>
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 126

Kamis, 16 April 2015 00:00

Pengusaha Mengeluh Impor Jagung Ke Gubernur

Oleh
Beri rating
(0 suara)
Gubernur Gorontalo saat sidak sejumlah tempat pengumpul jagung Gubernur Gorontalo saat sidak sejumlah tempat pengumpul jagung

GORONTALO - Masukkan impor jagung ke Indonesia tidak saja dirasakan dampak buruknya bagi petani, tetapi juga bagi pengusaha daerah. Menurut mereka, harga jagung impor sangat murah sehingga mempengaruhi pasar jagung nasional. Hal itu seperti yang diutarakan para pengusaha dan eksportir jagung Gorontalo saat digelar pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di kantor gubernur, Kamis (16/4).

“Kalau bisa pak, tolong diusulkan ke pemerintah pusat agar tidak lagi Impor jagung. Kalaupun keran impor dibuka, bea masuknya jangan rendah supaya harga tetap bertahan. Sekarang jagung impor murah sekali pak sekitar 200 USD atau 2600 Rupiah. Kalau keran ini dibuka terus, kita tidak bisa apa apa pak,” curhat Herman direksi PT Harim Gorontalo.

Selain harga jagung impor yang mengancam eksistensi pengusaha lokal, impor juga menghambat distribusi jagung ekspor ke luar daerah. Pengusaha harus antri berhari hari dipelabuhan dan mengeluarkan biaya ekstra untuk pengiriman ke luar negeri.

“Apabila impor itu masuk, maka impor itu prioritas bagi mereka. Jadi jagung jagung lokal kita disuruh tahan di pelabuhan dengan biaya kita sendiri. Kalau sudah berangkat kontainernya, nanggung nginap juga. Kalau tiga hari nginap, tiga hari bayar nginap juga pak,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, gubernur mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat selaku pengambil kebijakan impor. Bagi Rusli
sendiri, ditengah upaya pemerintah yang getol menggenjot produksi pertanian nasional, seharusnya keran impor sudah harus dikurangi.
Terlebih produksi jagung Gorontalo saat itu tengah melimpah yang ditargetkan akhir tahun mencapai 1 Juta Ton.

“Saya kira saat ini impor tidak ada lagi, kalau pun ada mungkin tinggal sedikit. Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan pak Rahmat
Gobel (Menteri Perdagangan) sebagai pengambil kebijakan,” tutur gubernur.

Pertemuan gubernur dengan petani dan pengusaha jagung sendiri sengaja digelar untuk membahas sejumlah masalah jagung di Gorontalo. Di tengah musim panen jagung, baik petani maupun pengusaha dihadapkan pada masalah perbedaan pengukuran kadar air jagung, timbangan serta harga jagung yang bervariasi. Gubernur membentuk tim kerja gabungan beberapa SKPD untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut. (Humas-Ismail).

Baca 1680 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama