>
Kamis, 08 Agustus 2019 07:21

Provinsi Gorontalo Layak Anak Tahun 2020

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Membincang dunia anak memang menyenangkan, karena anak adalah generasi akan datang yang harus disapkan kehidupannya sejak awal.

Untuk itu, program sosialisasi tentang ruang yang layak bagi dinamika anak harus selalu digaungkan agar semua pihak yang memiliki kepentingan dengan masa depan memahami dan menerapkan apa yang sudah menjadi kebutuhan tumbuh kembangnya anak.

Untuk itu Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Gorontalo mengundang Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi  Gorontalo menggelar dialog interaktif dengan tema Indonesia Layak Anaak 2030, Gorontalo Layak Anaak 2020, Senin (5/8/2019).

Dialog yang dipandu oleh presenter TVRI Budi Muda ini disiarkan secara langsung menghadirkan Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo Risjon Kujiman Sunge,  Dian Nur Hanggraeini orang tua dari Rifki Hanif, dan Harun Daluku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo.

“Di tahun 2030 Negara Indonesia Menuju Negara Layak Anak.  Menjadikan Provinsi gorontalo harus layak anak dan mempunyai target untuk memenuhi persyaratan menjadi kota layak anak,” kata Risjon Sunge.

Risjon Sunge memaparkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo pada tahun 2030 mempunyai target menuju Provinsi  Layak Anak, ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi diantaranya adalah semua kabupaten kota harus layak anak termasuk Provinsi Gorontalo.

Sampe saat ini baru 1 kabupaten yang layak anak yaitu Kabupaten Gorontalo, masih ada 4 kabupaten dan 1 kota yang belum layak anak.

Perlakuan terhadap anak harus melibatkan semua tempat diantaranya  sekolah harus ramah anak, Puskesmas harus ramah anak, dan semua tempat pelayanan publik harus ramah layak anak termasuk infrakstruktur harus ramah layak anak.

“Keterlibatan kita dalam perlindungan terhadap anak, ada anak yang berhadapan hukum, ada anak yang bermasalah dan anak yang terlantar termasuk anak disabilitas. Ada forum anak  yang sudah dibentuk  di Provinsi gorontalo  yang memiliki tugas dan Fungsi sebagai pelapor dan pelopor,” ujar Risjon sunge

Sementara itu Harun Daluku mengatakan Kabupaten Gorontalo  sejak tahun 2008  menjadi pilot project tempat pelaksanaan Kota Layak Anak di Indonesia oleh kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam indikator pencapaian Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Layak Anak ada namanya klaster perlindungan khusus.

Di Provinsi Gorontalo ada 8 desa yang sudah diambil sampelnya untuk menjadi desa ramah terhadap anak yang berkebutuhan khusus termasuk anak yang memiliki masalah pendengaranya.

Dian Nur Hanggraeini dalam membagi pengalamanya mengatakan bahwa anak yang berkebutuhan khusus itu adalah anugrah dari yang maha kuasa. Karena Tuhan tidak akan menitipkan anak yang spesial kalau bukan orang tua nya hebat.

“Tidak ada orang tua manapun ingin anaknya berkebutuhan khusus pastinya ingin anaknya sempurna. Tetapi semua adalah anugrah Tuhan  yang kita tidak bisa hindarkan,” ujar Dian Nur Hanggraeini.

Menangani anak berkebutuhan khusus ini bukanya saja tanggung jawab  pemerintah tetapi tanggung jawab organisasi lain yang berkaitan dengan anak yang berkebutuhan khusus. Tetapi yang paling penting  adalah di lingkungan keluarga

 

Pewarta : Yoan Thalib - Dinas PP dan PA

Baca 184 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama