>
Rabu, 28 Agustus 2019 15:41

Penguatan Kapasitas Pengelolaan Layanan Perlidungan Perempuan Dan Anak

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO  –  Dinamika kehidupan saat ini memiliki potensi timbulnya masalah sosial seperti konflik dan pergeseran moralitas. pada sisi lain, fenomena kesenjangan social yang semakin jauh antara yang kuat dan lemah, yang kaya dan miskin serta perbedaan status akibat ketidakadilan sosial juga terlihat secara nyata.

Menyikapi fenomena ini Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo menggelar penguatan kapasitas bagi pengelolaan layanan perlindungan perempuan dan anak yang berlangsung  di Naca’s Cafe Kota Gorontalo, Senin (26/8/2019).

Kegiatan ini diikuti  40 orang peserta yang berasal dari Dinas PPPA Provinsi, kabupaten dan kota, Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan Dan Anak p2tpa, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polda/Polres dan lembaga layanan lainnya.

Penguatan kapasitas ini bertujuan memberikan penguatan kapasitas bagi para pengelola Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) tentang penyelenggararan  lembaga penyedia layanan bagi korban kekerasan perempuan dan anak.

Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Risjon Kujiman Sunge  mengungkapkan masih banyak tindak kekerasan terhadap perempuan, seperti pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak, serta kasus lainnya yang seakan seperti bom  yang akan meledak.

“Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) atau nama lainnya yaitu Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)  sejak tahun 2002  merupakan respon pemerintah terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan. Keberadaan P2TP2A  sebagai jawaban atas persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Risjon Sunge

Risjon Sunge menjelaskan keterpaduan mekanisme layanan bagi permpuan dan anak yang mengalami kekerasan berangkat dari kesadaran bahwa pengalaman kekerasan yang dialami perempuan korban sangat beragam, dampak yang di timbulkan juga tidak tunggal tapi multiimpact yang mempengaruhi segala aspek kehidupan korban. Untuk itu penanganannya membutuhkan beragam intervensi dan menyeluruh.

Nurhayati Olii, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan menyampaikan pembentukan P2TP2A merupakan respon pemerintah  terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

“P2TP2A  adalah jawaban persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pada awalnya adalah gagasan dan komimen pemerintah bersama masyarakat sipil dalam menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terpadu bagi korban, agar mereka dapat mengakses keadilan dan kebutuhannya untuk memulihkan diri dan kehidupannya,” kata Nurhayati Olii.

P2TP2A memiliki tujuan melakukan pelayanan bagi korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dan berupaya memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender.

 

Pewarta : Owan Dinsos PP dan PA

Baca 360 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama