>
Kamis, 05 Desember 2019 22:16

Idris Rahim: Beri Efek Jera Bagi Perusak Ekosistem Laut

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat mengunjungi pelaku pemboman ikan di perairan Kwandang, Gorontalo Utara, yang diamankan di tahanan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo. Kunjungan ini dilakukan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo, di Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (04/12/2019). (Foto : Fikri – Humas) Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat mengunjungi pelaku pemboman ikan di perairan Kwandang, Gorontalo Utara, yang diamankan di tahanan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo. Kunjungan ini dilakukan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo, di Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (04/12/2019). (Foto : Fikri – Humas)

KABILA BONE -  Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mendukung pemberian efek jera bagi oknum perusak ekosistem laut.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi pelaku pemboman ikan di perairan Kwandang, Gorontalo Utara, yang diamankan di tahanan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo, di Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (04/12/2019).

“Kita harus menjaga keamanan laut dari pemboman. Tadi saya menjenguk tahanan dari Desa Ponelo, yang melakukan pemboman di perairan Kwandang, Gorontalo Utara. Oleh karenanya saya mengharapkan agar supaya ini memberikan efek jera kepada pelaku juga kepada masyarakat yang ada niatan mau melakukan hal-hal yang melawan hukum,” kata Idris Rahim di sela-sela kunjungannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo.

Sanksi pidana bagi pelaku penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (dynamite fishing) diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dalam pasal 84 ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp. 1.200.000.000. Serta ayat (2) sampai dengan ayat (4) dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan enda paling banyak Rp. 2.000.000.000.

Di tempat yang sama, Dirpolairud Gorontalo AKBP Heri Sulistya Budi Santosa mengungkapkan, kasus pemboman ikan ini sementara dalam proses pengumpulan barang bukti untuk selanjutnya dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan.

 “Ini kejadiannya dua minggu yang lalu, ada oknum yang mau instant tapi dengan cara yang salah, yang menyebabkan kerusakan ekosistem laut. Nah, kasus ini nanti kalau seluruh berkasnya sudah dinyatakan lengkap, kita langsung ke tahap dua. Tersangka dan barang buktinya kita limpahkan ke Kejaksaan,” ujar Heri.

Pada peringatan HUT ke-69 Direktorat Polairud Polda Gorontalo itu diserahkan Brevet Bhayangkara Bahari untuk Irwasda Polda Gorontalo Kombespol M. Syamsul Huda, atas jasa dan perhatiannya terhadap kelautan dan kemajuan organisasi kepolisian perairan. Diserahkan juga alat bantu dengar bagi PHL Dirpolairud, sembako bagi warga sekitar, serta hadiah untuk pemenang lomba renang dan dayung.

 

Pewarta : Gina - Humas

Baca 183 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama