>
Jumat, 14 Jun 2019 17:36

Gubernur : Kalau Sakit Minta BPJS Gratis Giliran Beli Miras Ada Uangnya

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kemeja kuning) didampingi Kabinda Gorontalo dan jajaran TNI/Polri saat mengikuti Apel Konsolidasi Berakhirnya Operasi Ketupat 2019 di Halaman Mapolda Gorontalo, Kamis (13/6/2019). (Foto : Alfred Humas) Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kemeja kuning) didampingi Kabinda Gorontalo dan jajaran TNI/Polri saat mengikuti Apel Konsolidasi Berakhirnya Operasi Ketupat 2019 di Halaman Mapolda Gorontalo, Kamis (13/6/2019). (Foto : Alfred Humas)

LIMBOTO – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo berhasil mengamankan peredaran 5,3 ton minuman keras (miras) selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019. Hal ini menunjukkan tingginya konsumsi miras di daerah.

“Sesuai dengan arahan dari Gubernur kepada kami Forkopimda tentang masih maraknya peredaran miras di Gorontalo. Kemarin menjelang berakhirnya operasi ketupat kita menangkap hampir 5,3 ton miras,” kata Brigjen Rachmat Fudail, Kapolda Gorontalo saat memimpin Apel Konsolidasi Berakhir Operasi Ketupat 2019 di Halaman Mapolda Gorontalo, Kamis (13/6/2019).

Untuk lebih menyeriusi masalah miras ini, jenderal bintang satu itu menegaskan akan kembali menggelar operasi miras secara besar-besaran. Ia juga menegaskan kepada anggota kepolisian untuk tidak terlibat melindungi dan mendukung peredaran miras, narkoba dan prostitusi.

“Saya mohon kepada rekan rekan sekalian baik kepolisian maupun TNI, kita tidak boleh berada di belakang itu semua. Kita berkomitmen untuk mewujudkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah,” ujar Brigjen Rachmat Fudail.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali menyampaikan tekadnya untuk memerangi miras. Ia menyebut semua pihak punya komitmen yang sama untuk itu.

“Tolong kalian wartawan punya jejaring di mana-mana. Tolong sebarkan bahwa Pemprov Gorontalo sudah punya satu sikap untuk perang terhadap miras. Baik itu pengedarnya, penjualnya dan yang mengkonsumsinya,” tegas Rusli Habibie.

Sebagai kepala daerah, Rusli merasa bertanggungjawab masih tingginya peredaran miras di Gorontalo. Efeknya tidak saja tingkat kriminalitas yang tinggi, tapi juga bagi kesehatan dan kemiskinan masyarakat.

“Sekarang kalo sakit minta BPJS gratis, tapi giliran beli miras uangnya ada. Saya sangat geram soal ini, termasuk Kapolda, Danrem. Hampir tiap minggu diberantas, berton-ton, bulan puasa pula. Kalau masuk sini berarti kan ada pasarnya” kata Rusli Habibie.

Secara umum situasi Kamtibmas selama Operasi Ketupat 2019 berjalan kondusif. Terjadi 51 kasus kamtibmas atau naik 13 kasus dibandingkan operasi tahun 2018. Kasus didominiasi oleh penganiayaan, pencurian dan pengancaman.  Untuk kecelakaan lalu lintas terjadi 9 kasus, turun 17 kasus dari tahun 2018. Operasi Ketupat 2019 berlangsung sejak tanggal 29 April hingga 13 Juni 2019.

 

Pewarta : Isham - Humas

Baca 100 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo