>
Kamis, 19 September 2019 20:41

Harhubnas Wadah Sinergitas Insan Perhubungan Dan Stakeholder Dalam Meningkatkan Layanan Transportasi

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO - Setiap 17 September oleh Pemerintah Pusat hingga daerah diperingati sebagai Hari Perhubungan Nasional. Peringatan ini merupakan wadah silaturahim insan perhubungan untuk berkolaborasi meningkatkan pelayanan transportasi.

Upacara puncak Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 tingkat Provinsi Gorontalo dilaksanakan di Halaman Terminal Dungingi, Kota Gorontalo (17/9/2019), dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Merajut Nusantara Membangun Bangsa, Bakti Nyata Insan Perhubungan Untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju.

“Peringatan Hari Perhubungan Nasional ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan bidang perhubungan untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan dan yang perlu ditingkatkan,” kata M Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Rabu (17/9/2019).

Pada upacara ini, M Jamal Nganro memaparkan bahwa ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan Harhubnas tahun ini antara lain bersih-bersih peralatan faskes LLAJ, Perhubungan Mengajar, bersih-bersih pantai dan bersih-bersih peralatan bandara. Disamping itu pula dilakukan lomba olahraga dan kesenian,  serta pada hari puncak juga dilakukan penanaman pohon di Kawasan Terminal Dungingi, penyerahan dokumen perizinan, angkutan sewa umum, dan Launching Aplikasi Tiket On Line Angkutan Darat. Serta banyak kisah sukses Karya Nyata Insan Perhubungan, sektor perhubungan darat di bawah koordinator Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXI Gorontalo secara bertahap memfungsikan Terminal Tipe A, Terminal Dungingi dan Terminal Isimu, peningkatan layanan angkutan penyeberangan baik di Kota Gorontalo maupun di Marisa, serta beroperasinya Jembatan Timbang Molotabu, selain itu fasilitas keselamatan jalan juga secara bertahap dilakukan pergantian dan perbaikan, khususnya Traffic Light di Kota Gorontalo.

“Di bidang angkutan jalan ada beberapa hal yang telah dilaksanakan diantaranya penataan dan pembenahan Angkutan Dalam Trayek dan Angkutan Tidak Dalam Trayek, dukungan untuk bus gratis bagi siswa sekolah yang tidak terjangkau oleh angkutan reguler, serta layanan angkutan perintis bagi daerah yang belum terlayani angkutan dalam trayek.

“Tujuan angkutan perintis ini adalah mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, daya beli masyarakat dan menekan tingkat inflasi,” jelas M Jamal Nganro.

Untuk sektor Perhubungan Udara, Bandara Djalaludin Gorontalo saat ini terus melengkapi peralatan penunjang untuk operasional guna meningkatkan pelayanan termasuk telah dilakukan studi review master plan untuk dapat mengakomodasi mendapat EHA penuh, Bandara alternatif  Sam Ratulangi Manado, Bandara Kargo dan mendukung program pariwisata. Demikian halnya Bandara Pohuwato yang pembangunannya terus berlanjut, tambah M Jamal Nganro.

Serta untuk sektor Perhubungan Laut, M Jamal Nganro menjelaskan KSOP Gorontalo telah naik status dari kelas IV menjadi kelas III, demikian halnya dengan Pelabuhan Anggrek yang semula KUPP Kelas III menjadi KUPP Kelas II.

Di sampinng itu pula dengan Pelabuhan Gorontalo, Kwandang dan Tilamuta merupakan pangkalan angkutan perintis laut.

Terkait program strategis nasional yang disenergikan dengan program Pemerintah Provinsi Gorontalo, dalam hal ini peningkatan kapasitas SDM baik ASN Perhubungan dan masyarakat  telah dilaksanakan MoU antara Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, KSOP Kelas III Gorontalo, PIP Makasar dan PIP Sulawesi Utara terkait Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil  bagi para nelayan, setelah mengikuti Diklat para nelayan berhak mendapat Kartu Pelaut Merah yang  diterbitkan oleh KSOP, dengan demikian nelayan tersebut adalah nelayan yang telah tersertifikasi. Seluruh pembiayaan Diklat tersebut ditanggung PIP Makasar dan PIP Sulawesi Utara.

M Jamal Nganro juga menekankan tantangan insan perhubungan ke depan, di antaranya masih ada masyarakat yang menggunakan badan jalan pada ruas jalan Provinsi dan Jalan Nasional untuk kepentingan pribadi, hal ini bertentangan dengan UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana  Ruas jalan proviinsi dan jalan nasional hanya diperuntukan bagi kegiatan umum yang berskala nasional.

Tantangan lain yang harus dihadapi adalah bertumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kota seperti warung kopi, rumah makan, dan mini market  yang tidak diikuti dengan penyiapan lahan parkir terutama di pusat kota menyebabkan kemacetan jalan yang diakibatkan tidak tertibnya parkir kendaraan. Demikian hal nya dimana masih ditemukan pengoperasian kendaraan kontainer di jam kerja dan luar lintasan, hal ini disebabkan masih adanya  gudang-gudang  di dalam kota.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan kesadaran dan sinergitas semua pihak karena penyelesaian masalah tersebut bukan hanya tugas pemerintah namun merupakan tugas bersama terutama dukungan kesadaran masyarakat ini bukan hanya perhubungan namun juga sektor lain, dan yang lebih utama adalah kesadaran masyarakat,” ujar M Jamal Nganro.

 

Pewarta : Monika Oktaviarini - Dinas Perhubungan

Baca 131 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo