>
Senin, 02 September 2019 14:20

Masyarakat Tak Perlu Resah Menanggapi Informasi Suspek Antraks

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario, menegaskan masyarakat tidak perlu resah dengan kasus suspek antraks yang terjadi di Kabupaten Gorontalo.

Mulyadi D Mario menjelaskan arti kata suspek dalam kesehatan itu adalah penyakit klinis yang kompatibel atau memenuhi definisi kasus klinis tanpa tes laboratorium atau kasus dengan tes laboratorium sugestif tanpa informasi klinis.

“Kami masih melakukan tes laboratorium, jadi diminta kepada masyarakat agar tidak resah terhadap kasus ini, intinya dengan kasus suspek antraks yang terlapor pada 27 Agustus 2019, mayarakat tidak perlu resah karena sudah ada tindakan preventif dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo terhadap ternak sapi dan kambing yang rentan akan penyakit anthraks,” kata Mulyadi Mario, Senin (2/9/2019).

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan Kahar Gani, ia menyatakan Dinas Pertanian mempunyai buffer stock obat-obatan dan vaksinasi antraks, ternak yang sehat dilakukan vaksinasi, dan yang sakit diobati.

Antraks tergolong penyakit bakteri Bacillus anthracis dapat dicegah melalui vaksinasi rutin dan program vaksinasi tersebut tidak di pungut biaya alias gratis.

“Masyarakat tak perlu khawatir, vaksin dan pengobatan rutin dilakukan oleh Pemerintah,” kata Kahar Gani

Ia juga menjelaskan kepada masyarakat apabila melihat ada kasus kematian ternak jangan langsung di laporkan bahwa ternaknya terinfeksi atau terkena virus anthraks. Karena semua harus melewati uji laboratorium untuk menentukan apakah ternaknya terpapar antraks atau tidak.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Fenny Rimporok juga menjelaskan bagi masyarakat yang mempunyai ternak di daerah bisa meminta pengobatan atau vaksin,

“Kami siap membantu dan bekerja sama dengan Dinas Kabupaten/Kota untuk melakukan peninjauan langsung sekalian pengobatan atau pemberian vaksin. Masyarakat tidak perlu resah yang penting ternaknya diperhatikan baik itu dalam bentuk pakan, minum serta kebersihan kandang” ujar Fenny Rimporok.

Fenny Rimporok  yang juga seorang dokter hewan ini  menjelaskan proses tertularnya antraks dari hewan ternak ke manusia bisa melalui kontak langsung dan lewat pencemaran udara. Ketika Manusia positif terpapar antraks harus segera lapor dan memeriksakan diri di Puskesmas untuk dilakukan pengobatan, karena penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti bisa menular kepada manusia.

 

Pewarta : Oman Moningka – Dinas Pertanian

Baca 216 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2019, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo