>
Rabu, 16 Oktober 2019 00:21

Gorontalo Segera Miliki Brigade Pengendalian Karhutla

Oleh
Beri rating
(1 Vote)

GORONTALO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo segera membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Selasa (15/10/2019).

Rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi dan koordinasi permasalahan dan kendala di lapangan terkait bencana kebakaran hutan dan lahan. Dari bencana kebakaran yang beberapa kali terjadi di Gorontalo inilah Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupaka isu yang hangat dibicarakan sampai tingkat nasional yang terjadi setiap tahun di musim kemarau, penyebab terjadinya Karhutla 99 persen adalah ulah masayarakat,” kata Fayzal Lamakaraka, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi akibat kesengajaan maupun factor alam menyebabkan banyak kerugian seperti musnahnya keanekaragaman hayati dan plasma nuftah, mengancam keselamatan jiwa masyarakat sekitar dan gangguan asap yang menggangu kesehatan dan jalur tansportasi.

Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi yang hadir membuka rakor ini mengungkapkan Provinsi Gorontalo yang memiliki kawasan hutan seluas 12.215,44 km persegi sangat berpotensi terjadinya Karhutla .

“Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan usaha atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk itu peran para pihak mulai dari tingkat kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan untuk memfasilitasi dan meningkatkan koordinas, integrasi, sinkronisasi dan sinergi,” kata Sutan Rusdi.

Sutan Rusdi juga menjelaskan, usaha melalui keterpaduan lintas sektor dalam hal kebijakan, hukum dan pendanaan juga merupakan hal yang sangat penting.

Hadir sebagai pembicara dalam Rakor tersebut dari Korem 133/Nani Wartabone, Letkol (Kav) Ronny Tobigo, Kasie Ops Korem 133/NWB.

“Kami berharap Rakor pembentukan brigade ini akan terus berlanjut ke pembentukan Brigade Karhutla di Provinsi Gorontalo,” ujar  Letkol (Kav) Ronny Tobigo.

Sementara itu, Mujiastuti dari  Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan meningkatnya jumlah titik api/ hot spot tahun 2019 ini diharapkan mendorong pemrrintah daerah membentuk Brigade/Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sampai ke tingkat wilayah, sehingga memudahkan penanganan.

“Dibutuhkan upaya pencegahan Karhutla dengan melibatkan semua pihak, baik Pemerintah, TNI/Polri, Pemangku Kepentingan dan utamanya masyarakat dalam mensosialisasikan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Mujiastuti.

Dalam Rakor ini hadir  perwakilan Polda, Bappeda, Biro Hukum Organisasi, Dinas Pertanian, UPTD KPH Dinas LHK, Balai Gakum LHK Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah III, Manggala Agni Daops Bitung, BPDASHL Bone Bolango, BPKH Wil XV, Taman Nasional, BKSDA Sulut, Basarnas, BPBD se Provinsi Gorontalo, dan Pemegang izin penggunaan kawasan hutan serta Japesda dan Burung Indonesia.

Yang mencuat dalam pembahasan dalam Rakor Pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan ini adalah pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah petani yang mempersiapkan lahan untuk ditanami.

Petani yang selesai memanen melakukan pembakaran pada residu hasil memanen, untuk itu peserta Rakor mengharapkan parsitipasi Dinas Pertanian untuk melakukan penyuluhan pencegahan terjadinya karhutla. Hal senada juga disampaikan Kepala KPH Wilayah Kabupaten Gorontalo dan Perwakilan pemegang izin penggunaan kawasan hutan di Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru – Dinas LHK

Baca 386 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama