>
Kamis, 16 April 2015 00:00

Dari Pelaksanaan Rakor TPID

Oleh Admin
Beri rating
(0 suara)
Wagub Idris Rahim saat menerima kunjungan Tim Pokjanas TPID di ruang kerjanya Wagub Idris Rahim saat menerima kunjungan Tim Pokjanas TPID di ruang kerjanya

GORONTALO - Sektor perekonomian utama di Provinsi Gorontalo pada tahun 2014, didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai angka 37 persen, disusul oleh sektor konstruksi sebesar 12 persen, sektor perdagangan besar dan kecil yang mencapai 10 persen, dengan tingkat inflasi sebesar 6,14 persen.

Hal ini dipaparkan Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM., saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi penilaian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo oleh Tim Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID, yang digelar di ruangan Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (16/4).

“Tingkat inflasi Provinsi Gorontalo tahun 2014 merupakan terendah ditingkat nasional, walaupun terdapat shock kenaikan harga bbm bersubsidi, tekanan beberapa komoditas pangan strategis seperti cabe rawit dan cabe merah,” kata Idris.

Lebih lanjut Idris menjelaskan, dalam mengendalikan tingkat inflasi, TPID Provinsi Gorontalo membangun sinergitas dengan TPID Kabupaten/Kota, dengan melaksanakan rapat rutin dan triwulan, rakor wilayah provinsi dan kab/kota, rakor TPID wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, serta Rakornas TPID.

Disamping itu, TPID juga secara kontinyu memberikan informasi harga pangan strategis, memantau kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga, mengelola ekspektasi masyarakat, serta memantau program peningkatan produksi pertanian, serta menjaga pasokan komoditas pangan.
“Pada tahun 2015 ini, walaupun sempat mengalami deflasi pada dua bulan pertama, pada bulan Maret 2015, tercatat inflasi Provinsi Gorontalo berada dibawah inflasi nasional dan terendah di wilayah Sulampua, yakni sebesar 5,28 persen,” tandas Wagub.

Sementara itu Ketua Tim Pokjanas TPID, Prof. Bustanul Arifin mengawali sambutannya menjelaskan, kunjungan Tim Pokjanas ke Provinsi Gorontalo didasari oleh ketertarikan atas laporan yang disampaikan oleh TPID Provinsi Gorontalo ke Pokjanas TPID.

“Semua dokumen TPID dari seluruh daerah baik provinsi maupun kab/kota, saya baca, dan setelah itu saya melihat program di Gorontalo sangat menarik dan perlu dikunjungi,” jelas Bustanul. Menurutnya, hal yang menarik dari laporan TPID Provinsi Gorontalo yakni menyangkut harga pangan khususnya menjaga kestabilan harga pangan strategis yaitu beras. “Inilah yang ditonjolkan dalam laporan TPID Provinsi Gorontalo,” lanjutnya.

Bustanul juga menuturkan, Tim Pokjanas ingin melakukan diskusi dan mendalami sejauh mana upaya TPID Provinsi Gorontalo dan kab/kota dalam mengendalikan tingkat inflasi, sehingga berhasil mengendalikan inflasi yang lebih rendah dari tingkat nasional, termasuk upaya dalam menjaga kestabilan harga pangan strategis.

“Kami ingin melihat program yang sudah dilaksanakan oleh TPID Provinsi Gorontalo pada tahun 2014, dan rencana untuk tahun 2015, dan mudah-mudahan setelah melakukan pendalaman ini, Gorontalo bisa menjadi benchmark untuk tingkat nasional,” pungkas Bustanul.

Baca 1578 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama