>
Kamis, 01 Agustus 2019 18:15

Koordinasi Antarinstansi Penyelenggara PKH Harus Lebih Baik

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Untuk membangun cmencari solusi  terhadap masalah yang dihadapi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo menggelar workshop komplementaritas Program Keluarga Harapan (PKH).

Workshop yang digelar di Hotel New Rachmat Kota Gorontalo ini juga dijadikan sarana membangun kesepakatan tindak lanjut yang harus dilakukan oleh masing-masing instansi sesuai peran dan kedudukanya.

“Tujuan workshop ini agar masing-masing instansi penyelenggara PKH memahami tugas dan perannya, juga agar koordinasi antarinstansi penyelenggara PKH terjalin dengan baik. Yang pada akhirnya pelaksanaan PKH di daerah dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Sularno Suhono, Kamis (1/8/2019).

Program keluarga Harapan (PKH) merupakan pemberian bantuan tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan syarat mereka harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khusunya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Saat ini Provinsi gorontalo memiliki jumlah peserta PKH sebanyak 61.859 ribu KPM dengan jumlah pendamping 275 orang, operator 19 orang, koordinator kabupaten/kota 6 orang dan koordinator wilayah (korwil) 1 orang, total SDM PKH provinsi gorontalo berjumlah 301 orang.

Sularno Suhono menjelaskan tujuan PKH adalah memutus rantai kemiskinan dalam jangka panjang,  memenuhi kebutuhan dasar  dalam jangka pendek serta merubah pola pikir keluarga  miskin, dan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang  untuk membantu PKM dalam bentuk bantuan bersyarat. Upaya ini dimaksudkan untuk peningkatan sumber daya manusia,  kualitas pendidikan dan kesehatan lebih baik.

Ferdi Adam, Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengatakan PKH merupakan cikal bakal pengembangan sistem perlindungan sosial khususnya bagi keluarga penerima manfaat yang memiliki akses yang lebih baik dengan memanfaatkan pelayanan sosial dasar.

Pelayanan ini antara lain kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial, ketidakberdayaan, dan keterasingan sosial yang selama ini melekat pada diri warga miskin.

“Pelaksanaan PKH membutuhkan kerjasama antar lintas sektor yang didalamnya memerlukan kontribusi dan komitmen dari instansi terkait,” tutur Ferdi Adam.

Workshop yang berlagsung dari Selasa-Kamis (30/7-1/8/2019) dihadiri Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Sularno suhono,  Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga dan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan sosial Ferdi Adam ini diikuti 37 orang dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota, Koordinator PKH, Operator, perwakilan Korcam, Dinas Dikbudpora, Dinas Kesehatan, dan Bappeda Provinsi Gorontalo.

 

Pewarta : Yoan Thalib - Dinas PP dan PA

Baca 304 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama