>
Rabu, 16 Oktober 2019 01:08

Dinas PUPR Bahas UKL/UPL Jalan Pentadu-Mananggu Segmen Bolihutuo-Kramat

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menggelar rapat laporan akhir penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) pekerjaan ruas jalan Pentadu-Mananggu segmen Bolihutuo-Kramat oleh konsultan perencanaan CV Arvil Tunggal’29.

Rapat yang dilaksanakan di gedung PIP2B dibuka Kepala Bidang Binas Marga, Abdul Fandit Ahmad dan dihadiri oleh Pimpinan CV Arvil Tunggal’29 Carter Labook, Pemda Boalemo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Kepala Desa Bolihutuo, Kepala Desa Kramat dan sejumlah dinas terkait, Selasa (15/10/2019).

Dalam sambutannya Abdul Fandit Ahmad mengatakan, rencana pembangunan ruas jalan Pentadu-Mananggu segmen Bolihutuo-Kramat tersebut sudah dicanangkan secara oleh Gubernur Gorontalo dan Pangdam XIII/Medeka. Juga sudah dilaksanakan laporan awal penyusunan UKL dan UPL oleh CV Arvil Tunggal’29 di desa Kramat, Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo pada beberapa waktu lalu.

“Setelah ruas jalan ini dicanangkan Gubernur Gorontalo bersama Pangdam XIII/Merdeka. Konsultan Arvil Tunggal’29 juga sudah melaksanakan diskusi atau laporan awal UKL dan UPL ini di kantor Desa Kramat Kabupaten Boalemo pada beberapa waktu lalu,” kata Abdul Fandit Ahmad.

Dari rapat atau diskusi yang dilaksanakan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan segera ditindaklanjuti Pemda Boalemo dan tim konsultan diantaranya terkait ganti untung terhadap tanaman milik masyarakat, isu perubahan trase (jalan) dan yang terakhir terkait ganti untung terhadap beberapa bangunan milik masyarakat yang penganggarannya pada tahun 2020.

“Hasil rapat ada 3 hal, ganti untung tanaman milik masyarakat yang akan selesai pada akhir Oktober ini, karena masih dilakukan identifikasi oleh dinas terkait, isu perubahan trase terhadap lahan yang telah dihibahkan namun itu tidak benar dan yang terakhir adanya tiga buah rumah milik masyarakat yang tahun ini belum sempat dibebaskan oleh Pemda Boalemo karena penganggaranya pada tahun depan,” jelas Abdul Fandit Ahmad.

Untuk pembangunan ruas jalan Pentadu-Mananggu segmen Bolihutuo-Kramat yang direncanakan sepajang 6,6 km dengan lebar 12 m ini, pembangunan tahap awal akan menelan anggaran APBD sebesar Rp2 miliar dan akan diswakelola ke TNI.

Sementara itu Carter Labook, pimpinan konsultan CV Arvil Tunggal’29 mengatakan masyarakat pemilik tanaman tidak perlu khawatir karena anggaran untuk ganti untung dari Pemda Boalemo sudah tersedia dan berharap dukungan dari dinas terkait.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena tanamannya tetap diganti rugi dan saya berharap dukungan dari Pemda Boalemo untuk membantu dalam hal percepatan prosesnya, karena pelaksanaan MoU atau kesepakatan dengan TNI itu sudah harus dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ujar Carter Labook.

 

Pewarta : Yudi – Dinas PUPR

Baca 201 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama