>
Jumat, 25 Oktober 2019 19:49

Bahan Olahan Komoditas Pertanian Diekspor Ke Inggris Dan Filipina

Oleh
Beri rating
(0 suara)

KWANDANG - Gorontalo berhasil mengapalkan komoditas strategis pertanian berupa tetes tebu dan tepung kelapa ke Inggris dan Filipina.

Kapal yang bermuatan 25 ton tepung kelapa dan 16 ribu ton tetes tebu dilepas Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, di Pelabuhan Kwandang Gorontalo Utara, Kamis (24/10/2019).

Tepung kelapa dikirim ke negara tujuan Inggris dan tetes tebu ke Filipina. Komoditas perkebunan salah satu sektor unggulan Gorontalo yang memberikan kontribusi peningkatan perekonomian melalui kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 38,01 persen.

Hasil perkebunan utama adalah kelapa dan tebu, menurut data BPS, Angka Tetap 2018, potensi luas areal Tanaman Kelapa seluas 68.959 ha dengan produksi pada tahun 2018 mencapai 55.803 ton. Sedangkan Potensi areal tanaman tebu seluas 989 Ha dengan produksi gula 44.663 ton.

“Pengembangan tanaman kelapa di Gorontalo, diupayakan dengan intensifikasi, peremajaan dan integrasi kelapa dengan tanaman jagung. Sedangkan tebu diusahakan melalui pola kerjasama HGU dan KSO,” kata Darda Daraba.

Darda Daraba yang mewakili Gubernur Gorontalo menjelaskan realisasi ekspor pada tahun 2018, jagung dengan tujuan Filipina sebanyak 109.800 ton dengan frekwensi 24 kali, tetes tebu tujuan Vietnam sebanyak 12.005,309 ton dengan frekwensi 1 kali, serta bungkil kelapa dengan tujuan India sebanyak 12.600 ton dengan frekuensi 2 kali.

“Alhamdulillah Hari ini kami melakukan lagi pelepasan ekspor produk pertanian unggulan yakni tetes tebu oleh PT PG Gorontalo tujuan Filipina sebanyak 16 ribu ton dengan nilai Rp26 miliar dan tepung kelapa oleh PT Trijaya Tangguh tujuan Inggris sebanyak 25 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp490 Juta,” tutur Darda Daraba.

Dalam pelepasan ekspor ini dihadiri Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, Sriyanto, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Gorontalo Utara Yosfin Dangkua dan Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian, Sriyanto,  dalam sambutannya mengharapkan para pengusaha yang bergerak di produk olahan tepung kelapa memperhatikan kesejahteraan petani di Gorontalo. Semakin tinggi volume dan frekuensi ekspor, pengusaha memberi kesempatan para petani untuk menikmati keuntungan yang adil.

“Jangan membeli komoditas pertanian dengan harga yang terlalu rendah, agar petani Gorontalo benar-benar merasakan dampak yang besar atau dapat menikmati keuntungan dari meningkatnya ekspor komoditas pertanian,” ujar Sriyanto.

Sriyanto menambahkan tren ekspor tetes tebu meningkat, selain jumlah maupun volume pengirimannya, negara tujuan ekspor tetes tebu juga bertambah. Tetes tebu merupakan hasil samping pabrik gula yang sudah tidak dapat dikristalkan lagi. Meskipun merupakan limbah pabrik gula, namun tetes tebu mempunyai manfaat sebagai bahan baku (molasses) di negara tujuan.

 

Pewarta : Oman Moningka - Distan

Baca 183 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama