>
Sabtu, 24 Agustus 2019 17:37

Masyarakat Gorontalo Protes Terhadap Baju Adat Biliu Yang Melanggar Adat

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO -  Masyarakat Gorontalo melalui beragam media sosial meradang atas unggahan akun instagram puteraputerikebudayaanindo.

Pasalnya dalam foto yang diunggah itu seorang wanita mengenakan baju adat Gorontalo yang bernama Biliu dengan bagian bawah yang menampakkan pahanya. Ini tidak sesuai dengan budaya dan norma masyarakat Gorontalo.

Dalam budaya Gorontalo tidak dikenal baju Biliu dengan potongan demikian, bahkan baju ini merupakan baju kebesaran adat. Sementara konsep budaya Gorontalo dikenal  dengan falsafah adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah (Adat berpedoman pada syariah, syariah berpedoman pada Alquran).

Kekecewaan masyarakat Gorontalo atas munculnya foto wanita yang mengenakan Biliu ini banyak meramaikan group media sosial, mereka mengecam modifikasi baju adat yang dianggap menyalahi aturan ini.

Menurut Rifli Katili,  Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, baju adat modifikais ini diunggah oleh wanita yang mewakili Gorontalo pada ajang pemilihan Putra-putri Kebudayaan Indonesia. Wanita yang mengenakan baju khas Gorontalo ini diduga berasal dari agensi model asal Surabaya, Jawa Timur.

“Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo belum pernah diminta informasi atau koordinasi terkait kepesertaan Provinsi Gorontalo dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia,”kata Rifli Katili, Sabtu (24/8/2019).

Rifli menambahkan saandainya panitia atau agensi model melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata lebih dulu, pasti tidak ada baju Biliu yang menyalahi aturan adat yang menimbulkan penolakan masyarakat Gorontalo secara luas. Karena ini menyangkut nilai dan budaya Gorontalo.

Rifli Katili menjelaskan bahwa penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI) untuk Pemilihan Puteri Kebudayaan yang diselenggarakan Grand Finalnya Pada Hari Jumat  (23/8/2019) bertempat di Gedung sapta Pesona Kemenpar.

Panitia dan agensi tersebut tidak pernah melayangkan surat pemberitahuan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengirimkan wakil pada ajang tersebut, termasuk penggunaan baju adat Biliu untuk peserta

Karena slodge Provinsi Gorontalo tersedia dan tidak diisi maka kesempatan ini diisi oleh agency model dari Surabaya tanpa memberitahu pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai daerah utusan.

Baca 564 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo