>
Sabtu, 08 Agustus 2020 17:22

Dinas Kesehatan Lacak dan Konfirmasi Masalah Gizi Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo saat melakukan Pelacakan dan Konfirmasi Masalah Gizi Pada Era New Normal dialah satu Puskesmas di Kabupaten Gorontalo beber waktu lalu. Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo saat melakukan Pelacakan dan Konfirmasi Masalah Gizi Pada Era New Normal dialah satu Puskesmas di Kabupaten Gorontalo beber waktu lalu.

GORONTALO –  Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Seksi Kesehatan Keluarga Pengendalian Penduduk KB dan Gizi melaksanakan pelacakan dan konfirmasi masalah gizi pada era kenormalan baru di kabupaten/kota.

Pelacakan dan konfirmasi masalah gizi perlu dilaksanakan untuk mendapatkan informasi dan gambaran yang jelas serta penajaman maupun refocusing kegiatan gizi masyarakat dan faktor-faktor yang mendukung serta masalah atau kendala yang dihadapi dari seluruh kabupaten/kota.

Kegiatan ini  merupakan upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana amanat Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan KB, Rosina Kiu menjelaskan nutrisi menjadi hal penting saat terjadi pandemi Covid-19, apalagi bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

“Masalah nutrisi ini juga menjadi tantangan mengingat Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi buruk, khususnya stunting, prevalensi terakhir di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan stunting masih sebesar 27,67 persen,” kata Rosina Kiu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Pengendalian Penduduk KB dan Gizi, Jumat (7/8/2020).

Rosina Kiu menjelaskan pelacakan dan konfrmasi masalah gizi ini telah dilakukan di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo pada Kamis-Sabtu (23-25/7/2020).

Ia menguraikan besaran angka stunting ini menunjukkan setiap 10 anak ada 3 di antaranya mengalami stunting. Angka tersebut masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 20 persen..

Hal ini mengkhawatirkan karena akibat wabah Covid-19, anak-anak yang menderita kurang gizi di Indonesia berpotensi semakin meningkat. Padahal, selain berperan bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, nutrisi harian dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seorang anak dan menentukan masa depan bangsa Indonesia.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Pengendalian Penduduk KB dan Gizi , Syafiin S Napu mengatakan bahwa status gizi, khususnya pada anak balita merupakan salah satu indikator yang akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia.

“Salah satu sasaran pokok dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak yang ditandai dengan membaiknya status gizi ibu dan anak, menurunnya angka kesakitan dan kematian ibu dan anak,” tutur Syafiin S Napu.

 

Pewarta : Dewi Frida / Nur Ajran - Dinkes

Baca 44 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama