurang lebih 6 bulan. Dari 180 finalis, tersisa 60 finalis yang akan diseleksi kembali. Mereka yang meraih juara akan mengikuti casting di Jakarta dengan membawa nama Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Ecin - Humas

Senin, 09 September 2019 06:53

PPC Ujung Tombak Keamanan Pangan Masyarakat

GORONTALO - Petugas Pengambil Contoh (PPC) Pangan Asal Tumbuhan (PSAT) memiliki kemampuan yang tinggi dalam penerapan tata cara perlakua dan pengawasan mutu pangan.

Prinsip Keamanan pangan harus dimulai dari lahan produksi hingga pangan sampai ke meja makan, semua mata rantai yang dilalui harus mendapat perlakuan dan pengawasan oleh petugas untuk mencegah terjadi masalah keamanan pangan segar asal tumbuhan.

Untuk menyiapkan petugas ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pangan, Dinas Pangan telah melaksanakan bimbingan teknis PPC yang diikuti oleh peserta dari dinas pangan kabupaten dan kota selama 2 hari di Sumber Ria, Kamis-Jumat (5-6/9/2019).

Kepala Dinas Pangan, Sutrisno mengapreasi kegiatan Bimtek PPC karena petugas memiliki komitmen untuk melindungi dan menyelamatkan konsumen masyarakat di Gorontalo  maupun luar di Gorontalo melalui perlakuan keamanan pangan.

"PPC PSAT itu pekerjaan yang mulia," kata Sutrisno.

Sutrisno menjabarkan PPC PSAT ini merupakan SDM yang terlatih termasuk penggunaan standar pupuk, penggunaan pestisida, pengolahan tanah, proses produksi dan paska panen.

“Pangan harus aman untuk dikonsumsi,” kata Sutrisno.

Sutrisno yang mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo ini mengharapkan kepada petugas pengambil contoh ini supaya dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam Bimtek sehingga memberi maanfaat banyak bagi masyarakat.

Bimbingan teknis ini akan memberi kemandirian bagi kabupaten/kota di Provinsoi Gorontalo untuk melaksanakan pengambilan sampel, karena sudah memiliki PPC yang terlatih dan kompoten.

“PPC ini telah melaksanakan praktek lapangan pengambilan sampel di 3 titik lokasi di Kota Gorontalo antara lain di pasar moderen Gelael, pasar sentral, pasar buah yang hasilnya negatif kandungan dari zat zat kimia yang berbahaya untuk pangan yang akan di komsumsi oleh masyarakat,” kata Zakiya Beserewan, Kepala Bidang Konsumsi Pangan dan Konsumsi, penanggung jawab kegiatan.

Seluruh peserta dalam Bimbingan teknis ini mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai petugas pengambil contoh di kabupaten dan kota.

 

Pewarta : Hariman – Dinas Pangan

Minggu, 08 September 2019 13:34

Hari Senin Besok Warga Dembe Pesta Apangi

GORONTALO – Warga Kelurahan Dembe Satu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, mulai bersiap menghadapi pelaksanaan Festival Apangi yang digelar setiap malam 10 Muharram. Persiapan nampak dari rumah warga yang mulai membuat kue apangi, salah satu jenis kue tradisional Gorontalo yang akan disajikan kepada tamu yang berkunjung ke rumah-rumah warga.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh keluarga Agustina Husain, yang pada tahun ini akan membuat kue apangi dalam jumlah fantastis, yakni sebanyak 3.500 biji. Kue apangi sebanyak itu akan menghabiskan bahan berupa kelapa untuk membuat santan sebanyak 50 biji, tepung terigu 50 kilogram, tepung beras 50 kilogram, serta bahan lainnya seperti gula pasir dan garam, yang semuanya akan dicampur untuk membuat adonan kue apangi.

Tim kerja Lurah Dembe I, Zulkarnain Husain saat diwawancara di kediaman keluarga Agustina Husain, Sabtu (7/9/2019, mengatakan bahwa Festival Apangi dimulai pada tahun 2016 yang diinisiasi oleh Pemerintah Kelurahan bersama Karang Taruna Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, PKK, serta mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat. Dijelaskannya, penyelenggaraan Festival Apangi tersebut bertujuan untuk mempromosikan, mendukung, dan sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Dembe I yang sejak tahun 2005 ditetapkan sebagai destinasi Wisata Budaya di Kota Gorontalo.

“Pada tahun 2016 seluruh elemen masyarakat menyepakati diadakannya sebuah festival yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Dembe I, yaitu Festival Apangi. Konsepnya kita menyajikan kue apangi kepada setiap pengunjung yang datang ke rumah-rumah warga di Kelurahan Dembe I yang waktu pelaksanaannya kita tetapkan bertepatan dengan 10 Muharram karena sesuai budaya masyarakat Gorontalo kue apangi itu dikonsumsi saat berbuka puasa pada hari Assyura,” jelas Zulkarnain.

Zulkarnain menambahkan pada tahun keempat pelaksanaan Festival Apangi yang akan digelar pada tanggal 9 September 2019, ditargetkan jumlah apangi yang akan disajikan berjumlah 200.000 biji kue apangi.

“Tahun 2018 target kami hanya 100.000 biji, ternyata realisasinya jauh melampaui target yaitu sebanyak 180.000 biji kue apangi. Sehingga itu tahun ini kita targetkan sebanyak 200.000 biji kue apangi,” ujarnya.

Persiapan juga nampak dari kesibukan panitia yang mulai menyiapkan panggung utama Festival Apangi di lapangan Kelurahan Dembe 1, termasuk menyiapkan satu buah lagu khusus untuk Festival Apangi yang diberi judul Apangi 4. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penyelenggaraan Festival Apangi, panitia menciptakan satu buah lagu khusus berbahasa daerah Gorontalo.

Pewarta : Haris - Humas

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie angkat bicara terkait dengan eksistensi warga rantau yang belajar atau mencari nafkah di Gorontalo. Bagi Rusli, warganya sangat ramah dan mampu menerima orang lain tanpa membedakan suku, ras dan agama.

“Pak Lucas Enembe Gubernur Papua pernah kuliah di Gorontalo. Waktu itu masih IKIP, beliau sendiri yang cerita sama saya. Setelah beliau sarjana muda melanjutkan kuliahnya di Unsrat Manado,” buka Rusli Habibie saat diwawancara usai mengikuti Adventure Offroad di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (7/9/2019).

Menurut Rusli, selama ini warga dan pemerintah membuka diri bagi semua orang untuk datang dan tinggal di Gorontalo. Tidak saja bagi warga Papua, tapi juga warga dari daerah lain. Seperti yang dialami warga asli Gorontalo yang merantau di daerah lain.

“Mahasiswa Papua kurang lebih tiga ratusan tersebar di berbagai kampus. Sering juga mereka datang ke saya untuk silaturahim. Mereka sangat terterima, itu sifat orang Gorontalo yang sangat menerima dan menghargai para tamu, masyakarat, mahasiswa termasuk warga Papua,” imbuhnya.

Gubernur dua periode itu menilai riak-riak di Papua tidak terjadi jika semua pihak mampu menghargai dan menghormati antar sesama. Eksistensi warga tidak dinilai dari perbedaan suku, ras dan agama tetapi dipersatukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami juga memberikan pelayanan tidak pilih kasih. Tidak ada karena mayoritas – minoritas berdasarkan agama dan seterusnya,” sambungnya.

Gubernur Rusli mencontohkan baru-baru ini ia bangga karena ada warga kelahiran Abepura, Jayapura yang menjadi konsultan pembangunan jalan di Gorontalo. Carter Lobook dipercaya merancang ruas jalan provinsi Mananggu-Kramat di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo karena kemampuan akademik S3 serta pengalaman bi bidang teknik sipil.

 

Pewarta: Isam - Humas

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo