>
Kamis, 04 Jun 2020 22:27

Prevalensi Perokok Di Gorontalo Duduki Peringkat Ke-2 Teratas Nasional Featured

Oleh
Beri rating
(0 suara)

 

GORONTALO –   Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada 31 Mei diperingat dengan menggelar webinar yang bertema cegah anak dan remaja indonesia dari bujukan rokok, Selasa (2/6/2020).

Peringatan HTTS dilakukan secara virtual mulai pukul 14.00 Wita menghadirkan pembicara Kirana Pritasari (Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan), N Paranietharan (WHO Representative Indonesia), Riskiyana Sukandhi Putra (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Marakarakat Kementerian Kesehatan), Irmansyah (Kepala Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan),  Shela Putri Sundawa (Dokter dan Podcaster Kesehatan), Erlang Samudro (Sekjen PDPI) serta Sakri Sabatmaja sebagai moderator.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari mengungkapkan bahwa tema HTTS tahun ini sangat relevan dengan situasi di Indonesia yang memiliki jumlah perokok muda yang sangat tinggi.

“Anak dan remaja kita harus terus ditingkatkan pengetahuan kesadarannya tentang efek dan bahaya penggunaan rokok serta paparan asap rokok. Di samping itu juga untuk mencegah dari penggunaan tembakau dalam bentuk apapun,” kata Kirana Pritasari.

Menurutnya pemasaran dan promosi rokok sengaja menggunakan berbagai taktik, strategi dan agresif untuk menarik minat kaum muda, anak dan remaja, terhadap produk rokok dan nikotin. Mulai dari strategi pemasaran dan promosi, inovasi produk dan penggunaan cita rasa serta penjualan rokok satuan yang mudah terjangkau oleh para anak muda.

Sementara itu, Rosina Kiu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang ikut hadir pada webinar menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan prevalensi perokok muda.

“Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi perokok di Gorontalo menduduki peringkat ke-2 teratas nasional. Sehingga melalui momentum ini, dapat dimanfaatkan untuk mengingatkan kepada kita semua akan betapa besarnya bahaya rokok bagi kehidupan kita serta upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menurunkan prevalensi tersebut,” ujar Rosina Kiu.

Rosina Kiu menjelaskan dibutuhkan upaya, sinergitas dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan mitra sehingga dapat membantu dalam melindungi dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi generasi muda.

“Pesan saya agar seluruh generasi muda yang ada di Provinsi Gorontalo tidak merokok, dan tidak memulai merokok serta berani mengtaakan tidak untuk bujukan rokok,” ujar Rosina Kiu.

 

Pewarta : PPID Dinkes

Baca 49 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama