>
Selasa, 17 Mei 2016 08:36

Dekranasda Manfaatkan Bandara Untuk Tampung Produk IKM

Oleh
Beri rating
(0 suara)
ilustrasi ilustrasi

Gorontalo, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo memanfaatkan Bandar Udara Djalaluddin untuk menampung produk-produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal.

"Kami akan promosikan produk pengrajin lokal di galeri yang berada di lantai bangunan bandara yang baru. Kami berharap ini menjadi langkah efektif memasarkannya," kata Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah di Gorontalo, Senin.

Ia berharap dengan memanfaatkan galeri, tamu yang datang dan keluar dari bandara bisa memanfaatkan waktu menunggu kedatangan pesawat untuk mengenal kerajinan khas Gorontalo.

"Salah satu yang ingin terus kami angkat adalah kerajinan karawo, kain sulaman tradisional khas Gorontalo," ujarnya.

Karawo sendiri berasal dari kata "mokarawo" yang artinya mengiris atau melubangi. Untuk satu motif karawo membutuhkan waktu sekitar tiga hari bagi seorang pengrajin untuk menyelesaikannya.

Keunikan karawo terletak pada proses pengerjaannya yakni harus melalui proses pengirisan dan pencabutan benang dengan teliti dan hati-hati agar kain tidak rusak.

Menyulam karawo pada bahan sutera memiliki kesulitan tertinggi, sehingga harganya akan lebih mahal.

Karawo juga mengandung nilai luhur seperti ketekunan, keuletan, ketelitian, kesabaran dan keindahan.

Di Gorontalo, sulaman ini menjadi seragam wajib bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil dan swasta pada satu hari kerja.

Meski demikian, Bank Indonesia mencatat tahun 2013 jumlah pengrajin karawo di daerah tersebut tinggal 5.000 orang, dengan tingkat kesejahteraan yang rendah. (Debby Hariyanti Mano - Antara News Gorontalo)

Baca 1066 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama