>
Selasa, 17 Maret 2020 16:53

Rapat Koordinasi Kebencanaan Usulkan Penetapkan Status Siaga Darurat Covid-19

Oleh
Beri rating
(0 suara)

GORONTALO – Peserta rapat koordinasi kebencanaan mengusulkan penetapkan status siaga darurat Covid-19 di provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo terhitung sejak 16 Maret-16 Mei 2020.

Rapat yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo ini dilaksanakan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (16/3/2020) dihadiri berbagai unsur seperti TNI (Korem, Lanal, Satradar), Polri, Basarnas, BPBD kabupaten/kota, Bapppeda, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, ORARI dan RAPI, serta pemangku kepentingan lainya.

“Dalam pertemuan ini sejumlah isu penting terkait kebencanaan dibahas yakni penyebaran virus Corona atau Covid-19,  ancaman bencana banjir dan tanah longsor, potensi pergerakan sesar/patahan Gorontalo, kesiapan SDM, peralatan dan logistik, serta trend anggaran untuk BPBD,” kata Sumarwoto, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.

Selain usulan status siaga darurat Covid-19, beberapa usulan kebijakan lainnya adalah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlunya membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanggulangan virus Covid-19 yang melibatkan berbagai unsur terkait di wilayahnya masing-masing,  menyarankan agar juru bicara yang merelease data serta perkembangan penanganan covid-19 hanya 1 org dan 1 lembaga yakni Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

“BPBD berperan melaksanakan fungsi kordinasi antar instansi untuk memaksimalkan proses penanganan Covid-19,” ujar Sumarwoto.

Selain itu peserta rapat juga menyepakati agar Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah kabupaten/kota bekerjasama dengan TNI, Polri dan insitusi terkait segera melakukan pemeriksaan intensif di pintu-pintu masuk ke Gorontalo baik darat, laut dan udara dengan SOP yang ketat.

Seluruh kantor dan pusat layanan umum juga diminta untuk menyiapkan antiseptik atau sabun cuci cair bagi masyarakat.

Komuniaksi dan sosialisasi secara intensif melalui berbagai matra dilakukan agar masyarakat tidak panik, membatasi kontak dengan orang lain, tidak berkumpul dengan banyak orang, dan menjaga stamina dan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup.

“Pokok pikiran lainnya dalam pertemuan ini adalah Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat menentukan kebijakan seperti meliburkan anak-anak sekolah selama 2 minggu/lebih dan memerintahkan agar ASN bisa melaksanakan tugas dari rumah masing-masing serta kebijakan lainya yang diperlukan,” ucap Sumarwoto.

 

Pewarta : Iswandi Jusuf - BPBD

Baca 388 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2020, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama