>
Rabu, 04 September 2019 19:16

Rapat Evaluasi Simfoni-PPA Untuk Pendataan Kekerasan Perempuan Dan Anak

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO -  Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini cenderung meningkat kuantitas maupun ragam modusnya, banyak kasus yang diliput di berbagai media masa sempat menyita perhatian publik,namun pencatatan dan pelaporan kekerasan belum dapat menggambarkan kondisi tingkat kekerasan perempuan dan anak yang utuh.

Sesuai gambaran utuh tentang kejadian dan bentuk kekerasan yang bersumber dari unit–unit layanan seperti Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) di Polda dan Polres , pusat layanan terpadu, Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC), Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) dan P2TP2A, data dan informasi ini penting sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan.

Hal ini yang disampaikan Kepala Dinas Sosial PP dan PA Provinsi Gorontalo, Risjon Kujiman Sunge rapat evaluasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni-PPA) di Naca’s Cafe, Selasa (27/8/2019).

Rapat evaluasi yang berlangsung sehari ini diikuti Polda /Polres, P2TPA se-Provinsi Gorontalo, pengelola/operator data kekerasan perempuan dan anak se-Provinsi Gorontalo, Dinas PPA dan PA kabupaten/kota.

Risjon Sunge juga menambahkan ketidakakuratan data dan  entri data  kekerasan perempuan dan anak akan menyulitkan dalam pencatatan dan pelaporan yang terstandar. hal tersebut disebabkan oleh perbedaan pemahaman dan mekanisme pencatatan dan pelaporan kekerasan perempuan dan anak.

“Lemahnya koordinasi antar lembaga layanan, petugas data yang telah dialihtugaskan  ke tempat lain dan tidak ada transfer knowledge kepada petugas yang baru dan jaringan internet yang tidak memadai menjadi masalah dalam pelaporan kekerasan,” ucap Risjon Sunge.

Risjon Sunge menambahkan persoalan kekerasan dalam rumah tangga banyak  terjadi di keluarga namun umumnya keluarga korban tidak mempunyai ruang atau informasi yang jelas apakah persoalan keluarga mereka layak untuk di bawa pengadilan.

Selama ini masyarakat menganggap bahwa persoalan kekerasan dalam rumah tanggga adalah persoalan pribadi dan hanya diselesaikan dalam lingkup rumah tangga saja,pemikiran yang demikian ini harus diubah.

“Rapat evaluasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak bertujuan tersedianya data kekerasan, mulai dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) hingga ke kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Data ini dapat dimanfaatkan bagi penyusunan kebijakan, program  dan kegiatan pembangunan. serta  proses pengambilan keputusan,” kata Nurhayati Olii, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan.

Nurhayati Olii  juga menyampaikan, meningkatnya komitmen petugas dalam melakukan pengelolaan data kekerasan sesuai dengan tata laksana dan mekanisme.

 

Pewarta : Yoan Thalib – Dinas PP dan PA

Baca 430 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama