>
Senin, 10 Jun 2019 23:04

Investasi Pengembangan RS Hasri Ainun Habibie Capai Rp801,401 Miliar

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kedua kiri), memimpin rapat koordinasi KPBU Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie di aula rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (10/6/2019). (Foto : Haris – Humas) Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kedua kiri), memimpin rapat koordinasi KPBU Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie di aula rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (10/6/2019). (Foto : Haris – Humas)

GORONTALO – Rencana pengembangan Rumah Sakit (RS) Provinsi Gorontalo dr Hasri Ainun Habibie memasuki tahap finalisasi.

Proyek yang akan didanai melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu diharapkan mendapat persetujuan dan penetapan pada akhir bulan Juni ini melalui Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo.

“Atas nama Pemprov Gorontalo saya berharap akhir bulan ini persetujuan KPBU RS Hasri Ainun Habibie sudah bisa diparipurnakan oleh DPRD,” kata Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat memimpin rapat koordinasi KPBU di aula rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (10/6/2019).

Idris Rahim menambahkan sesuai informasi dari Tim Simpul arahan Kementerian Dalam Negeri tidak perlu ditetapkan melalui Peraturan Daerah, cukup ditandatangani oleh Ketua DPRD.

Pada rapat koordinasi yang turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Firdaus Dewilmar, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Gorontalo, Ketua dan Pimpinan Fraksi DPRD Provinsi Gorontalo, serta Kantor Pajak Pratama Gorontalo, Idris berharap Kejaksaan Tinggi Gorontalo bisa segera mengeluarkan Legal Opinion atau pendapat hukum yang menjadi salah satu syarat persetujuan KPBU.

Terkait hal itu Wagub Idris Rahim menginstruksikan kepada Tim Simpul untuk memberikan jawaban tertulis terhadap seluruh catatan, baik dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo, DPRD, maupun BPKP Gorontalo.

“Dalam seminggu ini saya minta Tim Simpul memberikan tanggapan secara tertulis terhadap semua catatan-catatan seperti penyediaan SDM, alat kesehatan, dan rumah singgah. Mudah-mudahan dengan jawaban dari Tim Simpul akan segera keluar Legal Opinion tersebut,” ujar Idris Rahim.

Total investasi pengembangan RS Hasri Ainun Habibie sebesar Rp801,401 miliar dengan mekanisme pembayaran Availability Payment (AP) atau ketersediaan layanan dengan masa kerja sama selama 20 tahun. Dengan pengembangan tersebut RS Hasri Ainun Habibie akan menjadi rumah sakit rujukan tipe B dengan unggulan untuk penanganan penyakit ginjal, mata, jantung, dan terapi kanker.

 

Pewarta : Haris - Humas

Baca 84 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo