>
Kamis, 06 Februari 2020 10:40

Pemerintah Bertekad kurangi dan Hapus Merkuri

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Pusat Penelitian Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Yayasan Tambuhak Sinta bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion peningkatan kapasitas daerah dalam rangka mendukung rencana aksi nasional pengurangan dan penghapusan merkuri tahun 2020.

FGD ini dilaksanakan di Grand Q Hotel pada Rabu (5/2/2020)  yang dihadiri Bappelitbang, Badan Keuangan Daerah, BPBD, DLHK, Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, Perindustrian Perdagangan, Dinas Kesehatan, UPTD Balai Laboratorium Kesehatan, hadir bersama OPD Kabupaten Gorontalo Utara Bappeda, Badan Keuangan Daerah, BPBD, DLH, Dinas Koperasi, Perindustrian Perdagangan.

Kegiatan ini merupakan keseriusan pemerintah dalam pengurangan dan penghapusan merkuri yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 21 tahun 2019. Dalam pelaksanaan RAN PPM, peran pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan kualitas lingkungan yang akhirnya daerah diharapkan memiliki kompetensi maksimal dalam melaksanakan fungsi pengelolaan lingkungan termasuk dalam pengawasan dan pemantauan.

Berdasarkan inventarisasi sumber pencemaran merkuri, total emisi merkuri dari berbagai sumber di Indonesia mencapai 339 ribu kg/tahun, polusi terbesar berasal dari pertambangan emas skala kecil (PESK), sedikitnya terdapat 300.000 penambang dan 700 ribu keluarga bergantung pada penghasilan PESK.

“Kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri ini terletak pada komitmen, sinergi dan koherensi kementerian/lembaga lintas sektor serta peran dan komitmen dari pemerintah daerah,” kata Kepala P3KLL Kementrian Lingkungan Hidup, Herman Hermawan.

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, dalam sambutannya saat membuka pelaksanaan FGD menyampaikan apresiasi karena dipilihnya sebagai wilayah sasaran utama pelaksanaan rencana aksi ini. 

“Lingkungan dan manusia adalah 2 hal yang sangat tidak mungkin dipisahkan karena manusia tidak akan dapat hidup tanpa lingkungan demikian juga jika lingkungan tdk layak/tercemar maka manusia tidak dapat hidup di dalamnya. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sangat mendukung pelaksanaan Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Tahun 2020 dengan harapan ke depan Gorontalo Utara semakin lebih baik, mengingat daerah ini telah banyak kegiatan pertambangan yang dilakukan secara tradisional tanpa izin oleh masyarakat dan sudah mencemari beberapa wilayah dengan konsentrasi pencemaan merkuri mencapai nilai yang sangat menghawatirkan yakni 70 ppm,” kata Indra Yasin.

Nasruddin, Kepala Bidang Penataan dan Pengkajian Lingkungan yang mewakili Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo mengatakan gambaran kondisi lingkungan Gorontalo secara keseluruhan baik, ini sesuai dengan nilai indeks lingkungan hidup = 70,06 artinya kita masih diatas rata-rata nilai nasional.

Ia berharap ke depan yang perlu dimaksimalkan adalah nilai indeks kwalitas air, karena yang sangat berkonstribusi di dalamnya adalah kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh masyarakat, mengingat di Gorontalo kegiatan pertambangan telah mulai dilakukan sejak jaman Hidia Belanda yang kegiatannya berada di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara dan sudah menggunakan merkuri.

"Di Provinsi Gorontalo pernah dilakukan riset bidang pertambangan dan diperoleh data bahwa terdapat kurang lebih ada 7000-an penambang dan 100-an tromol yang beroperasi dengan perkiraan penggunaan merkuri sebanyak 1,8 ton per bulannya, dan jika asumsi merkuri yang terbuang ke alam sebagai akibat dari kegiatan pertambangan adalah sekitar 20 persen, maka nilainya sangat menghawatirkan yakni 0,36 ton setiap bulannya yang akan mencemari lingkungan di wilayah Provinsi Gorontalo", ungkap Nasrudin.

 

Pewarta : Nurmulianto Nasaru - DLHK

Baca 169 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama