>
Senin, 20 Juli 2020 13:59

PKK Berperan Penting Dalam Penanganan Kekerdilan Anak

Oleh
Beri rating
(0 suara)
 Sosialisasi penanggulangan stunting atau kekerdilan pada anak dengan tema "Cegah Stunting itu penting Melalui intervensi Spesifik 1000 Hari Pertama Kehidupan", Rabu (15/07/2020) di desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila. Sosialisasi penanggulangan stunting atau kekerdilan pada anak dengan tema "Cegah Stunting itu penting Melalui intervensi Spesifik 1000 Hari Pertama Kehidupan", Rabu (15/07/2020) di desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila.

TILONGKABILA – Stunting atau kekerdilan adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya berdampak pada kegagalan pertumbuhan anak,  tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya (kerdil).

Masalah kekurangan gizi kronis adalah masalah yang sangat komplek di masyarakat sehingga sangat membutuhkan peran lintas sektor termasuk organisasi PKK di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan sampai ke desa.

Peran penting PKK dalam mencegah kekerdilan ini disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bone Bolango Lolly Yunus pada sosialisasi penanggulangan kekerdilan dengan tema cegah stunting itu penting melalui intervensi spesifik 1000 hari pertama kehidupan pada Rabu (15/7/2020) di Desa Tunggulo Kecamatan Tilongkabila.

Lolly Yunus menegaskan PKK harus berperan aktif dalam mencegah kekerdilan di Kabupaten Bone Bolango. Menurutnya ada 3 hal yang harus ditekankan dalam penanganan kekerdilan yaitu pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi dan balita terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.  Pola asuh orang tua (life style) sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama pertumbuhan dan perkembangan otak, dan kesehatan lingkungan atau lebih dikenal dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Khusus untuk pemberian ASI itu penting bagi bayi sampai umur 2 tahun terutama diberikan secara eksklusif ke bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan apapun,” kata Lolly.

Selain itu pemanfaatan jamban dan ketersediaan air layak termasuk PHBS dalam membiasakan cuci tangan pakai sabun di air mengalir.

“Sudah ada program inovasi dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Bone Bolango dan geliatnya dimulai dari gerakan seluruh PKK sampai ke tingkat desa, yaitu Gerakan Ijab Kabul atau nIkah sehat tanggung jawab bersama menuju keluarga bahagia unggul dan berkualitas,” ucap Lolly.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango yang diwakili Kepala Bidang Binkesmas Roos Panai,  mengatakan agar terhindar dari masalah kekerdilan, maka jangan sampai bayi itu kehilangan periode emasnya (1000 HPK). Dalam penanggulangan kekerdilan ada dua intervensi yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Secara teknis Roos menjelaskan bahwa pertumbuhan dan perkembangan otak sangat ditentukan oleh asupan gizi pada masa periode emas yakni dihitung sejak janin berada dalam kandungan selma 9 bulan (270 hari) sampai balita berumur 2 tahun (730 hari) : 80 persen terjadi dimasa janin berada dalam kandungan dan 20 persen pada saat anak itu lahir sampai usia 2 tahun.

Inilah mengapa intervensi spesifik 1000 HPK itu penting, namun hanya memberikan kontribusi 30 persen dalam penanggulangan stunting.

Sedangkan intevensi sensitif melibatkan lintas sektor lain diluar kesehatan diantaranya penyediaan sarana prasarana sehingga terjamin kelangsungan hajat hidup keluarga tersebut, mulai dari pemanfaatan air yang aman, penyediaan dan pemanfaatan jamban, keterjangkauan bahan pokok (pangan), dan lain-lain.

“Intervensi sensitif ini dapat memberikan kontribusi 70 persen dalam penanggulangan kekerdilan.
Hal ini yang menyebabkan penanggulangannya bukan hanya urusan dinas kesehatan namun harus dikeroyok bersama seluruh pemangku kepentingan termasuk PKK dan membutuhkan peran aktif masyarakat, bekerja dan maju bersama secara berkonvergensi menuju Bone Bolango bebas kekerdilan,” tutur Lolly.

 

Pewarta : Iwan – PPID Dinkes

Baca 57 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama